
Di sebuah ranjang disebuah kamar di sebuah rumah di sebuah perumahan di sebuah kota tempat kelahiran sang prontagonis. Seorang pria paruh baya sedang memompa wanita bertubuh bahenol tanpa sehelai benang.
Wanita itu hanya menatap kosong mengingat nasibnya dan nasib suaminya yang kini sudah tiada. Jika saja mulutnya tidak disumpal maka ia akan menggigit hidung pria br*ngsek itu hingga putus. Jika saja mulutnya tidak disumpal maka ia akan menggigit telingan pria m*sum itu hingga putus dan jika saja mulutnya tidak disumpal maka ia mengigir bibir b*jingan itu hingga putus. Mungkin saja ia juga akan menggigit leher orang itu hingga urat nadinya putus. Pokoknya ia ingin menggigit apa saja dari orang itu hingga putus.
Dari siang hingga malam, wanita itu sudah digoyang lima kali oleh mantan walikota itu yang kini sudah menjadi buronan. Setelah mencapai puncak kenikmatannya, ia lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Sambil bersiul santai, ia menyabuni seluruh tubuhnya dan membilas badannya dengan air. tidak lupa juga ia menyamponi rambutnya dan membilas seluruh kepala dan tubuhnya nya juga dengan air. Ia lalu mencukur kumis, jenggot dan cambangnya serta membotaki kepalanya menggunakan mesin cukur rambut milik suami dari wanita yang ia sudah goyang beberapa kali hari itu.
Setelah dirasa cukup, buronan itu lalu keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk yang wanita itu kenakan siang tadi. Ia lalu menuju lemari pakaian dan memilih beberapa pakaian yang dianggapnya cukup bagus. Ia mengenakan salah satu pakaian tersebut dan menyimpan sisanya di sebuah tas milik jenasah pria yang sudah ia bunuh.
Segala perhiasan dan uang yang sudah ia geledah dari rumah itu lalu ia masukkan ke dalam tas yang sama. Ia lalu menuju ke dapur dan mengambil beberapa tabung gas elpiji dan menyimpannya di beberapa titik ruangan termasur kamar tidur dari wanita bertubuh bahenol itu, ia juga tidak lupa untuk mengeluarkan gasnya sedikit demi sedikit dengan bantuan selang regulator. Ia lalu menuju ruang tamu dan menyalakan sebatang lilin di dekat pintu masuk. Buronan itu lalu keluar rumah dan mengunci pintu depan dari luar.
Setelah mengantongi kunci pintu tersebut ia lalu menggunakan motor dari pria malang yang sudah ia bunuh tadi dan keluar rumah dengan santai. Buronan itu juga tidak lupa untuk mengunci kembali pintu pagar rumah menggunakan gembok yang susah untuk di buka paksa tanpa kunci.
Setelah beberapa menit meninggalkan rumah tersebut, para warga sekitar yang sedang berisitirahat di rumah lalu mendengar beberapa kali suara dentuman dan ledakan besar yang mengejutkan mereka semua. Beberapa mobil di sekitar lokasi itu pun ikut mengeluarkan suara alarmnya akibat getaran dan gelombang dari suara tersebut. Saat mereka keluar rumah, mereka melihat rumah dari tetangga mereka yang terdiri dari wanita bahenol dan suaminya itu, telah diamuk oleh si jago merah.
Sementara itu di dalam rumah yang terbakar, wanita bahenol yang masih terikat erat dengan mulut tersumpal, hanya mampu menggelepar kepanasan di atas tempat tidurnya. Tidak cukup waktu lama, wanita itupun meregang nyawa dalam kesakitan yang tak terlukiskan lalu menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Warga diperumahan tersebut lalu menelpon pemadam kebakaran agar segera datang ke lokasi kebakaran. Mereka panik karena si jago merah dengan cepat menghanguskan rumah tersebut dan kini mulai bergerak di rumah sekitarnya. Warga merasa geram karena sudah setengah jam lebih mobil pemadam kebakaran belum datang karena terkena macet akibat fenomena Bottleneck atau penyempitan jalan dari kondisi normal di sejumlah titik seperti gerbang masuk tol, gerbang keluar tol, jembatan penyeberangan dari sebuah plaza, sebagian jalan yang menjadi lokasi untuk proyek pembangunan halte busway, dan di sekitar lokasi ngetem favorit kendaraan umum untuk menunggu penumpang seperti angkot (angkutan kota) dan ojek bentor (becak motor). Malam itu suasana ibu kota negara memang terlihat lebih macet dari kondisi normal.
