WUMMM

WUMMM
74. Rencana dan Rencana



Sementara itu di Organisasi Bunga Mawar atau Rose Flower Organization atau RFO yang ada di kota Texas, sang elite global, Morgan Rockefeller Rothschild, berjalan dengan lesu menuju kamarnya, sudah beberapa hari ini ia menunggu hasil penelitian dari tim risetnya. Menunggu berjam-jam rasanya seperti menunggu berhari-hari dan menunggu berhari-hari rasanya seperti menunggu bertahun-tahun. Bagaimana jika nanti ia harus menunggu bertahun-tahun !!! Sang elite global yang juga penguasa dari organisasi RFO itu bergidik ngeri. Ia telah mengontak seluruh keluarganya sesama elite global yang ada di seluruh dunia untuk memikirkan jalan keluar terbaik dalam menghadapi tekanan dari organisasi SFO.


Dalam teori politik dan sosiologi, elit adalah sekelompok kecil orang-orang berkuasa, misalnya oligarki, yang menguasai kekayaan atau kekuasaan politik dalam masyarakat. Kelompok ini memiliki posisi yang lebih tinggi daripada rakyat jelata dan hak yang lebih besar dari pada kelas masyarakat di bawahnya.


Elit penguasa melibatkan orang-orang yang mampu pindah dari satu lembaga ke lembaga lain. Mereka memiliki pengetahuan dan kepentingan yang luas di berbagai organisasi besar serta keahlian profesional di bidang ekonomi, politik, dan militer. Perluasan kapitalisme yang cepat dan pengglobalan kekuasaan ekonomi dan militer menyatukan para pemimpin elit berkuasa ke dalam hubungan yang rumit dengan negara-bangsa. Hubungan ini pun menciptakan kesenjangan kelas berskala global.


Elite global merupakan kelompok satu persen dunia yang mengontrol sembilan puluh sembilan persen manusia dan perekonomian dunia. Sebuah upaya terselubung yang secara rapi dan tertata dibuat oleh para elite global untuk mencapai tujuan tertentu yang berkolaborasi dengan pemerintah dan media. Mereka mempunyai proyek ambisius yaitu depopulasi demi mengatur populasi sedunia.


Telah banyak organisasi kelas dunia yang mereka sudah kendalikan seperti organisasi kelas dunia di bidang media dan hiburan, organisasi kelas dunia di bidang militer, organisasi kelas dunia di bidang ekononi dan keuangan, organisasi kelas dunia di bidang kesehatan, organisasi kelas dunia di bidang politik, organisasi kelas dunia di bidang sosial, organisasi kelas dunia di bidang pendidikan dan teknologi, serta masih banyak lagi organisasi kelas dunia lainnya.


"Tuan morgan, kami sudah menyampaikan pesan anda ke seluruh kerabat anda secara diam-diam" kata salah satu anggota RFO.


"Aku berharap kerabat yang lain dapat menemukan solusi yang tepat untuk kondisi ini, aku sudah tidak tahan diperlakukan seperti anak buahnya saja. Aku akan membalasnya suatu saat nanti" kata morgan.


Sementara itu di Organisasi Bunga Bakung atau Lily Flower Organization atau LFO yang ada di kota Kongo, Sang ******* dunia yang memimpin organisasi LFO, Bongo Abba Shadary, berjalan dengan lesu ke ruangan kantornya. Di dalam kantor tersebut sudah menunggu dua anak buahnya yang paling setia.


"Aku tidak menyangka, organisasi kita yang sudah lama tidak membuat permusuhan dengan dunia luar malah di serang seperti ini" kata bongo yang masih terduduk lesu tidak bergairah.


"Maafkan aku tuanku, kekuatan mereka di luar nalar logika kita, kita tidak dapat melawan mereka, apalagi dengan kemampuannya yang dapat mengubah manusia menjadi zombie, sungguh sangat menyeramkan." Kata salah satu anak buah bongo kepada pimpinannya.


"Iya benar... jika kita melawan... mereka juga akan mengaktifkan racun tersebut yang ada di dalam tubuh kita... sangat menyakitkan dan menakutkan" lanjut anak buah yang lain.


