
Setelah beberapa menit menenangkan perasaannya, yuni melepaskan pelukannya sambil menatap mata elte.
"Elte... terima kasih telah menolongku dari aksi mengerikan para penjahat tadi" yuni berkata sambil meremas kedua tangan elte berusaha meredam rasa takut yang kembali muncul saat mengingat kejadian sebelumnya.
Elte melepas kan tangan kanannnya dari genggaman yuni dan membelai lembut kepala tunangannya. Ia menatap kedua mata yuni dan tersenyum lalu meminta maaf karena tidak datang lebih awal.
"Bisakah kamu berkata jujur kepadaku, mengapa kamu bisa mengetahui lokasi penyekapanku ? ... dan lubang apa yang kamu ciptakan tadi sore sehingga bisa membawa kita ke tempat ini ? ..." yuni bertanya sambil membalas tatapan tunangannya namun kedua tangannya tetap menggenggam erat tangan kiri elte.
Elte hanya bisa menghembuskan napasnya lalu berdecak beberapa kali sambil menggelengkan kepalanya
"Sebenarnya ini adalah rahasia besarku.... apakah kamu mau berjanji sebelumnya untuk menjaganya ?" Tanya elte yang tidak memiliki alasan untuk berbohong.
"Yah... aku berjanji elteku sayang.." jawab yuni penasaran sambil membujuk tunangannya
Elte lalu menceritakan sedikit rahasianya tentang kemampuannya yang dapat menyembuhkan orang sebagai healer dan kemampuannya berpindah ruang sebagai teleporter. Ia tidak ingin menceritakan semua rahasianya apalagi tentang phoenix dan diavolo pithekos. Ia merasa yuni belum saatnya dibebani dengan beban ancaman kehancuran umat manusia.
"Sebenarnya waktu bangun dari koma saat kelas dua SD yang lalu, saya mendapatkan kemampuan khusus bisa menyembuhkan luka dan penyakit. Saya juga mendapatkan kemampuan teleportasi sesuai lokasi yang sudah saya tandai. Cincin giok yang aku berikan dulu adalah tanda lokasi yang bisa aku datangi kapanpun dan dimanapun berada." Kata elte membuat mata yuni membulat besar karena takjub, yuni lalu melihat cincin gioknya yang sedang melingkar di jari manisnya.
"Jadi..... apakah kejadian sembuhnya semua pasien di rumah sakit saat itu adalah hasil perbuatanmu ?" Tanya yuni saat mengingat kejadian yang menggemparkan kota asal mereka saat itu.
"Hhhmmmmhh.... ya kamu benar... saat itu saya ingin mencoba kemampuan baruku dalam menyembuhkan penyakit" jawab elte yang dibalas dengan anggukan kepala yuni beberapa kali karena akhirnya mengerti penyebab fenomena itu
"Apakah ayah dan ibu mengetahui kemampuanmu saat itu ? " tanya yuni kemudian
"Ayah dan ibumu belum mengetahuinya saat itu" jawab elte sambil mengelus kembali kepala tunanganya.
"Belum ?.... jadi kalo sekarang ? " tanya yuni yang menangkap adanya makna ambigu dari jawaban elte.
"Saat itu ayah dan ibumu belum mengetahuinya.... sampai suatu waktu ia memanggilku dan menanyakan kebenaran CCTV mobil yang merekam aksiku menyembuhkan ayahmu yang sekarat." Jawab elte kembali, sambil mengingat senyuman misterius pak jaya dan bu yuyun saat itu.
"Ayahku sekarat !!! .... kenapa bisa ... ? " yuni kaget mendengar berita yang baru ia dengar.
"Sewaktu pak jaya menjemputku dari rumah sakit setelah koma, kami mampir ke panti asuhan, tempat tinggalku sebelumnya."
"Sepulang dari panti, kami dicegat sekelompok penjahat dan menembak perut dan dada kami bertiga dengan pak supir." Jawab elte kembali mengingat peristiwa penembakan itu.
"Setelah saya menyembuhkan luka tembak di perut dan dadaku, saya segera menyembuhkan ayahmu dan pak supir yang ikut tertembak. Tanpa sepengetahuanku, aksiku terekam CCTV mobil saat itu." Lanjut elte yang membuat yuni menutup mulutnya yang terbuka karena terkejut.
Setelah beberapa saat terdiam, yuni lalu mengangguk-anggukkan kepalanya dan berkata : " pantas saja ayah dan ibu bersikeras mengangkatmu menjadi anak angkat dan menjodohkan kita. Sepertinya insting ayah cukup kuat melihatmu sebagai aset masa depan mereka."
