WUMMM

WUMMM
58. Menggagalkan Rencana Jahat



Senja mulai berkuasa di ufuk barat daya menyebarkan cahaya jingga di perbatasan langit dan lautan. Mentari mulai beranjak ke peraduannya meninggalkan jiwa-jiwa yang kelelahan akibat suasana ibu kota negara yang selalu macet.


Pak jaya yang baru tiba di rumah setelah terjebak macet di pintu masuk tol, melangkahkan kakinya keluar mobil lalu diiringi dengan kaki-kaki lain dari keluarganya.


Yuna dan suaminya serta ibu mertuanya yang bernama Andi besse mappadendang, menjemput sang tuan rumah yang kelelahan. Yuna yang sebelumnya tidak tahu tentang kejadian tadi pagi, sangat terkejut setelah mendengar cerita dari ayahnya saat makan malam bersama.


Elte yang masih penasaran dengan jejak elemen kegelapan di otak pasien lalu berkata  ke bu yeyen : "tante yeyen, apakah boleh besok siang sepulang sekolah, aku singgah ke kampusmu untuk mempelajari riset penelitian tante"


Bu yeyen yang sudah tahu kemampuan elte hanya menganggu setuju.


"Apakah tante yeyen memiliki foto dari anak magang itu, mungkin bisa tante share lewat chat ke nomorku, mungkin kak yuda bisa membantu mencari informasi dari anak magang itu" kata elte melanjutkan permohonannya


"Baiklah.... nanti setelah di kamar, tante akan menghubungi asisten tante untuk mengirimkan foto anak magang itu." Kata bu yeyen menyetujui permohonan elte. Bagaimana pun berkat elte kini ia bisa hidup tenang tanpa takut adanya tuntutan dari keluarga gubernur.


Elte berencana malam ini untuk menyusup ke penjara dalam rangka menginterogasi anak magang itu. Sehubungan karena ia belum mengenal anak magang itu makanya ia membutuhkan fotonya agar tidak salah orang.


Setelah makan malam, bel pintu rumah pak jaya berbunyi. Jarwo yang baru selesai makan di dapur, bergegas keluar untuk melihat siapa yang menekan bel tersebut. Beberapa saat kemudian, sang supir itu kembali ke ruangan dan melapor ke pak jaya.


"Report sir. About twenty people came to see you" kata pak jarwo dengan menggunakan bahasa inggris ala google translate.


"Yang artinya..." kata pak jaya mulai kesal mendengar jawaban pak jarwo. Walaupun ia mengerti maksud supirnya, namun ia khawatir salah menangkap akibat speaking pak jarwo yang masih dipengaruhi dialek bahasa daerah.


"Lapor pak. Sekitar dua puluh orang datang menemui Anda" kata pak jarwo dengan singkat, padat, jelas, tegas, mantap dan sejenisnya.


Pak jaya terdiam sejenak mendengar jawaban pak jarwo. Ia lalu menuju lobi gedung apartemen untuk menemui para tamunya.


"Selamat malam bapak-bapak sekalian, kalau boleh tahu, ada gerangan apakah bapak-bapak sekalian sudi mampir ke gubuk kami" kata pak jaya dengan sopan.


"Eh.. pak jaya.... selamat malam pak... kami adalah orang tua dari siswa yang sudah mengeroyok anak angkat pak jaya. Kami meminta dengan tegas agar bapak sudi menarik tuntutan bapak atas anak-anak kami demi masa depan mereka pak." Kata salah satu perwakilan dari kedua puluh orang tua itu.


"Sepengetahuanku bahwa memohon maaf itu harus dilakukan dengan sopan tanpa ada nada ancaman di dalamnya pak" sindir pak jaya menanggapi perkataan dari perwakilan orang tua itu.


"Maaf pak jaya... kami bukannya memohon maaf,  justru anak kamilah yang menjadi korban dari tendangan anak angkat pak jaya... kami sudah melihat video tersebut, dan kami merasa video tersebut dapat mengancam nama baik kami dan anak-anak kami" kata perwakilan itu dengan nada yang lebih mengancam.


"Dan bagaimana jika aku menolak permohonan kalian" kata pak jaya tidak gentar dengan kedua puluh orang itu. Bagaimana pun saat ini ia berada didalam rumahnya dan sangat pantang bagi seorang laki-laki diancam di dalam rumahnya sendiri.


"Jika pak jaya menolak permintaan kami maka kami semuanya akan bekerja sama menjatuhkan perusahaan pak jaya. Tentunya pak jaya harus berpikir bijak mengingat istri dan kedua putri pak jaya akan merasa sedih jika perusahaan pak jaya mengalami kebangkrutan." Kata salah satu orang tua siswa mulai panas dan ikut mengeluarkan ancamannya.