"Apakah kalian punya saran, bagaimana cara melepaskan diri dari jeratan mereka... tidak mungkin kan jika kita harus seperti ini seumur hidup... hanya dapat menjadi jongos atau pembantunya saja." Kata bongo kepada kedua anak buahnya.


"Aku sudah melayani dan mengamati ketiga belas orang itu. Ada dua orang yang dianggap sebagai pemimpin mereka. Aku berencana menyergap salah satu dari orang itu dengan bius atau obat tidur, setelah itu kita dapat melakukan Brain Washing atau Cuci otak yakni sebuah upaya pembentukan ulang tata berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu menjadi sebuah tata nilai baru, proses cuci otak akan melalui tindakan indoktrinasi, dalam psikopolitik dengan bantuan dari penggunaan obat-obatan, hipnotis atau bius dan sebagainya." Kata salah satu anak buah bongo yang menawarkan metode brainwashing sebagai solusi yang ia tawarkan. Brainwashing atau cuci otak adalah istilah yang digunakan untuk memanipulasi manusia untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan dan ideologi sang pelaku. Metode ini banyak digunakan oleh para ******* saat mempengaruhi korbannya untuk melakukan serangan bom bunuh diri. Konsep brainwashing pertama kali diperkenalkan di Tiongkok pada 1950.


"Menurutmu bagaimana persentasi keberhasilan dengan metode Brain Washing tersebut ? " tanya bongo kepada si pemberi saran.


"Selama ini metode brainwashing selalu berhasil seratus persen pada korban kita untuk dapat diperintahkan melakukan serangan bom bunuh diri. Namun aku tidak tahu prediksi hasilnya jika metode ini akan dicoba pada aalah satu dari ketiga belas orang itu" jawab si pemberi saran.


"Hhmmmm.... sangat berisiko tinggi... jika tidak berhasil dan ketahuan, pasti kita semua akan dimusnahkan tanpa ada lagi kesempatan.... tapi saranmu sangat layak untuk dicoba... aku tidak ingin menjadi jongos atau pembantu mereka seumur hidup. Pastikan kau melakukannya sembunyi-sembunyi tanpa jejak bukti apalagi saksi. Jika metode ini gagal, bunuh segera orang itu dan kembali kesini dengan berpura-pura tidak tahu apa-apa" kata bongo mengambil sikapnya


"Baik tuan bongo... terima kasih atas kepercayaanmu." Jawab si pemberi saran.


Sementara itu di Organisasi Bunga Anggrek atau Orchid Flower Organization atau OFO yang ada di kota Tasmania, Sang sindikat kriminal dunia yang memimpin organisasi OFO, William Victor Philippe, berjalan dengan lesu menuju ruangan pribadinya yang ada di markasnya. William merupakan pemimpin sindikat yang telah lama menguasai bisnis di dunia bawah tanah di benua australia dengan kejahatan sebagai sindikat narkoba, sindikat gangster, sindikat prostitusi, sindikat perampokan dan sindikat tindakan kriminal lainnya.


"Bagaimana.... apakah kau sudah tahu apa penyebab organisasi dari cina daratan itu ingin menguasai seluruh organisasi bawah tanah dunia ? " tanya william kepada anak buahnya.


"Dari intel kita yang menyamar di organisasi RFO di amerika bahwa sebelumnya organisasi RFO dari texas di amerika dan organisasi JFO dari rusia di eropa menyerang organisasi SFO di cina daratan karena ingin merebut kekuatan mereka" jawab salah satu anak buah william yang paling dianggap senior oleh anak buah lainnya.


"Penyerangan mereka gagal namun RFO dan JFO melakukan penyerangan kedua namun mereka masih gagal. Organisasi JFO bahkan sudah menyerang sepuluh kali namun tetap gagal. Organisasi RFO yang ternyata berhasil mengambil video penyerangan lalu menyebar video tersebut ke media sosial dan menekan organisasi dunia PPB untuk menekan organisasi SFO agar menyerahkan kekuatan mereka." Lanjut anak buah tersebut.


"Dan akhirnya kesabaran organisasi SFO sampai pada batasnya lalu melakukan penyerangan balik bahkan ke organisasi bawah tanah lainnya yang tidak terlibat" kata william menebak kelanjutan informasi tersebut.


