Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋39≋



Nanda memasuki butik miliknya, ia disambut dengan hormat oleh para karyawan dan sekertarisnya. Nanda tersenyum dengan ramah membalas para karyawan. Nanda berjalan pergi menuju ke ruang kerja pribadinya.


" Apa benar kalau Nyonya akan bercerai? " tanya salah satu karyawan wanita.


" Kalau kata gosip yang beredar sih benar " jawab karyawan pria.


" Jika itu benar, suami Nyonya Nanda benar-benar bodoh di level yang sangat tinggi " ucap Karyawan itu dengan nada emosi.


" Betul itu, Nyonya Nanda udah cantik, pinter, baik banget, sopan, dan pintar cari uang lagi. Harusnya yang bisa jadi suaminya tuh bersyukur, bukan malah diceraikan " kata salah satu karyawan pria dengan nada yang sangat emosi.


" Sudah-sudah bubar nanti kalau ketauan seketarisnya Nyonya Nanda, kita pasti akan diomelin dan dimarahin " sahut karyawan wanita itu lalu membubarkan diri untuk mengerjakan pekerjannya.


Lina sekretaris Nanda, memberikan jadwal yang akan dikerjakaan oleh Nanda hari ini, sebenarnya ia tidak ingin Nyonya Nanda bekerja karena situasi perceraiannya takut Nyonya tambah pusing. Tapi pekerjaan ini diharuskan melibatkan Nyonya, karena peluncuran merek baju terbaru untuk musim panas dari produk butik mereka.


" Bersiaplah Nyonya, kita akan berangkat beberapa menit lagi " ujar Lina mengingatkan Nanda lalu pergi untuk menyiapkan segala berkas untuk peluncuran produk terbaru butik Nyonya Nanda.


Nanda hanya menganggukan kepalanya saja. Nanda yang melihat jam, lalu ia segera bersiap. Menganti pakaiannya dengan celana jeans panjang berwarna biru dongker dan atasannya kemeja biru cerah yang dimasukan ke dalam jeans panjang miliknya. Ia melangkah keluar, dan melihat seketarisnya juga sudah bersiap. Mereka berjalan pergi mengunakan mobil pribadi milik Nanda yang dikendarai oleh supirnya.


Setelah rapat selesai membahas peluncuran merek terbaru miliknya, ia melangkah menuju keruangan pemotretan untuk melihat para model yang mengunakan baju terbarunya.


Seketarisnya tadi memberitahu bahwa fotografernya sangat ahli dibidangnya, bahkan kata Lina ia sangat diincar oleh para selebritis dan pengusaha, karena skillnya hingga membuat para pelanggan sangat puas dengan hasilnya.


" Nyonya Nanda kau harus menemui fotografernya hanya untuk menyapa saja. " ujar Lina yang berdiri tepat disamping bossnya.


Nanda pun mengikuti Lina untuk menyapa fotografer yang memfoto produk miliknya. la berdiri didekat sang fotografer, Lina mendekat kepada fotografer tersebut dan memberitahu sesuatu. Fotografer itu pun berbalik dan menatap dirinya, Nanda pun hampir saja terhuyung kebelakang jika ia tidak menjaga keseimbangannya. Jantung Nanda berdegup dengan kencang melihat pria yang membuatnya sangat kesal. Nanda yang melihat sekitar menatapnya dengan bingung, segera menormalkan raut wajahnya yang terkejut dan bingung.


Devon berbalik hanya untuk menyapa pelanggannya, sebenarnya ia juga terkejut melihat siapa pelanggannya, tapi ia sangat ahli dalam menormalkan raut wajahnya. Devon menatap Martha dengan tajam dan ia tersenyum seringai, ia melangkah mendekat kearah wanita itu, tapi wanita yang baru ia temui itu melangkah menjauh. Devon yang merasa tertantang melangkah cepat dan menangkap lengan Nanda, la sangat tau orang-orang yang berada ditempat ini, menatap dirinya dan wanita dihadapannya dengan sorot mata yang bertanya-tanya. Ia tidak peduli yang ia perdulikan kenapa ia bisa bertemu kembali dengan wanita yang ada dihadapannya.


" Tolong lepaskan tangan mu dari ku Tuan " perintah Nanda sambil tersenyum dengan paksa.


Devon tidak melepaskan cengkramannya dari wanita dihadapannya, ia malah semakin mencengkram kuat lengan wanita yang sedang berontak minta untuk segera dilepaskan. Ia semakin mendekat dan mendekat hingga, wanita dihadapannya tepat berada setinggi leher miliknya. Devon membungkuk sedikit, mengarahkan mulutnya ke dekat telinga wanita dihadapanya yang berdiri dengan sangat sangat kaku.


" Kita bertemu lagi Nanda dan ini ke 3 kalinya kita bertemu hanya dalam 1 hari " ujar Devon dengan lembut didekat telinga Nanda.