Elte yang mengaktifkan kemampuan zona persepsinya dari dalam kamar, mengepalkan kedua tangannya karena mendengar ancaman orang-orang tersebut. Ia lalu teringat dengan kejadian tadi siang dan mulai curiga dengan keduapuluh orang itu.


Sang prontagonis mulai mengaktifkan shield pelindungnya dan memanipulasi shilednya agar tak kasat mata dan dapat menembus material padat. Ia lalu mendampingi ayah angkatnya dan mengambil foto wajah dari keduapuluh tamu itu.


"Maaf bapak-bapak sekalian... aku tidak suka mencari musuh namun aku dididik oleh orang tuaku agar tidak pernah lari dari masalah. Jika sikap anda memang tidak mencerminkan seorang tamu, maka aku persilahkan kalian keluar semua dari rumahku sebelum aku menelpon polisi dan para wartawan." Kata pak jaya tegas dalam perkataannya.


"Baiklah.... kami sudah mengerti dengan pilihan pak jaya... kami semuanya akan bekerja sama untuk menjatuhkan perusahaan pak jaya." Kata perwakilan para orang tua itu. Selanjutnya mereka berdiri dan keluar dari rumah pak jaya menaiki mobol masing-masing.


Elte yang khawatir dengan pembalasan mereka memutuskan untuk membuat segel di masing-masing mobil mereka, elte memutuskan untuk menyelidiki rencana dari para tamu kurang ajar tersebut.


Setelah semua tamunya pergi, pak jaya lalu menutup gerbang rumahnya dan mengunci pintu gedung. Ia meminta jarwo agar segera ke kamarnya untuk beristirahat. Pak jaya lalu mematikan lampu ruang tamu dan naik ke kamarnya.


Elte yang melihat ayah angkatnya bersikap tegas, merasa sangat bangga dengan pria yang selalu bisa diandalkan oleh keluarga itu. Ia lalu memutuskan untuk mengawasi pergerakan mobil-mobil tersebut dari dalam kamarnya


Dengan bantuan segel penanda, ia mampu untuk memperluas zona persepsipnya mengawasi mobil-mobil tersebut. Lima belas mobil telah kembali ke rumahnya masing-masing. Tapi ada lima buah mobil yang berkumpul di sebuah club malam.


"Hhmmm.... biasanya kalo di film-film atau komik manhua, biasanya para penjahat akan berkumpul membuat rencana jahat di club malam. Sepertinya kelima orang itu adalah otak sebenarnya yang telah memprovokasi para orang tua siswa." Kata elte dalam hati. Ia lalu mengibaskan tangannya dan seragam beserta kaos tangan, kaos kaki, masker bandana dan helm pilot muncul di atas tempat tidur. Ia lalu segera mengenakan seragamnya dengan bantuan telekinesis.


Setelah merasa ganteng dengan kostum pemberian tunangannya. Elte lalu membuat tubuhnya tak kasat mata dan berteleportasi ke lokasi mobil yang sedang parkir di club malam.


Elte lalu memasuki club malam tersebut untuk mencari kelima orang tua siswa yang akan mengatur rencana jahat mereka.


Saat masuk ke dalam club malam, elte terkejut melihat suasana club yang belum pernah ia masuki sebelumnya. Suasananya gelap dan remang-remang hanya diterangi dengan lanpu warna-warni yang berkedip secara bergantian, musiknya hingar bingar tidak jelas, kadang slow, kadang fast, kadang soft dan kadang hard. Di panggung ada sebuah stand tempat DJ beraksi dan di sampingnya ada seorang penyanyi wanita dengan balutan pakaian yang dapat menggoda iman dan taqwa para lelaki. Ruangan dipenuhi oleh bau rokok dan minuman keras.


"Waduh gimana caranya bisa ketemu dengan para orang tua itu" elte hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Beberapa cewek seksi berjalan hilir mudik di tempat elte berdiri. Namun karena elte dalam mode tak kasat mata dan mode shield dengan manipulasi menembus material maka para cewek seksi itu tidak sadar menembus tubuh elte.


Elte melihat para tamu yang masuk diberikan stempel di tangannya atau anggota tubuh yang lain. Elte lalu mencoba masuk lebih ke dalam namun yang ia lihat hanya beberapa table atau meja dengan kursi yang diduduki oleh para anak muda dengan riang gembira. Beberapa tamu juga memilih menggoyangkan tubuhnya meliuk-liuk tidak jelas di bawah panggung bersama dengan pasangannya masing-masing.


Karena tidak tahan dengan pengaruh testoteron yang mulai aktif akibat melihat liukan pinggul beberapa gadis muda, elte memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut. Setelah keluar dari ruangan tersebut, elte berusaha mengatur napasnya agar detak jantungnya kembali normal berdetak. Ia juga harus menormalkan sesuatu yang tegak berdiri tapi bukan keadilan.