"Saya tidak keberatan dianggap aset oleh orang tuamu karena tidak ada yang salah dengan hal itu. Apalagi berkat keinginan orang tuamu yang mengambilku jadi anak mereka, masa depanku jadi terjamin dan saya tidak perlu lagi memulung sampah dijalan. Anugrah terindah dari rencana ayahmu adalah dirimu yang kini menjadi calon istriku" kata elte lalu memeluk erat tunangannya dan dibalas oleh yuni dengan pelukan yang lebih erat.
Setelah berpelukan beberapa saat, yuni lalu bertanya kembali ke elte tentang kasus penculikan saat liburan perpisahan.
"Elte... saat itu sebenarnya aku bersama lani dan lina melihatmu membawa minibus menyelamatkan kami.... apakah kamu juga yang membunuh kelima belas penculik itu." Tanya yuni yang membuat elte terkejut.
"Ia benar... saya sangat takut saat melihat fotomu sebagai target mereka. Saya memutuskan untuk menyelinap ke truk mereka dan berusaha melepaskan kalian..... sayangnya, aksiku ketahuan dan saya harus membunuh mereka."
"Maafkan saya yang sudah jadi pembunuh karena ingin melindungimu... saya berharap kamu tidak takut dan benci denganku" kata elte sambil tertunduk terkejut tidak berani menatap tunangannya.
Yuni menghembuskan napasnya sesaat dan mengangkat kepala elte lalu menatap kedua mata penyelamat hidupnya. Ia tersenyum dan berkata : "tahukah kamu.... kamu sudah menyelamatkan hidupku tiga kali.... kenapa aku harus takut dan membenci seorang pahlawan sepertimu".
"Tiga kali ?..... seingatku kalo saya baru menyelamatkanmu dua kali, yakni saat aksi penculikan dan aksi pelecehan tadi sore. Apakah mengajarimu matematika dan pelajaran lainnya termasuk aksi penyelamatan ?" Elte sedikit bingung dengan jawaban yuni.
"Mungkin kamu sudah lupa ya ... saat kita masih kecil, kira-kira masih berumur empat tahun... kamu pernah menyelamatkanku di taman dari serangan anjing yang sangat besar."
"Saat melihatmu kembali waktu masuk SD, aku sangat senang, tapi aku masih malu mendekatimu karena aku tidak punya alasan. Saat kelas dua, kamu datang ke acara syukuran kami, aku memaksakan diri untuk mulai mendekatimu"
Yuni menjelaskan tentang aksi penyelamatan pertamanya yang ia sudah tidak ingat lagi. Ia hanya mulai mengerti alasan yuni tidak menolak pertunangan mereka saat masih kecil. Ia lalu tersenyum dan kembali memeluk tunangannya.
"Let it go, let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, let it go
Turn away and slam the door
I don't care what they're going to say
Let the storm rage on
The cold never bothered me anyway"
Tiba-tiba soundtrack film frozen yang menjadi nada dering dari smatphonenya yuni berbunyi. Pada layar Hape tersebut muncul foto dan tulisan ayahku sayang.
"Ia halo ayah..." kata yuni saat menerima panggilan telepon dari ayahnya.
"Dimana kamu sekarang.... kenapa belum pulang ... sekarang sudah jam setengah sembilan malam.... tidak baik anak gadis pulang malam-malam" kata pak jaya yang terdengar dari speaker hape itu.
"Ini lagi mau pulang ayah.... tadi singgah kencan dengan calon menantu ayah." Kata yuni sedikit berbohong.
"Ya sudah... segera pulang.... tidak usah singgah-singgah di jalan ya... " kata pak jaya yang terdengar menghembuskan napas lega mengetahui kabar anaknya.
"Baik ayah... aku tutup dulu ya teleponnya... daahhh ayah... mmmuuaachh" yuni lalu menutup panggilan telepon ayahnya.
Elte lalu membuat portal dimensi dan membawa yuni berteleportasi ke kamar elte yang sebelumnya ia sudah beri segel penanda. Yuni lalu keluar diam-diam kembali ke kamarnya tanpa menyadari bahwa ayahnya masih menunggunya di teras rumah
Sementara itu, elte kembali kehutan dan mengubur mayat warjono dan para anggotanya dengan bantuan kemampuan pengendalian elemen tanah.
Setelah mengubur kesepuluh mayat tersebut, elte kembali ke kamarnya dan membersihkan dirinya di kamar mandi.
Sementara itu di teras rumah, pak jaya ketiduran di atas kursi panjang, menunggu anak bungsunya pulang.
......... ......... .........
Di dalam alam bawah sadarnya, elte kembali berdiskusi dengan sang phoenix. Ia menceritakan tentang keputusannya untuk tidak menghapus ingatan tunangannya karena ia masih membutuhkan gurunya.
