
Alan dan Retha menyalami para tamu yang ingin mengucapkan selamat kepada dirinya. Alan dari kejauhan menatap Putrinya yang juga menatap dirinya dengan sorot mata yang tajam. Alan dan Retha mendadak bingung saat para tamu menatap mereka dengan raut wajah merendahkan.
Mira hampir saja terjatuh saat layar besar yang tadi menampilkan kisah perjalan cinta Alab dan Retha, mendadak berganti dengan foto-foto perselingkuhan yang dilakukan oleh Alan dan Retha. Bahkan foto liburan mereka yang dulu juga ada dilayar besar itu dan yang paling membuat Retha sangat terkejut ialah, video yang menampilkan dirinya yang diusir oleh Ayahnya Alan yaitu Daaron Florence.
Para tamu yang merupakan kolega penting Perusahaan Florence mulai menatap Retha dengan sorot mata yang sangat meremehkan. Para tamu mengira perceraian yang terjadi karena Alan dan Nanda sibuk. Mereka tidak menduga bahwa Pemimpin Florence yaitu Alan rela menyingkirkan Nanda yang berasal dari keluarga terpandang, hanya demi seorang pemilik cafe kecil.
Yora tersenyum puas saat para tamu menatap pasangan murahan itu sambil berbisik mengosipkan mereka. la cukup puas dengan hari ini melihat raut wajah mereka yang sangat menghibur dirinya. Yora terkekeh saat melihat raut wajah Mira dan Retha seperti orang yang sangat kebingungan akan situasi yang terjadi hari ini.
Acara resepsi pun dipercepat, karena Retha dan Mira sudah sangat malu dengan semua yang tejadi. Para teman Retha yang datang perlahan mendekat ke arah Retha dengan tatapan yang mengejek.
" Wow kamu sangat hebat Retha, mendapatkan semua ini dengan tingkah murahan. " celetuk Ivy salah satu teman Retha.
" Orang miskin yang bermimpi menjadi Nyonya Villa besar ini dengan cara murahan. " timpal Lena sambil menatap Retha dan atas hingga bawah.
" Nyonya besar yang murahan, " ledek para teman Retha lalu beranjak pergi meninggalkan Villa.
Retha mengepalkan jari jemarinya dengan sangat kuat akan perkataan mereka. Ia mengundang temannya yang menghina dan mengejeknya dulu, karena la ingin membuktikan kalau dirinya bisa lebih hebat dari mereka yang hanya bisa menghina dirinya karena orang miskin. Tapi semua harapan itu hancur dan ia sangat yakin temannya akan semakin mengejek dan menghina dirinya.
" Aku akan mencari orang yang sudah berani mempermalukan diriku hari ini. " batin Retha dengan hati yang penuh dendam.
" Retha. " panggil Alan saat melihat istrinya hanya diam termenung.
Retha tersadar dari lamunannya, ia tersenyum saat suaminya memanggilnya. Retha mendekatkan dirinya kepada Alan, lalu memeluk tubuh Alan dengan sangat erat. Alan mengusap lembut puncak kepala istrinya, sungguh Alan sangat lelah atas semua yang terjadi ditempat hari pernikahan dirinya ini.
" Pa. " panggil Yora dengan raut wajah sinis saat melihat pasangan murahan itu berpelukan.
" Kenapa ini semua bisa terjadi? " tanya Yora denyan raut wajah yang polos.
" Papa juga tidak tahu sayang. " balas Alan.
" Mungkin musuh binis Papa kali. " kata Yora lagi.
" Mungkin saja sayang. " jawab Alan.
" Oh ya Pa, karena istri Papa sudah resmi menjadi bagian dari keluarga, aku ingin memberikan hadiah ini kepada ibu Retha. " ujar Yora sambil menatap Retha dengan raut wajah yang sulit diartikan.
" Tunggu dulu, buka kotaknya didalam kamar saja, ini sangat privasi. " kekeh Yora lalu dianggukin oleh Retha.
" Terimakasih Putriku. " timpal Alan sambil mengelus pipi putih anaknya.
" Baik Pa, aku pergi dulu sama Rendy, Bye. " ucap Yora sambil mengenggam telapak tangan Rendy lalu melangkah pergi meninggalkan Villa Florence.
Yora berjalan keluar dari Villa dengan sangat bahagia, bahwa rencananya lumayan sukses dan ia juga menunggu reaksi wanita murahan itu akan hadiahnya.
" Aku sudah berjanji bukan, akan menghancurkan dirimu dengan caraku sendiri. " batin Yora sambil menengok sekilas Retha yang sedang kembali berpelukan dengan Papanya.
" Apa gadis licik itu yang melakukannya. " pikir Mira sambil melihat Yora dari kejauhan.
" Jika kau yang melakukannya gadis murahan, aku pasti akan membalasmu. " batin Mira menatap tajam Yora yang melangkah pergi.