Saat melihat mobil dari orang tua siswa tersebut, ia mendapatkan ide lalu mengaktifkan kultivasi nasi pepes dan mengeluarkan elemen petir dengan kadar kecil. Ia lalu menganggu alarm mobil tersebut dengan serangan gelombang listrik sehingga berbunyi ribut sekali.


Tidak lama kemudian salah satu orang tua dari siswa tersebut keluar dari ruangan club malam bersama seorang security. Ia lalu menekan tombol pada kunci mobilnya dan mematikan fungsi alarm mobilnya. Ia lalu kembali masuk ke ruangan club dan naik ke lantai dua ke ruangan karaoke khusus dengan dinding kedap suara. Tanpa sadar, ia telah diikuti oleh sang prontagonis ke dalam ruangan tersebut.


Di dalam ruangan tersebut, terdapat enam orang pria yang sedang memangku gadis pemandu yang dikenal dengan sebutan purel. Elte cukup terkejut karena selain lima orang tua yang tadi datang bertamu ke rumahnya, ada satu pria muda yang cukup dikenalnya sebagai anak sulung dari mantan walikota di tempat asalnya. Pria yang telah membuat ayahnya meninggal karena kecelakaan lalu lintas dan pria yang telah membuat ibunya meninggal dalam kebakaran.


"Jadi bagaimana pendapat nak Sugeng soal rencana kita, apakah mungkin kami bisa menjatuhkan bisnis pak jaya" kata salah satu orang tua siswa tersebut.


"Aku yakin pak.... bisnis entertainment pak jaya memang sangat stabil, namun bisnisnya di bidang kesehatan sangat rawan terhadap manipulasi. Aku sudah mengancam dokter magang itu agar mau bersaksi memberatkan adik ipar pak jaya." Kata Sugeng wiranto.


"Tapi kenapa kita harus menyerang adik iparnya, kenapa bukan langsung pak jaya" tanya salah seorang pengguna jasa purel saat itu.


"itu karena kredibilitas pak jaya cukup tinggi dan juga ia memiliki banyak backup dari para pejabat dan politikus. Berbeda halnya dengan adik iparnya yang belum dikenal media. Dengan menyerang keluarganya satu-persatu, kita akan menyebar isu tentang kasus nepotisme di bisnis rumah sakit pak jaya."


"Jika nama baik pak jaya sudah hancur, maka kita bisa menyerang harga sahamnya. Aku sengaja menghasut keluarga gubernur agar kelak menjadi musuh pak jaya dan orang tua itu akan kehilangan backupnya." Kata sugeng.


"Bagaimana anda dapat menyusupi pihak rumah sakit milik pak jaya" tanya orang tua siswa tersebut.


"Bisnis kesehatan dan obat adalah bisnis yang membesarkan nenekku, saat ini beliau telah meninggal dan seluruh asetnya, ibuku berikan atas namaku, aku mempelajari bahwa salah satu distributor obat dibawah perusahaan neneku sedang menjalin kerjasama dengan rumah sakit pak jaya. Dari situlah aku bermain" kata sugeng menjelaskan sambil meneguk minuman keras. Sesekali tangannya masuk ke dalaman pakaian sang purel yang hanya pasrah digerayangi demi bisa membeli susu buat anak bayinya di rumah.


"Aku ingin kalian menutup akses kerja sama pak jaya dengan semua distributor yang mensupport rumah sakitnya, termasuk outsourcing yang mengurus sumber daya manusianya."


"Saat pak jaya sibuk memperbaiki hubungannya kembali dengan para distributor, aku ingin kalian menyewa preman untuk mencegat dan membunuhnya." Kata sugeng menjelaskan kembali rencananya.


"Terus bagaimana dengan keluarganya" tanya salah seorang pelaku yang akan menyabotase bisnis rumah sakit pak jaya.


"Terserah kalian..... asalkan putri sulungnya atas nama yuna jangan kalian ganggu, wanita itu adalah jatahku, jika aku tidak bisa mendapatkan hatinya, setidaknya aku ingin menguasai tubuhnya" kata sugeng yang masih tidak bisa melupakan gadis impiannya.


"Siap bosku...hehehehe .... kalau begitu aku ijin buka kamar dulu ya." kata salah satu perwakilan orang tua siswa tadi sambil menarik tangan purel yang ia pangku dari tadi.


Beberapa temannya pun ikut memesan kamar masing-masing sambil menarik purel mereka masing-masing termasuk sugeng wiranto.


