
Setiba di rumah, elte mendengar suara yuna sedang menangis dan ibunya berusaha menenangkannya.
"Loh ada apa dengan kak yuna" tanya elte ke yuni.
"Ada telepon dari kantor kepolisian yang memberi kabar bahwa kak yuda bersama timnya kehilangan kontak di kanada. Mereka menduga kalau keberadaan kak yuda dan timnya mengusik keberadaan dari pertarungan ilegal yang sedang diselidiki oleh kak yuda." Yuni menjelaskan penyebab kakaknya menangis.
"Oh iya... kalo tidak salah kan elte sempat memberikan cincin giok seperti punya yuni, apakah kau bisa pergi menyelamatkan kak yuda" bisik yuni ke telinga elte
"Wooiiiiii ... kakaknya lagi khawatir, nih bocah malah pake cium pipi lagi" kata pak jaya yang mengira yuni mencium pipi tunangannya padahal yuni hanya berbisik di telinga elte.
"Masuk kamar semua" bentak pak jaya yang sedang khawatir dengan menantunya.
Sesampai di kamar masing-masing, elte berteleportasi ke kamar yuni untuk berdiskusi.
"Aku akan pergi ke lokasi kak yuda... tapi aku harus menutupi identitasku. Kan aneh jika kak yuda melihat ku di kanada sedang mencarinya" kata elte.
"Ya udah... nanti aku akan buatkan kostum khusus jika kamu ingin pergi menyelamatkan orang. Aku sudah punya konsep kepahlawanan yang cocok untuk dirimu." Kata yuni kepada elte.
"Untuk sementara kau gunakan saja pakaian berlatihmu dengan masker bandana" lanjut yuni sambil memberikan bandana miliknya yang berwarna biru ke elte.
Elte lalu mengibas tangannya dengan gaya keren untuk mengeluarkan baju latihannya agar terlihat mempesona di depan tunangannya. Setelah menutupi pakaiannya dengan baju latihan, ia lalu memakai masker bandana menutupi wajah dan mengenakan tudung bajunya untuk menutupi rambut dan kepalanya.
Yuni lalu memakaikan kacamata hitam sehingga tunangannya terlihat seperti ninja biru berkacamata hitam. Sebelum elte berangkat ke kanada, yuni memeluk tunangannya dengan erat.
Setelah puas memeluk tunangannya, elte kemudian membuat portal dimensi dan membuat dirinya transparan lalu pergi menuju lokasi cincin giok yuda.
Setibanya di lokasi yuda, elte terkejut melihat yuda dan timnya sedang tertidur dalam kondisi terikat di dalam sel tahanan bersama sembilan belas tim lainnya. Ia bisa melihat luka di sekujur tubuh mereka.
Beberapa saat kemudian, ia melihat beberapa penjahat turun dan mendatangi lokasi sel mereka.
"Trang...trang...trangg..." seperti itulah kira-kira suara tongkat besi dengan jeruji sel yang saling beradu.
"Wah... wah... lihat para tahanan kita, sudah dua minggu mereka tidak mau membocorkan rahasia mereka" seorang penjahat berbicara dengan menggunakan bahasa inggris amerika.
"Kalo siksaan fisik tidak bisa memaksa mereka, bagaimana kalo kita lakukan siksaan mental." Kata penjahat itu menggunakan bahasa inggris dan dengan sengaja mengeraskan suaranya agar didengar para tahanan.
"Siksaan mental.... seperti apakah itu siksaan mental" kata temannya menggunakan bahasa inggris dan mencoba memancing rasa penasaran para tahanan.
"Kita akan menyetubuhi mereka.... hahahahah" ucapan penjahat itu membuat lima orang wanita dari tim khusus kepolisian indonesia, hanya dapat menangis histeris sambil menggelengkan kepalanya karena membayangkan kengerian yang akan menghampiri mereka.
Yuda, yusuf, rian, heru, heri, arif, vijay dan delapan tahanan laki-laki lainnya hanya dapat meneteskan air matanya menatap sedih nasib yang akan menimpan rekan wanitanya.
"Ada apa dengan para wanita itu.... sepertinya mereka terlalu percaya diri.... tapi maaf saja.... kami kurang tertarik dengan kalian" kata penjahat itu dalam bahasa inggris sambil menatap nafsu para tahanan pria.
ucapan penjahat itu membuat lima belas orang laki-laki dari tim khusus kepolisian indonesia terdiam sesaat berpikir dan mulai mulai bergidik ngeri, mereka lalu menangis histeris sambil menggelengkan kepalanya karena membayangkan kengerian yang akan menghampiri mereka.
Dian askar dan empat tahanan wanita lainnya hanya dapat meneteskan air matanya menatap sedih nasib yang akan menimpan rekan laki-lakinya.
