WUMMM

WUMMM
51. Pembicaraan di Malam hari



Mentari mulai bersembunyi di balik malam, berganti dengan rembulan yang muncul dengan cahaya malamnya. Sejuta bintang bersinar terang menghiasi langit malam. Burung-burung telah bersembunyi di balik pepohonan yang ada di taman, berkumpul dengan anak-anaknya di sarang rumput mereka yang terasa hangat. Beberapa meter dari


taman tersebut, sebuah gedung apartemen dengan para penghuninya sedang diliputi kebersamaan dan suka cita. Ada dua hal penyebab lahirnya rasa suka cita itu yakni tentang kabar kehamilan bu yeyen yang sudah dipastikan kembali oleh dokter kandungan di rumah sakit. Dan tentang kabar kepulangan suaminya yuna


yang saat ini sedang ikut makan malam bersama.


Pak jaya dan bu yuyun sesekali ikut tersenyum saat melirik senyuman pak karya yang sesekali mengelus perut bu yeyen. Mereka juga ikut tersenyum saat melihat yuna sedang mendampingi suaminya yang sedang makan sambil sesekali ikut mengambilkan lauk ke piring suaminya. Yuda yang sebelumnya sangat merindukan istrinya karena hampir tewas saat bertugas, sesekali menyuapi istrinya yang sedang bermanja-manja dengannya. Hanya elte dan yuni saja yang sesekali menghembuskan nafasnya melihat adegan-adegan romantis di depan mereka.


"Kak yuda... cerita dong pengalamannya selama di kanada... kok sempat ada berita tentang kehilangan kak yuda dan tim" yuni bertanya kepada kakak iparnya setelah selesai makan dan membuat wajah yuna sedikit cemberut karena suasana syahdu mereka jadi terusik.


"Untuk detailnya... aku belum bisa ceritakan karena masih menjadi rahasia kepolisian. tapi secara garis besar kami sempat ditawan oleh para penjahat di kanada, bahkan sebelumnya kami hampir mati meledak saat mengejar para penjahat itu sebelumnya. untungnya kami ditolong oleh beberapa orang bertopeng yang mengaku shinobi." yuda menjelaskan sekilas pengalaman serunya ke adik iparnya.


"kak yuda tau nggak.... waktu pihak kepolisian memberi kabar setelah ditelpon terus oleh kak yuna tentang kabar kehilangan kak yuda dan tim, kak yuna menangis terus kayak orang gila" yuni menceritakan kembali kejadian di awal episode 46 pada novel "warisan untuk manusia masa depan" kepada kakak iparnya lalu menjulurkan lidahnya ke yuna. istri yuda hanya menatap tajam adiknya yang telah berani menceritakan peristiwa itu kembali.


Yuda lalu membelai kepala istrinya dengan lembut namun tersentak kaget karena menyadari tangannya masih bau ikan. Yuna yang akhirnya menyadari rambutnya bau ikan hanya bisa menghembuskan nafas kesal ke suaminya lalu beberapa saat ia ijin pamit ke suaminya untuk ke kamar mandi. bu yuyun lalu memanggil ibu ani untuk membereskan meja makan.


Yuda lalu mendatangi elte dan mengajaknya berbicara : "Elte... apakah kau punya waktu sebentar... kakak mau bicara denganmu"


"Oh iya silahkan kak" kata elte dan mengundang rasa penasaran semua orang sehingga ikut mendengar pembicaraan mereka.


"Kau masih ingat kan sebelum aku ke kanada, kita sempat latih tanding di teras rumah" yuda mulai membuka pembicaraannya dengan mengingatkan tentang latih tanding mereka.


 


"Eh... iya.... kak...  saat itu belum jelas siapa pemenangnya karena dipotong oleh pak jarwo yang memberi kabar kalo ada panggilan telepon buat kakak.... kenapa kak? emang mau dilanjut lagi ?" kata elte bertanya balik ke suaminya kakaknya tunangannya atau menantunya calon mertuanya.


 


"Oh tidak tidak, cuman saat kami di kanada, kami sempat diselamatkan oleh seorang ninja biru berkacamata hitam. Dia melumpuhkan beberapa penjahat dengan menggunakan jurus yang miripi dengan seni bela dirimu... jika saja Kanada dan Indonesia itu dekat, bisa jadi aku mengira kau yang menyelamatkan kami.


