
"Hiiaaattttt.....hhiiaaaatttt..... hiiiaaaatttt..." seperti itulah kira-kira suara teriakan beberapa murid yang sedang berlatih di perguruan Black Panther milik wira winata. Perguruan itu sebenarnya adalah sebuah rumah toko atau ruko yang terdiri atas dua lantai. Lantai satu difungsikan sebagai tempat pelatihan para murid perguruan black panther milik wira sedangkan lantai dua digunakan sebagai tempat tinggalnya bersama istri dan kedua anaknya.
Di lantai satu tersebut, dua belas murid sedang melakukan latih tanding kumite. Kedua anak wira sedang melatih dan mengawasi proses latih tanding tersebut. Anak pertama wira yakni Wiro Praja Winata, sedang mengawasi empat pertandingan kumite yang dilakukan oleh delapan murid pria. Sedangkan anak kedua wira yakni Embun Cempaka winata, mengawasi dua pertandingan kumite yang dilakukan oleh empat murid wanita.
Orang tua wiro praja winata dan embun cempaka winata yakni wira winata dan istrinya sekar widuri sedang berdiskusi di lantai dua sambil menunggu kedatangan sang prontagonis.
"Aduh panda.... anak itu sudah bantu kita dua kali.... yang pertama ia sudah membebaskan panda dengan menarik laporannya kembali. Terus yang kedua ia mau membantu biaya sekolah anak kita dengan berpura-pura mau belajar karate dengan bapak.... masak panda masih mau memanfaatkan kebaikan anak itu.... aku kurang setuju" kata sekar widuri kepada suaminya yang ia panggil dengan panggilan panda sebagai panggilan kesayangan
"Aahhhh..... wanita memang paling susah diajak kerja sama.... gara-gara anak itu, anak kebanggaan kita kini kehilangan beasiswanya dan juga aku sempat mendekam di penjara.... kau tahu akibatnya, enam puluh persen orang tua murid kini melarang anaknya belajar karate di perguruan kita." Kata wira yang masih sakit hati dengan kekalahan anak kebanggaannya.
"Tapi panda.... mana ada orang yang mau membayar biaya belajar karate sebesar sepuluh juta perbulan selama setahun. Itu artinya kan seratus dua puluh juta loh..... mana ada... coba aja gabungin semua total pembayaran seluruh murid panda selama ini.... nggak akan cukup" kata sekar yang berusaha mengingatkan suaminya.
"Perlu aku bantu hitungkan ya... biaya latihan setiap murid sebesar dua puluh ribu per jam. Dalam satu hari setiap murid belajar tiga jam. Setiap sesi kita bisa dapat paling banyak tiga puluh murid dan dalam satu hari ada dua sesi yakni sesi pagi dan sesi sore. Jadi sehari bisa dapat maksimal enam puluh murid. Kita mengadakan pelatihan dari hari senin sampai jumat jadi sebulan ada sekitar dua puluh hari kerja. Dalam setahun ada dua belas bulan dipotong bulan ramadhan maka ada sebelas bulan kita melatih para murid."
"Jadi panda bisa hitung pendapatan kotor kita selama setahun adalah dua puluh ribu rupiah dikali dengan empat jam dikali dengan tiga puluh murid dikalikan dengan dua sesi perhari terus dikalikan dua puluh hari kerja sebulan lalu dikalikan lagi dengan sebelas bulan maka hasilnya adalah ?"
Sekar menjelaskan estimasi keuntungan maksimalnya dalam setahun lalu menunggu jawaban suaminya.
"Hitung sendiri bunda.... itu kalkulator" kata wira kepada istrinya, ia lalu melihat sekar mengambil kalkulator di atas meja belajar anaknya dan menghitung kembali estimasinya. Ia melihat istrinya terkejut dan berkata, "panda,... ternyata setahun kita dapat pemasukan sebesar tujuh ratus sembilan puluh dua juta rupiah.... kok dengan pendapatan sebesar itu, kehidupan kita masih terasa susah, apa panda korupsi uang belanja ?".