" Ew... Ugh... Yuck... sungguh menjijikkan.... inilah alasan kenapa kami menentang keras adanya LGBT.... kalian hanya sampah menjijikkan kaum lelaki" teriak yusuf abdi negara sambil menangis terisak-isak.
Pak yusuf tidak menyangka bahwa suatu saat ia akan diancam dengan ancaman yang sangat mengancam. Ia lebih memilih tubuh fisiknya disiksa atau langsung dibunuh. Namun untuk dijadikan korban pelampiasan oleh para sampah menjijikkan itu, ia sungguh sangat putus asa.
Sempat melintas pikiran untuk membocorkan tujuan dan target misi mereka, namun segera ditepisnya pikiran itu. Ia akan melawan para penjahat itu dengan seluruh jiwa raganya asalkan segel belakangnya tetap aman tanpa perlu menjadi seorang pengkhianat bangsa.
"Boom... boomm...." seperti itulah suara ledakan dari kepala para penjahat itu akibat serangan paku ledakan dari elte.
Elte sungguh tidak kuat melihat penderitaan mental yang diperlihatkan oleh suami dari kakak iparnya.
Ia dengan jelas melihat guru yang mengajarinya tinju dan silat merpati putih saat ini sedang menangis terisak-isak sambil membenturkan kepalanya karena tidak menerima nasibnya yang akan dijadikan korban pelampiasan oleh kaum sejenisnya.
Kedua puluh tahanan itu terkejut melihat kepala dari kedua penjahat itu hancur dan menyisakan tubuhnya yang tersisa hanya leher ke bawah. Tubuh itupun jatuh sendiri ke lantai.
Belum habis rasa terkejutnya, mereka merasakan ikatan kaki dan tangan mereka terlepas sendiri satu-persatu. Lalu gembok yang mengunci pintu sel tahanan itu meledak dan pintu tersebut terbuka sendiri.
Elte yang telah menggunakan kekuatan telekinesis, untuk membuka tali ikatan para tahanan, dan kekuatan ledakan untuk menghancurkan gembok, kemudian membuka pintu sel tahanan dan menunggu kedua puluh tahanan itu keluar.
Para tahanan yang masih terkejut karena tidak dapat melihat elte dengan shield transparannya, akhirnya menguatkan hati mereka dan melangkahkan kaki mereka keluar sel tahanan.
Beberapa tahanan pria mengelus belakang mereka sambil bersyukur atas keselamatan segel belakang mereka.
Pak yusuf sebagai pimpinan lalu menggeledah tubuh para penjahat itu dan mengambil beberapa kunci dari saku celana mereka.
Para tahanan pria yang melihat pimpinan mereka seperti sedang menggerayangi tubuh para penjahat itu, tanpa sadar bergetar dan bulu kuduk mereka berdiri.
"Maaf pak yusuf... apa yang kau lakukan dengan tubuh mereka... jangan bilang kalau kau adalah bagian dari kaum mereka" kata yuda yang masih belum bisa move on dengan rasa frustasinya.
"Sebelum kita keluar... kita harus menolong sekutu yang telah menyelamatkan kita sebelumnya." Kata pak yusuf yang menyadari pikiran anak buahnya sambil memperlihatkan beberapa kunci di tangannya.
"Yah... pak yusuf benar, kita harus menyelamatkan para shinobi itu, kalo bukan karena bantuan mereka, kita mungkin telah tewas akibat ledakan itu." Yuda berkata sambil mencubit dagunya mengingat peristiwa yang hampir merenggut nyawa mereka.
"Tapi bagaimana caranya kita menemukan lokasi para shinobi itu" tanya arif.
"Para shinobi ???" kata elte dalam hati sambil mengkerutkan keningnya karena terkejut.
Ia lalu mengaktifkan zona persepsi untuk mendeteksi kondisi gedung dan di dalam pikirannya terbentuk visual dari denah 3D gedung tersebut. Di denah tersebut terdapat beberapa titik merah yang menandakan posisi dari manusia yang berada dalam gedung tersebut.
Elte mendeteksi bahwa jumlah lantai dari gedung tersebut terdiri atas dua puluh lantai dengan enam belas lantai di atas tanah dan empat lantai bawah tanah. Ia merasakan bahwa dirinya saat ini ada di lantai dua dari bawah tanah.
Ia mendeteksi bahwa disetiap lantai terdapat beberapa penjaga yang sedang berpatroli sebanyak dua orang di tiap lantai di bawah tanah.
Setelah memeriksa lantai tiga, elte lalu turun ke bawah untuk melakukan hal yang sama. Kedua penjahat yang sedang menyiksa para tahanan, ia ledakkan kepalanya dan membuat beberapa tahanan ketakutan.
Ia lalu mencari para shinobi yang sedang dibicarakan oleh yuda.
