
Sementara itu di sekolah SD Neg. 98765 di kelas 2A, elte mendapatkan informasi dari teman-temannya kalau dadang berhenti sekolah dan pindah ke ibu kota negara bersama ibu dan kakaknya.
Sugeng, kakak dadang awalnya menolak pindah keluar negeri karena akan terpisah dengan pujaan hatinya.
Tapi ibunya mengatakan bahwa sugeng dan dadang pindah keluar negeri untuk melakukan operasi khusus, agar kedua anaknya bisa sembuh dari cacat fisik yang mereka alami. Jika kaki sugeng sudah normal, dipastikan yuna sang pujaan hati akan mau menerima sugeng.
Mendengar penjelasan ibunya, sugeng pun setuju bahagia.
Anto wiranto sengaja mengirim keluarganya ke ibu kota untuk menghindari beberapa wartawan yang ingin mewawancarai keluarganya.
Selain itu sang walikota itu ingin bebas menikmati servis plus dari sekertarisnya yang bahenol.
Setelah mendengar kepindahan dadang beserta ibu dan kakaknya, elte ingin memberikan balasan buat teman-teman dadang agar jera membully teman sekolahnya.
Elte berusaha memikirkan cara untuk membuat para pembully di sekolah kapok dan bertobat.
Jika dia menggunakan kekuatannya untuk terlihat kasat mata, kemudian memberi pelajaran fisik ke para pembully, ada kemungkinan rahasianya akan terbongkar. Dan elte tidak ingin membunuh teman sekolahnya sendiri hanya untuk menjaga rahasianya.
Jika dia datang langsung memukuli para pembully itu, elte sadar kalo dirinya kurang bisa bela diri.
Kalau teman-teman sekolahnya saja yang suka membully, tidak bisa ia buat kapok, bagaimana mungkin preman dan penjahat yang menjahati para penghuni panti. Apalagi kalo nanti ketemu dengan keluarga penjaga pusaka yang menguasai kultivasi elemen.
Setelah menyerah memikirkan langkah untuk membalas para pembully agar taubat, elte memutuskan untuk ke perputakaan untuk mengajar yuni sesuai janjinya.
Saat tiba di perpustakaan, batang hidung yuni belum kelihatan. Elte lalu mengambil beberapa buku tentang pelajaran olahraga dengan materi seni bela diri pencak silat.
Ketika ingin membaca buku tersebut, muncul ide elte untuk mencoba kekuatan persepsinya apakah bisa digunakan untuk menyerap ilmu yang ada di dalam buku tersebut.
Sambil memegang buku tersebut seakan-akan sedang membaca sampul buku, elte mencoba berkonsentrasi menggunakan persepsi untuk mendeteksi kalimat-kalimat dalam buku tersebut.
Tiba-tiba dalam pikirannya ia merasakan kilasan kalimat-kalimat dalam buku itu mengalir ke otaknya.
Tidak sampai sepuluh detik kemudian, elte merasa telah menghapal dan memahami seluruh isi buku tersebut.
Elte sangat senang dengan kemampuan tersebut dia berencana untuk membaca semua buku-buku yang ada di perpustakaan dengan kemampuan persepsinya. Jika semua buku-buku dalam perpustakaan itu sudah ia kuasai, ia akan mencari perpustakaan bahkan toko buku untuk ia coba baca dan pahami.
Beberapa saat kemudian, yuni datang dengan kedua teman akrabnya.
Lina serlina seorang gadis manis dengan tubuh padat dan kulit putih susu. Dimulutnya terdapat sepasang gigi kelinci yang membuatnya nampak manis jika tersenyum dengan pemanis lesung pipi sebelah kanan.
Lani sermani seorang gadis manis dengan tubuh padat dan kulit kuning langsat. Matanya bulat dengan berwarna biru dan rambut hitam agak kemerahan.
Lina dan lani adalah teman akrab yuni sejak TK, mereka selalu kompak bersama-sama. Mereka semua adalah anak-anak orang kaya dan selalu diantar supir jika berada di luar rumah.
Kecantikan dan kekayaan mereka tidak diimbangi dengan otak ala kadarnya. Jika bukan karena pengaruh orang tuanya, mungkin ketiga anak itu akan selalu tinggal kelas.
Perkembangan yuni yang sebelumnya mendapat poin paling jelek saat ujian, kini yuni selalu mengantongi angka seratus di tiap ujian hariannya selama tiga minggu ini. Melihat perkembangan tersebut membuat kedua sahabatnya ingin belajar bersama yuni.
Setelah tahu bahwa yuni sekarang memiliki guru privat, kedua sahabat itu meminta agar dapat ikut bergabung.
