WUMMM

WUMMM
86. Mengubah Identitas



Patriach... patriach... patriach..." teriak salah satu anggota SFO terlihat panik dan menerobos masuk ke dalam ruang pertemuan. Ia lalu berlutut di depan ketua tertinggi organisasi itu.


 


 


"Gawat patriach.... gawat" anggota tersebut masih teriak panik sambil berlutut tanpa menperjelas maksud dari kondisi yang ia ingin sampaikan.


 


 


"Apanya gawat... jangan cuman gawat terus gawat terus" kata patriach membentak amggota tersebut.


 


 


"Gawat patriach.... komunikasi patriach yang ingin menarik kembali seluruh anggota SFO ada yg sadap dan sebarkan patriach. Bahkan video rekaman penyerangan yang dulu audah dihapus kini kembali disebar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab." Sang anggota menjelaskan kepanikannya dan membuat wajah patriach terlihat memerah karena kesal.


 


 


"hhmmmmmm.... sudah kuduga, para bajingan itu pasti tidak akan tinggal diam berada dibawah pengaruh kita" penatua ketujuh berkata sambil mengelus janggutnya.


 


 


"menurut laporan anggota kita, bahwa para top manajemen organisasi LFO di afrika kini sudah dibantai akibat percobaan serangan mendadak ke anggota kita. para top manajemen di organisasi OFO di australia juga sudah dibantai setelah anggota kita menyadari bujuk rayu para gadis yang dikirm oleh OFO. sayangnya beberapa anggota kita yang ada di australia sempat terlena dan menggunakan narkoba dengan dosis tinggi. mereka dibantai habis oleh gadis perayu itu setelah mengetahui rekan mereka dikamar sebelah dibunuh karena ketahuan memasukkan bubuk narkoba ke minuman mereka."


 


 


"cuman organisasi RFO di texas dan organisasi JFO di rusia saja yang tidak melakukan penyerangan ke anggota kita sehingga tidak alasan untuk membantai top manajemen mereka. tapi aku yakin kalo kedua organisasi itu hanya menunggu kesempatan menyerang kita"


 


 


patriach dan beberapa penatua hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar penjelasan penatua ketujuh.


 


 


"jadi apa yang harus kita lakukan penatua ketujuh" tanya patriach sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan karena kecewa dengan keputusan para top manajemen di organisasi LFO di afrika dan OFO di australia.


 


 


"Kita tarik dulu kembali semua anggota SFO yang sedang melakukan misi di luar, kita perlu mendengar kembali semua informasi langsung dari anggota inti agar tidak salah mengambil keputusan" jawab penatua ketujuh.


 


 


"Dan bagaimana dengan Lam Xiao Mei dan penatua kesembilan ? bukankah mereka sedang menyelidiki keberadaan sang pewaris ? aku rasa kita tidak perlu menarik mereka" kata patriach dan diangguki beberapa penatua yang lain.


 


 


"maafkan aku patriach" potong penatua ketujuh.


 


 


"kita tidak boleh terburu-buru mencari keberadaan sang pewaris, aku memeiliki firasat bahwa organisasi RFO atau organisasi JFO sedang mencoba menggunakan kita melacak keberadaan sang pewaris dan akan merebutnya"


 


 


"bukankah sangat aneh jika organisasi JFO di rusia tetap ngotot melakukan pertarungan ilegal dimana para petarungnya adalah beberapa prajurit khusus mereka yang semuanya dari indonesia. organisasi RFO di texas lebih aneh lagi, mereka terkenal memiliki jaringan elite global yang sangat licin dengan banyak intel yang menyusup sebagai agen ganda. aku curiga jika kebocoran informasi ini adalah ulah dari salah satu organisasi RFO atau JFO."


 


 


"aku mendapat info dari intel milik SFO bahwa informasi keberadaan sang pewaris kini sudah diketahui oleh pihak kepolisian khusus di indonesia"


 


 


penjelasan penatua ketujuh mengagetkan patriach dan penatua lainnya.


 


 


"apa..... penatua ketujuh.... ini bukan prang kan... kenapa terlalu banyak kejutan yang mengejutkan sejak munculnya sang pewaris." patriach mengeluh dan kesal dengan informasi dari penatua ketujuh.


