Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋93≋



Rendy kembali lagi setelah berurusan dengan wanita hina itu. la sebenarnya akan datang untuk menemui ibu dari wanita hina itu, tapi Aunty Nanda menghubunginya untuk segera pulang karena Villa Florence sudah sepi setelah Om Devon dan Liam pulang.


Rendy memasuki kamar milik Yora dan melihat Yora masih terbaring diranjangnya itu. Rendy menyuruh Aunty Nanda untuk tidur saja dan dirinya yang akan menjaga Yora. Rendy melihat Aunty Nanda yang sudah keluar, tinggalah dirinya bersama dengan Yora yang masih saja memejamkan matanya.


Rendy menatap tajam raut wajah Yora, memikirkan hal itu membuat dirinya semakin marah, hingga rasanya ia ingin memusnahkan kedua wanita murahan itu, beserta Om Alan yang bertanggung jawab karena telah membuat kedua wanita itu hadir di tengah keluarga Florence yang bahagia dan tenang.


Rendy menghela nafasnya, ia sungguh sangat lelah hari ini ditambah. Ia harus mengurus kedua perusahaan yang sangat membutuhkan tanda tangannya. Rendy memegang telapak tangan Yora dan mendekatkan wajahnya ke Yora hingga membuat Rendy bisa melihat Yora dari dekat.


Rendy mencium kening dan bibir Yora, lalu beranjak dari ranjang karena ada telepon masuk. Ia mengangkat telepon masuk yang mana dari sekretaris.


" Awasi dia jangan sampai dia melarikan diri, aku yang akan memberikan pelajaran untuk orang hina seperti mereka. "


" Baik Tuan. "


Rendy langsung mematikan sambungan teleponnya. la duduk kembali diatas ranjang tepat disamping Yora.


...----------------...


Cahaya matahari memasuki jendela kamar yang mana terdapat Yora yang sedang tertidur. Kicauan burung-burung membuat susana pagi yang cerah semakin hangat dan damai. Kelopak mata Yora lambat laun terbuka, ia melihat sekeliling tapi tidak ada siapapun. Ia merasa seperti tertidur panjang, tidak tau kenapa dirinya bisa kembali ke rumah. la mengingat jelas kalau dirinya ada di mobil yang mana terdapat para pria dan setelah itu ia tidak tau lagi.


" Akhirnya kamu bangun juga. " Ungkap Rendy yang memasuki kamar Yora dengan telapak tangan membawa nampan yang berisi air putih dan sarapan pagi.


" Kenapa aku bisa disini? " Tanya Yora yang ingin memastikan.


" Ini Villa mu. " Sahut Rendy.


" Tapi bukannya aku dicu... " Sebelum menyelesaikan kalimatnya, mulutnya ditutup oleh telapak tangan Rendy.


" Makan dulu, kamu belum makan dari kemarin. " Ucap Rendy sambil menyuapi semangkuk sup hangat ke mulut Yora.


Yora mengikuti apa yang dikatakan oleh Rendy. Memang benar dirinya sangat lapar. Ia berusaha mengingat apa yang terjadi, Yora juga memeriksa tubuhnya tapi masih aman. Yora menatap Rendy yang sangat telaten menyuapi dirinya makan.


la sangat yakin kalau Rendy yang telah menolongnya, tapi siapa orang yang sudah berani menculik dirinya ini. Lihat saja, ia akan membalas dendam juga. Memang mereka saja yang bisa seenak jidatnya aja. Ia akan menghancurkan orang sudah bermain-main dengan dirinya.


" Mandi dan turunlah ke bawah. " Tutur Rendy dengan tangannya yang membersihkan bibir Yora yang terdapat sisa makanan.


" Mandi dan turunlah ke bawah. " Kata Rendy dengan tegas sambil melangkah keluar dari kamar Yora.


Didalam dapur, ia melihat Aunty Nanda yang sedang minum kopi hitam. la duduk disamping Aunty Nanda.


" Yora sudah bangun. " Ucap Rendy.


" Baguslah. " Sahut Nanda.


" Oh iya Rendy, Aunty akan ikut denganmu bertemu dengan wanita itu. " Tegas Nanda yang membuat Rendy menoleh.


" Biar aku saja yang melakukannya. " Sahut Rendy.


" Aku ibunya Rendy, aku selalu diam saja tapi mereka sudah keterlaluan. Jadi aku akan ikut bersama mu untuk menemui mereka berdua. " Tegas Nanda yang tidak ingin dibantah.


" Baiklah. " Jawab Rendy.


" Sekarang jangan beritahu Yora dulu tentang yang terjadi. " Ungkap Nanda.


" Iya. " Sahut Rendy.


" Kapan kita akan pergi? " Tanya Nanda sambil menyeruput kopi hitamnya.


" Nanti setelah Liam datang. " Jawab Rendy.


" Untuk apa? " Bingung Nanda.


" Untuk menemani Yora dan mencegahnya keluar selama kita pergi nanti. " Jawab Rendy.


Nanda memegang gelasnya dengan sangat kuat. la sekarang benar-benar sudah sangat marah kepada orang-orang yang telah membuat putrinya berada dalam bahaya. Dirinya tidak pernah melakukan balas dendam kepada siapapun tapi kepada kedua wanita hina itu, ia harus melakukannya agar membuat mereka kapok.


Nanda juga akan menujukan kepada mereka kekuasan dan kekayaan miliknya. Biar kedua wanita hina itu sadar kalau melawan keluarga Florence yang pasti derajatnya sangat jauh dari mereka, tidak akan mampu.


" Pengganggu harus segera di musnahkan. " Batin Nanda.