Saat mengetahui guru privat yuni adalah sang juara sekolah dengan bakat memulung sampah.
Lina dan lani menjadi ragu untuk ikut bergabung. Mereka takut terkena penyakit kulit jika dekat dengan anak yang dikenal dengan julukan "sampah cerdas"
Elte yang saat itu sedang mengaktifkan kemampuan telepatinya, dapat membaca pikiran lina dan lani.
Merasa tidak percaya diri, elte ijin ke toilet dengan alasan buang air besar.
Lina dan lani menjadi tambah jijik mendengar buang air besar apalagi dari mulut sampah cerdas itu.
Lina dan lani mengajak yuni ke kantin dan membujuk yuni agar menunda privatnya untuk hari ini.
Setelah berpikir sejenak, yuni setuju dan pergi ke kantin bersama kedua sahabatnya.
Sepulang sekolah, elte meminta ijin ke yuni dan sang supir untuk keluar ke warnet dekat sekolah dan janji akan pulang sore ke rumah yuni.
Elte juga minta tolong ke pak supir, meminjam uang untuk ke warnet dan janji membayarnya bulan depan.
Setelah mendapatkan uang untuk ke warnet. Elte lalu pergi ke warnet dekat sekolah. Elte penasaran apakah kemampuannya membaca buku lewat telepati bisa ia terapkan di mesin atau jaringan internet.
Memasuki warnet pada hari itu merupakan pengalaman pertama buat elte. Sebelumnya, selain tidak ada waktu karena harus pergi memulung sampah, elte juga menyayangkan uang tabungannya untuk digunakan main komputer.
Warnet itu terdiri atas dua lantai, di lantai satu terlihat beberapa komputer disusun berjejer dan sekumpulan bocah alay bin lebay sedang ribut bermain game online.
Di lantai dua terlihat beberapa ruangan kecil yang dapat menjaga privasi para pengguna internet.
Elte lalu mendaftar ke admin agar diberi akses login ke salah satu komputer.
Setelah mendapatkan user dan password, elte memasuki salah satu ruangan sesuai nomor ruangan yang telah dia dapatkan dari admin.
Saat hendak duduk, elte mendengar suara tikus berdecit-decit di ruangan sebelah. Karena penasaran elte memeriksa kondisi ruangan sebelah menggunakan persepsi lingkungan.
Elte mengira di samping ruangannya ada tikus besar sedang melahirkan. Ternyata di ruangan tersebut, terdapat sepasang pria dan wanita sedang saling pangku dan menempelkan kedua bibirnya saling memberikan nafas buatan.
Elte tidak mengerti apa yang sedang mereka lakukan namun elte terkejut saat salah satu anggota tubuhnya secara perlahan mengeras
Bingung dengan apa yang terjadi pada kondisi tubuhnya, elte berusaha konsentrasi untuk meredam pikiran aneh yang berkecamuk akibat suara tikus aneh di samping. Kepala atas elte berusaha mencapai mufakat dengan kepala bawahnya.
Setelah hampir lima menit elte diam berkonsentrasi, akhirnya kedua kepala mencapai mufakat sehingga elte mulai mencoba melatih kemampuannya.
Elte menyentuh PC Komputer dan mencoba mempelajari mesin itu dengan kemampuan persepsinya.
Elte dapat melihat komponen-komponen di dalam PC tersebut seperti harddisc, dvd room, power supply, mother board dan komponen-komponen lainnya yang saat itu elte belum tahu namanya.
Dengan meningkatkan konsentrasinya, elte mencoba melihat lebih dalam komponen-komponen tersebut. Di dalam power supply, elte melihat banyak komponen elektronik yang ia tidak kenal seperti resistor, kapasistor, induktor, dioda, transistor, ic-ic regulator, heatsink, dan masih banyak lagi.
Dengan melihat sebuah pergerakan elektron bebas pada komponen tersebut, elte memahami prinsip kerja power supply sebagai sumber listrik yang mengubah tegangan 220VAC menjadi tegangan yang sesuai.
Elte juga mencoba mempelajari prinsip komponen lainnya. Namun untuk motherboard, ada sebuah komponen elektronika yang ia kurang pahami yakni mikroprosesor.
Setelah mempelajari prinsip kerja seluruh PC, elte kemudian mencoba memasukkan user dan password sesuai login dari admin.
Karena elte belum pernah main internet, setelah login, elte tidak mengerti langkah selanjutnya.
Akhirnya setelah diam sejenak, elte memutuskan untuk mencari orang yang sudah mahir menggunakan komputer lewat persepsi lingungan.
Setelah menemukan orang yang tepat, ia membaca pikiran tersebut tentang bagaimana cara menggunakan browser untuk berselancar mencari informasi.
