
Setelah manusia itu terbangun dari tidurnya dan berhasil memulihkan kesadarannya secara utuh, beberapa menit kemudian ketua pemimpin para alien atau sang phoenix membuat portal dimensi dan membawa manusia itu ke lokasi candi yang telah diceritakan sebelumnya.
Saat tiba di candi tersebut, terlihat beberapa tugu prasasti yang memiliki ukiran-ukiran gambar manusia yang sedang hidup berburu dan berperang melawan sesama umat manusia.
Manusia itu pun mencoba bertanya ke ketua pemimpin alien atau sang phoenix tentang ukiran tersebut. Menurut penjelasan alien tersebut bahwa ukiran-ukiran itu adalah kilasan mimpi buruk saat phoenix itu baru tersadar beberapa puluh tahun yang lalu setelah penyerangan raja naga. Ukiran-ukiran gambar pada tugu prasasti tersebut juga berfungsi sebagai pengecoh bagi manusia yang kelak menemukan lokasi candi ini di masa depan.
Di candi tersebut terlihat sebuah lubang yang di dalamnya terdapat kotak peti kecil yang sedang terbuka dan di dalam peti tersebut terdapat delapan mutiara dengan berbagai warna dan sedang berkedip-kedip terlihat indah sekali. Kedelapan mutiara tersebut berbentuk telur puyuh kecil dengan susunan mengelilingi sebuah mutiara dengan bentuk yang sama dengan ke delapan mutiara lainnya tetapi tidak berkedip-kedip dan terlihat seperti kaca yang bening atau tanpa warna.
"Kamu lihat mutiara bening di tengah-tengah mutiara lainnya yang berwarna dan berkedip-kedip itu" tanya si alien kepada manusia yang masih terlihat bingung dengan maksud keberadaan peti dan mutiara-mutiara itu.
" iya, aku melihatnya dengan sangat jelas namun tidak memahami maksud dan tujuannya" jawab manusia itu dengan terlihat masih bingung
"Kedelapan mutiara itu berfungsi sebagai penetral kekuatan sihir seperti tali pengekang yang saat ini mengikat raja naga. Mutiara ini juga mencegah kemampuan telepati dan menghalau shield pelindung telekinesis seperti yang dimiliki para alien." Kata alien itu mulai menjelaskan fungsi kedelapan mutiara itu
"Adapun mutiara bening yang aku tunjuk tadi akan menjadi wadah sementara dari inti phoenix yang nantinya akan dibuat dengan menggabungkan kembali inti naga atau beast core raja naga dengan inti alien di dalam tubuhku" lanjut alien itu sambil tetap menunjuk peti beserta kesembilan mutiara yang sedang dijelaskan.
"Pada tutup peti itu terdapat tombol yang jika ditekan akan mengaktifkan proses penguburan lubang tempat peti itu sedang tersimpan saat ini" kata alien menjelaskan dengan menunjuk kotak penutup peti dan lubang tempat peti itu berada
"Tombol itu juga akan mengaktifkan segel pelindung sehingga lokasi candi ini akan tersembunyi dari kemampuan sihir dan kemampuan telepati yang ingin mendeteksi keberadaan candi ini. Segel ini terpasang hingga waktu dan takdir dari sang pewaris melemahkan segel pelindung untuk ditemukan kembali" lanjut alien atau sang phoenix
"Saat kau telah menekan tombol tersebut maka kau harus segera meninggalkan tempat ini ke luar dari candi karena kemampuan dari batu teleportasi tidak akan bekerja di dalam formasi tugu prasasti yang mengelilingi lubang ini" kata si alien sambil menunjuk tugu-tugu prasasati yang manusia tanyakan sebelumnya
Alien itu kemudian pergi ke belakang salah satu tugu dan mengambil sebuah helm logam dan sebuah kalung yang terdiri dari rantai kecil dan sebuah bola batu berwarna hitam dengan ukuran diameter sebesar dua centimeter.
