
Darah yang telah menempel kuat di baju pak jaya akhirnya bergerak menjauhi badan pak jaya setelah menghabiskan waktu hampir setengah jam.
Elte membutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi dengan menguras kekuatan mental yang cukup banyak.
Setelah berhasil, elte melakukan hal serupa membersihkan darah sang supir. Setelah berhasil mengubur sisa-sisa darah dan bekas peluru agak jauh dari tubuh pak jaya, elte kemudian ikut berbaring di samping pak supir lalu ikut tidur karena kelelahan.
Beberapa jam kemudian sekitar jam 12 malam, smartphone pak jaya berbunyi dan bergetar dari balik saki celana pak jaya.
Setelah beberapa saat smartphone itu berdering, pak jaya tersadar dan mengambil smartphonenya.
"Papa sayang .... kamu dimana... dengan siapa.... sekarang berbuat apa..." kata istrinya yang khawatir menelpon sang suami.
"Oh .... mama ya .... aku sekarang lagi dijalan ma .... tadi sore setelah menjemput calon anak asuhmu yang kau pesan sebelumnya, aku singgah di panti asuhan untuk mengurus kepindahan anak itu ke rumah kita" kata sang suami tanpa menceritakan kasus penyerangan terhadap dirinya. Dia tidak ingin istri tercintanya khawatir berlebihan.
"Ok papa sayang .... saya tunggu di kamar ya .... malam ini saya nggak pake dalaman...." goda istrinya dari ujung telpon dan membuat salah satu anggota tubuh pak jaya seketika berontak.
Setelah menenangkan anggota tubuh yang ingin berontak itu, pak jaya lalu membangunkan elte dan sang supir.
Pak jaya dan sang supir itu yakin bahwa tadi mereka sekarat setelah ditembak oleh para penjahat tadi.
Elte lalu menjelaskan bahwa para penjahat tadi menembak ke atas untuk menakuti mereka, namun karena pak jaya dan sang supir pingsan ketakutan, jadi para penjahat itu kabur karena mengira salah tembak dan membuat para korbannya meninggal.
Pak jaya dan sang supir mengangguk menerima penjelasan itu karena melihat celana mereka basah dan pikiran mereka sedikit dimanipulasi oleh elte agar tidak berpikir jernih.
Pak jaya lalu mengingat godaan sang istri sehingga menyuruh sang supir untuk mengantar mereka pulang segera.
Setiba di rumah, sang supir disuruh oleh pak jaya untuk mengantar elte ke kamar tamu untuk beristirahat. Setelah masuk ke kamar, dia lalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, kemudian menyerang sang istri yang sedang menunggunya dengan senyum menggoda.
Dengan buas dan tanpa dosa, dia mengencingi ******** istrinya dalam arti enak-enak tanpa menyadari bahwa *********** sendiri telah dikencingi oleh elte dalam arti yang sebenarnya.
Esok paginya di meja makan saat sarapan pagi, elte diminta ikut bergabung setelah sebelumnya disuruh mengenakan pakaian sekolah yang telah disiapkan oleh pembantu.
Elte disuruh kembali masuk ke sekolah bersama yuni untuk melapor kembali karena tiga minggu lebih tidak masuk sekolah akibat koma.
Saat sarapan, yuyun, ibu yuna dan yuni bertanya bagaimana keadaan elte sekarang. Elte menjelaskan bahwa dirinya sudah sehat sepenuhnya dan siap bekerja di rumah mereka.
Ibu yuyun sebelumnya telah berdiskusi dengan suaminya tentang status elte yang diuji terlebih dahulu sebelum diangkat menjadi anak asuh.
Setelah elte beserta yuna dan yuni diantar ke sekolah oleh sang supir, ibu yuyun lalu ke kamar untuk mencuci baju suaminya.
Saat memeriksa baju sang suami, bu yuyun sangat terkejut melihat kondisi baju sang suami.
Tiba-tiba terbayang jelas film sinetron yang semalam ia tonton bersama kedua putrinya dengan tema cerita tentang perselingkuhan suami yang ketahuan saat hendak mencuci baju suaminya dan menemukan bekas lipstik dan beberapa helai rambut.
Dia teringat juga suaminyya yang pulang tengah malam dan terdengar gugup saat di telpon. apalagi saat pulang, suaminya langsung mandi seakan-akan ingin membersihkan sesuatu dari tubuhnya. padahal selama ini, suaminya pantang mandi kalo sudah lewat maghrib.
"Papa....papa..... sini kamu....." teriak istri pak jaya mulai menangis tersedu karena takut dikhianati kekasih hatinya.
Pak jaya yang masih duduk di sofa depan tv, tersentak kaget mendengar suara istrinya yang tidak pernah marah kecuali dalam kondisi cemburu
"Iya...iyaa... istriku sayang....tunggu sebentar" pak jaya menjawab panggilan istrinya sambil beranjak ke kamar.
"Papa.... apakah kamu berani main di belakangku" kata sang istri terisak-isak
"Haa... bukannya kamu tidak suka main di belakang sayang.... kamu maunya gaya missionaris doang" kata suaminya yang salah sangka maksud sang istri
"Bukan itu maksud saya.... apakah kamu sudah berani selingkuh dengan pria lain ?" kata sang istri yang mengagetkan sang suami.
Saat sang istri hendak membawa baju kotor suaminya, dia melihat ada lubang bekas tembakan yang diduga sebagai lubang bekas puntung rokok.
Sepengetahuan sang istri, suaminya tidak suka merokok bahkan melarang anak buahnya merokok karena pak jaya tidak tahan bau rokok.