"Ihhhh.... apa-apa sih bunda ini.... itukan estimasi yang bunda pakai adalah estimasi tertinggi, masak hitungannya satu hari dapat enam puluh murid. Kan yang kebanyakan kita dapatnya cuman tiga puluhan murid sehari itupun saat ini akibat anak sombong itu, murid kita tinggal dua belas orang dan belajarnya hanya dua kali seminggu."
"Belum lagi pendapatan itu masih pendapatan kotor bunda, belum dipotong pajak oleh pemerintah, iuaran anggota forki, biaya investasi pengadaan perlengkapan karate, biaya maintenance bulanan, biaya kehidupan sehari-hari, biaya sekolah anak-anak, biaya sampah, biaya listrik, biaya air, biaya keamanan dan lain-lain.
"Iya juga sih.... tapi jangan karena kondisi kita yang masih kekurangan lantas membuat kita memanfaatkan kebaikan orang lain" kata sekar kepada suaminya.
"Aduh bunda ini.... aku kan hanya ingin mengajukan syarat ringan bun, masak ia mau belajar karate tanpa mau menjadi murid di perguruan kita" kata wira menatap istrinya.
"Panda pasti mau manfaatin status anak yang sudah ngalahin anak kita kan.... dengan masuknya anak yg sudah mengalahkan anak kita itu, panda pasti mau sebar isu kalau anak itu anak yang hebat dan salah satu murid sini kan, dengan begitu, kekalahan anak kita dianggap wajar karena ketemu seniornya sesama murid panda... dan itu juga menjadi alasan panda nanti kenapa bisa dikeluarkan dari penjara karena panda mau bilang anak itu takut kualat atau dikutuk karena durhaka sama panda selaku gurunya." Kata sekar kepada suaminya.
"Lho bunda kok tahu?" Tanya wira terkejut mendengar prediksi istrinya yang tiga puluh persen benar. Tujuh puluh persennya karena wira yakin elte adalah anak orang kaya dan berpengaruh sehingga dirasa perlu membuat ikatan lebih dalam kepada keluarga anak itu. Ia yakin jika anak itu dapat bergaul dengan anaknya maka masa depan anaknya dapat lebih terjamin.
"Iya dong.... bunda pasti tahu lah.... panda kan orang yang cerdik atau cerdas tapi agak licik." Jawab sekar.
"Ih apaan sih bun, ngatain suami sendiri kok sebagai orang licik." Kata wira merespon jawaban istrinya
"bunda kan korban kelicikan panda... selama pacaran, panda selalu datang berkunjung ke rumah orang tuaku saat waktu makan malam, biar bisa ikut makan malam... Terus datang bawa sekotak kecil kue buroncong atau kue pancong tapi pulangnya membawa sekaleng besar kue kering buatan ibuku... itukan namanya licik atau licin dan cerdik" kata sekar dengan mulut manyung mengingat masa pacaran mereka. Di mulutnya ia cemberut, dikeningnya ia mengkerut, tetapi dihatinya tetap terpaut wajah imut dari mantan pacarnya itu.
"Apaan sih bun.... tadi katanya cerdik itu cerdas tapi licik... sekarang katanya licik itu licin dan cerdik.... dalam singkatan kok ada singkatan dari kata sudah disingkat..." Kata wira yang sedikit pusing dengan istilah istrinya yang bersifat rekursif atau bersifat seperti proses pengulangan sesuatu dengan cara kesamaan-diri.
"Tok...tok...tok... pak, mak.... tamu yang bapak tunggu-tunggu sudah datang.... mau aku suruh tunggu di bawah atau naik ke atas ?" Terdengar suara ketukan pintu dan suara anak gadisnya menghentikan pertengkaran romantis yang tidak penting dari kedua orang tuanya.
