Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋43≋



Yora bangun dari tidurnya yang nyenyak, badannya terasa pegal mungkin karena kelelahan. Ia dan Rendy semalam menghabiskan waktu bersama dengan bermain game dan menonton Tv, ia tidak tau kapan Rendy pulang. Mungkin sewaktu dirinya tertidur disofa dan membawa dirinya ke kamar yang ada di apartement Mamanya lalu Rendy pulang, mungkin itu yang terjadi. Yora melangkah memasuki kamar milik Mamanya, karena semalam ia dan Rendy menunggu Mamanya yang tidak kunjung pulang.


Yora membuka sedikit pintu ia melihat Mamanya yang masih tertidur pulas, Yora tak berniat untuk membangunkan Mamanya, karena ia tau pasti Mamanya sangat kelelahan. Yora melangkah memasuki dapur untuk sekedar mengisi perutnya yang sangat lapar, ia membuka kulkas dan hanya terdapat 5 butir telur dan buah-buahan. Yora yang sudah sangat lapar segera memasak telur, memanggang roti yang terdapat di meja makan. Yora membuat sandwich telur dan jus alpukat, membawanya ke maja makan dan memakannya dengan sangat lahap hingga habis tidak tersisa.


la melihat jam yang sudah memasuki jam 10 pagi, Mamanya tidak kunjung keluar. Yora masih tidak berniat untuk membangunkan Mamanya. Menurut Yora, mamanya adalah boss jadi tidak perlu cepat-cepat masuk kerja seperti karyawan biasa lainnya, jadi ia tidak ingin membangunkan Mamanya pasti yang lelah dengan bekerja dan urusan masalah pribadi hidupnya.


Yora yang sudah mengisi perutnya, melangkah menuju ruang TV dan menonton drama kesukaannya. Brak..... Yora terkejut ia melihat Mamanya yang sudah terbangun dengan langkah yang terburu-buru.


" Kamu kenapa gak bangunin Mama! " bentak Nanda dengan nada yang marah saat melihat Putrinya sedang asik duduk disofa.


" Mama sepertinya sangat lelah jadi aku gak tega Ma. " jawab Yora sambil menatap Mamanya sekilas.


" Kamu tuh lupa ya kalau Mama harus berangkat kerja. " ucap Nanda dengan sangat kesal dan bernada sedikit berteriak.


" Mamakan bossnya jadi gak masalah kalau telat. " sahut Yora.


Yora menatap Mamanya dengan pandangan yang sangat aneh. Pada akhirnya ia hanya ditinggalkan lagi dan lagi, rumah besar atau kecil tetap saja ia hanya sendiri kembali. Dan hanya ditemani oleh Tv besar milik Orang Tuanya. Bahkan Papanya pun tidak menghubunginya hanya untuk sekedar basa-basi.


Yora hanya termenung di depan TV dengan mata yang tidak fokus ke acara drama yang sedang ditayangkan. Yora memakai pakaian santai miliknya, ia ingin keluar sebentar hanya untuk menenangkan pikirannya. Ia berjalan-jalan santai di taman dekat apartemen milik Mamanya.


Yora duduk termenung sambil memandangi pasangan muda dan mudi yang seumuran dengan dirinya dan yang paling membuat dirinya merasa iri, Ayah dan Anak olahraga bersama, ia tidak pernah sekalipun melakukan itu. Yora tertawa sinis, Papanya hanya asik dengan wanita itu dan Mamanya selalu sibuk berurusan dengan butiknya. Yora berjalan-jalan kembali menyegarkan segala pikirannya.


Tanpa Yora sadari dari tadi ada seseorang yang mengamatinya dari jarak jauh, memandang Yora dengan begitu tajam dan mengikuti Yora kemanapun kaki Yora melangkah.


Yora dengan cepat menyadari kalau ada seseorang yang mengikutinya, jantungnya berdegup kencang, ia sangat takut. Yora berjalan dengan cepat melangkah ketempat yang banyak orangnya. Ia menghubungi Papanya dan Mamanya tapi tidak tersambung sama sekali.


Ia juga menghubungi Rendy tapi tidak diangkat, karena ia sangat mengetahui kalau Rendy ada rapat mewakilkan Papanya yang tidak datang. Yora hanya bisa melangkah cepat menuju kerumunan orang banyak, ia sangat ingin ke apartement tapi menurutnya itu adalah ide yang sangat buruk.