Saat mobil pemadam kebakaran telah tiba di lokasi, para petugas sangat kesulitan bergerak bebas karena banyak warga yang singgah menonton bahkan melakukan siaran live ke media sosialnya. Petugas juga kesulitan bekerja karena para warga yang rumahnya ikut terbakar marah-marah dan ingin memukuli petugas. Para petugas pemadam kebakaran hanya dapat menyabarkan hatinya melihat sikap warga. Mereka tetap berusaha memadamkan si jago merah yang sudah menelan delapan rumah termasuk rumah yang sengaja dibakar oleh sang buronan.
Setelah dua jam lebih para petugas pemadam kebakaran berjuang melawan si jago merah. Akhirnya mereka berhasil memadamkan api tersebut. Terlihat reruntuhan dinding dan tiang yang telah menghitam dari rumah-rumah korban akibat amukan si jago merah. Beberapa emak-emak yang rumahnya ikut terbakar hangus masih terus menuding para petugas pemadam kebakaran yang bekerja tidak profesional. Untungnya di lokasi tersebut sudah datang para polisi, petugas medis dan wartawan ikut menenangkan korban.
Seorang wartawan datang menghampiri seorang warga yang menjadi korban amukan si jago merah.
"Selamat malam ibu, sebenarnya apa yang terjadi dengan rumah ibu" tanya sang wartawan sambil mengarahkan mikrofonnya ke mulut sang ibu. Emak-emak yang sedang berduka itupun melirik ke wartawan tersebut dan ekor matanya menangkap sosok seorang kameramen yang sedang meliputnya.
"Malam ini sedang terjadi kebakaran bu" kata emak-emak itu menjawab pertanyaan sang wartawan sambil sesekali matanya menatap ke kamera.
"Apakah ibu tahu penyebab kebakaran itu bu" kata wartawan itu melanjutkan pertanyaannya.
"Tahu bu.... penyebab kebakaran itu adalah api bu" jawab emak-emak itu dengan wajah yang masih berduka. Di belakangnya teman-temannya sesama emak-emak kini telah ikut berdiri mendampingi rekan bergosipnya.
"Eh maksud pertanyaanku, apakah ibu tahu apa yang memicu munculnya api dan membakar rumah ibu" kata wartawan itu memperbaiki pertanyaannya yang memang multi tafsir.
"Tidak tahu bu.... tadi di rumah, aku dan keluarga sedang asyik menonton tayangan sinetron 'cinta yang tertukar benci' itu loh bu, film sinetron yang ceritanya tentang seorang wanita yang sangat sabar dan tabah menghadapi tetangganya yang sangat jahat. Sedang asyik-asyiknya kami menonton sinetron tersebut tiba-tiba terdengar suara ledakan dan dentuman yang sangat keras beberapa kali diiringi suara alarm mobil yang aktif sendiri. Saat aku keluar bu..... kami melihat rumah yang itu sudah terbakar. Kami lalu segera menelpon pemadam kebakaran bu. Bukan cuman kami beberapa warga lain juga sudah berulang kali menelponnya, tapi pemadam kebakaran itu kurang profesional, mereka datangnya ngaret bu." Kata emak-emak itu sambil melirik sinis ke arah petugas pemadam yang sedang berbicara dengan salah satu petugas kepolisian. Para ibu-ibu juga ikut mendukung emak-emak itu dengan ikut menatap sinis ke arah petugas pemadam yang sedang berbicara dengan salah satu petugas kepolisian.
Petugas lalu mulai memasang police line sebagai garis batas yang tidak boleh dimasuki oleh warga di sekeliling rumah-rumah yang telah terbakar. Beberapa petugas lainnya bersama serorang petugas pemadam kebakaran, mulai masuk memeriksa ke dalam lokasi dengan mengenakan masker pelindung dan kaus tangan agar tidak merusak bukti dengan sidik jari mereka.
Setelah beberapa saat, dari kedelapan rumah yang telah terbakar habis itu, ditemukan tiga orang korban yang telah meninggal dunia. Para petugas sangat terkejut melihat dua dari korban tersebut yang meninggal dengan kondisi memprihatinkan. Salah satu tubuh korban sedang terbaring tanpa kepala dan seorang korban lainnya yang terlihat masih terikat dengan tali yang sudah terputus sebagian akibat terbakar. Para petugas dapat menebak jika korban yang ada di tempat tidur tersebut mati tersiksa karena kebakaran berbeda dengan dua korban lainnya yang dapat dipastikan telah meninggal beberapa jam sebelum kebakaran.
