
Dimobil, Yora hanya diam dengan mata yang melirik Rendy terus. Sedangkan Rendy hanya tersenyum saat Yora melirik dirinya, la tak berniat bertanya untuk sekedar memecahkan keheningan yang terjadi didalam mobil, Rendy hanya fokus menyetir. Yora yang mulai kesal memukul bahu Rendy keras, Rendy yang dipukul hanya tersenyum menatap Yora lalu berfokus menyetir kembali.
" Kita mau kemana sebenarnya? " tanya Yora akhirnya yang merasa sesak akan keheningan yang terjadi.
" Liat saja nanti. " sahut Rendy tanpa melirik Yora.
" Tapi ini sangat jauh dari rumah, " ucap Yora dengan mata yang melihat jalanan dari dalam mobil.
" Percayalah padaku, " sahut Rendy menatap lembut Yora dengan tangan yang menggenggam telapak tangan Yora erat.
Yang merasa bosan dan matanya yang mulai terasa berat, karena terlalu lama didalam mobil Yora pun tertidur dengan pose senyaman mungkin, walupun tidak senyaman di kamar sendiri. Rendy yang melihat Yora tertidur hanya mengusap rambut Yora penuh kasih, lalu berfokus menyetir kembali lagi.
" Yora bangunlah, " ucap Rendy dengan telapak tangan yang menepuk pipi lembut Yora.
Yora yang merasa ternganggu, terbangun dari tidurnya menatap Rendy lalu cup... Rendy mencium bibir Yora lembut. Yora sedikit terkejut dan kesal, lagi-lagi ia membiarkan Rendy untuk menciumnya. Yora menatap sinis Rendy karena mencari kesempatan dalam kesempitan, lalu Yora turun dengan wajah cemberut. Rendy yang melihat hanya tersenyum.
" Ikuti aku, " kata Rendy berlalu pergi begitu saja meninggalkan Yora.
Yora melihat sekitarnya hanya hamparan padang rumput yang luas, dengan domba-domba sekitarnya mirip seperti di selandia baru. Tanpa sadar Rendy sudah semakin jauh melangkah, Yora yang melihat berlari mengejar Rendy lalu mengaitkan tangannya ke tangan Rendy dan terseyum. Entah kenapa mood Yora berubah karena melihat pemandangan hijau dan sejuk ini.
" Yora, lihatlah. " kata Rendy.
Yora terpaku melihat pemandangan didepan matanya. Tebing-tebing yang saling berhadapan dibawahnya sungai yang mengalir, diatas ujung tebing tumbuh bunga-bunga cantik dengan jumlah yang sedikit. Dan Yora berada di atas tebing indah itu.
" Kamu suka? " tanya Rendy yang dibalas anggukkan Yora yang senang.
" Kenapa kamu membawa aku kemari? " tanya Yora dengan mata yang tidak lepas dari pemandangan indah didepan matanya.
" Karena kamu pacarku, " ucap Rendy dengan senyum menawan.
Yora terpaku akan jawaban dari Rendy, ia mendekatkan dirinya pada Rendy hingan saling berhadapan dan menatap mata Rendy.
" Kenapa bisa begitu? " tanya Yora bingung.
" Aku selalu bermimpi, jika aku menemukan wanita yang kucintai dan dia menerimaku sebagai pacar, aku akan membawanya kemari. "
Yora terdiam mendengar ucapan Rendy, ia tidak bodoh hingga tidak paham maksud ucapan Rendy. Tapi ia bingung membalas ucapan Rendy, Yora hanya menatap Rendy saja tanpa mengucapkan sepatah-kata pun.
" Lepaskan Rendy, nanti ada yang lihat. "
" Tidak ada yang bakal melihat. "
" Yasudah, lepaskan. " berontak Yora.
" Yora, aku mencintai mu. "
Deg... ucapan Rendy membuat jantung Yora berdetak cepat, ia bingung akan pernyataan tiba-tiba Rendy, la hanya menundukkan kepalanya entah kenapa ia tidak berani menatap matanya. Rendy yang melihat menarik dagu Yora untuk menatap dirinya lalu ia terseyum lembut menatap Yora.
Dengan pelan Rendy mendekatkan bibirnya pada bibir Yora, mencium bibir Yora dengan lembut. Entah kenapa Yora menikmati hingga tanpa sadar mengalungkan tangannya ke leher Rendy, mereka berciuman diatas tebing yang indah.
Yora memukul dada Rendy dengan keras, karena sudah kehabisan nafas akibat ciuman mereka yang terlalu lama.
" Yora, ini kedua kalinya, " kata Rendy dengan tangan yang masih melingkar di pingang Yora dengan tangan Yora didadanya.
" Apa? " tanya Yora dengan nafas yang mulai berangsur-angsur normal.
" Ciuman. " sahut Rendy yang membuat Yora mendongkakkan kepalanya.
" Tiga kali. " balas Yora dengan kesal.
" Bukannya dikamar kamu dan disini. "
" Tadi, dimobil apa! " kata Yora dengan nada yang mulai meninggi.
" Itu kecupan bukan ciuman, " balas Rendy yang membuat Yora tidak suka.
Cup, mencium bibir Yora sekilas.
" Ini yang namanya kecupan, kalo ciuman seperti ini. "
Dengan kepala yang sedikit miring lalu mencium bibir Yora kembali, dengan sedikit lebih ganas dan berlangsung lebih lama. Yora memukul dada Rendy kembali dengan keras, ia rasa Rendy selalu mencari kesempatan dan Yora merasa kesal akan dirinya yang terlena akan ciuman yang dilakukan Rendy kepada dirinya.