"Aahhhh... kenapa tidak ku interogasi saja salah satu penjahat di gedung ini" pikir elte sambil menepuk keningnya.
Elte Ialu naik kembali ke lantai satu di bawah tanah dan melihat beberapa penjahat sedang berpesta dengan minuman keras dan seks bebas sesama jenis.
"Boomm.... boomm.... boomm.... boomm.... boomm.... boomm...." seperti itulah kira-kira bunyi ledakan yang menghancurkan semua kepala para penjahat itu tanpa menyisakannya.
" Ew... Ugh... Yuck... sungguh menjijikkan.... inilah alasan kenapa kami menentang keras adanya LGBT.... kalian hanya sampah menjijikkan kaum lelaki" kata elte mengikuti ucapan yusuf sebelumnya.
Elte merasa merinding dan tidak ingin membaca pikiran penjahat itu.
Beberapa saat kemudian pintu tangga darurat terbuka dan beberapa tahanan termasuk dua puluh tim khusus kepolisian indonesia keluar dengan hati-hati.
"Hei ini sudah ujung tangga dan kita sepertinya masih berada di ruang bawah tanah. Kita harus berpencar dan mencari dimana pintu rahasia untuk naik ke atas." Kata salah satu tahanan yang tadi sempat disiksa di lantai paling bawah.
Empat puluh enam tahanan yang telah bebas dari tahanannya kini sedang mencari pintu rahasia agar dapat naik ke lantai lobby gedung tersebut.
"Hei lihat ada lagi mayat tanpa kepala.... Ew... Ugh... Yuck... sangat menjijikkan" kata dian askar sambil menunjuk keenam mayat dengan tubuh tanpa kepala dan tanpa sehelai benang. Ia lalu memuntahkan sebagian isi perutnya karena melihat para mahluk bertulang lunak itu dalam kondisi menjijikkan.
Kanada memang merupakan salah satu negara yang melegalkan LGBT dan mendukung perkawinan sesama jenis dengan alasan HAM atau hak asasi manusia. Entah apa yang ada di dalam otak mereka padahal tuhan sudah menciptakan mahluknya berpasang-pasangan, ada pria ada wanita, ada laki-laki ada perempuan, ada cowok ada cewek, ada kakek ada nenek, ada ayah ada ibu, ada paman ada bibi, ada om ada tante, ada jantan ada betina, dan masih banyak lagi contoh pasangan yang harusnya berlawanan jenis. Magnet saja akan tarik menarik jika kutubnya berbeda dan akan saling tolak menolak jika kutubnya sejenis.
Dengan menggunakan zona persepsi, elte meledakkan pintu rahasia dengan paku ledakan.
"Boommmm...." seperti itulah kira-kira suara ledakan pintu rahasia tersebut.
Para tahanan terkejut mendengar ledakan tersebut dan melihat sebuah lubang besar di tembok. Dari lubang itu mereka bisa melihat sebuah ruangan besar yang berisi ratusan orang sedang terkejut sambil memegang kartu.
Ternyata dibalik lubang itu, terdapat sebuah tempat judi ilegal yang masih berada di lantai bawah tanah dan masih satu lantai dengan ruangan tempat keenam mayat penjaga itu sedang terbaring.
Setelah beberapa saat terdiam, para pengunjung tempat judi tersebut mulai berteriak panik dan berlari ke tangga darurat untuk naik ke lobby dan kabur dari gedung ini. Mereka mengira saat ini sedang ada penggerebekan.
Empat puluh enam tahanan yang terdiri dari dua puluh orang dari tim khusus kepolisian indonesia, dua puluh orang dari agen intelijen pertahanan kanada dan enam orang dari agen intelijen pertahanan jepang, mulai keluar dengan hati-hati dari lubang bekas ledakan itu menuju ruangan tempat judi tersebut.
Sebuah lift khusus terbuka dan sepuluh orang berbadan besar dari lift tersebut keluar dari lift sambil membawa dua buah belati pada kedua tangan mereka.
Elte yang awalnya ingin meledakkan kepala dari kesepuluh orang tersebut, mengurungkan niatnya karena melihat beberapa CCTV sedang mengawasi kondisi ruangan itu. Ia memutuskan untuk terlebih dahulu mengawasi keadaan.
Para tahanan lalu membanting kursi kayu yang ada di dekat meja judi dan mengambil patahan kayu sebagai senjata mereka.
Mereka lalu mulai bertarung sambil mengeluarkan suara kayu dari patahan kursi yang beradu dengan besi baja dari pisau belati.
Setelah beberapa menit bertarung, elte melihat kesepuluh penjahat itu lebih unggul karena kayu dari patahan kursi mulai hancur setelah beberapa kali beradu dengan pisau belati. Beberapa tubuh tahanan termasuk tubuh yuda mulai penuh dengan luka goresan.
