Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋53≋



Semalaman Yora hanya mengerjakan berkas yang harus ia serahkan hari ini kepada Rendy. Tidak dipungkiri tubuh Yora sangat lelah, tapi ia tidak mempermasalahkan karena ia harus segera mencapai tujuannya. Tidak seperti biasa, hari ini Yora ingin sedikit bersantai, tidak terburu-buru seperti kemarin. Yora melangkah menuju ruang makan yang mana sudah ada Papanya dan kedua wanita yang sangat ia ingin jambak rambutnya itu. Yora duduk di salah satu kuris yang mana dihadapannya terdapat calon ibu tirinya itu.


" Tumben enggak pergi pagi lagi. " ketus Mira saat melihat raut wajah dari Yora yang merasa sangat sok berkuasa itu.


" Aku ingin sedikit bermain-main dengan para siluman ini. " batin Yora.


" Ibu Retha tolong dong masakin makanan buat aku, Yora yang cantik dan kaya raya ini sangat kelaparan. " suruh Yora dengan raut wajah yang seakan meledek Retha.


" Para pelayan sudah pada masak. " sahut Retha.


" Papa lihat, aku sudah memberi kesempatan untuk dia supaya menjadi Ibuku, tapi Ibu Retha malah menolak si Putrinya minta dimasakin makanan. " ucap Yora dengan raut wajah cemberut yang ia tunjukan.


" Lain kali aku akan masak, jadi makan yang dibuat pelayan dulu saja ya. " kata Retha dengan nada dibuat selembut mungkin tapi sebenarnya hatinya merasa sangat kesal.


" Nenek tolong dong bilangin cucu mu ini kelaparan. " kata Yora sambil menatap Mira dengan raut wajah yang bahagia.


Sebenarnya Mira sangat ingin melihat Yora mati kelaparan, tapi karena Alan ia tidak bisa memberikan pelajaran kepada wanita licik itu. Ia hanya menatap Retha memberikan kode agar Putrinya itu memasak makanan seperti apa yang diinginkan oleh wanita murahan itu.


" Baiklah, kamu mau Ibu masakin apa Yora? " tanya Retha dengan lembut.


" Pasta dan jus semangka. " timpal Yora dengan raut wajah yang tersenyum mengejek.


Retha pun melangkah menuju dapur untuk menuruti keinginan wanita itu. Jika tidak ada Alan, ia sungguh sangat engan disuruh oleh wanita licik itu.


Yora tersenyum tipis, melihat wanita itu ia suruh-suruh. Dengan santai Yora memakan masakan yang dibuat para pelayan. Mira yang melihat Yora malah memakan masakan para pelayan, langsung menegur Yora.


" Ibu mu itu memasak untuk kamu, tapi kenapa malah makan masakan yang dibuat sama pelayan. " ujar Mira.


" Nenek, Ibu Retha sangat lama dan lelet, karena aku sudah lapar jadi aku makanlah. Memang ada yang salah ya? " ucap Yora dengan raut wajah cemberut.


Mira sungguh sangat ingin menampar raut wajah sok polos yang dibuat oleh putrinya Alan itu.


Yora dengan mulut yang masih mengunyah, menatap Retha yang datang dengan makanan dan minuman yang ia pesan tadi sama wanita murahan itu. Retha meletakan makanan yang Yora inginkan tadi untuk dirinya supaya memasak.


" Aku pergi. " kata Yora seraya bangkit dari kursi makan tanpa menyentuh sedikit pun dari wanita murahan yang ada didepannya itu.


" Ibu mu sudah membuatnya Yora. " ucap Alan.


" Kelamaan wanita itu masak, keburu aku mati kelaparan. " sahut Yora lalu melangkah keluar dari Villa Florence dengan sangat santai yang membuat Retha dan Mira berusaha menahan amarah karena sudah dipermainkan oleh wanita licik itu.


Alan hanya mengelangkan kepalanya saja melihat tingkah Putrinya itu.


Yora memasuki kantor dengan sedikit bahagia karena telah sedikit mempermainkan para ular itu.


Yora dan para karyawan nya sedang bersiap untuk memasuki ruang rapat pagi, untuk mempresentasikan hasil laporan kerjanya untuk proyek baru kali ini. Karena Purusahan Florence bergerak dibidang barang elektronik, jadi Yora dan karyawannya akan menyiapkan berkas laporan tentang pembaruan perangkat elektronik rumah tangga.


Yora selaku pemimpin pun yang memperestasikan ide hasil kerja timnya. Yora menjelaskan kalau barang ini yang ia dan timnya rencankan, kegunaannya ada filter udara yang akan menukar udara kotor menjadi lebih bersih dan sejuk seperti udara dipegunungan.


" Karena polusi udara yang terjadi diperkotaan, barang ini sangat cocok digunakan. " kata Yora dengan raut wajah penuh percaya diri saat menjelaskan kepada orang yang ada diruang rapat ini.


Para karyawan dan pejabat tinggi Florence, yang melihat Putri bossnya tudak seperti yang rumor beredar merasa sedikit senang. Kalau calon penerus Florence itu pasti akan mampu menjalankan Perusahaan Florence dengan sangat baik.


" Ide tim Yora lah yang kami gunakan, sekian rapatnya dan Yora ikut saya. " tegas Rendy.


Sesuai perintah dari Rendy, Yora mengikutinya hingga keruangan wakil presdir.


" Kerja bagus. " kata Rendy sambil tersenyum bangga.


" Tentu saja. " sahut Yora


" Aku sudah mengaturnya, besok para pemegang saham akan mengumumkan 2 kandidat menjadi presdir. " ujar Rendy.


" 2 kandidat? " tanya Yora.


" Kau dan Papamu. " ucap Rendy.


" Baiklah, siapkan saja mobil ambulan takut pria itu akan kena serangan jantung. " ucap Yora lalu pergi dari hadapan Rendy.


Yora disambut meriah dengan suara tepukan tangan oleh timnya karena keberhasilan mencetuskan ide itu hanya dalam 3 hari. Yora melangkah memasuki ruang kerjanya dan diikuti oleh sahabatnya yang merambat menjadi seketaris dadakannya itu.


" Kau pintar juga Yora. " kata Oliv.


" Gue ini keturunan keluarga Florence, ya tentu saja pintar bodoh. " ucap Yora.


" Oh begitu, gue kira otak lu udah hilang taunya masih berfungsi dengan baik. " timpal Oliv.


" Tetapi ada 1 orang yang bodoh dikeluarga Florence. " sahut Yora.


" Siapa? " tanya Oliv yang sudah duduk disamping Yora.


" Tentu saja Papa gue itu, pria tua bodoh itu hanya termakan cinta gilanya. " ketus Yora.


" Lihat saja besok, aku akan mulai melawan mu secara terang-terangan. Aku sudah berjanji dulu akan membuat kalian menderita. " batin Yora.


" Seperti yang kalian inginkan untuk menikah, aku akan mengabulkannya, tapi kebahagian untuk kalian tidak akan pernah aku kabulkan. " ucap Eva pelan sambil tersenyum bahagia karena salah satu beban dipundaknya sudah hilang.