Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋55≋



Setelah berbicara kepada Mamanya, Yora melangkah memasuki lift untuk menuju dimana ruangan Rendy berada. Yora berjalan dengan sangat percaya diri dan penuh dengan ambisi.


" Rendy. " panggil Yora sambil melangkah mendekat kepada Rendy.


Rendy segera bangun saat ia melihat Yora yang sudah berada didalam ruangannya. Rendy berjalan mendekat kepada Yora, menatapnya dengan sangat tajam.


" Apa kau yakin ingin meraih posisi tertinggi itu? " tanya Rendy.


" Tentu saja. " jawab Yora dengan sorot mata penuh dengan ambisi.


" Tidak bisakah kau berada disisi ku saja? " tanya Rendy.


" Aku akan berada disisi mu, jika semua sudah selesai. " jawab Yora sambil memaling wajahnya dari Rendy.


" Noah. " panggil Rendy dengan sangat keras saat ia melihat Yora memalingkan wajahnya dari dirinya.


" Iya Tuan. " sahut Noah yang masuk ke ruangan bossnya.


" Kita pergi keruang rapat sekarang. "ucap Rendy sambil melangkah pergi.


" Baik Tuan, Nona Yora kita pergi sekarang keruang rapat. " kata Noah.


Yora pun melangkah keluar di ikuti oleh Noah dan dirinya di belakang Rendy. Mereka bertiga pun memasuki lift khusus para petinggi.


Yora, Rendy dan Noah memasuki ruang rapat. Para pemegang saham bangun sedikit menunduk hormat kepada wakil presdir itu. Yora melihat Papanya yang sedang menatap dirinya dengan sorot mata yang bingung. Yora tidak memperdulikan, ia berjalan munuju kursi disamping Rendy dan ia tepat berada dihadapan Papanya.


Alan sangat terkejut dengan kedatangan Yora keruang rapat yang sangat penting ini. Ia hanya menatap Putrinya, tapi Yora membalas dengan raut wajah yang sinis saat menatap dirinya. la bertanya-tanya dalam hati tentang apa yang sebenarnya terjadi diruangan ini.


Noah mempresentasikan hasil semua keuntungan yang didapatkan dari Perusahaan Florence, dalam waktu 5 tahun ini dan sesi terakhir Noah berbicara dengan penuh penekanan memperjelas tentang, seseorang yang akan mengajukan diri menjadi Presdir terbaru Perusahaan Florence.


" Maksudmu apa Noah tentang kandidat. " kata Alan memotong ucapan Noah.


" Kau sudah 14 tahun pemimpin Perusahaan Florence dan sekarang kami sudah memutuskan akan mencari calon terbaik untuk perusahaan ini. " ucap salah satu orang yang berada diruang rapat ini.


" Ini Perusahaan Ayahku, jadi aku yang memutuskan siapa yang akan menjadi penerusku selanjutnya, bukan kalian yang hanya para penanam modal saham. " kata Alan sedikit menaiki nada bicaranya.


" Tenang Om, kandidat ini masih bagian dari keluarga Florence kok. " kata Rendy dengan santai sambil menatap Omnya.


" Orang itu tepat berada dihadapan mu. " timpal Rendy.


Ucapan yang Rendy lontarkan kepada dirinya membuat ia sangat terkejut, ia menatap Putrinya yang juga menatap dirinya.


" Yora. " panggil Alan masih sangat terkejut dengan semua yang terjadi secara tiba-tiba ini


" Apa? " sahut Yora dengan raut wajah menantang kepada Papanya.


" Kau nanti juga akan menjadi penerusnya, tapi itu bukan sekarang waktunya. " ucap Alan dengan lembut kepada Putrinya.


" Lalu kapan? " tanya Yora.


" Akan ada saatnya. " sahut Alan.


" Saat wanita simpananmu itu melahirkan anak, lalu kau akan memberikan tahta itu kepada anak baru mu itu, seperti itu kan yang kau maksud Tuan Alan. " timpal Yora.


" Buka.... " ucapan Alan terpotong saat Rendy memberikan kode ke Noah agar melanjutkan perkataan yang di sampaikan tadi.


" Baiklah semuanya, rapat selanjutnya para pemegang sahamlah yang akan menentukan siapa yang akan menjadi presdir selanjutnya dan rapat ditutup untuk hari ini, sekian terima kasih. " kata Noah yang membuat semua orang berlalu pergi satu per satu dan hanya meninggalkan Rendy, Yora, Alan dan Noah didalam ruang rapat.


" Kau tidak perlu melakukan ini semua, kau akan menjadi penerus selanjutnya Yora. " kata Alan melangkah mendekat kepada Putrinya.


" Tapi aku maunya sekarang. " timpal Yora dengan nada sinisnya.


" Kau pasti kalah Yora melawan Papa mu sendiri. " kata Alan.


Yora melangkah semakin mendekat kepada Papanya dan menatapnya dengan tajam.


" Aku melakukan ini semua karena simpanan mu itu, seperti dahulu kau melawan kakek karena wanita itu dan sekarang aku melawan mu karena wanita murahan itu. " ucap Yora.


" Kau pasti akan kalah melawan Papamu ini. " timpal Alan berusaha menyadarkan Putrinya kalau yang dia lakukan semuanya hanya sia-sia.


" Sepertinya kau lupa lagi, kau dulu melawan kakek yang sangat berkuasa tapi kau menang melawan kakek, hingga mendapatkan banyak kekuasaan milik kakek dan aku ingin melakukan yang kau lakukan dulu, yaitu melawan Ayah kandung sendiri hanya karena wanita itu. " kata Yora sambil beranjak pergi dari ruang rapat meninggalkan Papanya dan diikuti oleh Rendy dan Noah.