Melihat kemampuan bertarung menggunakan pisau belati dari kesepuluh penjahat itu, elte tertarik untuk mencoba kemampuan GaSeBeDiKuNi DaSeBeDiMi SeTiDaSiMePu menggunakan senjata pisau.
Ia lalu mengeluarkan dua buah pisau kunai yang ia buat dari elemen es, logam dan kristal, kemudian ia melemparkan bom asap ke bawah kakinya sehingga tubuhnya penuh dengan asap.
Saat merasa yakin tubuhnya aman dari pandangan CCTV akibat kepulan asap, ia lalu menghilangkan shield pelindung transparan dan keluar dari kepulan asap tebal menuju ruang judi.
Elte sengaja tidak menghancurkan CCTV agar orang-orang yang ada di ruang kendali CCTV menduga ada bala bantuan dari shinobi.
Ia berharap aksinya dapat memancing para penjahat untuk mengecek kondisi para shinobi yang kemungkinan besar ditahan di gedung lain.
Kesepuluh penjahat dan empat puluh enam tahanan merasa terkejut karena ledakan asap secara mendadak dan dari kepulan asap itu muncul seorang ninja berpakaian biru dengan kacamata hitam.
Melihat para tahanan itu sedang kebingungan, elte memberikan kode tangan yang menyatakan bahwa ia adalah teman dan sekutu yang berniat mau membantu mereka melawan kesepuluh penjahat itu. Ia tidak berani berbicara karena suaranya pasti akan dikenali oleh yuda, pak yusuf, rian, dian dan vijay.
Namun sayangnya keempat puluh enam tahanan tersebut tidak mengerti arti dari kode tangan yang hanya dimengerti oleh elte. Mereka mengira ninja biru tersebut sedang melakukan segel ninjutsu seperti yang ada di dalam film anime Narto.
Kesepuluh penjahat itu mulai kesal melihat ninja biru itu terlalu banyak gaya. Mereka menilai kostum ninja biru itu terlihat sangat norak.
Baju bengkel yang warna biru yang sedikit dimodifikasi seperti pakaian ninja, sebuah masker bandana berwarna biru dan sebuah kacamata hitam.
Kesepuluh penjahat itu mulai mengeroyok ninja biru itu dengan pola lima orang menyerang secara bersamaan hingga kelelahan lalu bergantian dengan kelima orang yang lain untuk menyerang secara bersamaan.
Para tahanan yang sudah kelelahan hanya bisa menonton terpukau. Jika saja seandainya tontonan saat ini adalah tayangan TV, mungkin saja ia akan menontonnya sambil menyiapkan cemilan.
"Klink... klink...klink... " seperti itulah kira-kira suara pisau belati yang saling beradu. Pola serangan kesepuluh penjahat itu tidak membuat mereka kelelahan, begitu pula elte yang sudah mengaktifkan tubuh kapas, tubuh baja dan elemen cahaya penyembuh.
Tidak terasa pertarungan elte dan kesepuluh penjahat itu sudah berjalan setengah jam tanpa ada yang menang.
Para tahanan yang merasa staminanya telah kembali memutuskan untuk ikut bertarung melawan kelima penjahat yang sedang beristirahat.
Lima penjahat yang masih kelelahan itu akhirnya dibantai habis oleh empat puluh enam tahanan yang menyerang menggunakan batang stainless steel dari gantungan gelas anggur yang ada di minibar dekat meja judi.
Lima penjahat lainnya yang mulai kelelahan dan terkejut dengan bergabungnya para tahanan menyebabkan gerakannya mulai melambat sehingga terbuka beberapa celah dimana elte bisa menebas leher mereka satu-persatu.
Saat para penjahat itu sedang sekarat memegang lehernya, elte berbisik menggunakan bahasa inggris ke dekat telinga salah satu penjahat : " where are the ninjas (dimana para ninja/shinobi)"
Elte lalu membaca pikiran penjahat tersebut dan mendapatkan informasi bahwa para ninja itu, saat ini ditahan di dalam sebuah pesawat khusus yang sedang menuju desa shinobi untuk membantai habis para penduduk di desa tersebut.
Rasa khawatir mulai menyerang elte yang mengingat gurunya di desa shinobi. Setelah berpikir sejenak, ia menggeledah tubuh para penjahat dan mengambil Handphone penjahat tersebut. Ia lalu menyusup kedalam hape tersebut menggunakan persepsi internal.
Setelah menelusuri isi chat di hape tersebut, ia menemukan histori chat dari penjahat yang sedang berada di dalam pesawat. Ia lalu mencatat nomor tersebut dengan mengeluarkan buku tulis dan sebuah pulpen dari ruang dimensinya.