Setelah paham cara menggunakan internet, elte mencoba memasuki dunia online dengan kesadaran persepsinya.
Karena kelelahan, elte memutuskan untuk tidur dan beristirahat sebentar. Sambil tidur, elte memasuki alam bawah sadarnya yang gelap gulita untuk berdiskusi dengan sang phoenix.
.........
Sang phoenix mengangguk-angguk mendengar penjelasan elte, ia berkata bahwa kemungkinan Mikroprosesor yang diceritakan elte memiliki prinsip kerja dengan batu mineral khusus dengan campuran semikonduktor yang ia gunakan untuk membuat segel.
Sang phoenix mengatakan bahwa, tidak semua hal bisa dipahami dengan hanya menggunakan telepati dan persepsi.
Semua kemampuam pasti ada batasnya. Apalagi dengam kekuatan mental elte yang masih selevel alien kasta bawah.
contoh batasan itu misalnya dengan kemampuan persepsi membaca pikiran, dapat ditangkal dengan logam khusus yang bisa memblokir gelombang yang dipancarkan oleh imajinasi pemilik telepati.
Telepati juga bisa membaca pikiran dan ingatan orang jika orang tersebut sedang memikirkan atau mengingat hal tersebut. Makanya si pemilik telepati harus bertanya ke korban agar memancing korban tersebut memikirkan hal yang ingin dibaca.
Seluruh informasi yang dibaca oleh kekuatan persepsi, baik itu dari buku maupun internet, hanya sebatas pengetahuan saja sehingga untuk informasi yang berhubungan dengan keterampilan fisik, tidak membuat pemilik telepati langsung mahir menggunakannya.
Membaca buku tentang seni bela diri atau cara mengendarai motor dan mobil, tidak akan bisa langsung membuat pemilik telepati menguasai hal-hal tersebut. Elte tetap harus mau berlatih agar tubuh elte dapat mengimbangi kecerdasan otak elte.
Telepati juga tidak bisa digunakan untuk memahami sesuatu yang seperti emosi, perasaan, roh maupun tentang jiwa.
Ada beberapa hal yang tetap perlu dipelajari karena otak si pemilik telepati belum mengenal objek tersebut.
Contoh saat elte menggunakan persepsi untuk mencoba memahami prinsip kerja komputer, elte tidak langsung paham karena walaupun elte melihat langsung prinsip kerjanya namun elte belum mengenal komponen-komponennya.
Nanti setelah elte melakukan browsing secara manual untuk mengenal komponen-komponen tersebut. Barulah elte secara sempurna memahaminya.
"Aku sangat menyarankan agar elte mempelajari dasar-dasar ilmu alam secara terstruktur dari level basic hingga advanved"
"Elte juga sebaiknya mencari beberapa guru untuk tempat berdiskusi karena aku juga merasa ilmu teknologi jaman sekarang sangat maju pesat sehingga aku merasa ketinggalan teknologi"
Kata sang phoenix menutup diskusi mereka.
.........
Elte terbangun dari tidurnya dengan kekuatan mental yang kembali penuh. Ia lalu mencoba kembali memasuki dunia internet melalui persepsi.
Elte mengingat saat browsing, ia harus memasukkan kata kunci agar dapat menampilkan informasi yang sedang dicari.
Mengingat hal itu, elte mencoba berkonsentrasi memikirkan sebuah informasi yang ia ingin cari dan tiba-tiba elte seperti tersedot ke dalam jaringan tersebut. Elte kemudian disugukan beberapa informasi dengan visualisasi berbasis hologram di depan matanya. Seperti iron man saat berdialog dengan jarvis.
Setelah mengetahui cara menggunakan dan mengendalikan persepsinya di dunia internet, elte melihat ada banyak sekali sumber ilmu yang dapat ia pelajari.
Elte juga dapat menyusup ke komputer-komputer yang terhubung dengan internet tanpa harus takut terdeteksi, karena elte melakukan hacking tidak menggunakan identitas IP komputer yang ia gunakan, tetapi menggunakan kesadaran dan persepsi sehingga tidak meninggalkan jejak di log history sistem pada komputer yang ia serang.
Elte dapat menggunakan kemampuan barunya untuk mengakses CCTV manapun dan kapanpun asal terhubung dengan internet.
Mengingat ibu pantinya yang sedang dipenjara, elte mencoba menyusup ke semua CCTV penjara tersebut.
Dari CCTV tersebut, elte dapat memonitoring kondisi ibu pantinya. Terlihat ibu pantinya menggunakan baju penjara dan terlihat lebih kurus.
