
Saat mengetahui bahwa inti phoenix hilang dan kemungkinan besar ada di septic tank milik museum. Patriach lalu memerintahkan untuk mengirim beberapa utusan, menyabotase toilet-toilet yang ada di museum.
Setelah pihak museum mengetahui bahwa semua toilet dalam kondisi mampet, pemilik museum lalu menelpon tukang sedot tinja yang nomornya ada di kertas pengumuman yang menempel di tiap pintu toilet.
Pemilik museum sempat bingung tentang keberadaan kertas pengumuman yang berisi nomor telpon tukang sedot tinja.
Khawatir dengan adanya kemungkinan para perampok yang tertarik dengan kalung mutiara yang akan di lelang.
Sang pemilik museum memanggil temannya sang arkeolog dan beberapa polisi untuk siaga dan waspada menjaga keamanan museum.
Setelah merasa aman, ia lalu menelpon tukang sedot tinja yang merupakan utusan dari SFO yang sedang menyamar.
Utusan SFO itu lalu dengan rakusnya menghisap semua tinja yang ada di septic tank milik museum hingga kosong.
Mereka juga sampai turun memeriksa kondisi septic tank yang telah kosong untuk mencari inti phoenix yang mereka anggap hilang di septic tank.
Setelah yakin tidak ada tanda-tanda inti phoenix di septic tank milik museum, para utusan itu lalu pamit pulang kembali ke kantor. Namun sewaktu berada di lorong yang sepi, portal dimensi muncul dan mobil septic tank itu masuk ke portal dimensi untuk kembali ke markas SFO.
Setelah tiba di markas, beberapa anggota SFO datang untuk ikut membantu mengeluarkan seluruh tinja dari mobil septic tank, dan mencari inti phoenix tersebut di dalam tumpukan tinja.
Beberapa jam kemudian datanglah salah satu anggota SFO yang bertugas menjaga pusaka, ke ruangan rapat ketua dan para penatua.
"Gawat patriach.... gawat....." kata anggota itu dengan wajah pucat karena panik
"Apa lagi sih.... " kata patriach jengkel dan pusing karena belum selesai masalah tentang kehilangan jejak dari inti phoenix, kini datang lagi anggotanya dengan panik
"Pu...pu...pusaka keluarga..... pusaka keluarga, patriach" kata anggota itu dengan gugup dan ketakutan
"Kenapa dengan pusaka kelurga kita? apakah pusaka kita hilang juga ?" Tanya Patriach dengan marah dan tidak berpikir lagi bahwa ini adalah PRANK dari anggotanya
"Tidak patriach, pusaka keluarga kita tidak hilang, pusaka kita masih ada di tempat penyimpanan pusaka, patriach" kata anggota tersebut sedikit menenangkan ketua dan para penatuanya
"Pusaka keluarga kita tidak dapat digunakan patriach, pusaka kita tidak bisa digunakan untuk membuat pemakainya terlihat kasat mata dan pusaka keluarga juga tidak bisa lagi digunakan untuk teleportasi." Lanjut anggota itu mengagetkan seluruh manusia yang ada di ruangan tersebut.
...............
Sementara itu kembali ke rumah sakit di kamar ICU, elte sedang berbaring koma di atas ranjang. Di sampingnya ada ibu panti sedang menangis terisak meratapi nasib anak asuhnya yang sangat malang.
Untuk biaya pengobatan elte, cukup mahal, tetapi tuhan selalu membantu umatnya yang kesulitan, yuni sukma wijaya, teman baru elte, setelah menonton acara infotainment tentang kecelakaan anak walikota hingga sebelah matanya cacat, dia juga melihat, selain dadang, ada elte sebagai korban. Yuni segera menelpon ayahnya meminta tolong untuk membantu keringanan biaya pengobatan elte.
Pada awalnya ayah dari yuna dan yuni itu-, kurang bersedia membantu. Selain karena ia merasa tidak mengenal anak yatim itu, ia juga merasa tidak ingin menyinggung perasaan anto wiranto sang walikota yang juga adalah ayah dari sugeng dan dadang.
Namun saat sedang bekerja di kantor, jaya wijaya didatangi oleh sekumpulan wartawan infotainment yang bekerja di bawah naungan perusahaannya. Para wartawan itu menceritakan kejadian penculikan beberapa anak buahnya, didalangi oleh sang walikota.
Yuyun sukma ayu, sang istri tercinta juga bercerita bahwa dalam dua hari ini nilai tugas dan ujian yuni, anak bungsunya, selalu mendapat point 100 padahal sebelumnya tidak pernah di atas 30 point.
