Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋82≋



Pagi yang sangat cerah. Terdapat Nanda dan Rendy yang sedang berada diruang makan, mereka duduk saling berhadapan.


" Kenapa tidur disofa? " tanya Nanda sambil melihat Rendy.


" Ketiduran. " balas Rendy yang membantu Aunty Nanda menaruh makanan di meja makan.


" Semua sudah membaikkan Rendy? " tanya Nanda lagi.


" Tidak perlu khawatir, semuanya sudah terkendali. " sahut Rendy.


" Aunty pulang dengan siapa semalam? " tanya Rendy yang sebenarnya ia tidak tertidur, jadi ia bisa melihat Aunty Nanda pulang dengan mantan suaminya.


" Teman lama. " balas Nanda.


" Mantan suami tepatnya. " timpal Rendy yang membuat Nanda menoleh ke arah Rendy.


" Papanya Yora ingin bertemu karena ingin merayakan ulang tahun bersama kami. " ucap Nanda.


" Lalu gimana dengan Istrinya, Aunty? " tanya Rendy yang bingung.


" Bukan urusanku. " timpal Nanda dengan wajah yang senang.


" Aunty menerima ajakannya? " tanya Rendy yang menatap raut wajah Aunty Nanda.


" Tentu saja, Aunty ingin mengajak kalian pergi untuk menemani beli kado. " jawab Nanda dengan santai yang membuat Rendy mengerutkan keningnya bingung.


" Aunty ingin kembali dengan Om Qlan. " celetuk Rendy sambil memakan makanannya.


" Hello Rendy sayang, Aunty mu ini adalah wanita berpendidikan tinggi dan aku tidak kekurangan sedikpun uang, jadi untuk apa balikan dengan pria yang mata keranjang model kaya gitu. " sahut Nanda dengan raut wajah tersenyum menatap Rendy.


" Oh. " balas Rendy singkat.


" Ish anak ini, Aunty bicara sangat jujur. " jawab Nanda.


Yora yang sudah turun dari kamarnya, dari kejauhan ia melihat Rendy dan Mamanya bicara dengan serius. Yora semakin mendekati mereka, karena merasa penasaran.


" Apa yang kalian bicarakan? " tanya Yora sambil menatap Rendy dan Nanda bergantian.


" Hanya bicara tentang pesta ulang tahun. " celetuk Rendy.


" Memang siapa yang ulang tahun? " tanya Yora yang sudah duduk tepat disamping Rendy.


" Papa mu. " jawab Nanda yang membuat Yora menatap tajam Mamanya.


" Tudak peduli. " ketus Yora.


" Kita akan datang sayang. " ucap Nanda.


" Kapan Om Alan ulang tahun? " tanya balik.


" Besok. " jawab Nanda.


" Terserahlah, aku mau kerja dulu. " kata Yora yang sudah beranjak dari kursi.


Rendy sedang duduk sendiri dicafe, ditemani segelas kopi hitam. la sedang menunggu Devon karena untuk membahas pekerjaan. Orang sudah ditunggu dari tadi akhirnya datang. Devon duduk saling berhadapan dengan Rendy.


" Kenapa kau membantuku? " tanya Rendy langsung tanpa basa-basi.


" Karena Nanda dan Yora sangat membutuhkan mu, jadi aku hanya sedikit menanam saham kepada Perusahaanmu. " tutur Devon sambil memesan makanan.


" Terima kasih. " kata Rendy.


" Hm, Rendy Aunty mu ke butik? " tanya Devon menatap Rendy.


" Tentu. " balas singkat Rendy.


" Besok kau ada waktu? " tanya Devon.


" Ada acara. " kata Rendy.


" Kemana? " tanya Devon yang penasaran hingga membuat Rendy menatap penuh selidik.


" Acara ulang tahun. " kata Rendy.


" Yora atau Nanda yang ulang tahun? " tanya Devon yang sangat serius.


" Bukan keduanya. " jawab Rendy sambil meminum kopi hitam miliknya.


" Lalu? " tanya Devon yang bingung.


" Om Alan. " balas Rendy yang membuat Devon merasa kesal.


" Yora dan Nanda akan datang? " tanya Devon yang sangat penasaran.


" Tentu. " balas Rendy dengan raut wajah yang bingung saat melihat keterdiaman Om Devon.


" Apa ada masalah? " tanya Rendy yang melihat Devon hanya melamun saja.


" Sebenarnya aku ingin mengundang kalian untuk makan bersama. " timpal Devon.


" Dalam rangka apa? " tanya Rendy.


" Pelarianku sudah berakhir, jadi aku harus kembali ke perusahaan. Aku sebenarnya sangat suka jadi fotografer, tapi Mamanya Liam yaitu kakakku sudah angkat tangan dengan perusahaan, jadi aku harus kembali. " tutur Devon yang mengehela nafas lesuh karena rencananya sepertinya akan gagal.


" Beritahu Aunty Nanda dan Yora, mungkin saja mereka akan datang. " saran Rendy.


" Aku sudah mengirim pesan ke Nanda. " sahut Devon yang merenung dalam diam.


" Lalu apa jawabannya? " tanya Rendy.


" Belum dibalas. " ucap Devon.


Rendy hanya terdiam saat mendengar ucapan Om Devon. la ingin membantu, tapi ia tidak bisa melakukan apapun karena sepertinya Aunty Nanda ingin ia dan Yora pergi ke acara ulang tahun Papanya Yora.


" Sepertinya Nanda masih peduli kepada pria tidak tau diri itu. " gumam Devon yang masih didengar oleh Rendy.