Setelah mengambil beberapa foto sebagai bukti dokumentasi, para petugas medis lalu mengangkat ketiga korban tersebut ke rumah sakit polisi untuk di otopsi. Para ibu-ibu termasuk emak-emak yang diwawancarai tadi ikut melihat ketiga korban dan mulai bergosip. Mereka menduga bahwa terjadi perselingkuhan di rumah tetangganya sehingga menyebabkan musibah kebakaran ini.
Emak-emak yang diwawancarai tadi lalu berimprovisasi mengembangkan cerita tersebut bahwa sang suami yang menjadi korban kebakaran tersebut kemungkinan besar berselingkuh dengan wanita idaman lain karena sangat menginginkan seorang anak sedangkan tetangganya itu sudah lama tidak memiliki anak karena sang istri mandul akibat pernah selingkuh lalu hamil dan mengaborsi anak haramnya diam-diam. Sang suami menerima sang istri dengan hati yang sangat sabar dan tabah. Namun seiring waktu berjalan, ia tidak kuat lagi memikirkan perselingkuhan istrinya saat mereka sedang berc*nta. Sang suami ternyata masih sangat sakit hati dan akhirnya memutuskan untuk nikah sirih. Karena takut tidak mendapatkan harta gono gini, sang pelakor itupun mendatangi sang suami di rumahnya dan bertemu dengan istri dari suami sirihnya. Dan pertengkaran itu pun terjadi dalam suasana yang sunyi senyap. Wanita pelakor itu kemudian gelap mata dan memotong kepala atas sang suami karena tidak tega memotong kepala bawahnya, sedangkan istri sahnya ia ikat di tempat tidur. Wanita itu lalu membakar dirinya beserta suami sirih dan istri sahnya.
Seperti itulah pengembangan cerita versi emak-emak itu yang memang sering menonton sinentron di rumahnya. Saat ia akan melanjutkan ceritanya, matanya tanpa sengaja melirik jam tangan rusak yang terpasang di pergelangan tangan dari salah satu korban kebakakaran. Ia terkejut karena mengenali jam tangan yang memiliki bentuk unik tersebut. Ia pun berlari menghampiri jenasah tersebut. Setelah beberapa saat mengamati jenasah korban tersebut, kakinya bergetar hebat dan tangannya menutup mulutnya yang sedang terbuka karena syok.
"Ibuuu... ibuuuu.. iiibuuuuuuuuu..." emak-emak itu berteriak histeris lalu pingsan dan jatuh ke tanah. Petugas yang tadinya berusaha menahan emak-emak itu mendekati jenasah korban, terdiam sejenak karena tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Setelah beberapa saat ia pun menolong emak-emak itu dengan mengangkatnya ke atas tandu dengan bantuan temannya.
Para ibu-ibu tetangga yang tadinya sudah mendengarkan cerita hasil improvisasi dari emak-emak itu hanya dapat menggelengkan kepalanya karena terkejut dan menduga bahwa ternyata wanita pelakor yang dimaksud mengganggu rumah tangga tetangganya adalah ibu dari emak-emak itu. Fenomena sosial yang tak pernah lepas dari keseharian ibu-ibu itu memang sangat mengasyikkan namun dapat membuat mereka jadi tidak bisa lagi membedakan mana opini dan mana fakta.
Sementara itu sang buronan yang menjadi pelaku pembakaran dari ke delapan rumah tersebut kini sudah ada di dekat rumah walikota.
"Wah... wah... wah.... ternyata memasuki rumah ini tidak semudah memasuki rumah mantan sekretarisku. Pagarnya tinggi dan dipasangi kawat berduri. Rumahnya pun dijaga oleh dua security. Aku tidak boleh ceroboh sebelum tahu kemampuan bela diri kedua security itu.
Buronan yang ingin mengambil nyawa sang walikota beserta keluarganya itu lalu pergi menjauhi rumah sang walikota dengan menggunakan motor yang telah ia ganti nomor platnya. Ia lalu memutuskan untuk mengunjungi beberapa tim suksesnya untuk diajak bekerja sama, jika mereka tidak mau maka ia akan menghabisnya.
