Yora's Revenge

Yora's Revenge
Bab ≋50≋



Yora membuka brankas tersebut dan menemukan sebuah dokumen, Yora membaca dengan sangat seksama satu persatu dokumen. la melotot kaget saat berkas atau dokemen tersebut tentang hak kepemilikan property yang paling membuat dirinya sangat terkejut, dokumen itu atas nama dirinya.


Yang berarti dirinya mempunyai 60% property Florence dan 1 berkas lagi tentang saham 30% di Perusahan Florence yang atas namanya. Ia membuka lagi satu persatu tumpukan kertas itu dan menemukan sebuah surat yang tertulis nama kakeknya yaitu Daaron Florence.


Hallo kesayangan kakek.


Jika kamu sudah membaca surat ini, berarti kamu sudah mengetahui tentang isi brankas tersebut. Kakek hanya bisa meminta maaf kepada menantuku dan cucuku, kakek sudah gagal membuat Alan kembali kapada kalian. Kakek tua ini sudah melakukan segala cara, tapi hasilnya sama saja. Pria bodoh itu sudah sangat dibutakan oleh cintanya yang sangat salah. Kakek hanya berharap menantuku Nanda dan cucuku yang paling cantik bisa hidup dengan bahagia. Kakek hanya bisa memberikan sebagian aset tersebut kepada cucuku dan maafkan kakek tua ini tidak bisa membuat impianmu mempunyai keluarga yang sangat bahagia dan indah sampai maut memisahkan kalian, tidak tercapai. Cucuku sayang semoga kamu bahagia dengan cara hidupmu sendiri dan menantuku maaf dan terimakasih untuk segalanya. Sampai jumpa kepada kedua wanita yang sangat ku sayangi.


Daaron Florence.


Yora termenung diatas kasur setelah ia selesai membaca surat itu. Yora sangat terharu dengan kakeknya sudah memikirkan dirinya di masa depan. Ia hanya bisa mengucapkan terima kasih. Jika sudah ia selesai ini semua, ia akan mengunjungi pemakaman kakeknya dikampung halamannya. Ia keluar dari kamarnya melangkah berjalan menuju kamar sang Mama. Ia melihat Mamanya sedang berada di meja rias.


" Ma. " panggil Yora.


" Hm. " jawab Nanda sambil menatap putrinya.


" Aku sudah membukanya. " ujar Yora sambil menunjukan dokumen-dokumen itu.


" Setelah kakekmu di rawat dirumah sakit, ia langsung memberikan brankas itu hanya untuk menjaga kita dari hal yang tidak diinginkan. " ucap Nanda.


" Ambilah hak mu Yora, yang sudah diberikan oleh kakekmu itu. " kata Nanda menatap tajam putrinya.


" Tentu saja, itu semua punyaku dari kakek. Aku pasti akan menjaganya dari para ular yang lapar. " balas Yora.


Nanda hanya berharap putrinya bisa melakukan itu semua.


" Aku pergi dulu Ma, selamat malam. " ucap Yora lalu melangkah meninggalkan apartement milik Mamanya menuju ke Villa Florence.


Tapi belum saatnya la menunjukan kalau dirinya memilik property yang sangat banyak dan Villa ini termasuk miliknya. Ia sudah berjanji akan membuat para ular tersebut bersenang-senang dahulu, baru bersakit-sakit kemudian. la melihat Mira yang menatap dirinya dengan tajam, tapi ia tidak memperdulikan. Ia lebih melanjutkan pekerjaan yang tertunda tadi. Ia ingin cepat selesai dan mencapai posisi tertinggi itu.


Rendy sudah tidak tinggal lagi di Villa Florence karena ada orang asing di Villa itu. Ia sedang bersama Noah seketarisnya yang baru tiba dari luar negeri karena kesibukaanya mengurus Perusahaan milik Rendy. Mereka sedang berada diruang kerja di apartement milik Rendy.


" Tuan, rapat pemegang saham akan dilaksanakan bulan ini. " kata Noah seketaris Rendy.


Rendy termenung diam, ia tidak menduga kalau rapat pemegang saham akan secepat ini. la sangat yakin pasti Om Alan lah yang mengatur ini semua. Rendy kira bulan depan tapi bulan ini jadwal para pemegang saham dilaksanakan. la harus membuat mitra kerja agar para pemegang saham itu menyetujui pergantian CEO yang baru.


Besok dirinya akan berbicara kepada Yora, ia harus segera mengumpulkan saham dari para pemegang saham atau para petinggi Florence di Perusahaan Florence agar mampu mengalahkan Om Alan nanti dirapat CEO yang akan dilaksanakan setelah rapat pemegang saham. Ia harus mampu menyakinkan para petinggi itu, kalo Yora mampu menjadi CEO selanjutnya dan memilih Yora dipemilihan presdir nanti.


" Noah, berapa persen saham yang kumiliki di Perusahaan Florence? " tanya Rendy.


" Ada 10% Tuan " balas Noah.


" Om Alan? " tanya Rendy lagi


" 40% " Jawab Noah.


" Kau atur semua pertemuan rahasia dengan para pemegang saham itu. Kita harus mendapatkan jumlah suara saham lebih besar akan menjatuhkan Om Alan. " Ucap Rendy.


" Tuan, dulu kau selalu membantu Tuan Alan dan kenapa sekarang kau ingin menjatuhkannya?" tanya Noah yang sangat bingung dengan pemikiran dari Tuannya itu.


" Karena gadisku menginginkannya dan aku harus mengabulkanya bukan. " balas Rendy dengan tegas sambil menatap Noah dengan sorot mata yang dingin.