 


"Apakah maksud kakak tentang GaSeBeDiKuNi DaSeBeDiMi SeTiDaSiMePu ?, sebenarnya seni bela diri itu adalah pengembangan dari kungfu ninja yang pernah diajarkan oleh seorang shinobi dari jepang." kata elte menjelaskan asal-usul seni bela dirinya. Yuni yang ikut mendengar dalam diamnya hanya bisa menahan sesaat nafasnya ketika mendengar tentang ninja biru berkaca mata hitam.


 


Yuda mengkerutkan keningnya sesaat karena berpikir lalu berkata : "kungfu ninja.... hhmmmmm.... sepertinya itu lebih enak disebut dari pada Gasebedi apalah itu"


 


"GaSeBeDiKuNi DaSeBeDiMi SeTiDaSiMePu kak, atau singkatan dari Gabungan Seni bela diri kungfu ninja dan seni bela diri militer serta tinju dan silat merpati putih." kata elte menjelaskan.


"Setelah melihat teknik bertarung ninja itu, beberapa teman tertarik untuk mempelajari seni bela diri tersebut. sehubungan karena kami tidak bisa meminta langsung ke ninja itu, apakah kau bersedia mengajari kami tentang kungfu ninja itu" yuda menjelaskan maksud dan tujuannya mengajak elte berbicara.


 


"Oh... tidak masalah kak... aku bersedia mengajari teman-teman kakak tentang GaSeBeDiKuNi DaSeBeDiMi SeTiDaSiMePu" kata elte menjawab permohonan yuda.


 


"Apakah bisa seni bela diri itu disebut kungfu ninja saja.... nama seni bela diri yang kau sebutkan agak susah disebutkan oleh kami dan sedikit terdengar norak" kata yuda sedikit memohon.


"Hhmmmmm..... tidak masalah, tetapi sebenarnya aku sudah sedikit memodifikasi kungfu ninja yang asli dengan beberapa seni bela diri termasuk tinju dan silat merpati putih yang kak yuda pernah ajarkan sebelumnya... atau bagaimana kalo disebut seni bela diri KUNINGAN, singkatan dari KUngfu NInja gabuNGAN" elte mencoba menawari nama baru yang terdengar lebih sederhana dari pada GaSeBeDiKuNi DaSeBeDiMi SeTiDaSiMePu.


"Tidak usah disingkat dek.... cukup kungfu ninja gabungan..." kata yuda memutuskan dan mengakhiri pembicaraan mereka lalu ijin pamit menyusul istrinya.


Pak karya yang melihat pembicaraan mereka telah selesai, lalu menghampiri elte dan berkata "Elte... apakah kau punya waktu sebentar... paman mau bicara denganmu"


"Oh iya silahkan paman" kata elte sedikit dejavu dan mengundang rasa penasaran semua orang sehingga ikut mendengar pembicaraan mereka.


"Kau masih ingat kan dengan tim penelitian paman" pak karya mulai membuka pembicaraannya dengan mengingatkan tentang tim penelitian pak karya yang ada di laboratoriumnya.


 


"Eh... iya.... paman... aku masih ingat dengan tim penelitian paman" jawab elte


"Minggu depan, kami berencana merekrut beberapa mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian kami tentang Smart Robotich Technology. Kami ingin melatih mereka dengan melibatkan mereka ke sebuah lomba robot untuk mengasah kemampuan programming dan mikroprosesor mereka." lanjut pak karya menjelaskan rencananya ke elte


"Sayangnya aku ingin mengajukan cuti beberapa hari untuk menemani tantemu.... apakah kau bisa membantu kami mengajari mahasiswa tersebut mikrokontroler untuk persiapan lomba robot bulan depan" pak karya menjelaskan maksud dan tujuannya mengajak elte berbicara.


 


"Oh... tidak masalah paman... aku bersedia mengajari mahasiswa kakak tentang mikrokontroler, namun apakah mereka tidak akan merasa risih diajar oleh anak sma kelas atu seperti ku ?" kata elte menjawab permohonan pamannya.


"Untuk itu kamu tidak perlu khawatir... aku besok akan menjemputmu di sekolah dan kita bisa bersama-sama ke kampus untuk berkenalan dengan mereka semua.


 


"Baiklah paman....aku ikut saja dengan keputusan paman." jawab elte.


Setelah pembicaraan mereka berakhir, pak karya ijin pamit menggandeng istrinya ke kamar untuk segera beristirahat.


