
Rendy mengendari mobilnya dengan sangat cepat menuju ke lokasi Yora berada, ia sangat khawatir. Rendy juga meminta Om Devon untuk mencari tahu kenapa Yora bisa berada disana, padahal kata Aunty Nanda, Yora hanya berolahraga. Rendy tidak datang sendiri, ia bersama 10 pengawalnya. la punya firasat harus membawa para bawahannya untuk menangani situasi yang tidak terduga.
Saat Rendy memasuki club malam suara musik yang sangat kencang langsung menusuk indera pendengarannya. Sorot matanya mencari-cari keberadaan Yora, ia hanya tau Yora datang kesini tapi ia tidak tau Yora tepatnya berada dimana sekarang. Rendy bertanya kepada bartender sambil menujukan foto milik Yora.
Sorot mata menusuk tajam saat apa yang dikatakan oleh bartender itu. la menaiki anak tangga, Rendy membuka seluruh ruangan satu persatu dengan raut wajah yang marah dan rahang yang mengeras. Rendy sungguh sangat frustasi karena tidak menemukan Yora, ia menelepon Liam untuk segera datang kemari. Club malam ini sangat besar dan mewah, jadi ia tidak bisa menemukannya dengan waktu cepat. Tapi jika Liam dan bersama bawahannya ia sangat yakin akan cepat.
" Hais, dimana kau sebenarnya Yora? " guman Rendy yang sungguh sangat kesal.
Seketaris Rendy yaitu Noah mendekat ke arah Tuannya dan membisikkan sesuatu.
" Wanita tidak tau diri itu. " geram Rendy dengan jari-jemari yang mengepal kuat.
" Tuan, kata pengujung yang melihat Nona Yora ada diruangan kamar paling ujung. " ucap salah satu pengawal milik Rendy.
Rendy, seketarisnya berserta para pengawal segera berlari menuju tempat yang dibilang.
...----------------...
Alan datang ke club malam untuk mencari sahabatnya yang sudah sangat berani untuk menipu dirinya. Ia akan menghajar sahabatnya itu karena telah membohonginya. Dengan langkah cepat ia memasuki club malam, Alan berjalan menuju ruanganya yang berada sahabatnya.
Tapi langkah Alan terhenti saat melihat sesorang pria yang membawa seorang wanita. la semakin penasaran karena sepertinya Wanita itu jangan tidak asing bagi dirinya. Tidak tau kenapa kaki Alan mengikut arah ketiga pria itu yang membawa seorang wanita.
Mata Alan membulat sempurna, tubuhnya terdiam ditempat. Alan sangat terkejut karena wanita itu adalah putrinya. la sangat tidak tau kenapa Yora bisa bersama mereka. Alan mengambil botol wine kosong dan berjalan dengan cepat menuju tempat yang mana pria itu membawa Putrinya.
" Hei! " teriak Alan lalu memukul kepala salah satu pria itu mengunakan botol yang ia bawa.
" Yora bangunlah. " teriak Alan sambil menggoyangkan tubuh Putrinya.
" Bawa dia keluar. " tegas salah satu pria itu.
Alan ditarik orang salah satu pria itu. Alan berteriak dengan kencang agar putrinya segera bangun. Hatinya sangat hancur melihat Putrinya yang ingin disentuh oleh pria itu.
" Lepaskan Putriku! " marah Alan sambil berusaha memberontak.
" Yora bangunlah! " Teriak Alan yang melihat pria itu sudah semakin menyentuh Putrinya,
" Jangan menyentuh Putriku! " Teriak Alan.
Alan berteriak untuk membangunkan Putrinya. Ia berusaha untuk memberontak. Tapi dirinya dibawa keluar meninggalkan Putrinya yang bersama pria itu.
" Lepaskan! " teriak Alan.
Bugh...bugh... Alan benar-benar terlepas dari cengkraman pria yang mengenggamnya tadi. Ia melihat para pria yang berpakain hitam yang membantu dirinya untuk lepas dari pria tidak tau diri itu. Alan terkejut karena Rendy ada diclub malam ini.
" Rendy, Yora ada disana. " ungkap Alan sambil menujukam ruangan itu.
Rendy menatap sekilas Alan dan menyuruh pengawalnya untuk mendobrak pintu dari salah satu kamar yang berada diclub malam ini. Tatapan Rendy menusuk tajam saat melihat pria itu sedang mencium bibir Yora. Rendy segera menarik pria itu dari hadapan Yora dan menghajarnya hingga babak belur, Rendy menyuruh seketarisnya untuk membawa pria-pria yang tadi membawa Yora agar dikurung. Karena Rendy belum puas membuat perhitungan dengan pria hina yang sudah berani menyentuh Yora.
Sekretarisnya menyuruh para pengawal untuk segera melaksanakan perintah dari Rendy, pengawal segera membawa ketiga pria itu menuju tempat yang mana Tuan Noah jelaskan.
Rendy menggendong Yora. la berjalan keluar dari ruangan hina itu. Tangannya digenggam oleh Alan.
" Yora baik-baik saja kan? " Tanya Alan sungguh sangat khawatir dengan kondisi putrinya.
" Tentu saja Yora akan baik-baik saja. " Ucap Rendy dengan nada dingin.
" Bagaimana hal ini bisa terjadi sama Yora? " tanya Alan yang mengikuti dari samping, mereka sedang menuju pintu keluar club.
" Tanyakan sama istri dan mertua mu itu Tuan Alan. " Ucap Rendy dengan sorot mata yang menusuk tajam.
Rendy segera memasukan Yora ke mobil, ia duduk dibelakang sambil memeluk Yora. la segera menyuruh seketarisnya untuk menjalankan mobil menuju Villa Florence.
Alan terdiam seraya melihat mobil milik Rendy berjalan menjauh, meninggalkan dirinya yang masih berfikir. Alan segera menuju mobilnya untuk pergi ke apartement miliknya karena ingin bertanya kepada Retha.