WUMMM

WUMMM
28. Aether, Elemen Dasar Kelima



Di alam bawah sadarnya, elte banyak berdiskusi dan belajar tentang kultivasi Nasi Pepes ke sang leluhur. Elte hanya bisa belajar secara teori karena ia tidak bisa berkultivasi tanpa berada di alam sadarnya.


"Saya jadi teringat, saat akan ditembak oleh para penjahat, tanpa sadar saya mengeluarkan aura naga padahal sebelumnya saya belum pernah berkultivasi." Kenang elte saat menghadapi para pelaku penculikan.


"Pada saat itu saya merasakan emosi berlebihan dari rasa takut akan kematian, rasa marah akibat kelakuan mereka terhadap ibu panti, rasa sedih karena akan berpisah dengan yuni, rasa kecewa karena menyadari kelemahanku tidak bisa melindungi mereka semuanya." Lanjut elte.


"Mungkin karena kamu spesial telah memiliki inti phoenix sehingga dalam kondisi emosi yang berlebihan, kekuatanmu bisa muncul namun setelah itu kamu akan pingsan beberapa jam." Jawab sang leluhur.


"Oh iya..... sang phoenix sebelum tertidur selama lima tahun, ia sempat menyinggung tentang sisa kaum naga dan alien. Bukannya saat itu manusia telah memusnahkan mereka." Tanya elte yang mengingat kata-kata sang phoenix.


Sang leluhur terdiam sejenak menatap ke atas dengan tatapan menyesal. Ia menghembuskan napasnya untuk melepas beban di hatinya.


"Mungkin ini adalah takdir yang sudah digariskan oleh sang pencipta" jawab sang leluhur membuat elte mengkerutkan keningnya.


"Seribu tahun setelah memusnahkan kaum naga dan kaum alien, sang phoenix berkunjung ke dalam mimpiku, menceritakan kilasan masa depan yang akan terjadi."


"Akan ada masa dimana kaum manusia, kaum naga dan kaum alien akan bekerja sama melawan sang penghancur atau sang pemusnah." Kening elte makin mengkerut mendengar penjelasan sang leluhur.


"Apa saja yang sudah diceritakan oleh sang phoenix kepadamu ?" Tanya sang leluhur.


"Beliau tidak bercerita tentang kaum naga dan kaum alien yang kelak akan bekerja sama  dengan kaum manusia melawan sang penhancur. Beliau juga tidak menjelaskan kenapa kaum naga dan kaum alien tidak musnah saat itu"


"Ia hanya bercerita bahwa saat ini kaum naga dan kaum alien, masing-masing telah terisolasi di alam semesta lainnya melalui sebuah portal dimensi khusus" jawab elte mengenang perpisahannya dengan sang phoenix


"Baiklah...... mungkin aku akan menceritakan kisah yang pernah phoenix ceritakan kepadaku sebelumnya."


"Menurut sang phoenix, jauh sebelum ia diciptakan sebagai burung api keabadian yang bertugas sebagai penjaga dan pemelihara alam dan umat manusia. Sang pencipta telah menciptakan seekor kera kecil tanpa ekor, berkulit merah, berbulu hitam lebat, berhidung babi, bermata satu dengan ukuran kecil, bertanduk kambing, bertubuh gemuk dengan perut buncit dan dikenal dengan nama diavolo pithekos."


"Diavolo pithekos diciptakan untuk menghancurkan alam jika kehidupan di alam tersebut dianggap sudah tidak bisa diselamatkan kembali, agar alam dapat lahir kembali dengan wujud barunya."


"Sang phoenix dan Diavolo pithekos diciptakan dengan lima elemen dasar yakni elemen api, elemen air, elemen angin, elemen tanah dan elemen aether." Sang leluhur menceritakan kisah sang phoenix yang belum pernah didengar oleh elte.


"Diavolo pithekos?........Elemen aether ?......" elte makin tidak mengerti jalan dari cerita ini, ia merasa episode kehidupannya makin tidak jelas dan berputar-putar.


"Ekspresi wajahmu sama dengan ekspresi wajahku saat baru mendengar cerita ini. Aku mengira sang phoenix sedang bercanda karena baru bertemu kembali setelah seribu tahun tertidur."


"Keraguanku musnah saat aku mencoba mendatangi ke dua alam milik kaum naga dan kaum alien. Aku bisa berteleportasi ke alam itu karena bantuan batu teleportasi dan tingkat kultivasiku sudah lebih seribu tahun."


"Aku juga harus berteleportasi pada waktu dan lokasi khusus yang telah diajari oleh sang phoenix."


