
Alan sangat bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan dari Putri satu-satunya, jika dia menjawab kesal karena melihat Nanda yang berselingkuh juga di belakangnya, ia merasa gengsi. Kalau bilang mau bertemu dengan Retha, Putrinya bisa mengamuk lebih parah lagi dan tidak mau pulang-pulang ke Villa Florence. Alan hanya tersenyum kecil sambil menatap Putrinya.
Yora sangat kesal, melihat Papanya yang tidak bisa menjawab pertanyaan dari dirinya. Yora menatap Retha yang masih berdiri disamping Papanya dengan sangat dekat. Yora menarik Papanya dengan sangat kencang agar menjauh dari wanita murahan yang sangat tidak beradap itu. Papanya tepat berada disampingnya, ia lalu melangkah mendekat kepada wanita murahan itu.
" Pa, lebih cantikan aku atau kekasih murahan mu itu Pa? " tanya Yora tanpa menatap Papanya, melainkan menatap Retha dengan sorot mata yang meremehkan.
" Tentu saja Putriku yang paling cantik " jawab Alan tanpa ragu.
Yora yang mendengar tersenyum puas, menatap Retha kembali dengan begitu tajam.
" Berarti selera kau begitu jelek " ejek Yora sambil tertawa kecil.
Yora mencengkeram pipi Retha dengan sangat kencang, Alan dan Rendy yang melihat tingkah Yora merasa bingung, jika mereka menghentikannya Yora akan semakin menjadi-jadi tingkahnya.
" Katamu aku yang paling cantik, jadi Kekasih Murahan mu ini sebaiknya kita hancurkan saja muka jeleknya, yang selalu bertingkah sok polos dan lugu kepada laki-laki incarannya " kata Yora.
Retha menepis tangan Yora di pipinya dengan sangat kasar, ia sudah tidak ingin selalu dihina dan direndahkan lagi oleh Yora. Retha dengan berani balas menatap, dengan sorot mata yang menantang balik Yora.
Yora tersenyum sinis melihat wanita murahan tersebut yang sudah sangat berani menantang Putri dari keluarga Florence,
" Yora kita pulang " tarik Alan yang sangat takut akan terjadi keributan yang semakin parah.
Yora menepis tangan Papanya, ia mendorong tubuh Retha yang sudah berani menantang Putri dari keluarga terpandang seperti Florence. Retha terhuyung ke belakang, ia sangat tidak siap dengan gerakan tiba-tiba dari Yora. Yora menginjak tangan hina wanita murahan tersebut, lalu melangkah pergi.
Alan yang melihat hanya diam di tempat tanpa melakukan apapun, yang bisa ia lakukan hanya menatap Retha dan Yora yang sedang bertengkar.
" Cepat ikut aku pria tua! " kata Yora dengan suara yang keras.
Alan yang mendengar ucapan Putrinya pun, melangkah pergi keluar dari ruang milik Retha, ia hanya menatap Retha yang masih terduduk dilantai akibat dorongan Putrinya.
" Apa yang kau lakukan dengan Putriku gadis rendahan! " teriak Mira yang melihat Putrinya diperlakukan layaknya sampah.
Alan dan Rendy sangat terkejut, Rendy mendorong Mira dengan sangat kasar dan kuat agar menjauh dari Yora. Sedangkan Alan hanya diam ditempat, ia benar-benar sangat bingung dengan situasi sekarang ini.
" Apa yang kau lakukan kepada Ibuku! " marah Retha lalu bangkit mendekat kepada Ibunya.
" Dengarkan aku 2 wanita rendahan, kalian memang pantas diperlakukan layaknya sampah " ucap Rendy dengan tegas sambil menahan emosinya.
Rendy menarik Yora untuk keluar dari cafe meninggalkan Alan yang masih terdiam. Rendy menjalankan mobilnya dengan sangat cepat melampiaskan rasa marahnya, akibat kekasihnya diperlakukan seperti itu. Yora sebenarnya mampu melawan wanita keriput itu, tapi ia harus memulai akting lugunya dan harus belajar menjadi wanita tersakiti, ia tidak boleh kalah dengan wanita murahan itu yang akting murahannya sangat sok lugu.
" Hancurkan! " perintah Rendy disambungan telepon.
Yora yang mendengar kata menghancurkan, langsung menatap Rendy untuk meminta penjelasan.
" Siapa yang kau hancurkan? " tanya Yora.
" Tentu saja cafe milik wanita murahan itu " balas Rendy.
Yora sangat terkejut mendengar perkataan Rendy, inilah yang membuat dirinya sangat mengandalkan Rendy, karena dia mampu melakukan apapun yang ia tidak bisa lakukan.
" Jangan Rendy " perintah Yora yang membuat Rendy bingung.
" Bukan saatnya, nanti " ucap Yora meyakinkan Rendy.
Rendy hanya menganggukan kepalanya menuruti keinginan Yora, tapi jika wanita-wanita murahan tersebut melakukan sesuatu kepada Yora, ia sangat tidak segan-segan akan menghancurkan mereka berdua beserta cafe kecil miliknya.