"Tebakan anda tepat sekali tuan william,... organisasi SFO akhirnya membalas organisasi RFO, Organisasi JFO dan organisasi PPB... aku menebak organisasi SFO ikut menyerang organisasi yang tidak terlibat seperti organisasi LFO dan organisasi kita, organisasi OFO, karena mereka mendapatkan informasi dari organisasi RFO atau organisasi JFO." Kata anak buah william.


"Hhmmmm... inilah alasanku dari dulu tidak ingin terlibat dengan kejahatan di benua lain.... jadi apakah ada diantara kalian yang memiliki ide atau saran agar kita dapat lepas dari jeratan organisasi SFO dan bisa kembali tenang melakukan kejahatan di benua kita sendiri ?" Tanya william sambil menatap ke seluruh anak buahnya yang sedang berkumpul di markas.


"Maaf tuan william, boleh aku mengajukan saran dan pendapatku" tanya salah satu anak buah william yang masih terlihat muda.


"Oh... tentu... silahkan ajukan saran dan pendapatmu" kata william yang berharap bisa segera mendapatkan solusi agar lepas dari jeratan organisasi SFO.


"Bagaimana jika kita memberikan servis plus kepada tiga belas anggota SFO yang sedang mengawasi pergerakan kita, kita supply mereka dengan wanita cantik, minuman keras bahkan kalau perlu kita buat mereka kecanduan dengan Narkoba" kata anak buah william.


Sang pemimpin sindikat yang menguasai organisasi OFO hanya terdiam sambil berpikir sejenak. Ia lalu memandang seluruh anak buahnya yang lain sambil berkata, "bagaimana pendapat kalian terhadap pendapat ini".


Para anak buah yang lain hanya terdiam sambil ikut berpikir mempertimbangkan pendapat tersebut. Anak buah willian yang paling senior tadi lalu berkata, "Aku rasa tidak ada salahnya kita coba.... toh kita tidak rugi apa-apa jika kita gagal karena tidak ada kesan bahwa kita akan melawan mereka. Melakukan perlawanan atau kekerasan terhadap ketiga belas orang yang kekuatannya di luar nalar logika itu sama saja bunuh diri."


"Hhmmmm... baiklah, segera atur layanan plus-plus buat ketiga belas orang itu. Aku berharap mereka malah kecanduan dan menjadi bagian dari organisasi kita." Kata william mengakhiri pembicaraannya.


Sementara itu di Organisasi Bunga Melati atau Jasmine Flower Organization atau JFO yang ada di kota Rusia, Sang pimpinan mafia dunia yang memimpin organisasi JFO, Aslan invankov Levich, berjalan dengan lesu menuju ruangan pribadinya yang ada di markasnya.


"Tuan aslan... aku mendapatkan kabar dari intel kita jika organisasi bawah tanah lainnya sedang mencoba membuat rencana agar dapat lepas dari jeratan organisasi SFO... apakah tuan aslan juga ingin membuat rencana bersama anggota JFO yang lain ?" Tanya salah satu anggota JFO kepada pimpinannya.


"Hhmmmm.... menarik.... ternyata mereka tidak punya kesabaran dijadikan jongos, hahahaha" aslan tertawa mendengar keberhasilan rencananya.


"Aku salut dengan rencana tuan aslan yang telah mengirim anggota kita untuk menyusup dan menghasut mereka semuanya. Biarkan mereka melakukan strategi perlawanan mereka untuk lepas dari jeratan SFO, dan mereka akan habis dibantai oleh SFO. setidaknya organisasi SFO bisa membantu kita untuk membinasakan organisasi bawah tanah lainnya." Kata anak buah aslan sambil memuji pimpinannya.


"Terus setelah organisasi bawah tanah lainnya telah dihabisi oleh SFO, bagaimana selanjuynya tuan aslan" tanya anak buah aslan yang masih penasaran.


"Itu nanti urusan belakangan... nanti dapat dipikirkan lagi" kata aslan yang tidak ingin rencananya bocor. Ia menyadari bahwa sekarang tiap organisasi telah saling mengirimkan intel untuk saling memata-matai. Aslan tidak ingin mengambil resiko membocorkan rencana selanjutnya ke sembarang orang.


