WUMMM

WUMMM
33. Dendam Dadang Du di dam



Seorang security dengan Tag Name di dadanya atas nama "Bintang Kejora", berlari menghampiri elte.


"Kamu tidak apa-apa nak.?..." kata security itu terlihat khawatir


"Tidak pak.... seandainya bapak tidak datang tepat waktu, mungkin saya sudah babak belur pak" kata elte berusaha menutupi perlawanannya tadi.


"Kamu di kelas mana nak... biar bapak antar ke kelas" tanya security itu


"Saya di kelasnya pak toni bintang pak" jawab elte


"Oh .... itu anak saya nak ....."security itu berkata sambil menunjukkan tagname di dadanya


Pak bintang kejora lalu mengantar elte ke kelasnya dan memberitahu pak toni tentang kasus pengeroyokan tadi.


"Nak.... ayah minta nanti kamu melaporkan kejadian pengeroyokan tadi ke kepala sekolah..... selama ini para preman itu tidak ada yang berani memanjat pagar untuk memalak sampai mengeroyok murid kita" kata pak bintang mengingatkan anaknya


"Siap ayah" jawab pak toni sambil mencium punggung tangan ayah yang telah membiayai kuliahnya dengan gaji securitynya


Para murid yang melihat adegan menyentuh itu merasa tidak tersentuh. Beberapa murid bahkan melihat ke kiri dan ke kanan mencari kamera tersembunyi karena mengira sedang ada adegan syuting reality show.


"Baik lah... sekarang jumlah murid sudah lengkap... jadi bapak minta untuk melakukan pemilihan ketua kelas. Ketua kelas terpilih nanti akan memiih sendiri wakil, sekretaris dan bendaharanya" pak toni kembali berbicara melanjutkan pemilihan calon ketua kelas yang tertunda.


Semua murid di kelas diwajibkan menulis nama ketua kelas di atas secarik kertas putih yang masih kosong.


Setelah lima belas menit, semua kertas itu telah dikumpulkan di atas meja guru.


"Baiklah kita mulai menghitung jumlah suara. Saat ini telah terkumpul dua puluh kertas suara sesuai jumlah murid di dalam kelas" kata pak toni


"Yang pertama atas nama elte yawarakai......" kata pak toni membuka kerta suara pertama


"Yang kedua abstein..." pak toni membuka kertas suara milik elte


"Yang ketiga atas nama elte yawarakai......" kata pak toni membuka kerta suara ketiga


"Yang keempat atas nama elte yawarakai......" kata pak toni membuka kertas suara keempat


Pak toni membuka dan membaca nama yang ada di kertas suara. Dari dua puluh kertas suara, sembilan belas suara memilih elte yawarakai dan satu suara abstein.


"Yang kedua puluh atas nama elte yawarakai......" kata pak toni membuka kertas suara terakhir.


[FLASHBACK 30 MENIT YANG LALU ...]


"Ibuuu.... ibuu....." anti miranti mantan istri mantan walikota mendengar suara anak bungsunya sedang menangis dari smartphonenya.


"Kenapa nak.... apakah ada yang membullymu ? Bukannya di dekat sekolahmu ada sekelompok preman yang sudah ibu bayar untuk menjagamu" anti miranti mencoba menenangkan anaknya yang sedang menangis


"Ibu... di sekolah baru .....dadang ketemu elte bu..... anak yatim yang pernah bikin mata dadang cacat..... anak pemulung yang sudah merebut cinta pertama dadang bu..... hiks hiks hiks" dadang menangis terisak mengingat masa lalunya yang kelam.


Selama dia pindah ke ibu kota negara, di sekolah barunya ia selalu dihina dan di bully karena matanya cacat. Ibunya yang tidak terima anaknya di bully lalu menyewa sekelompok preman untuk menculik dan melukai kedua mata dari anak-anak yang berani menghina anaknya.


Beberapa bulan setelah kejadian itu, ia berhasil mendapatkan donor mata untuk dadang sehingga dapat dioperasi untuk kesembuhan mata anaknya.


Sebelumnya juga anak pertamanya si sugeng sudah normal berjalan setelah melalui terapi khusus.


"Apa yang dilakukan pemulung itu di sekolah sampai kamu menangis nak" tanya ibunya mulai geram mengingat anak yang telah membuat kedua anaknya cacat.