"Ini adalah helm seperti milik para prajurit naga untuk menghalangi kemampuan telepati para alien dan telah aku modifikasi dengan campuran batu mineral khusus sehingga helm ini dapat membuat penggunanya terlihat kasat mata saat digunakan. Dan batu yang terdapat pada kalung ini adalah batu teleportasi yang telah aku ceritakan sebelumnya." Kata alien itu sambil memperlihatkan helm dan kalung yang tadi dia ambil dari belakang salah satu tugu prasasti
Alien itu menyerahkan helm dan kalung kepada manusia itu untuk segera digunakan. Manusia itu menggunakan kalung di lehernya kemudian memakai helm logam di kepalanya. Sesaat setelah menggunakan helm tersebut, si manusia terlihat kasat mata namun alien masih mampu mengetahui posisi manusia melalui persepsi alien.
Alien itu lalu pergi menuju kotak peti di dasar lubang dengan melayang-layang menggunakan telekinesis kemudian mengambil mutiara bening yang berada di tengah-tengah mutiara lainnya.
"Baiklah mari kita kembali ke markas alien untuk mulai menjalankan rencana yang telah kita bicarakan sebelumnya" kata alien itu sambil menyerahkan mutiara bening tersebut ke manusia
Alien dan manusia itu lalu keluar dari goa dan kembali ke markas melalui portal dimensi yang diciptakan oleh si alien itu.
Setelah tiba di markas, alien itu menyuruh manusia tersebut agar selalu berada di sekitarnya karena batu teleportasi yang ada di kalung manusia itu dapat mengacaukan pikiran para alien menganggap si pemakai kalung itu sebagai ketua mereka.
Jika manusia itu berada jauh dari ketua pimpinan alien yang sebenarnya maka para alien akan kebingungan karena mendeteksi dua ketua pimpinan secara bersamaan.
Hal ini dapat berpotensi mengacaukan segel pengacau pikiran yang telah di tanam oleh ketua alien sebelumnya
Ketua alien itu kemudian mengajak manusia tersebut untuk beristirahat ke ruangan khusus ketua alien, karena ketua alien itu juga ingin beristirahat selama beberapa jam karena seharian menguras kekuatan mental untuk membuat portal dimensi beberapa kali.
Karena ketua alien telah hidup jutaan tahun sehingga kekuatan mental sang ketua jauh di atas para pemimpin yang lain. Apalagi ketua pimpinan adalah sumber asli kloning para alien sehingga inti kehidupannya juga lebih murni seperti beast core raja naga.
Setelah dua puluh empat jam tertidur memulihkan mental, sang ketua alien lalu kembali berdiskusi bersama manusia, yang selalu memakai helm logam dan kalung batu teleportasi, untuk membahas rencana yang akan mereka lakukan segera.
Manusia tersebut memberikan sedikit masukan-masukan tentang teknis pelaksanaan yang lebih detail dan membuat ketua alien tersebut mengangguk puas dengan rencana tersebut.
Ketua alien dengan telepati memerintahkan prajurit alien untuk membawa raja naga yang terikat dan masih dalam keadaan tertidur karena secara rutin diberikan racun tidur.
Ketua alien juga menyegel pikiran para pimpinan alien yang lain untuk tertidur selama dua puluh empat jam selama proses penggabungan inti phoenix berlangsung. Sebelum memulai operasi penggabungan inti, ketua alien juga membuat segel pelindung di ruangan penelitian tersebut agar tidak ada gangguan.
Ketua alien menggunakan persepsi untuk mempelajari kondisi tubuh dari kadal yang telah memakan tubuhnya jutaan tahun yang lampau. Setelah memahami prinsip kerja tubuh raja naga itu, alien lalu mencoba membelah dada dan perut raja naga.
Kulit raja naga sangat keras sehingga membutuhkan beberapa jam hingga berhasil mengeluarkan beast core tersebut.
Dengan menggunakan mutiara bening yang telah dipersiapkan sebelumnya, beast core atau inti naga tersebut kemudian diserap habis oleh mutiara berwarna bening.
Setelah inti naga dikeluarkan dari tubuh raja naga dan habis diserap oleh mutiara bening tadi, tubuh raja naga tiba-tiba bercahaya terang menyilaukan mata dan beberapa saat setelah cahaya tersebut meredup dan hilang kembali, terlihat tubuh raja naga yang tadinya berbentuk manusia berbadan kekar, berubah menjadi kadal tua yang kurus kering sepanjang setengah meter.