"Ooohhh.... baguslah..... suruh naik ke atas saja nak." Kata wira kepada anak gadisnya.
Embun Cempaka winata lalu turun kembali ke lantai dan menghampiri kakaknya yang sedang mengajak cerita tamunya sebagai bentuk kesopanan. Ia lalu membisikkan pesan bapaknya ke telinga kakaknya.
"Oh iya dek elte..... kata bapak, kalau dek elte dapat ke lantai dua langsung untuk berdiskusi soal tawaran dek elte sebelumnya.... mari aku antar ke atas..." kata atlit karate yang pernah dikalahkan dalam sekali tendangan tersebut.
Elte dan wiro praja lalu menaiki tangga yang menghubungkan kedua lantai tersebut. Setelah tiba di lantai, wiro mengetuk pintu dan mempersilahkan sang prontagonis untuk masuk dan duduk di kursi kosong yang telah disediakan. Setelah tamunya duduk, ia lalu mohon ijin pamit kembali ke lantai satu untuk mengajar dan mengawasi proses latih tanding kumite yang sempat tertunda.
"Nak elte silahkan ngomong dulu ya sama suamiku.... aku ke dapur dulu menyiapkan minuman dan sedikit cemilan" kata sekar kepada elte.
"Nggak usah bu.... nggak usah repot-repot, aku juga tidak lama kok karena harus cepat balik ke rumah." Kata elte beralasan agar tidak merepotkan tuan rumah.
"Oh iya pak wira.... aku langsung saja ke intinya.... bagaimana dengan penawaran yang sudah kutawarkan sebelumnya pak ? Aku tertarik belajar karate di perguruan black panther dengan biaya belajar sepuluh juta sebulan selama setahun... aku juga hanya bisa datang belajar di hari minggu mulai minggu depan pak" elte kembali menjelaskan tawarannya ke pak wira.
"Aku sangat senang dengan penawaranmu nak elte, tentunya sebagai seorang guru, aku tidak boleh menolak kedatangan seorang murid, sebentar ya, aku ambil dulu formulir pendaftarannya" kata wira lalu mengambil map plastik berwarna biru yang telah ia siapkan sebelumnya. Ia lalu mengeluarkan beberapa lembar formulir pendaftaran yang telah di stapler menjadi satu, kemudian ia mengambik sebuah pulpen bertinta hitam dan berkata, "silahkan tanda tangan sebelumnya nak, agar status nak elte bisa resmi menjadi murid perguruan karate black panther."
Kening elte sedikit mengkerut, saat ini ia kurang suka terikat karena masih memiliki beberapa tugas lainnya seperti menemani ayah angkat sekaligus calon ayah mertuanya ke jepang dalam rangka bisnis, belajar pengobatan kepada pemilik rumah sakit pengobatan tradisional, mengusut kembali kasus fitnah malpraktek yang menimpa bu yeyen, membantu kak yuda dan beberapa polisi untuk mempelajari kungfu ninja gabungan atau GaSeBeDiKuNi DaSeBeDiMi SeTiDaSiMePu, singkatan dari Gabungan Seni bela diri kungfu ninja dan seni bela diri militer serta tinju dan silat merpati putih, kemudian rutinitasnya sebagai murid yang tetap harus belajar di sekolah dan sebagai sang pewaris yang tetap harus melakukan kultivasi pelahap kilat setiap malam.
"Maaf pak, seingatku, kalau dalam penawaran sebelumnya, aku sudah menegaskan jika aku ingin belajar tanpa adanya tuntutan menjadi murid perguruan mana pun. Selama ini aku kurang tertarik belajar karate karena terlalu ribut teriak dan banyak gaya saat latihan kata. Namun setelah membaca referensi di internet bahwa ternyata ada beberapa perguruan karate yang lebih banyak kumitenya, termasuk perguruan karate black panther milik pak wira." Elte kembali menjelaskan salah satu alasannya tertarik belajar karate selain ingin membantu biaya sekolah anak dari orang yang pernah menciderai hidungnya.