"Ia telah membuka aib keluarga kita bu....hu hu hu..... ia memberitahu ke semua murid yang ada dikantin soal kondisi ayah yang masuk penjara karena kasus korupsi dan skandal video porno bu.. hu huh uhuuu" dadang yang tadinya menangis terisak mulai menangis tersedu-sedu


"Buuu.... dadang mau pindah sekolah saja bu.... dadang takut di bully lagi.. huhuuuuuhuuuuu" tangis dadang makin menyayat hati ibunya.


"Baiklah nak.... sekarang kamu ijin pulang sekolah saja.... bilang badan kamu kurang enak, nanti ibu telpon kakak kamu untuk jemput kamu di depan sekolah, kebetulan kakak kamu sedang pulang dari kantor untuk persiapan besok keluar negeri"


"Nanti kamu sama kakak kamu singgah ke warjono, preman yang ada di dekat sekolah kamu, kamu kasih lihat ke warjono yang mana namanya elte... biar dia yang urus anak brensek itu" ibu anti wiranti menjelaskan rencananya ke dadang


"Siap bu..." jawab dadang mulai tersenyum licik.


[FLASHBACK OFF ...]


Elte dan pak toni terkejut dengan hasil voting pemilihan ketua kelas dimana dari dua puluh murid, ada sembilan belas murid memilih elte sebagai ketua kelas, itu artinya sembilan belas dari dua puluh murid sama saja dengan sembilan puluh lima persen murid yang memilih elte.


Semua temannya memilih elte setelah melihat kejadian di kantin dan mendengar kasus keroyokan dari security tadi.


"Baiklah..... karena 19 dari 20 murid atau 95% murid memilih elte yawarakai sebagai ketua kelas dan ada 1 dari 20 murid atau 5% murid memilih abstein, maka dengan ini elte yawarakai terpilih jadi ketua kelas..... apakah nak elte bersedia" pak toni membacakan hasil keputusan voting dan menanyakan kesediaan elte.


"Maaf pak .... boleh saya memilih untuk tidak bersedia" tanya elte mengagetkan seluruh kelas.


"Kenapa kamu tidak bersedia nak.... apakah kamu takut mengembangkan sebuah amanah yang bisa jadi adalah sebuah batu loncatan buat kamu untuk....bla bla bla...." pak toni memberikan penjelasan yang sangat panjang dan bertele-tele dan kembali menyiksa mental para murid. 


Tanpa sadar pak toni sudah sejam lebih menasehati elte yang dianggapnya takut mengambil sebuah amanah, pak toni kembali mengingatkan pengalamannya kuliah sampai tiga jurusan.


Para murid hanya bisa menatap elte dengan tatapan memelas dan memohon kerendahan hati elte untuk menyelamatkan mereka


"Baiklah pak... saya akan terima amanah teman-teman sebagai ketua kelas" elte segera memotong penjelasan pak toni akibat tekanan dari pak toni dan tatapan memelas dari semua temannya.


"Bagus nak.... bapak bangga dengan keberanianmu.... memang untuk bisa berani kamu harus melawan rasa takutmu dan ..... bla bla bla... " pak toni mulai kembali menasehati elte, namun segera elte kembali memotong penjelasannya pak toni


"Jadi pak.... sebagai ketua kelas baru, selanjutnya apa yang akan dilakukan" potong elte bertanya ke pak toni


"Kalo begitu, bapak akan keluar satu jam untuk melaporkan keroyokan tadi ke kepala sekolah dan kamu bisa mulai memilih wakil, sekretaris dan bendaharamu" jawab pak toni yang disambut nafas lega para murid.


.........


"Rano.... lo tahu anak yang lo  bully di kantin tadi" tanya seorang murid ke teman kelasnya yang menyiram kepala elte dengan es teh.


"Ia kenapa bro.... " jawab rano


"Tadi ia dikeroyok sama si warjono dan anggotanya" lanjut temannya mengagetkan rano dan beberapa temannya yang tadi ikut membully


"Wahhh..... gile tuh ..... masih hidup tuh anak.... Ada yang cacat nggak.... emang anak itu songongnya minta ampun dah .... sama preman depan sekolah aja, masih cari mati ....." kata rano sedikit senang karena ada yang membalas rasa malunya tadi.