 


Pak jaya yang melihat pembicaraan mereka telah selesai, lalu menghampiri elte dan berkata "Elte... apakah kau punya waktu sebentar... ayah mau bicara denganmu"


"Oh iya silahkan ayah" kata elte kembali merasa dejavu dan mengundang rasa penasaran semua orang sehingga ikut mendengar pembicaraan mereka.


"Kau masih ingat kan dengan beberapa artis korea yang pernah datang ke kantor dan kau membantu kami sebagai penerjemah" pak jaya mulai membuka pembicaraannya dengan mengingatkan tentang beberapa artis korea yang pernah datang menjalin kerja sama dengan perusahaan pak jaya


 


"Eh... iya.... ayah... aku masih ingat dengan para artis tersebut" jawab elte


 


"Ayah bolehkah yuni ikut" rengek yuni ke ayahnya.


 


"Tentu boleh dong sayang" jawab ayahnya sambil membelai kepala yuni lalu memandang ke arah elte dan bertanya : "jadi bagaimana elte"


 


 "Siap ayah.... aku siap ikut ke jepang" kata elte tanpa berpikir dua kali.


Setelah mendapatkan  persetujuan elte, pak jaya lalu ijin pamit dan menggandeng istrinya kekamar.


Yuni yang melihat pembicaraan mereka telah selesai, lalu menghampiri elte dan berkata "Elte... apakah kau punya waktu sebentar... yuni mau bicara denganmu"


"Oh iya silahkan sayang" kata elte kembali merasa dejavu lagi dan tidak mengundang rasa penasaran semua orang karena saat itu yang ada di ruang makan tinggal elte dan yuni.


"Kau masih ingat kan dengan konsep kostum yang telah kamu pesan sebelumnya" yuni mulai membuka pembicaraannya dengan mengingatkan tentang konsep kostum yang sedikit gelap dan simple dengan topeng


Phoenix yang menutupi seluruh wajah


"Eh... iya.... sayang... aku masih ingat dengan konsep kostum yang sebelumnya pernah kita diskusikan bersama" jawab elte.


"Tadi pagi aku sudah Searching di toko online dan memesan beberapa kostum yang sesuai dengan keinginanmu, kostum itu telah tidak tadi sore sebelum kau pulang mencoba motor barumu" lanjut yuni menjelaskan.


"Nanti kalo kamu masuk kamar, kamu ke kamar aku ya diam-diam.... aku ingin memperlihatkan kostum tersebut" kata yuni lalu mencium pipi tunangannya dan lari ke kamarnya. Elte hanya bisa memegang pipinya dan tersenyum melihat kelakuan calon istrinya. Setelah pembicaraannya dengan yuni telah selesai, elte pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


 


Sesampainya di kamar, elte lalu membuat portal teleportasi dan pergi ke kamar tunangannya, di dalam kamar yuni, ia meliah yuni sedang duduk di meja belajar samping tempat tidurnya. Saat melihat sebuah portal muncul dan dari portal tersebut muncul tunangannya, yuni tersenyum manis menyambut elte dengan pelukan hangat.


 


Setelah puas beberapa saat berpelukan, yuni lalu berlari ke lemari pakaiannya dan mengeluarkan sebuah kostum yang sebelumnya ia bicarakan.


Elte terkejut melihat kostum yang dimaksud oleh tunangannya. Sebuah baju pilot pesawat tempur berwarna biru gelap lengkap dengan tudung kepalanya, kaus tangan dan sepatu safety. Elte sangat menyukai kostum tersebut.... namun beberapa saat, kakinya mulai lemas melihat topeng phoenix yang lebih mirip dengan kepala ayam jantan.


"Gleekkk..." elte meneguk ludahnya membayangkan dirinya mengenakan topeng ayam jantan tersebut.


"Bagaimana sayang.... apakah kau suka dengan kostum baru yang telah aku beli dengan uang tabunganku sendiri.... total harganya hampir tiga juta rupiah..." pertanyaan yuni kembali menusuk perasaaan elte.


"Aku sangat suka sayang dengan pakaian pilot pesawat tempur ini.... apakah tidak ada helmnya ?" kata elte yang berharap lebih memilih menggunakan helm daripada topeng ayam jantan tersebut.


"Ada sayang... tapi kurang cocok dengan topeng phoenix yang kau sudah sebelumya" kaya yuni sambil mengambil sebuah helm dengan gaya pilot jet tempur berwana hitam yang ia buang sebelumnya di tempat sampah


di dalam kamarnya.