Istri tercintanya mendapatkan informasi dari anaknya bahwa yuni sempat belajar privat tidak sampai sejam di perpustakaan sekolah dan hasilnya lebih memuaskan dibandingkan semua guru privat yang ia panggil mengajar selama dua tahun ini.
Sang istri menyarankan untuk mengasuh elte agar dapat membimbing yuni, apalagi setelah mendengar bahwa elte adalah juara sekolah dan kesayangan para guru yang mendapatkan beasiswa full selama sekolah.
Jaya wijaya merasa geram dengan kelakuan anto wiranto yang berani menculik beberapa wartawannya setahun yang lalu. Di sisi lain, ia juga mulai tertarik mengenal elte lebih dekat.
Dari kedua alasan itu, akhirnya si pemilik bisnis entertainment itu setuju dengan permintaan anaknya.
Ibu panti asuhan memutuskan untuk pulang kembali ke panti setelah dua jam menemani elte yang masih koma. Tanpa sadar beberapa pasang mata dari dalam mobil, memperhatikan ibu panti itu dengan senyum licik.
.........
Selama hampir sebulan, elte berada dalam kondisi koma, namun di bawah alam sadarnya, elte terus berbicara dengan suara pria tua dalam kegelapan.
Sang phoenix memperkenalkan dirinya dan menceritakan alasan dirinya membutuhkan sang pewaris. Elte menyimak cerita sang phoenix dengan serius.
Menurut elte, ia tidak punya pilihan untuk kabur dari tempat gelap ini dan sadar bahwa dirinya masih koma.
Sang phoenix bercerita mulai dari awal tentang dirinya yang diciptakan dengan tujuan sebagai penjaga alam dan kedamaian umat manusia, tentang kondisi naas yang menimpa dirinya yang melahirkan kaum naga dan alien, tentang penderitaan umat manusia menjadi budak dan perjuangannya memusnahkan kaum naga dan alien, tentang terbentuknya kembali inti phoenix dan diakhiri dengan cerita tentang lahirnya dan runtuhnya era manusia yang mampu berkultivasi.
Elte menyimak cerita itu seharian dengan semangat karena terdengar seru dan penuh fantasi.
Elte jadi teringat dengan orang tuanya saat kecil, beliau selalu menceritakan dongeng sebelum tidur.
Melihat wajah elte yang tadinya semangat berubah menjadi murung kembali, sang phoenix memberikan nasehat untuk bersabar menerima cobaan dari sang pencipta.
"Baiklah, aku telah menceritakan tentang sejarah yang tidak diketahui oleh manusia lainnya kecuali keluarga penjaga pusaka" kata sang phoenix menyebut organisasi bunga matahari atau SFO sebagai keluarga penjaga pusaka.
"Dengan keberhasilan dirimu terpilih sebagai sang pewaris, aku yakin kini pusaka-pusaka mereka sudah tidak berguna lagi."
"Mereka pasti akan mencari dirimu untuk menjadi senjata andalan mereka"
Kata sang phoenix membuat elte kembali ketakutan.
"Apakah mereka akan menculik dan membelah perutku untuk mengambil inti phoenix yang kau ceritakan tadi" tanya elte ketakutan dan menyesal menjadi pewaris
"Kemungkinan mereka akan berusaha menculikmu tetapi tidak akan sampai membunuhmu"
"Kekuatan yang kamu miliki saat ini tidak bisa dicuri seperti halnya dantian atau beast core. Mutiara bening yang masuk ke mulutmu hanyalah wadah dari inti phoenix yang wujudnya adalah roh spirit yang menyatu dengan kesadaranmu, jadi tubuhmu tetaplah tubuh dari manusia biasa dan tidak berguna bagi mereka."
"Keluarga penjaga sudah mengetahui hal tersebut sehingga mereka akan lebih memilih menculikmu hidup-hidup dan membujukmu untuk bergabung dengan mereka, bisa jadi kau akan dinikahkan dengan keturunan mereka agar kau menjadi bagian dari mereka." Kata burung phoenix mencoba menghibur elte.
"Apa yang akan terjadi jika aku mati terbunuh" tanya elte yang berpikir akan kemungkinan dirinya terbakar dan menjadi cacing seperti phoenix.
"Jika kamu mati, maka roh spirit dari tubuhmu akan menghilang ke dimensi lain dan kembali tiap seribu tahun mencari pewarisnya" jawab sang phoenix.
"Apakah ada kemungkinan kamu bisa lahir kembali atau kemungkinan merebut tubuhku atau apakah keturunanku kelak juga akan mewarisi kekuatan ini" Tanya elte
"Aku telah lama mati sejak trilyunan tahun yang lalu saat seekor kadal dan kodok berhasil memakan tubuhku. Hal itu menyebabkan saya tidak bisa reinkarnasi lagi karena kematianku tidak melalui api abadi."