"Anak itu nggak apa-apa bro.... kayaknya anak itu jago bela diri... dikeroyok sepuluh preman, ia hanya menghindar dan menangkis saja bro.... untung lo elo semua yang cuma anak berandal sekolah nggak jadi ajak ribut" penjelasan teman rano membuat rano dan beberapa anak yang tadi membully elte, hanya bisa meneguk ludahnya


Sementara itu di kelas yuni


"Yuni....yuni... tahu nggak sist, kata anak-anak..... tadi tunanganmu di keroyok sepuluh preman...." teman bangku yuni datang berlari dari toilet sambil berteriak


Anak-anak murid teman sekelas yuni jadi kaget. Beberapa murid laki-laki, malah bersyukur karena mereka berencana mau bersaing merebut yuni dari elte. Mereka yakin hanya ada dua kemungkinan yuni mau sama elte, yang pertama kalau bukan elte main pelet, berarti yang kedua, yuni dan keluarganya lagi stress atau gila.


"Bagaimana dengan para preman itu ? Tidak apa-apa kan !!!" Jawab yuni membuat seluruh kelas kaget karena lebih khawatir dengan para preman daripada tunangannnya, padahal yuni cuman khawatir kalo elte berurusan lagi dengan kepolisian, ia mengingat kalau lima belas penculik profesional dengan senjata apinya saja dapat dilumpuhkan oleh elte, apalagi cuman sepuluh preman amatiran.


"Tunanganmu itu nggak apa-apa sist.... kayaknya tunanganmu hebat deh jago bela diri... dikeroyok sepuluh preman, ia hanya menghindar dan menangkis saja sist.... " penjelasan teman sebangku yuni membuat beberapa murid laki-laki yang berencana bersaing merebut yuni, hanya bisa meneguk ludahnya.


Bukan cuman para murid yang terkejut dengan kasus keroyokan itu, para guru dan kepala sekolah juga dibuat kaget dan kagum.


Setelah mendapatkan berita keroyokan salah satu muridnya, kepala sekolah langsung menelpon wali elte yakni pak jaya.


Kepala sekolah sempat dibikin syok karena pak jaya hanya menanyakan kondisi para preman itu. Setelah mendapatkan kabar dari kepala sekolah, ia lalu melaporkam kejadian itu ke kantor polisi dan mengutus beberapa wartawan untuk mengawasinya.


Siangnya sebelum pulang sekolah, para murid melihat beberapa polisi dan wartawan datang menggrebek tongkrongan para preman yang ada di depan sekolah.


Dengan menyita beberapa botol minuman keras dan handphone para preman, mereka dibawa ke kantor polisi, sementara itu para wartawan mengambil beberapa foto preman.


Rano dan beberapa temannya yang tadi siang membully elte, hanya bisa mengusap dadanya bersyukur untuk tidak melanjutkan pembullyannya.


.....


Sementara itu, sugeng dan dadang sudah tiba di rumah neneknya, intan permata berlian. Mereka dan ibunya memang memilih tinggal dirumah tersebut.


Dadang lalu masuk ke kamarnya, mengunci pintu dan mengambil sebuah foto yuni yang sedang bernyanyi di waktu mereka masih TK, sambil memutar lagu kenangan itu, ia mengenang tentang cinta pertamanya dan juga dendamnya kepada elte.


Du di du di dam dam


Du di du di dam


Du di du di dam dam


Du di du di dam


Kamu makannya apa


Saya juru masaknya


Ada tempe goreng , ada ayam goreng


Semua yang digoreng (oseng, oseng, oseng )


Sayurnya pilih saja


Semua ada di meja


Ada sayur bayem, ada tempe bacem


Awas pedes sambelnya


Masih kecil makan disuapin


Mau mimi mama yang buatin


Sudah besar harus bisa bantu mama


Kerja di rumah


Du di du di dam dam


Du di du di dam


Du di du di dam dam


Du di du di dam


Aku tempe dan aku daging ayam


Ditambah nasi dan sayur mayur


Semuanya dimakan


Jangan dicampur sambal


Nanti mataku pedih


Aku bisa menangis


Aku bisa tertawa


Gembira ria


Du di du di du di dam du di dam


Du di du di dam dam


Du di du di dam


Du di du di dam dam


Du di du di dam


.........