Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋26≋



" Hallo, sayang cepat kemari. " perintah Mira yang tidak sabaran.


" Apa ada masalah, Bu? " tanya Retha disambungan telepon.


" Alan akan segera kemari. " ujar Mira.


" Aku sedang istirahat, " ketus Retha saat mendengar nama Alan disebut oleh Ibunya.


" Sepertinya Alan ingin meminta maaf padamu. Pokoknya cepat datang ke cafe sekarang juga, jika kamu ingin menjadi bagian dari Keluarga Florence dan membalaskan rasa sakit hati mu itu kepada Putrinya Alan. Segera kemari," ucap Mira lalu segera mematikan sambungan telepon agar Putrinya tidak bisa menolak.


Retha yang sedang bermalas-malasan diatas tempat tidur, mendengar bunyi handphonenya berdering yang tertera nama Ibunya. la segera mengangkat panggilan dari Ibunya takut ada masalah yang terjadi. Retha menutup begitu saja panggilan telepon, tanpa mendengar ucapan yang selanjutnya akan ia utarakan. Retha terduduk diatas tempat tidur, dengan pandangan dan pikiran yang melayang entah kemana.


Retha tanpa sadar tersenyum tipis kala mendengar yang Ibunya katakan, tentang Alan yang ingin bertemu dengan dirinya. Dengan langkah terburu-buru Retha memoles kembali wajahnya yang pucat menjadi lebih cantik dan berseri, agar Alan tidak bisa berpaling kepada wanita lain dan semakin cinta kepada dirinya.


" Sepertinya kamu salah Yora, Alan tidak bisa berpaling dari diriku ini." batin Retha.


Mira bergegas keluar dari ruangan, ia melihat sekitar cafe tidak ada tanda-tanda Alan di cafe miliknya. Tapi Mira sangat yakin mobil itu milik Alan, ia lalu bertanya kepada kasir dicafe, tentang orang yang baru turun dari mobil yang Mira tunjuk. Pegawainya memberitahu bahwa orang yang dicari ada diujung cafe. Mira melangkah dengan cepat, semakin Mira melangkah semakin jelas siapa yang dibilang oleh pegawainya. Mira sangat terkejut saat ia melihat Yora dengan sangat santai duduk dicafe miliknya.


Yora memang sengaja ingin datang ke cafe milik Retha, ia belum puas melihat penderitaan wanita murahan itu, jadi ia memutuskan pergi ke cafe milik Retha. Tapi saat ia tiba, Yora bertanya kepada salah satu pegawai, kenapa Retga tidak ada dicafe, jawaban para karyawan itu bilang kalau Retha sudah pulang lebih awal karena sedang tidak enak badan.


Yora sebenarnya antara senang dan tidak senang, senang wanita murahan itu sakit dan tidak senangnya dia tak bisa menghina atau mempermalukan Retha di cafe miliknya sendiri.


Saat tau Retha tidak ada dicafe, ia ingin pulang tapi Rendy memaksa ingin meminum kopi disini, walupun jijik sama cafe ini, tapi Yora tetap menuruti keinginan Rendy.


" Permisi Bibi, kenapa kamu melihat ku seperti itu? " tanya Yora dengan suara yang sedikit keras.


Yora dan Rendy menatap Mira begitu tajam menunggu jawaban yang keluar wanita paruh baya itu. Tapi tiba-tiba wanita paruh baya itu berpaling pergi, seperti menghindar dari kami berdua. Yora dan Rendy mengerutkan keningnya bingung, tapi ia dan Rendy tidak terlalu memperdulikannya.


Mira yang terkejut dengan kedatangan Putri Alan, ia segara berlalu pergi meninggalkan mereka yang pasti bingung akan sikapnya. Ia sangat takut semut kecil itu akan berulah dicafe miliknya. Untuk menjaga kedamaian ia lebih baik diam dan menghindar dari Yora. Dari jauh ia melihat Retha yang sudah tiba cafe.


Mira langsung manarik Putrinya, membawanya buru-buru menuju keruangan pribadi milik Retha. Mira takut kalo Retha bertemu dengan Yora, yang pasti akan menimbukan pertengkaran dan itu pasti tidak baik untuk kenyamanan cafe miliknya. Retha mengerutkan keningnya bingung saat Ibunya menyeret paksa dirinya.


" Ada apa sih Ibu? " tanya Retha dengan mengelus pergelangan tangannya yang merah akibat tarikan paksa Ibunya.


" Duduklah disini dulu, kamu harus istirahat, " ujar Mira yang bingung dengan situasi tersebut.


" Ibu menyuruhku kesini karena ada Alan, dimana dia sekarang?" tanya Retha dengan mata yang melihat sekitar ruangan pribadinya.


" Maaf sayang. Ibu salah lihat, itu mobil orang lain bukan milik Alan, " ujar Mira dengan senyum canggung.


" Ibu menganggu waktu istirahat diriku. Aku sebaiknya kembali pulang saja. " ucap Retha pergi menuju pintu keluar cafe.


" Istirahat dikantor saja dulu. " teriak Mira mengejar Putri satu-satunya.


" Hey pelakor! " teriak Yora dengan nyaring membuat sejumlah pelanggan yang datang menatap dirinya.