Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋72≋



Yora memandang raut wajahnya melalui pantulan cermin yang berada dihadapannya. Ia berusaha meyakinkan dirinya kalau hari ini ia akan mampu menghadapi semuanya. Papanya harus segera dilengserkan, supaya kekayaan dan kekuasaan yang Florence miliki tidak bisa dimanfaatkan oleh para penganggu itu.


Yora yang sudah siap dengan pakaian super mewah yang ia miliki dan polesan makeup yang tipis. Ia menuruni anak tangga sedikit demi sedikit dan berjalan menuju ke meja makan yang mana sangat berisik. la melihat Papanya yang sedang disiapkan makanan oleh para ular itu dan diberi semangat.


Salah seorang pelayan membisikan sesuatu ke Yora, yang mana membuat Yora terkejut dibuatnya. Sebelum ia ingin keluar, Yora sudah sangat terkejut dengan tumpukan koper yang sangat besar yang tergeletak di ruang tamu. la menatap Mamanya yang mengunakan baju mewah dan kacamata hitam miliknya melangkah memasuki Villa Florence, Mamanya melangkah dengan elegan yang seperti menunjukan wanita kelas atas. Yora dengan raut wajah bingung dengan semua yang terjadi, la melihat Papanya beserta para ular yang juga berada di ruang tamu.


Yora melangkah mendekati Mamanya yang masih sibuk menyuruh para pelayan untuk memasukan koper-koper miliknya. Yora melihat raut wajah Papanya yang juga bingung dengan tumpukan koper ini.


" Kenapa Mama membawa tumpukan koper ini? " tanya Yora dengan tangan memegang pergelangan tangan Nanda.


" Aku akan tinggal disini. " jawab Nanda dengan santai.


Perkataan yang Nanda lontarkan membuat semua orang yang berada di ruang tamu terkejut. Nanda menyuruh para pelayan untuk memasukan kopernya ke kamar tamu yang paling besar disini.


" Kamar tamu yang paling besar sudah dipakai oleh Nyonya Mira, Nyonya Nanda. " Ucap salah satu pelayan.


" Usir saja dia, aku ingin berada disitu. Cepatlah. " Kata Nanda yang membuat Mira rasanya ingin terjatuh karena terkejut.


" Berhenti! " teriak Retha yang tidak terima dengan keputusan wanita yang baru datang itu.


" Jika anda ingin menginap beberapa hari disini, sebaiknya dikamar tamu yang belum ditempati saja. Pelayan antarkan tamu ini ke salah satu kamar yang kosong, " ujar Retha yang membuat para pelayan semakin bingung.


" Hello Nyonya, siapa yang tamu disini? " tanya Nanda.


" Tentu saja anda. " Ucap Retha dengan raut wajah tersenyum.


" Ini Villa milik Putriku, jadi aku akan tinggal bersama Yora di Villa Florence. " timpal Nanda dengan raut wajah yang santai.


" Bereskan kembali barang-barang wanita tua itu dan masukan semua koper ini ke kamar yang Mamaku inginkan. " perintah Yora yang membuat para pelayan bergerak mengikuti pewaris sah Florence.


Alan hanya diam karena bingung dengan kedatangan Nanda yang tiba-tiba. la tidak bisa melakukan apapun karena memang benar Villa ini atas nama Yora Florence. Retha dan Mira meminta bantuan kepadanya tapi Alan tidak bisa melakukan apapun, yang ia bisa hanyalah menyuruh ibunya Retha untuk mengalah. Retha sungguh merasa kesal dengan kehadiran mantan istrinya Alan, rasanya ia ingin melemparkan barang-barang yang ada disekitarnya. Retha dan Mira menatap tajam ibu dan anak itu yang berjalan menaiki anak tangga.


Yora segera membawa Mamanya memasuki kamar miliknya. Ia ingin bertanya dengan keputusan yang sangat mendadak dari Mamanya. Ia menarik Mamanya dan mengunci pintu kamar miliknya.


" Mama hanya ingin menemanimu di Villa yang besar ini dan Mama akan memberi pelajaran kepada para wanita tidak tau diri itu. " kesal Nanda.


" Pulanglah Ma, aku yang akan melalukan semuanya. " sahut Yora.


" Tidak, Mama akan bersamamu disini, tidak ada penolakan yang Mama terima. " tegas Nanda.


" Sudahlah, cepat ke perusahaan karena hari ini kan adalah pemilihan. " Kata Nanda lagi yang membuat Yora melihat jam.


" Baiklah, kalau gitu kita bicara nanti. " balas Yora.


" Semangatlah dan lakukan dengan benar. " nasehat Nanda sambil mengelus lembut pipi putih dan bersih milik Yora.


Nanda mengantar kepergian anaknya yang akan menuju Perusahaan Florence. Nanda melambaikan tangannya saat Yora mengendarai mobilnya sendiri dan melajukan mobil mewah itu. Nanda masih memandang kepergian Yora yang mulai menghilang dari pandangannya. Ia memasuki ruang dapur dan melihat para wanita itu yang menatapnya dengan tatapan sangat tidak suka.


" Apa tujuanmu datang kemari? " tanya Retha dengan nada yang ramah.


" Membuat suamimu itu jatuh kepelukanku lagi. " balas Nanda dengan tangan kanannya memakan apel merah dengan raut wajah yang santai.


" Apa! " teriak Retha dengan sangat keras, Nanda tidak memperdulikan teriakan itu ia hanya menaiki anak tangga untuk melihat koper-koper miliknya.


" Dan aku juga akan membuat pria tua itu merasakan rasanya sakit hati. " batin Nanda yang melihat Alan menuruni anak tangga.


" Jika bukan karena kamu yang menampar Putriku, aku tidak akan sudi untuk datang kemari. " ujar Nanda saat ia melewati Alan.


Alan menangkap pergelangan Nanda dan menatap mantan istrinya dengan tajam.


Besok mau up berapa bab nih?


Komen mau up nya berapa bab😁