"Oh iya, jadi bagaimana dengan ratusan anak-anak yang sudah kita beli dan kita latih dengan pelatihan khusus, aku juga sangat penasaran dengan delapan belas anak yang pernah kita beli dari indonesia beberapa tahun yang lalu" tanya aslan mengalihkan pertanyaan anak buahnya yang terkesan terlalu banyak ingin tahu.


"Anak-anak itu kini diikutkan dalam pertarungan ilegal hidup dan mati. Untuk delapan belas anak yang pernah kita beli di indonesia ada dua belas anak telah tewas dan kini tinggal enam orang yakni sangkala, songkolo, tompo lompo, nompo, dan sompo." Jawab sang anak buah.


"Hhmmmm.... sayang sekali.... dua belas anak lainnya mati cuma-cuma,... dan bagaimana dengan anak-anak yang lain" tanya aslan.


"Banyak yang tewas di dalam pertarungan itu... Apakah tuan aslan mengetahui tujuan organisasi SFO mengadakan pertarungan ilegal hidup dan mati seperti itu" tanya anak buah itu.


Kening aslan mengkerut menatap anak buahnya, ia lalu menggelengkan kepalanya sambil menjawab, "aku juga kurang tahu tujuannya... tapi aku menduga kalo mereka sedang membentuk pasukan khusus seperti kita".


"Baik tuan aslan" jawab anak buah itu lalu menuju pintu dan membukanya. Ia lalu keluar dan menuju ruangannya. Pintu ruangan yang dilengkapi door closer itu pun lalu menutup dirinya sendiri.


Aslan lalu mengambil smartphonenya dan menghubungi salah satu anak buah kepercayaanya.


"Halo... bagaimana.... apakah kau sudah menyelidiki orang itu....oke... kalau memang mereka terbukti sebagai intel penyusup dari organisasi bawah tanah lainnya.... silahkan berikan saja bagiannya... oke.. oke.... ", aslan lalu menutup kembali panggilan teleponnya. Ia berdengus kesal mengetahui banyak penyusup di organisasinya dari organisasi RFO, LFO dan OFO.


Sementara itu di Organisasi Nunga Matahari atau Sun Flower Organization atau SFO yang ada di cina daratan, Sang patriach yang memimpin organisasi SFO, Lam Xiao Long, sedang duduk dengan lesu di ruangan aula, di depannya ke sembilan penasehat ketua atau penatua sedang duduk dengan wajah tegang.


"Sudah cukup lama pertarungan ilegal hidup dan mati telah diadakan, tapi sampai sekarang belum ada kabar informasi tentang sang pewaris, apa kau yakin pertarungan itu dapat memancing kehadirannya?" Tanya sang patriach meminta pendapat ke para penatuanya.


"Maafkan aku patriach... mungkin usulanku tentang pertarungan jalanan itu kurang menarik bagi sang pewaris.... aku hanya mengestimasi jika saat ini sang pewaris membutuhkan sarana untuk berkembang, jadi aku pikir pertarungan ini akan menarik minat sang pewaris untuk mencoba kemampuannya." Jawab penatua pertama sambil menundukkan kepalanya.


"Hei... hei.... hei... ada apa dengan wajah tegang kalian.... aku tidak mungkin marah dengan kalian karena kejadian ini.... memancing kehadiran sang pewaris memang bukan sesuatu yang mudah." Kata patriach kepada para penatuanya.


Suasana kembali hening dengan pikirannya masing-masing. Beberapa saat kemudian datang salah satu anggota SFO masuk dan menghadap ke patriach. Sambil berlutut ia menyampaikan bahwa putri Lam Xiao Mei baru datang dari indonesia dan ingin meminta saran dari patriach dan para penatua. Patriach lalu mengangguk dan mempersilahkan anaknya masuk. Tidak lupa ia juga berterima kasih kepada anggotanya.


"Hormat patriach" kata Lam Xiao Mei kepada ayahnya.


"Lam Xiao Mei.... bagaimana kabarmu" tanya patriach kepada putri bungsunya.