Ketua alien dan manusia sempat tertegun sejenak menyaksikan kejadian tersebut. Beberapa saat kemudian ketua alien mengatakan bahwa dia juga akan mulai mengeluarkan inti kehidupannya.
Sang ketua alien meminta agar nanti setelah intinya ia keluarkan dan habis diserap oleh batu mutiara bening, ia memohon agar jasadnya dan jasad raja naga agar ikut di letakkan di samping kotak peti agar ikut terkubur.
Setelah manusia menyanggupi permintaannya, ketua alien memindahkan jasad kadal ke bawah ranjang batu menggunakan telekinesis dan selanjutnya ia naik dan berbaring ke atas ranjang batu tersebut.
Ketua alien lalu meminta maaf kepada manusia itu atas keteledorannya menciptakan kaum naga dan kaum alien. Setelah mendapatkan maaf dari manusia, sang ketua tersenyum sesaat kemudian mulai membelah kepalanya mengambil inti kehidupannya.
Inti kehidupan alien yang telah berhasil ia keluarkan lalu ia letakkan di atas perutnya bersama dengan batu mutiara bening yang telah diletakkan sebelumnya.
Dengan sisa-sisa kesadarannya, ketua pimpinan alien yang juga adalah sang burung keabadian phoenix, melihat inti kehidupannya diserap oleh mutiara bening di atas perutnya.
Bersamaan dengan habisnya inti kehidupan tersebut diserap oleh mutiara bening, kesadaran ketua alien pun perlahan lenyap dan tubuh alien itu bercahaya terang menyilaukan.
Beberapa saat kemudian, cahaya itu meredup dan memperlihatkan jasad seekor kodok tua yang kurus kering setinggi seperempat meter.
Manusia yang menyaksikan kejadian tersebut sempat tertegun dan sedikit merasa sedih karena kehilangan sosok yang tanpa sadar dianggap sebagai pembimbing hidupnya.
Sekilas teringat bayangan masa lalunya yang selalu hidup ketakutan bersama keluarganya atas ancaman perbudakan oleh kaum naga sebelum mereka diculik oleh alien.
Terbayang juga sebuah kenangan tentang perlakuan istimewa selama ini oleh para pimpinan dibandingkan manusia lainnya yang selama ini ia tidak sadari.
Dibandingkan dengan manusia lainnya, ia adalah manusia yang selalu dikirim menyusup ke kerajaan naga untuk menpelajari keadaan di sana. Diantara manusia lainnya, cuma ia yang mendapatkan kesempatan mengupgrade dantian dengan satu elemen, ke dantian dengan dua elemen dan terakhir dengan menjadi dantian dengan tiga elemen.
Bahkan belakangan ia baru mengetahui bahwa di tubuhnya terdapat dua dantian masing-masing dengan tiga elemen yakni dantian dengan elemen tanah, api dan air serta dantian dengan elemen angin, api dan air.
Manusia itu juga mendapatkan kepercayaan khusus untuk menjadi satu-satunya orang yang dapat keluar masuk goa untuk berdiskusi dengan para pimpinan.
Setelah terdiam beberapa saat mengenang kejadian yang ia tidak sadari, manusia itu lalu mengambil mutiara bening dan kedua jasad hewan yang telah mengering.
Dengan meninggalnya ketua alien, maka batu teleportasi yang ada di kalung manusia itu dapat aktif digunakan. Selanjutnya manusia itu melakukan teleportasi sesuai bimbingan ketua alien sebelumnya.
Di dalam candi di pegunungan belahan selatan daratan bumi, manusia itu meletakkan mutiara bening di tengah-tengan ke delapan mutiara yang ada di dalam kotak peti. Manusia itu juga meletakkan jasad kedua hewan milik raja naga dan ketua alien di sebelah kiri dan kanan kotak peti tersebut.
Setelah menekan tombol di atas kotak peti itu, manusia yang menggunakan helm dan kalung itu pun segera keluar dari goa. Beberapa saat kemudian terjadi gempa kecil dan goa berisi candi itu lenyap terhisap oleh sebuah portal dimensi.
Menurut penjelasan ketua alien saat berdiskusi di markas alien, goa tersebut akan dipindahkan ke dimensi khusus di luar planet bumi dan jika sang pewaris telah muncul dan berumur enam tahun maka goa itu akan kembali ke bumi secara acak terkubur di bawah tanah.