
Alan sedang bersama Retha di Villa Florence, Alan sudah memutuskan akan bersama Retha. Ia akan menghadapi Putrinya yang selalu menolak kehadiran Retha. Putrinya Yora harus belajar bagaimana cara menerima kenyataan hidup ini. la akan membuat Retha menjadi istrinya seperti rencana awal yang telah ia susun bersama Retha. Ucapan Ibunya Retha dicafe menyadarkan dirinya, kalau ia tidak bisa menjauh dari Retha, hatinya sudah dibawa oleh Retha sepenuhnya.
Dulu ia melawan seluruh keluarga Florence yang mengetahui hubungan gelapnya dengan Retha. Sekarang hanya tersisa Putrinya yang menentang, jadi ia akan lebih tegas kepada Putrinya. Dirinya harus memperjelas kalau ia tidak mencintai Mamanya dan tidak akan bisa kembali bersama lagi, Yora harus mengetahui kalau ia, hanya mencintai wanita yang sedang berada dalam dekapannya.
" Kau akan tetap bersamaku kan? " tanya Retha sambil mengeratkan pelukannya didalam dada Alan.
" Kita akan bersama, seperti janjiku padamu waktu kita liburan bersama. " sahut Alan dengan tangan membelai puncak kepala Retha dengan lembut.
Ibunya benar, kalau Alan sangat mencintaiku. Jika waktu itu Ibunya tidak tegas kepada Alan, mungkin dirinya hanya digantung tanpa kejelasan tentang hubungan ia bersama dengan Alan yang sudah terjalin selama ini.
" Kita akan menikah. " ujar Alan.
" Lalu bagaimana dengan Yora? " tanya Retha sambil mendongakkan kepalanya menatap mata indah milik kekasihnya.
" Itu urusanku nanti, kau tkdak usah memikirkan semunya. Nanti kau akan sakit seperti dulu. " ucap Alan dengan lembut.
Retha hanya tersenyum mendengar perkataan kekasihnya yang sangat khawatir akan dirinya ini.
" Kau akan menikah Pa. " timpal Yora yang datang tiba-tiba saat melihat sepasang kekasih gelap itu berdua dikamar Orang Tuanya dulu.
Alan dan Retha menatap arah sumber suara berasal. Mereka melihat Yora yang sedang menatap Alan dengan Retha yang sedang berpelukan didalam kamar. Alan melepaskan dekapan Retha, ia melangkah ke arah Putrinya dengan telapak tangan mengenggam telapak tangan kekasihnya.
" Iya. " tegas Alan sambil menatap Putrinya penuh dengan keyakinan.
" Setuju atau tidak, pasti kau tidak peduli dengan tangapanku lagi. Jadi lakukan saja semau mu, aku sudah tidak peduli lagi denganmu. " kata Yora sambil melangkah ingin pergi menuju kekamarnya.
" Mamamu juga mempunyai hubungan dengan pria lain, jadi bukan Papamu saja yang berselingkuh. " teriak Alan.
" Aku tidak peduli, lakukan semua sesuka hati kalian saja. " ujar Yora berjalan pergi menuju kekamarnya.
Alan dan Retha menatap Yora dengan raut wajah yang bingung, mereka bingung dengan sikap Yora yang tidak seperti biasanya. Yora selalu mengamuk melihat kedekatan ia dengan Retha, tapi sekarang Yora benar-benar sangat tenang. Tapi Alan sedikit senang, Yora tidak akan menganggu dirinya dengan Retha lagi.
+62 **** **** ****
Yora jika kau ingin membalas rasa sakit hati mu itu, jadilah kuat dan pemberani. Oh iya, jika kau tidak berubah dan hanya menjadi anak manja saja maka perusahan Florence benar-benar akan jatuh ditangan orang yang sangat menginginkan harta keluarga mu dan pasti kau taukan orangnya siapa.
Bye. Dari KL.
Yora menatap pesan itu dengan tajam. la dengan sangat terburu-buru keluar dari Villa Florence. Saat ia keluar dari kamar ia melintas melewati kamar Papanya, ia melihat Papanya sedang berciuman dengan wanita murahan itu. la sudah sangat tidak peduli. Yora melangkah keluar, ia menaiki taxi. Yora dengan langkah berlari kecil memasuki Perusahan milik keluarganya.
Brak... Yora dengan nafas yang tersengal memasuki ruangan.
" Bantulah aku. " kata Yora menatap Rendy yang sedang asik mengerjakan berkas milik perusahaan.
Rendy menatap Yora yang datang dengan sangat tiba-tiba.
" Tentang apa? " tanya Rendy dengan serius.
" Aku ingin mengambil ahli perusahaan milik keluarga Florence jadi bantulah aku mencapai itu semua. " kata Yora penuh dengan ambisi dengan sorot mata yang sangat tegas.
" Jika aku membantu mu, apa imbalanku? " tanya Rendy balik.
" Apapun yang kau mau, aku akan mengabulkannya. " sahut Yora.
" Menikahlah denganku dan lahirkan seorang anak yang akan menjadi penerusku selanjutnya. " ucap Rendy.
Yora tersentak kaget, mendengar permintaan dari Rendy. Tapi ia harus melakukannya. Ia akan membalas rasa sakit hatinya dengan membuat pasangan gelap itu hancur. Dirinya akan membuat rumah tangga mereka seperti berada di Neraka.
Mereka harus merasakan, rasa kesepian yang dihatiku. Dan tidak ada hari-hari indah dipernikahan mereka. Seperti wanita murahan itu yang ingin menjadi Nyonya sah keluarga Florence, ia akan mengabulkan impiannya. Tapi hanya menyandang status, tapi tidak dengan harta milik kakeknya yaitu milik keluarga Florence.
" Setuju. " balas Yora dengan mata yang penuh dendam.