"Aku baik-baik saja patriach" jawab Lam Xao Mei.


"Aku dengar kau datang dari indonesia dan sekarang kau ingin meminta saran kepada kami.... bisa kau ceritakan masalah apa yang sedang kau hadapi." Tanya sang patriach.


"Baik patriach.... seperti yang patriach dan para penatua ketahui bahwa kami telah mengembangkan dua jenis racun beserta obat penangkalnya. Satu racun zombie dan satunya racun koma. Jika racun zombie dibuat untuk menyerang dan menperbudak para penjahat dari organisasi bawah tanah lainnya, maka racun koma kami gunakan untuk mencari tambahan pemasukan dari mitra kerja kami." Jawab wanita dengan elemen cahaya dan elemen kegelapan itu.


"Baru-baru ini salah satu mitra kerja kami dari indonesia telah salah makan obat kuat dengan racun koma..... aku diundang khusus untuk datang menyembuhkan mitra kerja tersebut. Saat aku hendak menyembuhkannya, ternyata elemen kegelapan yang terkandung dalam racun itu memiliki tingkat kultivasi yang lebih tinggi dari tingkat kultivasiku.".


"Di dalam tim riset kami, aku adalah pemilik elemen kegelepan dengan tingkat kultivasi nomor dua tertinggi, jadi aku mengambil kesimpulan jika racun itu adalah buatan paman yang saat ini dikirim ke benua amerika bersama Kak Lam Pu Mu dan kakak Lam Yip Yip."


Lam Xiao Mei terus menceritakan hasil komunikasinya dengan salah satu anggota SFO yang ada di kanada mulai dari berita tentang penyerangan lokasi pertarungan oleh beberapa polisi khusus, berita tentang kemunculan empat orang ninja shinobi, berita tentang penangkapan para polisi dan keempat ninja shinobi tersebut berkat bantuan para kultivator, berita tentang keputusan paman yang pergi ke desa shinobi berserta alasannya dan sampai saat ini belum ada kabar, berita tentang kerugian mitra kerja karena gedung tempat bisnis judinya dan tempat penahanan para polisi tadi, diserang oleh seorang ninja biru berkacamata hitam. Tempat itu terbakar habis dan para tahanan dan ninja tadi hilang tanpa jejak.


Mata patriach dan kesembilan penatua tiba-tiba melebar mendengar cerita dari putri bungsu patriach. Mereka lalu saling berpandangan.


"Para penatua.... apakah pikiran kalian sama dengan apa yang sedang kupikirkan ?" Kata sang patriach dengan semangat.


"Maaf patriach,.... kami tidak tahu karena kami tidak bisa membaca pikiran patriach." Jawab salah satu penatua.


"Apakah mungkin ada kemungkinan sang pewaris punya hubungan dengan desa shinobi ?"  Kata patriach


"Aku juga memikirkan kemungkinan itu patriach" kata kesembilan penatua hampir bersamaan.


"Ada apa ini patriach.... apakah kedatanganku tadi sudah mengganggu diskusi patriach bersama para penatua ? " tanya Lam Xiao Mei kebingungan melihat respon patriach dan kesembilan penatua menanggapi ceritanya.


"Oh tidak... tidak... justru kedatanganmu membawakan harapan gembira bagi kami" jawab sang patriach.


"Terus bagaimana dengan kondisi mitra kerja yang tadi aku ceritakan... apakah boleh aku membawa salah satu penatua untuk datang ke indonesia. Saat ini selain patriach dan para penatua tidak ada lagi anggota SFO yang tingkat kultivasinya di atasku. Sedangkan paman, kakak Lam lien lung, kakak Lam  sam soe, kakak Lam  pu mu, kakak Lam  yip yip, kakak Lam  tan tong , kakak Lam  han cheng, kakak Lam  wen ru, kakak Lam  min lie, kakak Lam  choy hun, dan kakak Lam  min kho, saat ini sedang mengerjakan misi dari patriach." Kata Lam Xiao Mei sedikit cemberut dengan ayah kandungnya.