"Pria...... aku selingkuh sama pria ?" Kata pak jaya yang syok mendengar tuduhan istrinya sendiri
"fitnah macam apa yang sedang menimpa keluarga kami ya tuhan." Ratapan suami yang tidak ikhlas karena sangat menyinggung harga dirinya terdengar lirih di telinga istrinya
"Coba jelaskan... kenapa bisa ada lubang kecil bekas rokok di baju papa" kata istrinya yang sedikit menyesal menuduh suaminya tanpa bertanya
Melihat ada lubang di baju yang dikenakannya semalam, pak jaya sedikit mengerutkan keningnya dan berpikir sejenak.
"Apakah kamu melihat kondisi mobil kita yang semalam papa gunakan menjemput elte?" Kata sang suami yang masih terlihat ragu.
Istrinya pun mengangguk, kemudian pak jaya terpaksa menceritakan kejadian semalam yang dia sendiri ragu apakah itu benar atau hanya mimpi.
"Coba kita periksa saja CCTV mobil" sang istri memberikan saran karena terkejut dengan cerita suaminya.
Mereka berdua lalu pergi ke garasi mobil dan memeriksa CCTV mobil untuk melihat kejadian semalam
Pak jaya mencoba menekan tombol rewind atau tombol mundur pelan untuk melihat kejadian semalam.
Saat melihat elte sedang berjongkok di tanah, pak jaya menekan tombol play dan melihat apa yang sedang dilakukan elte.
"Apa yang sedang ditanam oleh elte ? " tanya sang istri yang tidak dijawab oleh suaminya.
Pak jaya kembali menekan tombol rewind untuk mundur pelan hingga melihat elte berdiri di dekatnya. Pak jaya lalu menekan tombol play dan menonton kembali CCTV tersebut.
Pak jaya dan istrinya sangat terkejut melihat elte yang sedang mengencingi ***********. Muka pak jaya seketika memerah dan terlihat urat di sekitar lehernya. Tangan kirinya terkepal karena menahan amarah atas sikap kurang ajar anak itu saat ia sedang tidak sadarkan diri.
Pak jaya sangat terpukul melihat kejadian di CCTV itu. ******** yang selalu ia banggakan karena hampir tiap hari digunakan untuk mengencingi ******** istrinya dalam arti enak-enak, dan dari CCTV itu ia merasa ternoda karena *********** dikencingin oleh lelaki lain dalam arti sebenarnya.
Sang istri lalu menekan tombol rewind dua kali sehingga adegan kembali mundur tapi dengan cepat. Sang istri lalu menekan tombol play saat waktu menunjukkan saat ia pulang dari panti asuhan.
Setelah beberapa saat menunggu, pak jaya dan istrinya kembali terkejut saat terlihat beberapa mobil menyergap mobil mereka dan menyeret ketiga orang yang ada di dalam mobil pak jaya.
Sang istri menutup mulutnya yang terbuka karena syok melihat kekasih hatinya ditembak hingga terlihat sekarat. Sang istri menekan tombol stop dan segera memeluk suaminya sambil minta maaf karena telah menfitnah suaminya selingkuh dengan pria lain.
Setelah beberapa saat adegan pelukan romantis terjadi. Pak jaya menekan kembali tombol play karena masih penasaran dengan adegan selanjutnya.
Saat ketiga orang yang telah ditembak itu terlihat sekarat. Para penyergap lalu kembali ke mobil masing-masing dan menghilang entah kemana.
Beberapa saat kemudian terlihat elte bangun dalam kondisi tidak sekarat seperti sebelumnya. ia meletakkan tangannya di kedua luka bekas tembakan di area perut dan dada pak jaya. Elte juga terlihat melakukan hal yang sama terhadap pak supir.
Setelah itu elte berdiri sambil menutup matanya dan setelah beberapa saat elte menghilangkan noda darah di baju pak jaya dan supirnya.
Elte kemudian mengencingi pak jaya agar dikira ngompol lalu mengambil beberapa bekas peluru yang sudah ia keluarkan dari tubuh pak jaya dan supirnya. Peluru-peluru itu kemudian elte tanam dengan menggali lubang sebelumnya.
Setelah mengetahui kejadian sebenarnya, suami istri itu terdiam beberapa saat, pak jaya lalu memutuskan untuk menghapus rekaman CCTV itu dan mengajak istrinya ke kamar untuk berdiskusi.
"Papa.... ingat nggak film tentang metahuman yang punya kemampuan healing factor" tanya istri pak jaya kepada suaminya
"Maksudmu seperti wolverine anggota XYZ-Man ya" jawab suaminya yang juga penggemar film aksi.
"Papa... apakah saat akhir perang dunia kedua, efek radiasi melahirkan metahuman seperti superman, batman, spiderman, aquaman, antman dan wonder woman ?" Kata istrinya masih dengan tatapan kosong karena bingung dengan adegan di CCTV tadi.
"Ma... setahu saya batman bukan metahuman, tapi orang kaya yang bisa berkelahi dan punya kecerdasan teknologi." Jawab sang suami yang memang gemar menonton film fiksi.
"Apakah keajaiban yang terjadi di rumah sakit, dimana semua pasiennya sembuh seratus persen, karena kemampuan elte"
"Ataukah mungkin ada banyak metahuman seperti elte di dunia"
"Atau bisa juga kejadian semalam hanya akting untuk PRANK yang dilakukan anak buah papa ?"
Bu yuyun mencoba kembali berpikir rasional.
Suami istri itu kemudian kembali terdiam dan tenggelan dalam lamunan luka dalam ... mereka terpuruk dan tak tahu arah jalan pulang ... mereka tanpa kepastian ... butiran debu.