"Namun karena melakukan teleportasi tersebut, tingkat kultivasiku menurun drastis sehingga aku menjadi rentan untuk diserang oleh kelompok lain yang ingin merebut helm kasat mata dan batu teleportasi."


 


"Sebelum meninggal, sang phoenix datang di alam bawah sadarku untuk menyimpan sedikit kesadaranku agar aku bisa menggunakannya dua kali."


"Phoenix dan diavolo pithekos memiliki kekuatan yang hampir sama yakni kekuatan pengendali lima elemen dasar."


"Kebanyakan manusia hanya mengetahui bahwa segala sesuatu di alam semesta ini hanya terdiri dari empat elemen dasar, yakni Air, Api, Udara, dan Tanah. Namun segala sesuatu nya tidak akan eksis jika tidak ada satu unsur pendukung yang dinamakan ruang dan waktu. Bila waktu itu tidak ada, maka tidak akan ada ruang. Dan bila tidak ada ruang, waktu pun tidak ada." Sang leluhur mulai menjelaskan tentang elemen aether dengan sebuah analogi yang membuat elte mulai menjambak rambutnya karena pusing.


"Logika sederhananya, kamarmu bisa ada lemari dan perabotan itu karena ada ruang kosong. Terus ruang kosong itu kenapa bisa ada? Dan sudah berapa lama ruang itu jadi ruang kosong. Jadi ternyata ruang kosong itu ada karena pergerakan partikel sehingga terjadilah ruang kosong."


"Di luar angkasa adalah ruang hampa udara, lalu mengapa cahaya matahari yang membutuhkan media perambatan dapat sampai menyinari bumi, lalu mengapa di bulan dan bintang masih ada gravitasi."


Sang leluhur mulai tersenyum melihat wajah elte yang memilih pura-pura mengerti setelah berpikir dengan keras. Elte hanya bisa mengingat materi pelajaran tentang sains kuno yang membahas media penghantar cahaya di ruang hampa yang disebut aether.


Sang leluhur mulai kasihan dengan penjelasannya yang sangat filosofis, sang leluhur hanya ingin elte merasakan pengalamannya saat dirinya pusing mendengar penjelasan phoenix


"Mungkin cukup sulit menjelaskan arti dari elemen dasar kelima ini. Jika elemen tanah disebut sebagai elemen bumi, elemen aether bisa kita sebut sebagai elemen langit."


"Jika elemen api, air, tanah dan angin, memanipulasi besaran fisik seperti suhu panas, suhu dingin, kelembaban, tekanan dan sejenisnya, maka elemen langit ini dapat memanipulasi ruang dan waktu serta realitas dan imajinasi." Sang leluhur langsung memberikan kesimpulan penjelasan sang phoenix yang sebenarnya masih sangat panjang dengan hal-hal yang memusingkan


"Jadi....apakah kekuatan telepati, telekinesis dan teleportasi adalah kemampuan elemen arther atau elemen langit atau elemen dimensi atau elemen ruang dan waktu atau elemen realitas dan imajinasi ?" Tanya elte yang mulai memahami elemen aether.


"Ya... kau benar sekali.... Bisa kamu bayangkan jika salah satu atau beberapa elemen dasar sebelumnya digabungkan dengan elemem aether "  sang leluhur mulai membayangkan kekuatan baru yang ia belum ketahui.


"Baiklah saya sudah mengerti tentang sejarah Diavolo pithekos dan elemen aether.....bisa kita kembali tentang sisa-sisa kaum naga dan alien yang ada di dimensi alam semesta lainnya.... apa yang harus saya lakukan ke depannya" tanya elte kembali memasang wajah seriusnya.


"Di masa lalu, phoenix dan diavolo sering bertarung di dimensi alam lain tiap seribu tahun sekali dan selalu berakhir seri."


"Kekuatan phoenix dan diavolo walaupun berasal dari lima elemen dasar, namun ada perbedaan yang cukup besar."


"Phoenix mengembangkan kemampuan lima elemennya untuk tujuan menjaga dan memelihara alam dan umat manusia, ada dua kekuatan phoenix yang tidak dimiliki oleh diavolo, yakni kemampuan imajinasi untuk menciptakan sesuatu dan kemampuan melihat kilasan masa depan."


"Diavolo pithekos mengembangkan kemampuan lima elemennya untuk tujuan memusnahkan dan menghancurkan alam dan umat manusia agar bisa berevolusi kembali. Ada dua kekuatan diavolo yang tidak dimiliki oleh phoenix, yakni kemampuan black hole yang mampu menyerap dan menghancurkan apa saja dan kemampuan melihat masa lalu bahkan dapat kembali ke masa lalu."