 


 


"maaf patriach... aku juga berharap demikian... walapun informasi ini belum valid, namun alangkah bijaknya jika sementara kita menarik dulu dan mencoba berdiskusi langsung dengan semua anggota inti." penatua ketujuh mencoba menenangkan sang patriach.


 


 


anggota SFO yang tadi memberikan kabar hanya ikut mengangguk-anggukkan kepalanya melihat diskusi para top manajemen di organisasi SFO. ia merasa bangga dapat ikut serta mendengar diskusi para junjungannya. namun sayang, rasa senang itu hanya sesaat karena selanjutnya ia disuruh keluar untuk  mengabari seluruh anggota SFO untuk kembali ke markas mereka.


 


 


.........


 


 


Sementara itu, dipenjara yang ada di ibu kota di indonesia, sedang heboh karena salah seorang petugas penjaga menembak mati salah satu tersangka yang sedang tidur di penjara. petugas itupun terlihat syok dan linglung karena dirinya saat itu tiba-tiba tidak bisa mengendalikan dirinya yang berjalan ke dalam penjara dan menembak dokter magang yang dijadikan tersangka dalam kasus pencemaran nama baik. Dokter magang itu adalah permadi yang sudah berniat membantu dokter yeyen membersihkan nama baiknya. petugas itu hanya bisa pasrah menangisi dirinya yang pasti akan dikenakan tindak pidana pembunuhan dimana kondisi karir dan keluarganya terancam hancur.


 


 


Di lain tempat, Lam Xiao Mei hanya dapat menghentakkan kakinya dengan kesal karena penatua kesembilan mengajaknya segera pulang sesuai panggilan pusat. gadis cantik berkulit putih itu merasa jengkel karena belum sempat melihat rekan kerja sugeng yang masih dalam kondisi koma. mereka juga tidak sempat mencari informasi ke rumah walikota. gadis manis bermata sipit itu pun hanya bisa pasrah mengikuti penatua kesembilan karena malas selalu diledek oleh penatua kesembilan jika dirinya tidak tahan ke rumah walikota agar bisa ehem-ehem dengan sang pewaris. Tentu saja putri kesayangan dari sang patriach itu terus membantah akan tuduhan itu. walaupun ia sendiri bingung kenapa ia sangat ingin bertemu dengan sosok yang menjadi incaran ayahnya.


 


 


"Tuan putri, jangan ngambek begitu dong... nanti cantiknya hilang loh, nanti sang pewaris tidak bisa kita bujuk untuk bergabung dengan menggunakan ujung lidah atau ujung kem*luan" kata penatua kesembilan yang mebuat wajah Lam Xiao Mei kembali memerah karena mengingat percakapan di episode 77 tentang pendekatan tiga ujung.


 


 


"sudah-sudah.... ayo segera pulang kembali ke cina... saya akan pesankan segera tiket secara online ke cina" Lam Xiao Mei hanya bisa berteriak kesal dan berlari meenuju kamarnya meninggalkan penatua kesembilan yang masih tertawa melihat ekspresi tuan putrinya.


 


 


.........


 


 


"bagaimana keadaanmu..." lompo yang baru tersadar dari pingsannya mendengar sebuah kalimat tanya dari mulut sang prontagonis.


 


 


"he.... kaki dan tangahku sudah pulih lagi ? apakah selain teleportasi, kau juga memiliki kemampuan seorang Healer atau penyembuh ?" lompo terheran-heran melihat kondisi tubuhnya sambil menggerak-gerakkan kedua tangan dan kakinya.


 


 


elte hanya bisa terdiam tanpa tahu bagaimana menjawab pertanyan dari saudara satu pantinya. elte duduk disamping lompo dan hanya bisa menghembuskan nafasnya. ia lalu berkata : "jadi apa sekarang rencanamu..."


 


 


lompo hanya bisa ikut terdiam mendengar pertanyaan elte. "Entahlah....aku tidak tahu" lompo menjawab singkat sesuai dengan pikirannya yang masih kosong.


 


 


 


 


lompo hanya terdiam dan terus menatap kosong. ia sangat kebingungan dengan masa depannya saat ini. hidup kembali ke negaranya tapi tidak memiliki kartu identitas tentu akan sangat menyulitkannya.