Elte mengikuti mereka dan mencari tahu lokasi kamar mereka masing-masing. Ia kemudian mencoba cara yang sama seperti penyakit dari ayah sang gubernur dengan menyerang mereka dengan elemen kegelapan sehingga keenam orang yang tidak memakai sehelai benang dan sedang berada diatas pusar itu pun tiba-tiba tak sadarkan diri dalam kondisi koma. Para purel yang berada di bawah mereka terkejut karena mengira tamunya mendapatkan serangan jantung akibat overdosis obat kuat.


Dua jam kemudian, klub malam itu dipenuhi oleh polisi dan wartawan serta tim medis untuk mengevakuasi keenam korban dalam kondisi tanpa sehelai benang hanya selimut yang menutupi tubuh polos mereka. Para tamu yang terkejut dengan kedatangan polisi mengira sedang ada razia atau penggerebekan. Mereka semua memutuskan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.


Esok paginya, para netizen dan masyarakat kota dikejutkan dengan berita di media TV dan media online tentang enam orang tamu di sebuah club malam mengalami serangan jantung akibat over dosis obat kuat saat sedang wik wik kikuk kikuk dengan gadis pemandu karaoke atau purel.


Lima belas orang tua siswa yang semalam ikut bertamu ke rumah pak jaya sangat terkejut menonton berita tersebut. Mereka mengira viralnya kejadian tersebut akibat balasan dari pak jaya. Padahal saat itu, pak jaya sendiri sedang terkejut menonton berita tersebut.


Ibu anti wiranti dan anaknya dadang wiranto terkejut mendengar berita tersebut. Mereka tidak menyangka bahwa obat yang ia coba kembangkan bekerja sama dengan rekan bisnisnya di cina daratan memiliki efek koma yang sama dengan gejala anaknya saat ini. Ia berasumsi bahwa anaknya salah meminum obat kuat dengan obat hasil penelitian mereka.


Istri dari anto wiranto itu pun menelpon rekan bisnisnya di cina daratan untuk menanyakan kejelasan obat penangkal dari efek koma. Ibu anti wiranti tidak menyadari bahwa obat dengan efek koma tersebut merupakan obat hasil pengembangan riset dari anggota SFO.


Lam Xiao Mei adalah anak perempuan yang paling bungsu dari patriach atau ketua organisasi SFO. Ia juga merupakan kultivator dengan elemen gabungan tidak murni untuk elemen cahaya dan elemen kegelapan. Wanita yang masih seumuran dengan sang prontagonis itu, adalah salah satu tim peneliti pengembangan obat dan racun di organisasi SFO. Mereka berhasil menyimpan elemen kegelapan atau elemen cahaya pada obat khusus yang mereka teliti. Pada kondisi normal, elemen tersebut tidak akan bisa bertahan lama tersimpan di suatu benda jika jauh dari pengendalinya.


Lam xiao mei bersama timnya berhasil membuat racun kegelapan yang dapat membuat orang menjadi mayat hidup atau zombie. Dan saat ini, mereka kembali sukses membuat obat untuk membuat koma beserta penawarnya. Obat tersebut ia sebar ke beberapa pengusaha obat termasuk milik ibu anti wiranti.


Sugeng wiranto menggunakan obat tersebut untuk menyerang lawan bisnisnya, ia akan menukar obat milik lawan bisnisnya dengan obat pembuat koma, setelah saham lawannya jatuh, ia akan muncul membawa obat penawar ke pasien sehingga perusahaan miliknya akan dilirik oleh rumah sakit-rumah sakit di seluruh indonesia.


Ia sangat terkejut dan senang setelah mengetahui salah satu rumah sakit yang ingin ia kuasai adalah milik ayah dari gadis pujaannya. Oleh karena itu ia mencari informasi tentang pak jaya dan mendengar bahwa ada dua puluh orang tua yang sedang bermasalah dengan pak jaya, ia juga mendengar bahwa adik ipar pak jaya sedang mengembangkan sebuah obat di kampusnya.


Dengan dua informasi itu, sugeng mengatur rencana untuk menyerang pak jaya. Ia lalu mendekati lima orang tua siswa yang dianggap sering menggunakan tenaga preman dan mafia dalam melancarkan bisnisnya. Ia juga mengancam salah satu mahasiswa magang agar mau menjebak bu yeyen.


Rencana untuk menjebak bu yeyen telah berhasil mereka jalankan namun saat akan menjatuhkan saham pak jaya, mereka kena batunya dengan mendapatkan serangan yang gejalanya mirip dengan obat mereka.


Ibu anti wiranti sudah mencoba memberikan obat penawar kepada anak sulungnya, tetapi obat tersebut tidak berhasil menyembuhkan anaknya. Lam xiao mei mendapatkan kabar dari anggotanya bahwa obat penawar mereka gagal menyembuhkan koleganya yang tidak sengaja memakan obat tesebut. Ia lalu memutuskan untuk ke indonesia dalam rangka memeriksa sendiri kondisi sugeng wiranto selaku koleganya.