
Elte lalu teringat dengan sang walikota yang dia yakin menjadi dalang dari kejadian yang menimpa ibu panti.
Dengan mencari informasi mengenai alamat kantor walikota, elte berusaha menyusup ke CCTV tiap ruangan yang ada di gedung walikota.
Setelah beberapa saat mencari walikota, elte akhirnya menemukan sang walikota sedang duduk di kursi sekretarisnya sendirian.
Elte melihat sang walikota terlihat gelisah dan kesakitan. Namun dari ekspresi wajah sang walikota, kadang terlintas senyum menikmati tubuhnya, dan di duga oleh elte bahwa walikota sedang gelisah dan kesakitan.
Tiba-tiba tubuh sang walikota gemetar hebat dan kedua mata hitamnya naik ke atas hingga yang terlihat hanya mata putihnya saja.
Beberapa tetes keringat mengalir di keningnya dan kedua tangannya mengepal ujung meja menahan tubuhnya yang gemetar hebat.
Elte bingung melihat kondisi sang walikota yang gemetar seperti kesurupan.
Elte menduga kalo sang walikota sedang dirasuki roh jahat selama ini sehingga memiliki perilaku yang sangat jahat terhadap masyarakat.
beberapa saat kemudian, dari bawah meja yang ada di depan sang walikota, keluar seorang wanita bahenol mengambil tisu yang ada di atas meja dan membersihkan cairan putih yang menodai wajahnya.
Elte terkejut dengan kehadiran wanita tersebut dan tanpa sengaja elte melihat dua buah smartphone di atas meja milik walikota dan sekretarisnya.
Elte mendapatkan sebuah ide untuk membalas walikota tersebut dan membebaskan ibu panti.
Ia lalu berselancar di dunia maya untuk mencari nomor telpon sang walikota.
Setelah berhasil menemukan nomor telpon sang walikota, ia mencoba menyusup ke dalam smartphone walikota tersebut, sementara sang walikota melanjutkan kegiatannya bersama sekretarisnya untuk melakukan adegan dewasa seperti adegan menyuntik antara dokter dan suster kemudian adegan kuda-kudaan antara koboi dengan kudanya
Elte memeriksa isi smartphone sang walikota seperti galery foto dan video, media social, history chat, history transfer pada internet banking dan lain-lainnya.
Dari hasil membaca history chat yang ada di smartphone walikota, elte sangat terkejut karena membaca tentang percakapan walikota dan pak RT yang juga tetangganya saat masih di panti asuhan.
Selain chat dengan pak RT, elte juga menemukan banyak history chat lainnya saat sang walikota menyuruh para preman untuk melakukan kejahatan.
Setelah puas melihat banyaknya bukti kejahatan sang walikota, elte dengan kemampuan hackingnya melalui telepati, mengirim rekaman CCTV yang sebelumnya elte aktifkan ke mode rekaman. Rekaman CCTV yang memperlihatkan kegiatan suntik menyuntik dan kuda-kudaan itu, elte share di media social sang walikota seperti facebook dan instagram.
Selain rekaman CCTV, elte juga mengirimkan screen shoot percakapan walikota dengan para preman para tim suksesnya termasuk pak RT ke media social. Tidak lupa juga, elte mengirim screen shoot bukti dari transfer rekening saat membayar para preman peliharaannya.
Setelah menyebar bukti-bukti tersebut, elte menandai atau tag ke para wartawan, polisi, kejaksaan dan para mahasiswa di seluruh indonesia.
Elte pernah membaca bahwa para mahasiswa mampu melakukan demo dan menurunkan seorang presiden.
Presiden saja bisa dicopot apalagi hanya walikota, seperti itu yang dipikirkan oleh elte.
Terakhir setelah menandai pihak-pihak tersebut, elte lalu mengubah password smartphone dan semua media sosial sang walikota dan menambahkan enkripsi kriptografi agar tidak mudah dibuka kembali.
Elte juga menyusup ke provider kartu yang digunakan oleh sang walikota untuk memblokir nomor tersebut sehingga tidak bisa lagi digunakan untuk mereset password media sosial dari komputer lainnya.
Langkah terakhir, elte berkonsentrasi penuh untuk membuat smartphone sang walikota mengalami korslet dan meledak agar dapat mengejutkan sang walikota yang sedang menuju puncak.
