Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋40≋



Alan yang hanya diam ditempat, mencoba mencerna semua yang terjadi dihadapannya. Ini bukanlah hal yang ia inginkan, orang-orang yang sangat kucintai dan sayangi bertengkar dengan hebat. la bingung harus melakukan apa, ia hanya bisa menatap Retha dan Ibunya tanpa bicara atau melakukan sesuatu untuk menenangkan mereka berdua.


Retha yang melihat kekasihnya seperti orang bingung, perlahan mendekat kepada Alan. Retha mengulurkan ke dua telapak tangannya lalu menyentuh kedua bahu Alan yang sedikit berotot dengan lembut. la mendongkak sedikit untuk melihat wajah dan mata Alan dengan tajam.


" Alan!, lihatlah apa yang dilakukan oleh keluarga Florence pada kami berdua " ucap Retha dengan wajah yang lesuh.


Alan hanya diam tidak menanggapi perkataan dari Retha, ia sangat bingung harus bicara apa kepada Retha.


" Lebih baik putus saja dengan Alan, Retha. " ucap Mira yang membuat Alan dan Retha terkejut akan ucapannya.


" Ibu " teriak Retha yang tidak terima akan ucapan dari Ibunya.


Retha menatap Alan, agar Alan ikut menentang keputusan dari Ibunya. Tapi Retha merasa kecewa karena Alan hanya diam. Retha berjalan mendekat ke arah Ibunya, untuk membuat Ibunya tenang dan mengerti agar tidak menyuruhnya untuk melakukan apa yang diucapkannya tadi.


" Alan sebaiknya kamu pulang dan lebih baik kalian tidak saling bertemu satu sama lain lagi. " ujar Mir menatap Alan dengan tajam.


" Ibu, kau tidak berhak mengatur masalah hubungan kami! " kata Retha yang menolak keputusan sepihak Ibunya tentang hubungannya dengan Alan.


" Alan bicaralah! " teriak Retha yang frustasi atas sikap Alan yang dari tadi hanya diam saja.


" Nyonya, aku mencintai Retha. " kata Alan sambil menatap dengan penuh keyakinan ke Ibunya Retha.


" Jika kau mencintai Putriku buktikan saja, kau itu lelaki jadi pikirkan kedepannya harus bagaiman dan kau lihat Putri mu itu memperlakukan orang yang kau cintai dengan seenaknya. " ujar Mira dengan sorot mata yang tajam menatap Alan.


" Pulanglah, kami sudah sangat lelah hari ini dan ingatlah ucapanku, Alan " ucap Mira sambil mengulurkan tanganya, mengisyaratkan agar Alan keluar dari cafe miliknya.


Retha mengantar kepergian Alan, dengan tangan yang merangkul lengan Alan dengan erat. Alan hanya menatap Retha dan tersenyum lembut, Alan mengendari mobilnya dan pergi. Retha masih menatap Alan yang perlahan mulai menghilang dari pandangannya. Ia bingung kenapa Ibunya melakukan semua ini, padahal Ibunya selalu bersikeras untuk dirinya bersama dengan Alan dan menjadi bagian dari keluarga Florence.


Ditempat pemotretan, Nanda melihat sekitar yang menatap dirinya dan Pria dihadapannya. Ia mendorong Pria itu dengan kasar dan senyum kepada semua orang yang menatap dirinya.


" Kita istirahat 30 menit. " ucap Devon dengan tegas sambil menatap Nanda dengan tajam dan sedikit tersenyum.


Nanda pun menarik Devon ketempat yang hanya ada sedikit orang, ia dengan sangat terpaksa membawa Devon pergi dari hadapan banyak orang, karena ia sangat risih dengan orang-orang yang menatap dirinya penuh tanda tanya. Devon hanya mengikuti tarikan dari wanita yang ada dihadapannya, yang tidak tau akan membawanya kemana dirinya yang sangat keren ini.


" Tuan, sebaiknya anda lebih jaga sikap anda. " tegas Nanda yang sudah melepas tarikan tangan Devon


" Jaga sikap seperti apa? " tanya Devon acuh tak acuh sambil memfoto Nanda dengan kamera yang ia genggam dari tadi.


" Jangan sok kenal dengan diriku, oke. " ujar Nanda penuh dengan ketegasan.


Devon menaikan sedikit alisnya, mendengar ucapan wanita dihadapannya.


" Kita sudah saling mengungkapkan nama kita masing-masing, bukannya itu tanda kalau kita saling mengenal, Nyonya Nanda. " ujar Devon melangkah lebih dekat kepada Nanda.


Nanda tanpa sadar mundur saat pria dihadapannya semakin mendekat kepada dirinya. Jujur ia tidak pernah sedekat ini kepada pria lain, ia hanya dekat dengan Alan dan juga Rendy. Selebihnya hanya rekan kerja yang menjaga sopan santun. Dan pria dihadapannya dengan seenaknya menyentuh dirinya tanpa ijin dan membuat dirinya malu dihadapan para pekerja pemotretan, ia tidak ingin difitnah punya hubungan depan dengan pria didepannya. Apalagi mereka semua mengetahui kalo ia sudah menikah.