"Ha ha ha ha ha.... latih tanding kumite memang sangat bagus untuk melatih mental dan psikologi murid agar terbiasa dalam pertarungan. Tapi sebenarnya latihan kata juga sangat penting untuk memahami gaya dasar dan kuda-kuda sehingga tubuh akan refleks menggunakan gerakan tersebut saat latih tanding. Berteriak saat latihan kata sebenarnya adalah salah satu teknik pernapasan dalam karate, dan tentunya teriakan tersebut juga bisa membuat nyali lawan menciut."
"Jika dibandingkan dengan kungfu-kungfu di cina daratan, karate itu tidak terlalu banyak gaya loh. Gaya dan gerakan setiap bela diri tentunya memiliki tujuan positif bagi penggunanya bahkan beberapa gerakan juga bisa berfungsi sebagai olahraga yang menyehatkan raga kita."
Pak wira menjelaskan tentang alasan mengapa latihan kata tetap sangat diperlukan dalam karate.
"Perguruan karate black panther itu memiliki cabang yang cukup banyak diindonesia. Jika di tempat perguruan lainnya kebanyakan gaya kuda-kudanya saat pertarungan kemarin sudah bercampur dengan tinju namun pada perguruan kami, gayanya lebih ke arah silat harimau minangkabau."
"Ayahku sendiri yang membesarkan perguruan ini. Beliau awalnya seorang perantau dari sumatera yang sangat menguasai silat harimau dan kemudian memutuskan belajar karate black panther dari kakekku atau bapak dari ibuku atau mertua dari ayahku."
"Gaya bertarung di perguruan kami jadi lebih unik dan variatif dan tentunya hanya murid perguruan inilah yang layak untuk mempelajarinya."
"Menurut cerita kakekku, Seni bela diri Black panther adalah sebuah aliran karate yang didirikan oleh seorang pemuda berdarah Aceh bernama Prof. Teuku Syahriar Mahyoedin, Aliran ini memiliki konsep latihan fisik dan full-contact kumite, yakni latih-tanding dengan sesama rekan seperguruan, tanpa pelindung, yang diyakini oleh beliau sebagaimana karate itu seharusnya diajarkan dan dipelajari."
"Dulu berdasarkan cerita kakekku, seorang Guru besar Karate dari jepang bernama Kobayashi, dan merupakan pula seorang perwira intel Jepang kelahiran Okinawa Kobayashi, menawarkan kepada kakeknya Syahriar untuk mengajarkan ilmu beladiri Jepang yang hebat yang disebut karate. Merasa sudah tua si kakek menolak, tapi minta kepada Kobayashi agar ilmu itu diajarkan saja kepada cucunya, Syahriar Mahyoedin. Black Panther pada waktu itu di peruntukkan untuk Passus (pasukan khusus) Berani Mati. Pendiri black panther tersebut kagum pada Kobayashi karena dia mendemonstrasikan kemampuannya memecahkan benda-benda keras dengan tangan kosong. Kemudian ia melanjutkan memperdalam ilmu karatenya di beberapa kota di Okinawa seperti Koza, Naka dan Nago."
"Nama black panther sendiri muncul ketika sedang berkecamuk Perang Korea dibentuklah pasukan khusus (Passus) 'berani mati' untuk membantu Korea yang hampir dicaplok komunis. Anggota Passus ini terdiri dari bekas-bekas tentara Jepang ahli-ahli karate di masa Perang Dunia ke-II. Passus ini kemudian dipecah dua masing-masing diberi nama Black Panther dan Black Tiger. Passus (pasukan khusus) itu menurut cerita kakek, terdiri dari bermacam bangsa (Asia) ada nama-nama yang cukup terkenal seperti Koshima Atsukowatanabe, Hareda Yamamoto, Mitsui Kobayashi - semua dari Jepang, Kilu Yong Hac dan Kwong Chu Sun dari Korea, Nguyen Quie Sung dan Yung Ngie Caotrie dari Viet Nam. pembentukannya terjadi tujuh Agustus 1950 dengan anggota seratus tiga belas orang."