Keinginan elte untuk menghancurkan smartphone melalui internet tidak berhasil dilakukan karena tidak didukung oleh spesifikasi hardware dari smartphone tersebut.
Setelah elte kembali selesai menyabotase smartphone sang walikota. Elte lalu beranjak ke kamar mandi untuk bersiap-siap melaksanakan kewajibannya beribadah lima waktu.
Beberapa menit setelah beribadah sekitar pukul 19:00 Wita, pintu kamar elte diketuk oleh pembantu untuk meminta elte bergabung di meja makan.
Elte yang sedari pulang sekolah belum mengisi perutnya, merasa senang dan segera ke meja makan.
Di meja makan tersebut telah menunggu keluarga inti pak jaya wijaya. Di meja itu, selain pak jaya, istri dan kedua putrinya, terlihat juga seorang pria yang sekilas mirip seperti pak jaya.
Pria itu adalah karya wijaya, adik kandung dari jaya wijaya. Kedua saudara kandung yang umurnya hanya selisih dua tahun itu dulunya adalah anak dari seorang petani sukses di kampung, yang bernama wijaya sriwijaya.
Petani itu selalu mengajari kedua putranya untuk selalu mengejar dunia seakan-akan mereka akan hidup selamanya namun tidak melupakan akhirat seakan-akan mati esok harinya.
Jaya wijaya memiliki impian menjadi seorangan pengusaha sukses dan mencapai puncak kejayaannya. Sedangkan adiknya, karya wijaya, lebih memilih menjadi seorang insinyur dan peneliti yang senantiasa menghasilkan karya-karya teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa.
Saat tiba di meja makan, kedua pasangan suami istri yakni pak jaya wijaya dan ibu yuyun sukma ayu, menatap sopan kepada elte. Mereka mempersilahkan elte duduk di meja dan mengambilkan makanan ke atas piring elte.
Perlakuan mereka menyebabkan yuna, yuni dan pak karya merasa heran karena selama ini mereka tidak pernah melihat pasangan suami istri itu bersikap spesial kepada tamu lainnya.
Bahkan pasangan itu sering mengumbar kemesraan mereka di depan keluarganya seakan-akan dunia hanya milik mereka berdua.
Elte yang kebingungan pun jadi merasa tidak enak dengan tatapan yuna dan yuni.
"Jadi..... bagaimana hari pertamamu kembali ke sekolah" pak jaya wijaya menyapa elte dengan sopan.
"Ba..ba..baik pak, suasana kelas tidak banyak berubah kecuali dadang yang saat ini pindah sekolah ke ibu kota."jawab elte dengan gugup.
"Oh... anak itu pindah ya.... baguslah jadi kamu tidak perlu takut di bully lagi" bu yuyun menjawab sambil tersenyum licik
"Oh iya... kami berencana mengangkat mu jadi anak angkat kami. Apakah kamu bersedia?" Kata bu yuyun sambil memotong tempe goreng menggunakam sendok dan garpu.
Pak karya, yuna dan yuni, yang sudah tahu keinginan bu yuyun sebelumnya, hanya diam memperhatikan adegan ala sinetron yang biasa mereka nonton pada sore hari.
"Kalo ibu tidak malu dengan kondisi saya sebagai anak yatim piatu dan bekerja sebagai pemulung sampah, saya tentu akan bahagia diangkat sebagai anak angkat ibu" jawab elte terharu
"Kami juga berencana akan menikahkan kamu dengan yuni anak kami jika kalian sudah dewasa" kata pak jaya yang mengagetkan semua orang yang ada di meja makan selain istrinya.
"Ayah gimana sih.... masak yuni yang masih SD, mau ditunangkan sedangkan aku yang sudah kelas tiga sma masih jomblo karena dilarang pacaran sama ayah" potong yuna merajuk.
"Iya kak.... aku aja, yang sudah mau kepala tiga masih jomblo, dan kakak tidak punya inisiatif carikan pasangan yang sikapnya seperti kakak ipar" pak karya ikut berbicara karena tidak pernah dicomblangi dengan yeyen sukma ayu, adik bungsu dari kakak iparnya.
