Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋92≋



" Alan! " Teriak Retha.


Retha memegang pipinya dan menatap tajam suaminya yang sudah sangat berani menamparnya.


" Kau yang membuat Putriku dalam bahaya! " Teriak Alan dengan penuh amarah.


" Kau menuduhku. " Teriak Retha dengan raut wajah yang marah dan kecewa karena Alan.


" Kau sedang bermain-main dengan keluarga Florence, Retha. " Tutur Alan.


" Apa maksudmu! " Kesal Retha.


" Kau harus tau Retha, Florence mempunyai kekuasan yang sangat kuat dan kau sudah berani menyentuh Yora. " Ucap Alan sambil memegang rahang Retha dengan sangat kuat.


" Lepaskan. " Ucap Retha yang merasakan sakit dirahangnya.


" Aku tidak akan ikut campur, kau dan ibu mu akan hancur. Kau harus ingat kalau Nanda dan Rendy tidak akan pernah melepaskanmu. " Ungkap Alan sambil melepaskan pipi Retha dengan sangat kasar.


" Aku tidak takut! " Teriak Retha.


" Pergilah dari apartementku! " Teriak Alan raut wajah yang sangat marah.


" Aku ini istrimu Alan, seharusnya kau itu percaya sama aku. " Balas Retha dengan kelopak mata yang mulai mengeluarkan air matanya.


" Percaya seperti apa maksudmu? " Tanya Alan.


" Aku tak melakukan hal kotor itu, ibuku yang melakukannya. " Kata Retha sambil mengenggam tangan Alan.


" Aku melihat sendiri Putriku ingin disentuh bajingan itu! " Teriak Alan sambil menepis tangan Retha dengan sangat kasar.


" Sebenarnya apa salah Putriku kepada kalian? " Tanya Alan.


" Putriku sebenarnya terlalu baik hingga tidak benar-benar membuatku hancur dan Yora juga tudak pernah mempermainkan cara kotor seperti kalian. " Tutur Alan dengan lesuh.


" Aku sudah muak melihatmu Retha, pergilah dari apartementku sekarang. " Kata Alan lalu berjalan memasuk kamar tidurnya.


Alan mengunci kamar miliknya, ia duduk diatas ranjang. Pikirannya melayang mengingat hal yang mengerikan yang terjadi diclub malam itu. Alan benar-benar sangat marah dan kecewa, ia tidak mengira kalau Retha yang dulu lembut dan baik bisa menjadi wanita yang sangat menakutkan sepeti sekarang ini. Jika bajingan itu benar-benar menyentuh Yora, dirinya sebagai Papa kandungnya akan merasa bersalah seumur hidupnya.


Alan sungguh sangat malu jika bertemu dengan Nanda dan Yora. la sangat salah hingga membuat Retha dan Ibunya melakukan hal itu. Tanpa sadar air matanya turun dari kelopak matanya, semua yang terjadi dalam keluarga Florence adalah karena ulahnya. Ayahnya meninggal karena serangan jantung setelah mengetahui dirinya berselingkuh dari Nanda dan jika Rendy telat datang mungkin saja Yora benar-benar akan hancur hidupnya.


Bugh.... Retha jatuh pingsan.


...----------------...


Retha membuka matanya dan menatap langit-langit kamar yang sangat asing baginya. Ia menatap sekitar kamar yang ia tempati, Retha bangkit dan berteriak agar dilepaskan. Retha sungguh sangat tidak tau dirinya ada dimana, Retha mencari-cari tasnya karena ia ingin mengambil handphone dan menghubungi Alan untuk menolongnya.


Brak.....


Pintu kamar terbuka, mata Retha membulat sempurna saat mengatahui kalau Rendy yang melakukan hal ini.


" Lepaskan aku! " Teriak Retha.


" Argh... " Retha meringis kesakitan karena rahangnya digenggam dengan sangat kuat. Retha memukul tangan Rendy agar dilepaskan karena dirinya sudah sangat kesakitan.


" Kau sudah bermain-main dengan menyentuh pewaris sah Florence. " Kata Rendy dengan raut wajah yang sangat menakutkan.


" Mata harus dibayar mata. " Tutur Rendy dengan seringai yang terpasang diwajahnya.


" Apa maksudmu anak telantar! " Teriak Retha dengan tatapan yang tidak takut dengan Rendy.


" Tuan Rendy. " Ucapnya yang membuat Rendy dan Retha menoleh.


" Bawa wanita hina itu ke pria hidung belakang. " Perintah Rendy.


" Kamu pasti akan dibunuh sama Alan! " Teriak Retha yang sangat tidak terima akan ucapan yang dilontarkan oleh Rendy.


" Aku bahkan bisa membunuhmu sekarang juga. " Ucap Rendy dengan sinis melihat wanita yang sudah berani membuat Yora dalam bahaya.


Retha memberontak saat kedua pria memegang dirinya, ia mengamuk ke arah Rendy minta untuk dilepaskan. Retha sangat terkejut karena Rendy bisa tega melakukan hal ini kepadanya. Retha ingin meminta tolong Alan, tapi telepon miliknya tidak ada.


Ingatan Retha kembali tentang perdebatan dengan Alan tadi, yang mengatakan kalau Nanda dan Rendy pasti tidak akan melepaskan dirinya dan Ibunya.


Rendy dengan tatapan tajam yang menusuk menatap wanita yang sudah bermain-main dengan keluarga Florence. Rendy akan membalas ulah kedua wanita itu dengan lebih kejam lagi. Agar dimasa yang akan mendatang mereka tidak berbuat seenaknya lagi. Rendy mengambil handphone yang berada dikantong celana miliknya.


" Bakar cafe wanita hina itu. " Ucap Rendy disambungan telepon.