"Black Panter terdaftar di forki, tetapi tidak pernah kirim muridnya buat ikut kejuaraan Forki. Karena Menurut Prof.M.A.S.D.E.S.W.Teuku.Syahrir Mahyuddin.C.L.M.Sc. atau pendiri black panther, karate tidak untuk dipertandingkan karena merupakan urusan hidup atau mati, dimana black panther merupakan perguruan yang independen yang mempunyai aliran yang keras yaitu full body conteck bukan merupakan aliran yang di buat oleh FORKI yaitu Shotokan, black panther mempunyai aliran tersendiri yang independen yaitu Mamuru dan Meichu. Mamuru adalah pertahanan diri (ini yang dianut oleh international black panther karate). Sedangkan Meichu adalah full body contack (langsung)."
Pak wira menceritakan sejarah perguruannya dengan bangga agar elte tertarik memasuki perguruan tersebut sebagai murid yang terdaftar. Ia menceritakan tentang sejarah black panther yang ternyata lahir dari seni bela diri pasukan khusus berani mati bahkan ia juga menceritakan jika black panther berhubungan dengan Trikora pada tanggal tujuh Agustus 1960, yaitu saat sedang berkecamuknya situasi pengiriman pasukan-pasukan Indonesia ke sekitar Irian Barat dan bertepatan pula dengan hari latihan khusus para karateka. Ia juga sangat membanggakan silat harimau minangkabau yang menjadi bahan inovasi untuj gerakan karate black panther di perguruan karate mereka.
"Maaf pak wira, anda tadi bercerita bahwa black panther tidak pernah mengirim muridnya buat ikut kejuaraan Forki karena menurut sang pendiri bahwa karate tidak untuk dipertandingkan tetapi merupakan urusan hidup atau mati. Terus di pertandingan kemarin, kenapa anak bapak selaku murid diperguruan black panther dapat ikut serta" tanya elte yang kagum dengan sejarah lahirnya perguruan itu.
Kening pak wira mengkerut karena bingung, matanya berkejap beberapa kali berusaha mencari jawaban dan alasan dari pertanyaan dari tamunya itu. Setelah beberapa saat berpikir, ia lalu berkata, "Eehhh.... iya yah.... itu kan dulu.... kalau sekarang beberapa perguruan black panther mengikutkan muridnya ke kejuaraan forki. Cuman dalam pertandingan, gerakan kami dibatasi agar tidak terlalu mengancam nyawa peserta lainnya."
"Jadi bagaimana nak elte.... tertarik kan untuk bergabung dengan perguruan kami, kalau setuju mohon agar berkenan untuk menandatangani berkas ini agar dapat aku laporkan ke forki, nanti nak elte dapat sertifikat kompetensi yang menyatakan nak elte sebagai atlit bela diri karateka. Banyak loh sekarang beasiswa berprestasi yang mencari bibit unggul untuk mengikuti kejuaraan nasional maupun internasional" pak wira terus membujuk tamunya agar bersedia terdaftar sebagai muridnya.
"Maaf pak wira, aku kurang tertarik mendaftar secara formal, sesuai penawaran yang sudah disepakati oleh istri dan anak bapak, aku dapat belajar di perguruan ini tanpa terikat aturan dan waktu latihan. Untuk kompensasinya, aku sudah menawarkan biaya belajar yang cukup besar" tolak elte atas desakan pak wira.