"Bagaimana menurut kamu nak..." tanya bu yuyun ke arah yuni belum mengerti arti pertunangan.
"Kalo aku ikut saja ma.... elte juga sangat cerdas bikin kagum yuni" jawab yuni dengan polosnya dan membuat wajah elte tertunduk malu.
"Baiklah setelah makan.... kami ingin berdiskusi sama nak elte sebentar" kata pak jaya dengan menatap istrinya dan kedua pasangan itupun tersenyum licik mencoba mengikuti adegan sinetron yang mereka tonton tapi sebenarnya senyum licik mereka justru terlihat seperti orang gila yang bodoh.
[ FLASHBACK ON ... ]
Hampir dua jam lebih pak jaya dan bu yuyun terdiam melongo mencoba mencari arti dan makna tersembunyi dari kejadian yang mereka nonton sebelumnya dari CCTV Mobil.
"Papa...aku punya firasat... kalo ke depannya elte dengan kemampuannya itu akan menjadi orang hebat dan menuju puncak kejayaannya." Kata bu yuyun mencoba memecahkan suasana sepi karena tenggelam dalam pikirannya
Mendengar dua kata "puncak kejayaan" membuat mata jaya terbelalak melihat sang istri.
Insting pengusaha pak jaya kemudian aktif mengambil paksa pikiran pak jaya yang masih kebingungan sebelumnya
"Kau benar sekali ma.... coba bayangkan.... seorang anak yatim piatu yang disenangi semua guru dan kepala sekolah serta pegawai honorer seperti security karena kebaikan dan kesabaran anak itu"
"Anak yang selalu memulung sampah itu, juga merupakan juara sekolah dan mendapatkan beasiswa full dari yayasan"
"Dia mampu membimbing dan mengajari yuni yang otaknya kayak mamanya sehingga bisa mendapat point seratus di tiap ujian harian"
Kata pak jaya tanpa sadar memancing emosi sang istri
Bu yuyun memang tidak secerdas pak jaya dan pak karya bahkan terkesan lalod atau lambat loading jika berhubungan dengan pelajaran.
Namun bu yuyun adalah bunga desa yang memiliki wajah cantik dan membuat para pria di kampung tergila-gila termasuk pak jaya.
Bu yuyun memiliki kemampuan manajerial sebagai seorang ketua kelas merangkap sekertaris dan merangkap juga sebagai bendahara di kelasnya.
Saat semua hanya mengejar nilai tinggi dan tidak mau mengurusi kelas, hanya bu yuyun yang bersedia berkorban untuk mengurusi kelas dan teman-temannya.
Wajah cantik dan sikap keibuan dari bu yuyun membuat teman-teman prianya berlomba-lomba membantu tugas sekolah bu uyun saat sekolah dulu.
Didekati para pria, tidak membuat bu yuyun dibenci oleh teman-teman wanitanya, kemampuannya bergaul dan membawa diri, ditambah sikap rendah hati dan suka menolong, membuat teman-teman wanitanya memiliki panggilan sayang buat bu yuyun.
Teman-teman wanita itu terbiasa memanggil bu yuyun dengan panggilan mami. Untungnya mereka semua masih polos dan belum mengenal dunia malam yang menggunakan panggilan yang sama untuk menyebut seorang mucikari.
Melihat wajah cemberut istrinya yang imut, pak jaya segera menyadari kesalahannya dan segera memperbaiki suasana.
"Untunglah yuna dan yuni dapat mengikuti wajah cantik dan hati lembut mamanya" kata pak jaya yang akhirnya lega karena melihat sedikit senyuman manis berusaha bersembunyi dari kedua bibir istrinya.
"Bagaimana jika malam ini kita segera mengangkat elte jadi anak kita pak" kata bu yuyun.
"Kalo cuman anak angkat biasa, suatu saat anak itu akan menikah dan diculik mertuanya" potong pak jaya karena pikirannya sudah berkembang dengan rencana investasi jangka panjang.
"Bagaimana kalo kita jadikan elte anak asuh sementara dan mengikatnya dengan bertunangan dengan yuni" usul pak jaya dengan mata berbinar
"Aku sepakat pak.... menurutku yuni sepertinya fans banget dengan elte, sejak TK, yuni tidak pernah mau berteman dekat dengan orang lain kecuali lina dan lani."