 


 


Elte yang mengetahui isi pikirannya ikut menatap kosong ke depan sambil menghembuskan nafasnya. "aku punya saran, bagaimana jika aku membantumu membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) secara ilegal. tentunya akan sulit menggunakan jalur legal bukan, seorang anak yang bertahun-tahun hilang di culik sejak kecil dan bahkan menjadi prajuruit khusus didikan para mafia rusia, akan menjadi incaran para polisi untuk segera menangkapmu dengan alasan interogasi".


 


 


"yah...kau benar... aku tidak tau apa-apa dengan masa depanku sekarang... aku hanya bisa mengandalkanmu untuk bersedia mengurusku.... aku janji tidak akan menjadi beban dan bersedia menjadi pengikutmu" kata lompo masih dengan tatapan kosongnya.


 


 


"hahahaha.... apa yang kau katakan, kau sepertinya kebanyakan nonton film action ya.... kau ini kakakku selama di panti asuhan, dan tentunya akan tetap menjadi kakakku selama kau tidak mengkhianatiku seperti kak songkolo." elte tertawa mendengar jawaban lompo yang terdengar lebay.


 


 


lompo sedikit tersenyum mendengar jawaban elte. ia pun kembali bertanya : "setelah memiliki KTP, apa yang harus aku lakukan agar bertahan hidup ?"


 


 


"Dengan menggunakan kemampuan dan koneksiku, aku akan membuatkanmu KTP dengan identitas baru, namamu sangat berbau daerah dan tentunya akan menarik perhatian."


 


 


"Selain itu aku akan mencoba membantumu mengikuti ujian paket A yang setara SD dan ujian paket B yang setara SMP, minggu depan kamu bisa mendaftarkan diri di sekolahku sebagai murid pindahan"


 


 


"untuk tempat tinggal aku akan mencarikanmu kost dekat sekolah dan pekerjaan sambilan, maaf aku belum bisa mengajakmu bertemu dengan ibu panti karena akan menjadi perhatian beberapa polisi yang pernah menyelidiki kasus penculikanmu"


 


 


elte menjelaskan rencananya dan hanya diangguki pasrah oleh lompo.


 


 


"Untuk identitas barumu, apakah ada nama yang ingin kamu usulkan, jika kak lompo masih suka dengan namanya mungkin kita bisa menggunakan bahasa lain untuk makna yang sama dengan nama kak lompo yang berarti besar, misalnya Akbar, bolshoy, Oki atau giant" tanya elte yang disambut tawa lompo


 


 


"hahahah... giant ? emang aku teman bermainnya nobita dan doraemon" kata lompo yang tiba-tiba mengingat film kesuakan mereka saat kecil. saat mereka masih dipanti, mereka kerapkali datang kerumah tetangga untuk numpang nonton film di TV hitam-putih milik tetangga mereka yang juga penjual es cendol keliling.


 


 


"jadi nama apa yang kamu usulkan" kata elte yang ikut tersenyum melihat tawa saudara angkatnya.


 


 


"karena ini sudah diindonesia, saya memilih nama akbar sebagai identitas baruku...hhmmmm...akbar chandra.... bagaimana menurutmu" kata lompo sambil melirik ke elte.


 


 


"Ok, baiklah, untuk ujian paket A dan paket B apakah kau ingin ikut secara legal atau lewat joki" elte bertanya ke lompo karena khawatir lompo akan gagal ikut ujian mengingat sudah lama sekali tidak berada diindonesia.


 


 


lompo terdiam sejenak sambil menatap kaki kanannya yang tanpa sadar ia goyang-goyangkan seakan mencari jawaban ditiap gerakannya. "hhmmmm.... dari kecil aku dikenal sebagai anak yang jujur dan tidak pernah berbohong.... kakak sangkala juga banyak menasehatiku agar tetap kuat menghadapi hidup.... setelah aku pikir-pikir.... aku lebih memilih ujian lewat joki saja... aku takut gagal ujian dan tidak bisa hidup normal lagi.... aku harus kuat menjalani dan mengejar hidup normalku" penjelasan lompo atau kini bernama akbar chandra diangguki oleh elte.


