Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋9≋



Didalam mobil Liam sangat kesal karena ulah sahabatnya yang sangat tidak jelas.


" Ngapain sih lu minta jemput, kalo kangen bilang aja. Udah tau gue lagi sibuk ngurusin game, " gerutu Liam kesal karena paksaan Yora meminta dijemput.


" Anterin gue kekantor Papa, Hm.. Liam Orang Tua gue akan segera bercerai, " ucap Yora tiba-tiba yang membuat Liam shock.


Cit.... Liam yang tekejut akan ucapan Sahabatnya mengerem tiba-tiba, dan untungnya jalan tidak terlalu ramai oleh pengendara.


" Lu, kalo mau mati sendiri aja sana. " teriak Yora.


" Ucapan doa lu Yora, " kata Liam sambil terus melajukan mobilnya.


" Serius, kemarin gue liat berkas perceraian mereka dan baru tadi gue ketemu kekasih gelap Papa " jawab Yora dengan serius.


" Pelakor maksud lu? " tanya Liam.


Yora hanya menganggukan kepalanya tanda membenarkan dugaaan Liam.


" Apa lu terima kenyataan mereka bercerai? " tanya Liam yang sudah mulai serius.


" Cih, tentu saja enggak bodoh. Gue mau balas dendam akan sakit hati gue. " Kata Yora dengan penuh keyakinan.


" Caranya? " tanya Liam sambil melirik Yora.


" Tentu saja menghancurkan rencana pernikahan mereka. " ucap Yora dengan tegas.


" Pasti Papa mu akan mengetahui semua rencana mu Yora. " kata Liam.


" Tenang saja, Yora Flornce bukan anak berumur belasan atau 20 tahun yang ceroboh. Akan aku pastikan Orang Tua ku tidak akan tau " kata Yora santai dengan senyum jahatnya.


" Gak usqh buat gue khawatir deh, jelasin semua rencana yang ada di otak lu. " Kata Liam dengan tegas.


" Lu tau pasti gue gak akan menang melawan Papa, karena kekuasaan yang dia miliki mampu melakukan segala cara yang Papa inginkan." ujar Yora.


" Rendy ....... " ucap Yora.


" Laki-laki yang kita temuin di restaurant itu, lu mau apain dia " balas Liam dengan suara yang mulai meninggi saking kesalnya.


" Dia juga mempunyai kekuasaan yang setara akan Papa, dan yang lebih bagusnya dia dekat dengan Papa. " Kata Yora.


" Lalu apa yang akan lu perbuat, " timpal Liam kesal karena terlalu berbelit-belit.


" Jadiin dia Budak Cinta gue " ujar Yora.


" Apa untungnya? "tanya Liam.


" Ish kau ini bodoh banget sih, tentu saja dengan dia jadi Budak Cinta, pasti dia rela melakukan segala cara untuk membuat gue bahagia, dan yang paling utama dia banyak uang. " kata Yora.


" Apa tidak ada cara lain Yora? " tanya Liam.


" Sudahlah percayalah sama gue, " balas Yora meyakinkan Liam.


" Serah lu lah Yora, pusing pangeran ini. Punya sahabat gak ada yang benar, Oliv lagi holiday mulu sama cowo baru, Yora lagi memperjuangkan ketidakadilan yang di hadapi tapi caranya agak unik, " gerutu Liam di sisa perjalanan menuju kantor.


" Cepet ah lama amat, gak bisa nyupir apa." teriak Yora dengan kesal.


" Udah numpang gak tau diri lagi, " gerutu Liam sinis menatap Yora.


Yora yang melihat Liam menyerah kan kunci mobilnya untuk diparkirkan di basement.


" Ngapain ikut turun, pulang sana lanjutin game yang berharga itu. " kata Yora dengan kesal.


" Gue takut lu berbuat yang aneh-aneh, jadi Liam tampan ini ikut. Demi kedamaian umat manusia. " ucap Liam.


Tanpa memperdulikan ucapan Liam, Yora melangkah menuju kantor yang dimana Papanya berada, diikutin Liam yang sok ketampanan dan tanpa malu tebar pesona pada Karyawan diperusahan Papa.