"Waktu acara syukuran, yuni berinisiatif duluan mendekati elte walaupun saat itu banyak orang yang tahu kalo elte adalah anak panti yang miskin" kata bu yuyun sambil mengingat kejadiam waktu pesta syukuran.
Mereka pun kembali terdiam memikirkan rencana masa depan versi mereka masing-masing.
Pak jaya berencana mendorong elte agar sukses menjadi penguasaha kaya dibidang kesehatan. Sedangkan bu yuyun berencana mendorong elte agar sukses menjadi dokter spesialis yang dapat membantu banyak orang.
Mereka kembali kompak mengeluarkan senyum licik mereka yang yang justru terlihat seperti orang gila yang bodoh.
[ FLASHBACK OFF ... ]
Setelah selesai makan bersama, elte mengikuti pak jaya dan bu yuyun ke ruang kerja pak jaya.
Yuna, yuni dan pak karya berencana ikut ingin mendengar diskusi mereka tetapi mereka diusir keluar dengan ancaman potongan uang jajan.
Setelah mereka bertiga duduk di ruang kerja dengan pintu terkunci. Pak jaya mulai berbicara langsung atau to the point
"Elte .... kamu pasti ingat apa yang telah terjadi saat penyerangan sewaktu kita pulang dari panti kan" tanya pak jaya yang membuat elte terlihat khawatir
Elte lalu mengaktifkan kemampuan telepatinya dan membaca pikiran dari pasangan itu. Dari hasil pikiran mereka, elte tidak membaca sedikit pun niat jahat kecuali ingin mengikat elte dengan menjodohkannya bersama yuni.
Mengetahui niat pasangan itu, elte menunduk malu dengan hati riang gembira karena yuni adalah teman sekolahnya yang paling cantik dan yang pertama kali berinisiatif mendekati elte.
Melihat elte tertunduk, bu yuyun mengira elte ketakutan dan ingin menyembunyikan rahasianya.
"Jangan takut nak... aku justru berterima kasih karena kamu telah menyelamatkan suamiku dari kondisi sekaratnya" kata bu yuyun
"Kami telah menonton kembali kejadian itu dari CCTV mobil dan setelah menontonnya kami berinisiatif menyembunyikan kemampuanmu dengan menghapus rekaman itu" kata bu yuyun dengan suara lembut
"Maukah kau menjaga dan membimbing anak kami nak?" Bujuk bu yuyun
Elte yang telah menonaktifkan kemampuannya hanya mengangguk setuju dengan wajah tertunduk malu
Melihat elte yang masih tertunduk, pak jaya mengira kalo elte masih ketakutan dan muncul ide di pikirannya untuk mengikat elte lebih erat
"Kami berjanji nak akan mendukung perkembangan kemampuanmu. Kami juga akan mengusut kejadian yang menimpa ibu panti." Bujuk pak jaya
Wajah elte seketika cerah karena mendapatkan dua kabar bahagia yakni bertunangan dengan yuni dan membantu ibu panti agar bebas.
"Baik ... pak... bu.... saya setuju dengan permintaan bapak dan ibu...Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan dan kasih sayang yang bapak ibu berikan." Kata elte dengan semangat yang membuat pasangan itu saling melirik dan kompak mengeluarkan senyuman licik mereka.
.........
Sementara malam itu di kantor walikota, sang sekretaris di telpon suaminya menuntut cerai karena melihat video skandal istrinya yang lebih ganas bersama walikota dibandingkan bersama suaminya sendiri.
Walikota yang malam itu telah mengetahui kabar dari sekretarisnya sehabis berolahraga plus bersama, merasa panik dan berusaha menghapus kembali konten-konten tersebut.
Walikota terus berusaha merestart smartphonenya beberapa kali tetapi tidak bisa mengakses smartphone itu karena password hpnya salah dan nomornya terblokir. Ia juga mencoba membuka media sosialnya lewat komputer tetapi tidak bisa karena passwordnya tidak dikenal oleh sistem.
Tidak putus asa, ia lalu menghubungi temannya yang juga seorang hacker untuk menghapus video dan bukti screen shoot yang sudah di share ke media sosial.