......... ......... .........
Sementara itu di sebuah gedung aula di samping rumah sakit tradisional di ibu kota negara. Elte telah selesai mempersembahkan sebuah lagu yang berjudul memories dengan diiringi suara piano. Para tamu dan peserta pesta bertepuk tangan dan berharap masih ada lagu kedua. Sang prontagonis lalu berdiri dan mendatangi sang MC lalu membisikkan sesuatu di telinganya.
Beberapa tamu undangan sedikit kecewa karena elte lebih memilih untuk turun daripada menambah satu lagu untuk menghibur mereka. Sang MC lalu berjalan ke atas panggung dan berkata, "Baiklah.... itulah tadi satu lagu persembahan dari teman kita ...."
Sang MC terdiam sejenak mengingat nama tamu yang sebelumnya ia undang ke atas panggung. Namun karena lupa ia lalu melanjutkan kata-katanya, "dari teman kita semua..... ok, selanjutnya, masih ada satu teman kita yang juga ingin naik ke panggung ini untuk memberikan sebuah lagu persembahan untuk kita semuanya.... mari semuanya kita sambut bersama, dudung raksadinataaaaaa"
Para tamu undangan kembali bertepuk tangan dengan meriah berharap mendapatkan hiburan menarik seperti sebelumnya. Beberapa tamu mulai mengaktifkan kembali siaran video livenya dan menyorot dudung dengan muka pucatnya.
"Wah brengsek..... gue dibalas.... gimana nih, mana gue kagak tau main alat musik lagi, mana gue kagak tau bernyanyi..." kata dudung dalam hati, ia lalu mengingat pengalaman pertamanya ke tempat karaoke bersama teman sekelas untuk melepas frustasi sehabis ujian dengan menyanyi sepuasnya. Namun begitu giliran dudung menyanyi, teman-temannya malah bertambah stress dan memilih untuk mengganti lagu dudung saat dudung masih asyik bernyanyi. Teman-temannya meminta dudung agar tidak usah menyanyi lagi karena dianggap bisa membuat polusi suara.
"Ah.... lebih baik gue diem aja terus... Kagak usah naik ke atas panggung.... nanti kalo ada yang nanya bilang aja lagi kurang enak badan dan tenggorokan lagi gatal dan kering. Kata dudung dalam hati dan tanpa sadar pikirannya sedang dibaca oleh elte yang masih kesal setelah mengetahui niat jelek teman kelasnya yang hendak mempermalukan dirinya.
Elte lalu mengaktifkan kemampuan telepatinya untuk mengendalikan pikiran dudung melalui ilusi dan hipnotis. Dudung tanpa sadar mulai berdiri dan mengangkat tangannya melambai ke arah para tamu layaknya artis ibu kota. Dudung lalu naik ke atas panggung sambil terus melambaikan tangannya ke arah para tamu undangan.
Sang MC memberikan mikrofonnya ke dudung dan kembali turun ke bawah panggung. Dudung lalu menuju ke arah piano dan duduk di kursi depan piano tersebut. Elte lalu menonaktifkan kemampuan telepatinya.
Dudung yang kembali mendapatkan kesadarannya, terkejut kaget mendapatkan dirinya sudah berada di atas panggung bahkan berada di depan piano. Rasa gugup menyerang dudung apalagi mendengar suara tepuk tangan para tamu undangan.
"Hhmmmm.... baiklah.... mungkin saja sekarang suara gue udah bisa diterima oleh orang sekitar, dua tahun ini kan gue selalu nyanyi di kamar mandi kalo lagi mandi." Kata dudung dalam hatinya berusaha menghibur dirinya.
Dudung lalu mengeluarkan smartphonenya dan mencari lirik lagu yang ia ingin nyanyikan beserta not piano yang ia ingin mainkan. Dudung lalu menekan tuts piano satu persatu dari nada Do Re Mi Fa Sol La Si Do.
Para tamu undangan kembali heboh bertepuk tangan melihat aksi dudung yang serupa dengan aksi elte sebelumnya. Mereka tidak sabar ingin mendengar persembahan menarik seperti apa yang akan mereka nikmati. Beberapa tamu lalu menyorot dudung lebih dekat secara live streaming di media sosial mereka.
Terlihat dudung menutup matanya lalu menghembuskan nafasnya sejenak, ia lalu membuka matanya melihat smartphonenya dan mulai menyanyi sambil memainkan pianonya.
