Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋76≋



Yora, Oliv dan Liam sedang berada di taman belakang. Mereka bertiga hanya diam sambil melihat bunga-bunga yang indah. Yora menatap sahabatnya Liam dengan raut wajah yang datar.


" Om Devon bagian dari Lawrence? " tanya Yora menatap sekilas Liam.


" Bukan. " sahut Liam.


" Lalu? " bingung Oliv.


" Dia adiknya Mama gue. " sahut Liam sambil menatap kedua sahabatnya yang sangat penasaran.


" Oliv dan bocah Lawrence temui Aunty Nanda, Om mau bicara dulu sama Yora. " tegas Devon yang membuat Oliv dan Liam menuruti perintahnya.


Sebenarnya Yora masih ingin bertanya kepada Liam, tapi Om Devon menyuruhnya pergi. Hanya Yora dan Devon yang berada di taman.


" Rendy pergi? " tanya Devon yang dianggukin oleh Yora.


" Bagimana Lawrence bisa memilih ku Om? " tanya Yora yang penasaran.


" Karena kau mampu. " balas Devon.


" Omong kosong, Lawrence selalu mendukung Papa. " tegas Yora.


" Kita bicarakan nanti, sebaiknya kita merayakan kemenangan dulu. " ujar Devon lalu menarik tangan Yora.


" Papa. " batin Yora sambil melihat foto kedua orang tuanya yang ada di dinding kamarnya.


Yora melihat kembali handphone miliknya dan tetap tidak ada tanda-tanda dari Rendy menghubungi dirinya. Ia membaringkan tubuhnya yang sangat lelah di ranjang mewah miliknya. Yora bertanya-tanya apa yang harus dilakukan karena ia sudah mendapatkan posisi yang ia inginkan. Apa ia harus egois membuat mereka bersatu lagi dan menyingkirkan saja para penganggu.


la akan membicarakan nanti sama Mamanya, apa yang akan terbaik untuk keluarga Florence kedepannya, tapi pertama-tama ia akan membuat perhitungan dengan kedua ular itu yang sudah menempati Villa ini sangat lama.


Didalam kamar Retha dan Mira sedang terbakar emosi saat ia mengetahui kalau Yora yang menjadi presdir selanjutnya. Retha hanya termenung di ranjang, sambil terus menghubungi suaminya yang tidak aktif nomer handphonenya. Sedangkan Mira menatap luar jendela dengan jari-jemari yang mengepal dengan kuat dan sorot mata tajam.


" Sudah ku bilang Yora adalah penganggu, harusnya dari dulu saja kita hancurkan dia! " kesal Mira yang rasanya ia ingin nmenghancurkan seluruh barang yang ada di Villa.


" Sebelum gadis murahan itu semakin berbuat ulah, aku harus bertindak. " batin Mira sambil melihat Putrinya yang termenung diam di ranjang.


Mira mengeluarkan handphone miliknya dan mengetikan sesuatu dan mengirimnya.


" Tenang Putriku, aku akan membereskan semuanya, " ucap Mira yang berusaha menenangkan putrinya.


Yora yang merasa handphonenya bergetar segera menoleh ke samping terdapat gadget miliknya. Ia mengerutkan keningnya bingung saat seketaris Papanya menelepon dirinya. Yora mengangkat panggilan itu. Yora bangkit dari ranjangnya dan tubuhnya terdiam.


Yora segera keluar dari kamarnya dengan terburu-buru, ia menghiraukan panggilan semua orang yang berada diruang makan. Yora segera memasuki mobil miliknya dan langsung menjalankannya.


Nanda dan yang lain sangat terkejut dengan kepergian Yora yang tiba-tiba. Nanda dan Devon menatap kepergian Putrinya yang sangat mendadak. Devon mengerutkan keningnya karena bingung, ia terdiam. Devon bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi kepada Yora.