Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋62≋



Di dalam kamar, Yora sedang membaca semua berkas yang dikirimkan oleh seketarisnya Rendy. la sudah mengetahui siapa saja yang mendukungnya, tapi jika ia ingin menang hanya Liam Pramata sahabatnya sekaligus pewaris Pramata. Jika Willam Lawrence memilihnya, sudah dipastikan ia akan menang melawan Papanya.


Brak... Yora memutar matanya dengan sangat malas, ia merasa kesal dengan semua orang yang selalu saja menganggu dirinya.


" Ada apa! " ketus Yora yang sudah sangat muak dengan semua orang yang mengusik dirinya.


" Aku hanya ingin memberi tahu bahwa besok adalah acara pernikahanku, Putriku tersayang. " ujar Retha yang membuat Yora sangat terkejut.


" Kau yang menantangku duluan Yora, jadi aku akan mempercepat peresmian menjadi bagian dari keluarga Florence. " ucap Retha yang masih membuat Yora mencerna semua yang dilontarkan oleh wanita murahan itu.


" Kau dulu bertanya dimana anakku dan sekarang kami akan menikah, jadi aku akan membuat adik untuk mu yang sangat tampan dan beribawa. " ujar Retha dengan raut wajah bahagia melihat Yora yang hanya terdiam saja.


" Oh iya, jangan lupa kau harus hadir di pernikahan Orang Tuamu. " ucap Retha lagi sambil berjalan keluar dari kamar Yora.


" Aku akan memberikan hadiah pernikahan untukmu Nyonya Florence. " ucap Yora yang membuat Retha berhenti dan menatap Yora dengan sekilas sambil menunjukan raut wajah yang meremehkan Yora.


Yora sangat tidak menduga dengan tindakan wanita murahan itu, ia seharusnya tidak memprovokasi para wanita murahan itu sebelum menyingkirkan jabatan Papanya. Yora hanya bisa menghela nafas, ia ingin meminta Oliv yang membawakan hadiah pernikahan untuk pasangan murahan itu, tapi sayang sahabat yang merangkap jadi seketarisnya itu sedang berada diluar negeri untuk membujuk Liam.


Yora sedang berpakaian rapi karena ingin keluar dari Villa, la sebenarnya harus membaca berkas yang diberikan tadi, tapi karena wanita itu, ia harus menyiapkan hadiah untuk mereka yang sebenarnya sudah ia simpan dengan rapi diapartement milik Mamanya.


Alan yang mendengar penuturan calon istrinya itu merasa sangat terkejut, ia sudah sangat dipusingkan dengan rapat yang hanya tingal menghitung hari dan sekarang ia baru mengetahui, kalau istrinya sudah mengatur semua pernikahan mereka yang akan dilaksanakan besok hari. Mau tidak mau ia harus melakukannya besok, karena calon istrinya sudah mengundang kolega dan sahabat terdekat mereka.


Yora menekan password pintu apartement Mamanya, ia langsung memasuki kamar miliknya yang berada di apartement ini. Yora membuka lemarinya dan ia melihat brankas kecil yang diberikan oleh kakeknya. Dulu ia memindahkan brankas kecil itu tapi akhirnya balik lagi di kamar miliknya, karena menurutnya sangat aman diapartement milik Mamanya.


Yora membuka brankas itu, ia mengambil salah satu isi berkas tersebut. Tiba-tiba Yora tersenyum dan terkekeh karena membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.


" Seperti aku benar-benar sudah gila. " pikir Yora.


" Yora. " panggil Nanda yang merasa sangat terkejut dengan kehadiran Yora dan yang membuatnya takut adalah tertawanya Yora yang sepertinya sangat bahagia.


Yora segara memasukan berkas itu ke ransel miliknya.


" Ma, besok kau harus hadiri pernikahan dari mantan suami itu. " ucap Yora.


" Mama enggak diundang. " sahut Nanda.


" Aku putri dari mempelai pria yang akan menikah esok hari itu, jadi aku mengundang mu. " tegas Yora.


" Pastikan Mama datang, karena akan ada pertunjukan yang sangat bagus. " ujar Yora yang membuat Nanda mengerutkan keningnya bingung akan maksud ucapan putri satu-satunya.


Yora memasuki mobilnya ia akan menuju tempat tinggal kekasihnya Rendy. la mengetahui passwordnya jadi Yora masuk begitu saja, ia melihat sekeliling mencari kebaradan Rendy yang tidak ada diapartement. Ia sangat yakin kalau Rendy sudah tidak ada dikantor, Yora pun mengambil handphone miliknya karena ingin menghubungi Rendy.


" Yora. " panggil Rendy yang membuat Yora menengok dan menatap Rendy yang sepertinya habis selesai mandi.


" Rendy aku butuh bantuan mu. " ucap Yora tanpa basa basi.


Rendy pun duduk disofa dan diikuti oleh Yora. Ia menatap Yora sekilas.


" Apa? " tanya Rendy.


Yora pun mendekatkan dirinya kepada R, la mengarahkan bibirnya ke telinganya lalu berbisik memberitahu keinginannya.


" Baiklah. " balas Rendy.


" Esok hari harus sudah ada, apa bisa? " tanya balik Yora yang sedikit khawatir.


" Kau datang kemari karena ingin meminta bantuanku, jadi percayalah. " ucap Rendy.


" Oke, aku percaya pada mu. " kata Yora lalu ia ingin melangkah keluar apartement Rendy tapi telapak tanganya dipegang oleh Rendy hingga membuat dirinya berhenti melangkah dan menatap Rendy.


" Apa imbalanku. " ucap Rendy yang membuat Yora memasang raut wajah kesal.


" Selalu meminta imbalan. " kesal Yora.


" Karena keinginan mu itu sangat susah. " ujar Rendy.


" Baiklah apa keinginanmu? " tanya Yora.


Rendy menarik Yora hingga membuatnya duduk tepat dipangkuan Rendy. Rendy mendekatkan wajahnya ke arah wajah cantik milik Yora.


" Layani aku malam ini. " bisik Rendy yang membuat Yora kaget akan ucapan gila Rendy.