"Sang phoenix melihat kilasan masa depan bahwa diavolo, puluhan tahun yang akan datang dari era manusia modern, akan kembali ke era dimana kaum naga dan kaum alien masih hidup. Dengan kekuatan elemen kegelapan yang sangat kuat, ia menculik beberapa kaum naga dan kaum alien dan membawanya ke dimensi alam lain. Diavolo juga kembali ke era manusia berkultivasi dan menculik beberapa manusia dan hewan sebagai ternak para kaum naga dan kaum alien di dimensinya masing-masing." Kata sang leluhur mulai menjelaskan alasan tentang masih adanya kaum naga dan kaum alien


"Phoenix tidak mengetahui apa alasan diavolo melakukan hal tersebut yang menyebabkan diavolo akan tertidur dalam waktu yang sangat lama"


"Jika phoenix hidup abadi dengan bereikarnasi menggunakan api abadinya setiap seribu tahun. Diavolo pithekos akan hidup terus bersembunyi dan akan tertidur sangat lama jika ia menggunakan kekuatan terbesarnya, yakni black hole atau menjelajah ke waktu lampau. Saat tertidur, diavolo akan menyembunyikan tubuhnya dengan kristal es yang tebal dan sangat keras di dimensi alam lain. Dia akan terbangun jika kondisi alam sudah kacau dan perlu dievolusi kembali." Kata sang leluhur yang terus melanjutkan penjelasan tentang sisa kaum naga dan kaum alien.


"Jika diavolo dapat kembali ke masa lalu, berarti ada kemungkinan, jumlah diavolo ada dua dong, diavolo yang ke masa lalu dan diavalo di masa itu" tanya elte


"Aku juga kurang tahu akan kemungkinan itu" jawab sang leluhur


"Berarti kemampuan sang phoenix saat menjadi ketua pimpinan alien untuk mengklonning dirinya, serta membuat alat-alat yang kehadirannya sulit dijelaskan seperti helm kasat mata, batu teleportasi, batu pengukur, batu komunikasi dan senjata pemusnah massal adalah kekuatan penciptaan yang lahir dari kilasan masa depan" elte bergumam mencoba mengambil kesimpulannya.


Suasana kembali hening karena elte dan sang leluhur sedang larut dalam pikiran masing-masing. Setelah beberapa saat kemudian, elte tertunduk sedih


"Kita sudah seminggu berada di alam bawah sadarku dan besok guru leluhur akan kembali ke alam baka. Di sisi lain, guru phoenix masih tertidur hingga satu tahun ke depan" elte berkata dengan bingung dan sedih mengingat kondisi kedua gurunya.


"Ini adalah hidupmu, perjuanganmu dan tanggung jawabmu sebagai pewaris inti phoenix. Saat ini kamu masih sangat lemah dibandingkan para kultivator yang paling lemah."


"Setelah kamu kembali ke alam sadarmu, mulailah melatih kultivasi nasi pepes yang telah aku ajarkan sebelumnya."


"Pilihlah beberapa kemampuan elemen yang kamu anggap paling sesuai dengan keadaanmu yang sekarang sampai sang phoenix kembali berada di alam bawah sadarmu."


"Saat sang phoenix telah kembali, maka pelajarilah kemampuan teleportasi dan segel penanda. Jika kamu sudah bisa menguasai kemampuan itu, menyusuplah ke lokasi keluarga penjaga pusaka untuk mengambil sumber daya yang bisa membuatmu cepat berkultivasi."


"Jika tingkat kultivasimu telah cukup untuk teleportasi ke dimensi alam lain, berpetualanglah ke dimensi tersebut dan jadilah sekutu untuk dua dimensi alam tersebut. Sehingga jika tiba waktunya menghadapi sang penghancur, kamu memiliki banyak bantuan."


Sang leluhur dan elte melakukan diskusi mereka hingga tanpa sadar waktu seminggu pun telah tiba. Setelah seminggu, sang leluhur ijin pamit untuk pergi selama-lamanya karena dua kesempatan yang telah diberikan oleh phoenix, ia telah gunakan semuanya.


Sang leluhur tersenyum melihat elte yang sedikit terisak berusaha menahan tangisnya.


Tubuh sang leluhur, pelan-pelan bercahaya dan mulai terlihat transparan, hingga saat cahayanya telah meredup dan hilang, sang leluhur pun telah tiada untuk selama-lamanya.