Melihat helm yang sangat keren tersebut, mata elte berbinar terang.... ia lalu meminta ijin tunagannya untuk mencoba kostum barunya. Sebuah baju pilot pesawat tempur berwarna biru gelap lengkap dengan tudung kepalanya, kaus tangan dan sepatu safety berwarna hitam. Elte lalu menggunakan masker bandana milik yuni yang sebelumnya digunakan saat menyelamatkan yuda.


Saat elte berjalan ingin mengambil Helm dengan gaya pilot jet tempur berwarna hitam tersebut, Yuni meletakkan topeng phoenix yang lebih mirip kepala ayam jantan ke tangan elte.


 


"Gleekkk..." elte kembali meneguk ludahnya membayangkan dirinya mengenakan topeng ayam jantan tersebut.


Setelah beberapa saat berpikir... elte lalu mengenakan topeng ayam jantan itu lalu mencoba bersalto gaya ninja. setelah itu ia membuka topeng tersebut dan menyampaikan bahwa navigasinya sedikit terganggu akibat topeng phoenix itu. ia lalu mengambil sendiri helm dengan gaya pilot jet tempur berwarna hitam tersebut dan mengenakannya di kepalanya. Elte kemudian mencoba kembali bersalto gaya ninja beberapa kali.


 


"Sayang.... aku merasa Helm ini lebih cocok dengan kostum saat ini, aku merasa navigasi dan pergerakanku tidak terganggu..... hhhmmmm... padahal aku sangat menyukai topeng phoenix ini tapi jika mengenakannya aku takut pergerakanku akan terganggu" elte berpura-pura menyesalkan kondisi topeng ayam jantan tersebut yang dianggap mengganggu pergerakan saltonya.


"Tidak apa-apa sayang.... asalkan kau suka dan bisa membantu misimu menyelamatkan umat manusia... aku pasti ikut bahagia" kata yuni membelai rambut tunangannya dan mencoba memberi semangat.


"Kau boleh menyimpan topeng phoenix ini serta tuxedo putih yang pernah aku siapkan sebelumnya" kata yuni sambil menuju ke lemarinya mengambil Sebuah setelan tuxedo putih dengan dasi kupu-kupu berwarna merah, sebuah topi top hat berwarna putih dengan tali pengikat berwarna hitam, sepasang kaos kaki putih dan sepatu pantofel putih serta sebuah topeng mata karnaval berwarna merah. Yuni lalu menyerahkan setelan tuxedo dan topeng phoenix ke tunangannya.


Elte lalu mengibaskan tangan kanannya sambil menggunakan telekinesis dan portal teleportasi untuk memindahkan setelan tuxedo dan topeng ayam jantan tersebut ke dalam ruang dimensinya. ia lalu membuka kembali kostum barunya dan menyimpannya di ruang dimensi.


Sebelum kembali ke kamarnya, elte kembali memeluk dan mencium tunangannya sambil mengucapkan banyak terima kasih atas pengorbanannya yang telah menghabiskan tabungannya lebih dari delapan juta.


 


Setelah puas memeluk tunangannya, elte mengambil Smartphone dari sakunya dan mentransfer uangnya sebanyak dua puluh juta ke rekening tunangannya.


Mendengar bunyi pesan notifikasi masuk di Hapenya, yuni lalu mengambil Hapenya dan terkejut melihat uang dua puluh juta, baru masuk ke rekeningnya. Ia tidak mengenali nama pengirimnya karena elte menggunakan


identitas palsu saat membuat rekening. Berbeda dengan yuni yang menggunakan identitas ibunya sebagai pemilik rekening bank.


"Apakah uang dua puluh juta sudah masuk ke rekeningmu sayang ?" kata elte kembali mengejutkan yuni


 


"Uang dua puluh juta ini..... kau yang mengirimnya ? .... darimana kau mendapatkan uang sebanyak ini ? apakah kau menggunakan kemampuanmu untuk merampok bank? " tanya yuni curiga ke tunangannya.


"Hahahahaha.... tentu tidaklah sayang.... aku sudah belajar banyak tentang ekonomi dan bisni dari ayah mertua.... aku telah lama mencoba bermain saham dan trading untuk menghasilkan uang" elte menjelaskan sumber penghasilannya selama ini ke tunangannya. yuni yang baru mengetahui kemampuan elte dalam menghasilkan uang lewat saham dan trading, semakin kagum dengan calon suaminya.


 


Setelah puas dengan penjelasan elte, mereka kembali berpelukan... kayak teletube saja.... dikit-dikit pelukan... Elte lalu membuat portal dimensi dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat.