Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋71≋



Yora bangun sangat pagi, ia akan pergi menemui Mamanya yang lumayan lama tidak pernah ia temui. Yora memasukan kata sandi apartement Mamanya, ia melangkah memasuki kamar Mamanya dan mendapatkan Mamanya masih tertidur. Yora hanya duduk di ruang television sambil menunggu Mamanya bangun dan tidak lupa Yora memesan sarapan pagi untuknya dan Mamanya.


Nanda terbangun dari tidurnya, ia melangkah keluar dari kamarnya dan Nanda lumayan terkejut saat Putri satu-satunya sudah berada di apartement miliknya, la menatap aneh Putrinya yang tiba-tiba datang.


" Kenapa kamu ke sini? " tanya Nanda sambil meminum segelas air putih.


" Apa kau sudah lupa, kalau kamu punya seorang Putri? " tanya balik Yora dengan raut wajah santai menatap Mamanya.


Nanda hanya diam karena tidak ingin menanggapai pertanyaan yang dilontarkan oleh anaknya itu.


" Kekasihmu membantuku. " ucap Yora.


" Kekasih? siapa? " bingung Nanda.


" Om Devon. " balas Yora.


" Dia bukan kekasihku, " sungut Nanda sambil duduk disofa tepat disamping Putrinya.


" Oh. " balas Yora sambil terus melihat acara televisi.


" Kamu tidak pergi bekerja? " tanya Nanda.


" Sebentar lagi. " ucap Yora.


" Katamu Devon membantumu, dia membantu apa? " tanya Nanda yang penasaran.


" Mengambil ahli posisi presdir dari mantan suami mu itu. " balas Yora dengan santai.


" Apa! " teriak Nanda.


" Masih pagi ini. " gerutu Yora.


" Mama sudah bilang, kamu akan mendapatkannya saat waktunya sudah tepat. " kesal Nanda karena Putrinya yang tidak kunjung mengerti dengan nasehatnya.


" Pria tua itu menamparku. " timpal Yora tiba-tiba yang membuat Nanda terdiam dan membisu.


" Apa sakit? " tanya Nanda sambil melihat Putrinya yang malah asik melihat acara televisi.


" Hm. " gumam Yora.


" Hatiku yang sakit. " ucap Yora yang malah semakin membuat Nanda terdiam. Yora yang melihat jam, segera bangkit dari sofa sambil menatap sekilas Mamanya yang merenung karena ucapannya.


" Aku pergi dulu, sampai jumpa Ma. " kata Yora yang sudah pergi meninggalkan apartement.


la kira yang tadi memencet bel apartementnya adalah Putrinya yang kembali apartemen lagi, tapi tukang pengantar makanan. Nanda sudah menebak kalau Putrinya yang memesan makanan 2 porsi ini. Nanda hanya mengehala nafas sambil memandang makanan yang masih hangat ini.


Pikirannya sangat hancur dipagi hari ini, akibat ucapan Putri tunggalnya itu. la sangat marah, tapi dirinya juga bingung. Nanda sangat tidak habis pikir dengan Alan yang benar-benar sangat berubah akibat dari cinta gilanya itu. Ia sangat takut kalau Putrinya akan terluka hatinya dan Nanda tidak ingin kalau Yora membenci Papa kandungnya sendiri.


" Kedua kalinya kau menampar Putrimu sendiri akibat cinta gila mu itu. " batin Nanda.


Yora memasuki ruangan kerja miliknya, ia melihat Rendy yang berada diruangannya sambil membaca salah satu berkas yang tergeletak di meja kerjanya.


" Yora, " panggil Rendy saat melihat pemilik ruangan sudah datang.


" Aku harus kembali ke perusahaan utama ku yang berada diluar negeri sekarang. " kata Rendy tiba-tiba.


" Kenapa? " tanya Yora yang bingung.


" Terjadi masalah diperusahaan ku. " balas Rendy sambil mendekat ke arah Yora,


" Besok lakukan dengan benar, jangan takut saat para petinggi menatapmu dan memberikan beberapa pertanyaan. " nasehat Rendy.


" Kenapa harus sekarang? " tanya Yora lagi.


" Karena seluruh karyawanku membutuhkan ku. " balas Rendy.


" Kapan kembalinya? " tanya Yora dengan raut wajah yang dingin.


" Secepatnya. " sahut Rendy.


" Jangan takut dan lakukan dengan benar, besok kamu pasti akan menang, " nasehat Rendy sambil mengelus rambut Yora.


" Segala berkas sudah kusiapakan untuk besok, Noah akan memberikannya kepada seketarismu, " ucap Rendy lagi sambil tersenyum.


" Aku harus pergi sekarang, sampai jumpa. " ucap Rendy lalu berjalan pergi meninggalkan Yora yang berdiam diri ditempat.


Yora terdiam, ia bisa melakukan semua ini karena ada Rendy bersamanya jadi ia tidak takut dan besok hari yang penting malah Rendy tidak hadir. Rasanya Yora sangat ingin menangis, dirinya diluar sangat dingin dan tegas. Tapi dalam dirinya masih menyimpan perasaan Yora yang dulu, yang sangat mudah takut dengan apapun.


Yora berlari dari ruangannya, menatap sekitar dengan begitu cermat. la berlari ke arah lobi dan menemukannya. Ia pun berlari dengan sekuat tenaga takut Rendy benar-benar pergi.


" Rendy! " teriak Yora yang membuat Rendy menatap Yora yang sedang berlari ke arahnya.


" Jangan berlari, nanti kau terluka! " balas Rendy sambil menutup kembali mobil yang akan ia masuki.


Yora yang sudah berada tepat dihadapan Rendy, menatapnya dengan tatapan sadih.


" Aku takut Rendy. " balas Yora sambil mengeluarkan sedikit air matanya.


" Aku takut diperusahaan besar ini karena tidak ada dirimu disisiku dan aku sangat takut di Villa mewah itu saat aku tau kau tidak berada dinegara ini. " ujar Yora dengan mata yang perlahan merah.


" Ada keluarga mu disini, kenapa harus takut. " kata Rendy sambil mengelus pipi Yora untuk menenangkannya.


" Keluargaku meninggalkan ku sendiri karena hidup baru mereka dan sekarang dirimu. " timpal Yora dengan air mata yang mulai keluar dari mata Yora.


" Aku akan kembali secepatnya. " balas Rendy.