Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋83≋



Yora berbaring diatas ranjang berukuran besar miliknya, ia menatap langit-langit atas. Ia sangat lelah hari ini karena terlalu sibuk dengan rapat sana-sini, hingga tubuhnya seperti sekarang ini sangat kelelahan. Yora sebenarnya ingin meminta bantuan ke Rendy, tapi ia tidak ingin merepotkan Rendy yang juga dalam kesulitan. Yora menatap pintu kamar, saat sesorang mengetuk pintunya. Yora mengira adalah pelayan, tapi Mamanya yang mengetuk pintu dimalam hari.


" Ada apa Ma? " tanya Yora sambil memejamkan matanya.


" Mama sudah beli kado, besok kita akan berangkat bersama. " sahut Nanda yang langsung tanpa basa-basi.


" Sudah aku bilang, aku enggak mau ikut. " ketus Yora.


" Kamu harus datang. " tegas Nanda.


" Yora sibuk, Mama sama Rendy aja sana. " kesal Yora yang dipaksa Mamanya.


Karena terlalu malas berdebat dengan Putrinya, ia mendekat ke arah Yora dan membisikan sesuatu yang membuat Yora seketika tersenyum senang dan langsung menyetuji keinginan Mamanya.


" Jangan lupa, besok malam. " ujar Nanda yang menatap Putrinya yang sedang senang.


" Dengan senang hati aku akan datang. " jawab Yora dengan raut wajah senang.


Yora yang tadi kelelahan tiba-tiba sangat semangat, ia membuka seluruh isi lemari miliknya. Yora ingin berdandan semewah mungkin dan harus sangat elegan. Yora sudah sangat tidak sabar dengan hari esok, tapi sebelum itu Yora sudah memberikan kabar kepada seketarisnya, untuk membatalkan jadwal untuk besok malam.


Diapartement milik Alan. Retha sedang membuka baju tidur transparan warna merah yang sangat tipis, hingga tidak mampu menutupi daerah sensitif miliknya. Ia akan mengunakan baju ini disaat besok suaminya ulang tahun besok hari, Retha akan memuasakan suaminya hingga membuat Alan tidak bisa berpaling darinya sedikit pun. Retha tesenyum senang, karena yang pasti suaminya tidak akan bisa menolak dirinya yang sangat cantik dan seksi ini. Wanita keriput itu pasti sangat kalah akan dirinya ini.


Seperti tahun-tahun sebelumnya, Alan selalu merayakan ulang tahun bersama dengan dirinya. Sekarang tahun ini sangat berbeda, karena dirinya sudah sah menjadi istri dari Alan Florence. Walupun ia pindah dari Villa utama Florence, tapi ia tidak peduli karena ia sangat yakin kalau suaminya akan merebut kembali dan dirinya akan menjadi Nyonya Florence yang tinggal di Villa mewah Florence.


Retha langsung menyimpan baju tidur transparan miliknya ke dalam kotak tadi. Ia mendengar pintu kamar mandi terbuka jadi terburu-buru untuk menyimpannya, karena Retha tidak ingin hadiahnya terlihat oleh suami tercintanya. Retha mendekat ke arah suaminya yang sudah mandi dan memeluk Alan dengan erat, menghirup wangi tubuh suaminya.


" Ada apa? " tanya Alan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


" Besok jangan lupa, pulang tepat waktu. " perintah Retha dengan manja.


" Memangnya ada apa? " tanya Alan yang pura-pura tidak tahu hari esok.


" Pokoknya harus pulang cepat, oke. " tegas Retha dengan raut wajah yang sok imut.


" Iya, tapi aku harus kerja dulu untuk mengelola asetku yang masih tersisa. " kata Alan sambil mencubit pipi Retha.


" Tapi datang ya. " perintah Retha.


" Iya sayang. " balas Alan sambil melangkah menuju kamar miliknya.


Retha mematikan lampu kamar dan hanya menyalakan lampu tidur saja. la menatap suaminya yang membelakangi dirinya, Retha dengan wajah cemberut karena suaminya tidak memeluk dirinya. Alan memang sengaja membelakangi Retha, karena ia sedang menatap handphone miliknya. Alan sedang menunggu pesan atau panggilan masuk dari Nanda. la sangat tidak sabaran menunggu jawaban dari Nanda tentang rencana makan malam saat pesta ulang tahun dirinya.


Bahkan putrinya seperti sudah melupakan dirinya, dulu Y selalu memberikan beribu pesan hanya untuk mengucapkan dirinya ulang tahun, tapi sekarang Putrinya sudah sangat lupa kalau punya seorang Ayah kandung, ini semua gara-gara pria yang bernama Devon itu. Alan dengan rahang yang mengeras karena mengingat kembali ulah pria itu, yang sangat sok kenal dengan Nanda, Yora dan bahkan Rendy juga. Alan merasa sangat kesal dengan pria itu, rasanya ingin memukul pria itu hingga babak belur.


" Lihat saja, jika aku sudah mendapatkan kembali keluarga ku yang dulu. Aku akan membalaskan dendamku ke pria itu, karena sudah berani memasuki kehidupan Nanda dan Yora. " batin Alan dengan tangan yang sudah terkepal kuat saking marahnya.


" Alan aku ingin dipeluk. " ucap Retha yang sebal dengan tingkah suaminya.


Alan yang mendengar segera memutarkan tubuhnya, ia menatap Retha yang sedang cemberut dan dirinya menarik tubuh Retha hingga mereka saling berpelukan. Retha memeluk suaminya dengan sangat erat, karena ingin mencari keyamanan.


" Aku akan mengembalikan semuanya ke tempat semula. Termasuk dirimu juga Retha, kau harus kembali ke cafe kecilmu itu bersama ibumu. " batin Alan sambil mengusap lembut puncak kepala Retha.