Sang patriach terdiam sejenak lalu berkata, "Penatua ke sembilan.... aku minta tolong kau temani putri bungsuku ke indonesia... penatua pertama aku minta kau memanggil kembali seluruh anggota SFO untuk berkumpul kesini termasuk yang sedang menjalankan misi mengawasi pergerakan organisasi RFO, JFO, LFO, OVO dan PPB."


"Baik patriach..." jawab penatua pertama dan penatua kesembilan hampir bersamaan.


Sementara itu di indonesia tepatnya di gedung aula samping rumah sakit tradisional milik pak halim drajat, pesta acara ulang tahun ke tujuh belas sudah melewati acara inti, para tamu kini sedang menghabiskan makan malamnya sambil bercanda ria membahas dua video viral yang baru mereka publish tanpa sepengetahuan elte dan dudung.


Yuni dan tunangannya yang sudah menghabiskan makan malamnya kini sedang duduk bersantai menunggu waktu pulang. Sang MC masih asyik menguasai panggung tanpa ada keinginan memberikan kesempatan kepada para tamu untuk bernyanyi. Jiwanya masih syok dengan serangan polusi suara dari tamu yang terakhir menyanyikan sebuah lagu persembahan. Ia tidak menyangka bahwa salah satu lagu favoritnya saat masih SMA kini telah berubah menjadi sebuah lagu horor yang tidak ingin ia dengar lagi.


Yuni lalu mendekati tunangannya dan berkata, "sayang.... tadi kau belum menjawab pertanyaan terakhirku soal alasanmu ingin bertemu dengan keluarga angkat kak hera.... kau malah menjawab dengan kata-kata gombal".


Elte terdiam sejenak menatap mata tunangannya lalu berkata, "beberapa hari yang lalu kak yuda bercerita tentang adanya pertarungan ilegal yang diadakan oleh para organisasi bawah tanah termasuk organisasi JFO yang beberapa tahun lalu telah membeli ke delapan belas sauadara angkatku sesama penghuni panti asuhan.".


"Aku ingin menyelidiki kasus tersebut, siapa tahu ada kemungkinan aku bisa menemukan ke delapan belas saudara angkatku." Lanjut elte dan ditanggapi oleh yuni dengan anggukan mengerti.


"Kalau begitu aku akan mendatangi kak hera untuk mengajaknya pulang bersama dengan alasan untuk mengembalikan baju yang kau pinjam. Aku khawatir jika kau yang mengajaknya pulang nanti ia salah paham." Kata yuni kepada tunangannya. Elte hanya mengangguk setuju.


Saat elte sedang duduk sendiri menikmati jus buah, pak halim datang menghampiri sang prontagonis.


"Ehem... maaf sebelumnya nak elte... bagaimana dengan kondisi cidera hidungmu? Aku mendengar suaramu sudah kembali normal dan bahkan kau bisa menyanyikan sebuah lagu yang sangat indah" kata pak halim yang sudah penasaran sedari tadi dengan kondisi elte yang terlihat sehat-sehat saja. Seingatnya kalau ia sudah memeriksa kondisi elte dan ia sudah memprediksi jika cidera hidungnya elte paling cepat sembuh dua bulan itupun jika rutin minum obat herbal dan rajin beristirahat.


"Eh sudah baikan pak.... aku diberi obat khusus oleh dokter yeyen hasil riset penelitiannya" kata elte sedikit berbohong.


Pak halim hanya dapat mengangguk  mengerti padahal di dalam hatinya ia tidak percaya dengan jawaban elte.


"Jadi... kapan kau bisa mulai belajar di rumah sakit tradisional milik kami." Tanya pak halim sedikit mendesak.


"Besok aku infokan pak lewat kak santi, aku masih harus diskusi dengan ayah angkatku" jawab elte.


"Baiklah aku tunggu kabar darimu" kata pak halim lalu ijin pamit untuk kembali berkumpul bersama keluarganya.


Setengah jam kemudian pak jarwo datang menjemput, elte dudundi depan di samping pak jarwo yang sedang bekerja. Ruri masruri dan hera iskandar duduk di bagian tengah dan yuni sukma ayu lebih memilih duduk dibagian belakang sendirian. Ia masih merasa risih duduk dengan wanita yang berpotensi menjadi Perebut Hati Orang ( PHO ).