"Aduh bagaimana ya nak elte.... ilmu seni bela diri di perguruan kami tidak dapat kami diwariskan sembarangan, jika nak elte tertarik belajar karate di perguruan kami, nak elte wajib mendaftar sebagai murid di perguruan ini." Jawab pak wira dengan lembut namun isinya sedikit mengancam.
Elte secara refleks mengeluarkan wajah cemberutnya sambil menatap pak wira dan bu sekar. Istri pak wira hanya dapat terus menundukkan wajahnya merasa malu atas tatapan dari sang prontagonis. Hatinya semakin menciut saat mendengar hembusan nafas elte yang terdengar kecewa.
Sang prontagonis merasa kecewa dengan niat baiknya, ia tertarik belajar karate hanya sebagai penambah wawasan saja. Ia sendiri merasa seni bela dirinya lebih baik dari wiro praja bahkan wira winata apalagi jika ia mengaktifkan kemampuan persepsinya. Tujuan utamanya ingin ikut belajar hanyalah sebagai kedok dan alasan untuk membantu biaya sekolah wiro praja yang sempat bermasalah karena beasiswanya kini dicabut oleh sekolah.
Namun alangkah tidak tahu dirinya masyarakat sekarang. Niat baiknya kadang masih ditunggangi dengan kepentingan sendiri yang lebih banyak. Ia jadi teringat dengan pesan ayah angkatnya tentang tangan kanan yang bersedekah tanpa sepengetahuan tangan kiri. Pak jaya wijaya selalu menekankan untuk menjadi orang yang benar, orang yang baik dan orang yang bermanfaat bagi sekitar. Ia juga harus banyak bersabar saat membantu orang susah karena banyak orang susah sekarang lebih menyusahkan saat dibantu secara terang-terangan. pengemis dan pemulung aja banyak yang menolak saat ditawari bekerja sebagai penyapu jalan karena gajinya kecil tapi kerjanya capek.
"Pak wira, bukankah biaya belajar yang aku tawarkan cukup besar dan aku harap itu bisa menjadi kompensasi atas status murid yang selalu anda tawarkan. Jika memang anda tidak bersedia untuk menerima tawaranku itu, aku mengundurkan diri dan menarik kembali tawaran yang sudah aku tawarkan sebelumnya." Elte berkata dengan tegas kepada orang yang pernah menciderai hidungnya. Ia tidak habis pikir dengan pikiran pak wira. Dan memang elte tidak ingin membaca pikiran pak wira. Ia harus membatasi kemampuannya agar tidak memasuki privasi orang lain yang bisa jadi sedang menyembunyikan rahasia dan aibnya sendiri.
Pak wira dan bu sekar tersentak kaget dengan jawaban elte. Pak wira bisa merasakan cengkeraman istrinya di lengan kirinya karena mulai khawatir memikirkan biaya sekolah anaknya. Pak wira lalu menghembuskan nafas panjang dan memutuskan untuk menceritakan sebagian niatnya.
"Maaf nak elte kalau aku terdengar egois dan serakah. Namun tentunya nak elte tahu bahwa akibat tindakan spontanku kemarin yang sudah menciderai hidung nak elte, aku sempat mendekam di penjara selama sehari. Dan berkat kemurahaan hati nak elte, aku dapat dibebaskan dari penjara dan bahkan nak elte beralasan belajar karate diperguruan kami agar mau membantu biaya sekolah anak kami yang beasiswanya sudah dicabut." Kata pak wira yang mengejutkan sang prontagonis. Ia tidak menyangka jika niatnya dapat diketahui oleh guru karate tersebut.
Melihat wajah elte terkejut, pak wira hanya tersenyum lalu menghembuskan nafas panjang. Ia lalu menengadah ke atas dengan tatapan kosong dan mulai berkata, "aku sangat berterima kasih nak atas niat baik nak elte. Tapi sayangnya, akibat pernah mendekam di penjara dengan tuduhan kekerasan terhadap murid dan anak dibawah umur, kini perguruan kami makin sepi. Banyak orang tua murid takut anaknya mengalami kekerasan fisik di perguruan ini dan akhirnya memberhentikan anaknya secara sepihak."