Every night in my dreams
(Tiap malam dalam mimpiku)
I see you, I feel you,
(Kulihat dirimu, kurasakan dirimu)
That is how I know you go on
(Begitulah aku tahu kau bertahan)
Far across the distance
(Meski jauh jarak)
And spaces between us
(Dan ruang yang memisahkan)
You have come to show you go on
(Kau tlah datang untuk menunjukkan bahwa kau bertahan)
Near, far, wherever you are
I believe that the heart does go on
(Aku percaya hati kita kan bertahan)
Once more you open the door
(Sekali lagi kau buka pintu (hatiku))
And you're here in my heart
(Dan kau ada di sini di hatiku)
And my heart will go on and on
(Dan hatiku akan terus bertahan)
Love can touch us one time
(Cinta bisa sekali menyentuh kita)
And last for a lifetime
(Dan (cinta) kan abadi untuk selamanya)
And never let go till we're one
(Dan jangan pernah menyerah hingga kita bersatu.)
Love was when I loved you
(Cinta adalah saat aku mencintaimu)
One true time I hold to
(Saat aku benar-benar mendekapmu)
In my life we'll always go on
(Di dalam hidupku kita kan selalu bertahan)
Near, far, wherever you are
(Dekat, jauh, dimanapun dirimu berada)
I believe that the heart does go on
(Aku percaya hati kita kan bertahan)
Once more you open the door
(Sekali lagi kau buka pintu (hatiku))
And you're here in my heart
(Dan kau ada di sini di hatiku)
And my heart will go on and on
(Dan hatiku akan terus bertahan)
There is some love that will not go away
(Ada cinta yang takkan binasa)
You're here, there's nothing I fear,
(Kau ada di sisiku, tak ada lagi yang kutakutkan,)
And I know that my heart will go on
(Dan aku tahu hatiku akan bertahan)
We'll stay forever this way
(Kita akan selamanya seperti ini)
You are safe in my heart
(Engkau kujaga di dalam hatiku)
And my heart will go on and on
(Dan hatiku akan terus bertahan)
Selama dudung bernyanyi, kening para tamu mengkerut karena mendengarkan lagu dan musik yang tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Mereka mendengar suara monoton dari nada tuts piano yang selalu salah nada tanpa adanya komposisi paduan nada dan melodi yang harmoni.
Belum lagi suara sang penyanyi yang sangat sumbang dan terdengar fals. Beberapa kali suara sang penyanyi jatuh dan tidak sampai ke nada tinggi yang seharusnya. Suaranya juga sangat datar saat berada di nada yang rendah.
"Sist,... bro,.... seingat gue ni lagu kan lagu yang sangat bagus dan enak didengar... kok sekarang gue merinding ya kalo dengar lagu ini." Kata salah satu tamu wanita kepada teman-temannya sambil berbisik.
"Iya sist.... bulu kuduk gue juga merinding kayak dengar musik horor" jawab temannya membalas pertanyaan temannya.
"Iya benar sis.... telinga gue malah mulai sakit karena mendengar polusi suara kayak gini." Kata teman wanitanya yang lain.
Mereka pun memutuskan untuk memasang earphone ke smartphonenya dan menyetel ulang rekaman video elte saat menyanyi sebelumnya.
Beberapa tamu laki-laki sangat semangat merekam aksi dudung secara live karena media sosialnya kini ramai menertawakan aksi penanyi yang disangka sedang stand up comedy. Para netizen pun ramai-ramai mulai membuat meme comic yang digunakan sebagai bahan celotehan, bahan bacolan atau bahan sindiran. Para tamu laki-laki itu sesekali menahan tawa mereka saat membaca komentar para netizen. Hatinya berbunga-bunga melihat jumlah view dan comment yang terus bertambah.
"Pa... itukan lagu kenangan kita saat pacaran.... kayaknya mulai sekarang mama jadi trauma kalo dengar lagu ini pa" kata ibunya diah berbisik di telinga suaminya.
"Iya ma.... papa juga kayaknya berpikir sama" balas suaminya.
Pak halim beserta kedua anak dan menantunya memutuskan untuk pergi keluar aula untuk menenangkan kedua telinga mereka. Mereka ingin beristirahat kembali ke ruangan pak halim yang ada di gedung sebelah di rumah sakit tradisional. Pak surya dan pak salim berharap agar ayahnya dapat memeriksa kondisi telinga mereka semoga baik-baik saja.