Namun si hacker tidak bisa menembus media sosial tersebut dan segera menyarankan kepada walikota untuk menghubungi pihak facebook dan instagram agar berkenan menghapus konten tersebut.
Dengan menggunakan akun sekretarisnya, walikota mengirim email ke pihak facebook dan instagram namun tidak direspon cepat karena selain proses komplain membutuhkan waktu investigasi oleh tim khusus, walikota juga mengirim permohonan tersebut menggunakan bahasa indonesia.
Esok pagi kemudian, media sosial heboh dengan tersebarnya video skandal perselingkuhan sang walikota dengan sekretarisnya melalui media sosial milik sang walikota itu sendiri.
Selain video skandal, tersebar juga bukti-bukti percakapan sang walikota dengan para preman dan tim suksesnya menghadapi lawan bisnis dan lawan politiknya, beserta bukti trasfer rekening sang walikota yang diduga sebagai kasus penyuapan kepada tim sukses dan kasus pembayaran kepada preman untuk melakukan kejahatan kepada masyarakat.
Tidak butuh waktu lama agar konten itu dipenuhi oleh caci maki para netizen di beranda media sosial milik walikota dan sekretarisnya. Bahkan media sosial milik keluarga mereka.
Para mahasiswa dan wartawan secara terstruktur melakukan demo besar-besaran di depan kantor walikota dan DPR menuntut dicopotnya sang walikota dari kursi panasnya.
Para tim sukses dari sang walikota termasuk pak RT yang juga tetangga ibu panti, di demo oleh para warga.
Para preman peliharaan walikota menjadi buronan dan polisi yang terbukti menerima suap dari walikota dipecat dan dimasukkan ke penjara.
Kepolisian pusat mengirim bala bantuan untuk menyelesaikan kasus ini karena skandal walikota menjadi cibiran dunia yang merusak nama baik bangsa indonesia.
Harga saham milik perusahaan anto wiranto pun langsung jatuh dan terjun bebas, membuat para investor berlomba-lomba menarik dana investasi mereka, sehingga semua perusahaan mantan sang walikota itu terancam bangkrut.
Anti wiranti, Istri sang walikota, mengirimkan gugatan cerai ke suaminya, melalui pengacaranya. Ibu dari sugeng dan dadang kemudian menetap di ibu kota bersama ibu kandungnya yang bernama intan permata berlian.
Intan permata berlian adalah seorang janda tua dari pengusaha di bidang kesehatan dan obat-obatan. Dulunya anto wiranto adalah preman peliharaan janda tua itu.
Preman dengan wajah pas-pasan itu juga merupakan playboy yang menjebak anak gadis dari janda tua itu dengan rayuan dan gombal agar mau menjadi pacarnya.
Setelah pacaran, anto wiranto merecoki anti wiranti dengan minuman keras dan obat peransang sehingga mereka melakukan kuda-kudaan dalam kondisi terekam video.
Video inilah kemudian yang digunakan oleh anto untuk memaksa anti wiranti memaksa ibunya untuk menerima lamaran anto wiranto.
Setelah menikah, dengan harta mertuanya dan teman-teman premannya, anto mengembangkan bisnis keluarganya ke beberapa bidang.
Setelah memiliki cukup modal untuk money politik, anto nekat memasuki dunia politik dengan menjadi anggota dewan dan beberapa tahun kemudian ia mencakonkan dirinya menjadi walikota.
Kini dengan adanya video skandal anto bersama sekretarisnya, karir politik dan karir bisnis sang walikota itu pun hancur.
Preman-preman peliharaan anto juga merasa dendam sehingga hidup anto tidak tenang dengan ancaman para preman yang pernah ia pelihara.
Anto pun tidak bisa berkumpul dengan keluarganya kembali karena gugatan cerai dari istrinya yang didukung oleh mertu dan kedua putranya.
Sekretaris bahenol yang selalu menjadi teman selingkuhnya juga menfitnah anto dengan tuduhan ancaman kekerasan dan pelecehan.
Untuk meyakinkan suaminya dan polisi kalau ia hanya terpaksa melakukan hubungan dewasa itu di bawah ancaman anto, sang sekretaris malam itu meminum obat perangsang dan memukul wajahnya sendiri hingga lebam lalu esok paginya ia kabur untuk melakukan visum sebagai bukti.