"Aku mungkin memang egois nak.... tapi dengan bergabungnya nak elte diperguruan ini maka akan dapat menepis prasangka negatif yang terlanjur merebak. Aku juga tidak bisa memaksa nak elte untuk bergabung. Namun seratus dua puluh juta yang nak elte sedekahkan ke kami suatu saat akan habis dan kami tidak bisa lagi terus berharap banyak dengan pemasukan kami dari perguruan kami"
Pak wira memaksakan bibirnya tersenyum namun elte dapat merasakan senyumannya hambar karena rasa sedih memikirkan masa depan perguruan yang diwariskan oleh orang tuanya.
Elte menghembuskan nafasnya lalu menggigit sendiri bibir bawahnya. Setelah berpikir sejenak, ia lalu mengambil sebuah pulpen dan menandatangani berkas pendaftaran yang ada di atas meja. Pak wira hanya dapat menundukkan kepalanya dan menyembunyikan senyuman di bibirnya.
Setelah menandatangani berkas pendaftaran tersebut, elte meletakkan kembali berkas itu ke atas meja lalu meminta nomor rekening pak wira untuk pembayaran.
Pak wira menatap istrinya yang mengatur keuangan keluarga. Bu sekar memang dipercaya penuh oleh suaminya untuk memegang dan mengatur keuangan perguruan dan keluarga. Oleh sebab itu istrinya ia panggil dengan panggilan Bunda yang diambil dari kata Bundahara atau plesesetan dari bendahara. istrinya pun tidak mau kalah dan memanggilnya juga dengan panggilan panda.
Bunda dan Panda adalah panggilan mereka saat masih pengantin baru dan akhirnya menjadi kebiasaan sampai saat ini. kedua anaknya dan para muridnya hanya dapat menggelengkan kepalanya jika mengingat dua sosok orang tua tersebut masih romantis dan saling memanggil panggilan kesayangan mereka.
"Bunda.... tolong berikan nomor rekening bank yang menyimpan dana perguruan" kata pak wira kepada istrinya.
Setelah elte mendapatkan nomor rekening pak wira, ia lalu mentransfer seratus dua puluh juta ke nomor rekening tersebut melalui mobile banking. Sebelumnya ia telah melakukan withdraw atau penarikan sebagian keuntungan trading sahamnya selama ini. Dengan membuatkan aplikasi robot trading berbasis artificial intelligence di smartphonenya, ia tidak perlu lagi setiap hari melakukan analisis teknikal yakni suatu teknik analisis yang dikenal dalam dunia keuangan yang digunakan untuk memprediksi trend suatu harga saham dengan cara mempelajari statistik data pasar yang lampau, terutama pergerakan harga dan volume.
Namun walaupun begitu, elte tetap memonitoring trend sahamnya setiap minggu melalui analisis fundamental yakni analisis yang didasarkan pada situasi dan kondisi ekonomi, politik dan keamanan secara global dan juga tiap-tiap negara. Analisis fundamental tetap elte lakukan mengingat di dunia saham dan trading terkadang masih banyak manipulasi dari para spekulan yakni suatu pelaku pasar yang tak biasa dengan cara mencari keuntungan yang besar dalam perniagaan dan memanfaatkan fluktuasi harga yang terjadi pada pasar komoditas, bursa saham, pasar masa depan atau pasar mata uang asing, dengan cara melakukan spekulasi atau dugaan atau perkiraan terhadap perubahan-perubahan dalam harga komoditas dan jasa pada pasar tersebut dengan harapan agar mendapat keuntungan yang sangat besar.
Setelah membicarakan waktu dan tempat berlatih bersama pak wira yang saat ini sudah menjadi guru karatenya, elte lalu ijin pamit untuk pulang ke rumah.