 


 


"Baiklah... aku pikir juga saat ini itu pilihan yang paling bijak, tunggulah dua minggu lagi, aku akan membantumu mendapatkan KTP dan aku akan mencari joki yang hebat untuk membantu ujianmu dan semoga bulan depan kamu sudah bisa gabung di kelas yang sama denganku" elte memahami alasan lompo atau akbar yang lebih memilih ujian dengan bantuan joki. walaupun itu tidak benar dan melanggar hukum, tapi akbar sangat lama di rusia dan tentunya ada kemungkinan bisa gagal dalam ujian. toh, membuat ktp palsu pun juga adalah salah di mata hukum.


 


 


"hhmmmm.... karena kak lompo... eh... kak akbar sudah mengetahui kemampuan teleportasiku, aku harap kak akbar dapat merahasikannya... sekarang aku akan membawa kak akbar untuk mencari kost dekat sekolahku. untuk biaya hidup aku akan memberikan uang kas sementara sambil menunggu pembuatan kartu ATM untuk kakak" kata elte dan diangguki oleh lompo atau akbar chandra.


 


 


.........


 


 


Tiga hari kemudian berlalu melalui kegiatan-kegiatan yang sebelumnya tidak sempat direncanakan. bahkan rencana yang sudah direncanakan pun sempat terlupakan dan untungnya telah dimasukkan sebagai alarm notofikasi saat waktunya tiba. seperti menemani ayah angkatnya ke jepang dalam perjalanan bisnis, berdiskusi dengan pak halim drajat, kakeknya diah sinta risanti tentang belajar pengobatan tradisional, menyelesaikan kasus ibu yeyen tentang pencemaran nama baik (Kasus kematian dokter magang belum diketahui oleh elte karena belum dipublikasikan oleh pihak kepolisian)dan belajar karate ke pak wira winata. adapun rutinitas untuk sekolah di saat siang dan berkultivasi di tengah hutan saat malam tetap dijalankan oleh sang prontagonis sambil mengurus administrasi pembuatan KTP atas nama akbar chandra. elte tidak mencari joki untuk membantu ujian paket A dan paket B karena elte tidak percaya dengan para joki yang bisa saja membocorkan rahasia ke orang luar. ia lebih memeilih menggunakan kemampuannya dalam menyabotase hasil ujian melalui kemampuan persepsi internalnya dalam melakukan hacking.


 


 


Tanpa terasa waktu untuk menemani pak jaya ke jepang pun tiba. alarm notifikasi pengingat yang sudah disetel di smartphone elte berbunyi dibarengi dengan masuknya pesan chat dari ayah angkatnya.


 


 


"hhmmm... baiklah, saatnya mengabari shifu sensei yang ada di desa shinobi di jepang jika dua hari lagi akan akan singgah berkunjung ke tempatnya."


 


 


"aku juga harus mengabari pak halim drajat jika aku setuju belajar pengobatan tradisional sepulang dari jepang:".


 


 


"ahhh... sungguh sangat disayangkan, mengajar bela diri kantor kepolisian kini sudah tidak bisa dilakukan lagi, aku juga masih pusing melihat perubahan sikap kak yudha yang mulai curigaan kepadaku". elte merenungi semua rencana yang ia sudah rencanakan.


 


 


"mungkin kedepannya aku harus diskusi dan konsultasi ke kak akbar bagaimana baiknya mengatur jadwal yang benar, siapa tahu dia punya saran yang bisa membantuku"


 


 


"ilmu manajemen waktu tidak hanya bisa dipelajari lewat buku saja, tapi konsultasi dan pengalaman juga bisa menjadi saran belajar yang baik untuk berkembang"


 


 


elte lalu mulai mengetik dan mengirim pesan chat ke gurunya yang ada di jepang dan setelah itu dilanjutkan dengan mengetik dan mengirim pesan chat ke pak halim drajat.


 


 


Setelah itu kemudian ke kamar kostnya akbar untuk mulai mengurus pendaftarannya di SMA yang sama dengan elte. sang prontagonis itu menyewa dua orang pasangan paruh baya agar berpura-pura sebagai kedua orang tua akbar saat mendaftar besok di sekolah.