"Saat ini aku hanya sebuah kesadaran dan ingatan yang berbeda dengan roh atau jiwa yang bisa merasuki seseorang"
"Jika kelak kamu memiliki keturunan ada kemungkinan kamu bisa menurunkan kemampuan kultivasi ke anak-anakmu. Tetapi untuk kemampuan telepati dan telekinesis tidak mungkin bisa diwariskan tanpa roh spirit dan kesadaran phoenix"
"Walaupun saat era manusia berkultivasi ada yang bisa melakukan telepati dan telekinesis, tapi kemampuan itu hanyalah modifikasi dari pengendalian elemen dan itupun tidak seperti kekuatan dari phoenix dan para alien." Jawab phoenix
"Baiklah, bagaimana jika kita mulai pelatihan kita untuk menggali kekuatanmu" lanjut phoenix
"Pelatihan macam apa yang ingin kamu berikan padaku? Saat ini saya masih koma dan tidak berdaya" kata elte sambil mengedip-ngedipkan matanya yang hanya bisa melihat kegelapan.
"Kekuatan pertama yang ingin aku ajarkan adalah kekuatan persepsi yang bisa kamu latih dengan berimajinasi di kegelapan ini."
"Coba kamu bayangkan kondisi tubuhmu hingga ke tahap sel, jika kamu berhasil melakukan persepsi ke tahap sel maka kamu bisa melakukan regenerasi sel dan bisa menyembuhkan diri sendiri"
"Apapun penyakitmu dapat disembuhkan bahkan sampai menumbuhkan anggota tubuh yang hilang." kata phoenix membuat elte berseri-seri.
"Apakah dengan kemampuan itu aku juga bisa menyembuhkan orang lain apapun penyakitnya. Kalo memang bisa, aku pasti akan dikenal menjadi seorang dokter ajaib" seru elte
"Jika kamu bisa menguasai kekuatan telepati ke tahap dua, melakukan persepsi terhadap lingkungan sekitarmu dan kemampuan telekinesis, kamu pasti bisa menyembuhkan orang lain"
"Namun sebaiknya kamu menyembunyikan kemampuanmu karena banyak orang yang akan menginginkanmu, bahkan keluarga penjaga pusaka akan segera dapat melacakmu" kata phoenix mengingatkan
.........
Selama koma, elte terus belajar berlatih meningkatkan kemampuan telepati dan telekinesisnya.
Setelah dua minggu lebih koma, elte mulai menyembuhkan dirinya sendiri dengan menggunakan persepsi secara internal untuk mengamati kondisi tubuhnya hingga ke tahap sel.
Saat tengah malam, elte tersadar dalam kondisi yang sangat sehat. Sang pewaris inti phoenix itu lalu mencoba kemampuan persepsinya untuk mendeteksi lingkungan sekitar.
Dari kemampuan persepsinya dia melihat kondisi para pasien yang sedang sakit parah.
Setelah berpikir sejenak, dia mencoba menciptakan shield pelindung dan memanipulasinya agar terlihat kasat mata dan dapat menembus material padat.
Elte kemudian mendatangi para pasien di rumah sakit tersebut satu-persatu dan mencoba menyembuhkan penyakit mereka semua.
Setelah subuh menghampiri, elte lalu kembali ke kamarnya untuk membersihkan dirinya dan menyempatkan dirinya beribadah dan berdoa.
Dalam doanya dia bersyukur diberikan kesempatan untuk tetap hidup bahkan dikaruniai kekuatan super yang luar biasa.
Dia berjanji pada dirinya akan menjalankan amanah sang phoenix menjaga alam dan perdamaian umat manusia karena memang seperti itulah cita-cita yang ditanam oleh kedua orang tuanya.
Dia akan menjalankan amanah ini dengan cara diam-diam karena takut akan ada yang memanfaatkannya untuk hal yang jahat.
Sang phoenix yang merasakan ketulusan dan kesungguhan elte merasa terharu dan semakin yakin dengan pilihannya.
Setelah pagi tiba, di rumah sakit tersebut terjadi kehebohan, semua pasien yang sedang sakit, tiba-tiba sembuh dan ada yang sebelumnya sudah menunggu kematian karena terkena kanker stadium akhir pagi ini menjadi sehat bahkan penyakit jantungnya sebelum masuk rumah sakit ikut sembuh.
Keluarga mereka sangat bahagia dengan keajaiban ini dan berterima kasih kepada dokter ajaib yang menyembuhkan keluarga mereka.