Tanpa sadar, elte meneteskan air mata melihat kondisi ibu pantinya, elte yakin 100% bahwa walikota adalah dalang dari kejadian yang menimpa para penghuni panti.
Saat ibu panti sedang duduk di atas kursi di pinggir lapangan yang ada di dalam penjara.
Beberapa narapidana wanita mendekati ibu panti dan membully sang ibu panti dengan menjambak rambutnya.
"Hmmmmm....... sepertinya nanti malam saya harus beraksi melakukan sesuatu untuk membantu ibu panti" kata elte sambil mengepalkan kedua tangannya menahan amarah.
Setelah beberapa jam di warnet, tanpa terasa waktu sudah sore mendekati maghrib. Elte lalu keluar ruangan dan menuju admin untuk membayar.
Setelah membayar biaya penggunaan internet, elte lalu pulang ke rumah pak jaya dengan mencoba kemampuan shieldnya agar kasat mata, dan telekinesisnya untuk melayang terbang dengan kecepatan sedang.
Setibanya di dekat rumah pak jaya, elte lalu menuju semak-semak di antara tanaman hias yang terpasang di depan tembok pagar rumah pak jaya.
Elte lalu menonaktifkan kemampuannya dan keluar dari balik tanaman hias tersebut.
Elte lalu mengetuk pintu pagar dan menekan bel pintu hingga sang supir membuka pagar.
Setibanya di kamar tamu, elte membersihkan dirinya dengan mandi di kamar mandi yang ada di dalam kamar.
Setelah mandi, elte menyempatkan dirinya beribadah dan setelah itu ia beranjak ke tempat tidur.
Saat di tempat tidur, elte teringat bahwa di rumah pak jaya kemungkinan ada wifi internet. Elte lalu berkonsentrasi mencoba kemampuannya, apakah mampu menyusup ke dalam akses internet melalui wifi yang ada di rumah tersebut.
Setelah beberapa saat, elte berhasil menyusup ke dalam wifi untuk berselancar di dunia internet.
Elte mencari informasi bagaimana caranya bisa mendapatkan banyak uang dalam waktu singkat. Ada empat cara yang ia temukan agar bisa kaya mendadak.
Cara pertama adalah mencuri atau merampok uang di bank. Dengan kemampuan elte menghilang dan menembus tembok, elte yakin tidak akan tertangkap.
Namun elte tidak akan melakukan cara pertama, karena elte merasa akan membuat kedua orang tuanya yang telah berada di alam kubur akan merasa sedih.
Cara kedua adalah dengan bermain saham atau trading. Elte juga yakin dengan kemampuan hack nya, dia bisa menyusup ke server-server bursa perdagangan saham dan bursa perdagangan lainnya yang berkantor pusat di Wall Street dan di Distrik Keuangan termasuk NYSE, NASDAQ, AMEX, NYMEX, dan NYBOT.
Namun untuk menarik keuntungan, elte harus memiliki akun bank sendiri yang saat ini akan sulit dilakukan dengan umurnya yang masih enam tahun.
Cara ketiga adalah dengan menjadi artis film atau penyanyi.
Walaupun elte tidak bisa menjadi artis film karena tidak bisa akting, namun untuk menjadi penyanyi, elte sedikit percaya diri karena sering mendapatkan pujian, memiliki suara yang sangat merdu saat mengaji melantunkan ayat-ayat suci.
Namun elte tidak ingin terkenal karena bisa menjadi pusat perhatian dan elte merasa harus waspada dengan keluarga penjaga pusaka atau organisasi bungan matahari.
Cara keempat adalah dengan menjadi seorang spesialis yang dicari orang seperti dokter ahli, insinyur atau engineer, konsultan ahli dan spesialis lainnya.
Elte yakin bisa menjadi dokter yang hebat dan bisa menyembuhkan pasiennya yang telah terbukti dengan kejadian beberapa minggu yang lalu saat ia berhasil menyembuhkan semua pasien di rumah sakit.
Namun elte mendapatkan informasi di dunia internet bahwa untuk dapat menyembuhkan orang lain membutuhkan ijin dan licensi.
Tanpa licensi tersebut, elte akan ditangkap polisi dengan tuduhan praktek ilegal.
Setelah berpikir tentang posisi spesialis yang sesuai dengan kondisinya, elte memutuskan akan mencari uang melalui kemampuannya memperbaiki mesin-mesin yang rusak.
Elte bertekad akan belajar lebih keras untuk menjadi seorang engineer yang hebat agar bisa memperbaiki semua jenis mesin.
Dengan kemampuan persepsinya untuk memahami prinsip kerja dari segala jenis mesin, elte yakin dapat dengan mudah mencapai keinginannya itu.