"Jaman dulu aku membuat batu komunikasi untuk membantu manusia mengirim sinyal ke para alien. Kamu bisa memprogram ulang objek yang sudah kamu tandai dengan segel penanda." Jawab sang phoenix
"Memprogram ulang ?..." ucap elte
"Ya.... kamu bisa memprogram objek yang ingin kamu tandai dengan membuat sekumpulan instruksi dari imajinasimu untuk mendeteksi rasa takut dari orang yang ingin kamu lindungi. Tapi metode ini hanya bisa bertahan sebulan jadi setiap bulan kamu harus mengupdate programnya lagi." Kata sang phoenix membuat senyum elte mengembang karena senang.
"Baiklah... melihat perkembanganmu yang mengejutkan... sudah saatnya kita membuat dantian eksternal... kamu sudah meletakkan batu penanda kan di dasar gunung merapi dan kutub selatan" kata sang phoenix mengingatkan elte akan tugas dari gurunya.
"Oohhh... maaf guru, saya belum sempat keluar kota karena belum memungkinkan" jawab elte menunduk karena takut membuat gurunya marah atau kecewa.
"Kamu harus segera mengusahakannya secepatnya, agar bisa berkultivasi mengisi dantian tersebut, aku tidak akan mau mengajarimu cara memprogram segel penanda sebelum dantian eksternalmu jadi" kata sang phoenix dengan suara datar
"Baik guru" jawab elte merasa sedikit takut dengan ancaman gurunya.
.........
Esok paginya di hari minggu, suasana rumah jaya terdengar ramai karena kedatangan yuna berkunjung bersama suaminya.
"Wah... kak yuna makin gendutan deh." Yuni bercanda dengan polosnya sambil mengatakan kalimat yang cukup sensitif bagi wanita merasa masih seperti pengantin baru.
Yuda yang mendengar kalimat itu hanya mengelus dadanya mempersiapkan mentalnya
"Mas yuda... aku gendutan ya ? " tanya yuna menatap manja ke suaminya
"Eh tidak kok sayang.... kamu masih langsing kok..." jawab yuda terlihat pasrah
"Ah bohong ah.... masak begini di bilang langsing..." lanjut yuna
"Eh tidak bohong kok sayang.... kamu langsing kok, nggak gemuk kok." Bujuk yuda.
"Trus.... tadi yuni bilang aku agak gemukan... aku kelihatan gemuk ya" tanya yuna ke suaminya
"Tidak kok sayang ..... cuman kelihatan sedikit gemuk kok" kata yuda keceplosan dan yuda kaget sendiri atas sebuah kesalahan besar yang tidak sengaja ia lakukan
"TUH KAN.... AKU GEMUK KAN.... JADI SEKARANG AKU GENDUT GITU.... SEKARANG AKU JELEK, NGGAK MENARIK LAGI... TRUS KAMU MAU NINGGALIN AKU GITU... TRUS KAMU MAU CARI WANITA LAIN KAN.... TEGA KAMU MAS SAMA AKU... HIKS.... HIKS...HIKS, AKU INI KAN JUGA BEGINI KARENA LAGI HAMILIN ANAK KAMU MAS.... KAMU KOK TEGA MAU NINGGALIN AKU SAMA ANAK KANDUNG KAMU...." tangis yuna meledak dan membuat yuda panik
"Lho kok yuna jadi lebay gitu sayang... kan cuman sedikit terlihat gemuk,... kok malah jadi nuduh suami kamu yang tidak-tidak, emang kamu mau suami kamu bosan sama kamu" kata bu yeyen berusaha menenangkan ponakannya
"Huhuhuhuhu huhuhuhu... jadi mas yuda sudah bosan sama yuna ya... huhuhu" yuna menangis karena salah menduga maksud tantenya.
Sejak yuna dinyatakan hamil untuk pertama kali akibat perbuatan suaminya yang telah menghamilinya, yuna semakin posesif terhadap suaminya. Ayah mertuanya pun angkat tangan dengan kelakuan menantunya yang selama ini tegas dan mandiri berubah menjadi manja, sensitif dan cengeng. Ibu mertua yuna hanya menasehati suaminya dan anak laki-lakinya agar sabar karena kelakuan yuna yang sedang dipengaruhi oleh hormon.
Sikap yuna semakin posesif ketika suaminya mendapat tugas khusus untuk ke kanada bersama para tim khusus kepolisian area regional barat.
Yuda lalu bersilaturahmi ke rumah mertuanya di ibu kota negara sekalian memohon maaf karena ingin menitipkan istrinya selama bertugas.
"Yuna.... jangan begitu nak.... suami kamu ini sebentar lagi mau keluar negeri menjalankan tugas negara... kalo kamu sayang suami kamu... kamu harus sabar nak menyemangati suami kamu bekerja mencari nafkah buat kamu dan calon anak kalian.... ingat nak, dibalik pria sukses, ada wanita hebat yang selalu mendukungnya" bu yuyun menasehati anak pertamanya yang terlalu khawatir dengan suaminya.
" hiks... hiks.. iya bu" kata yuna mulai tenang dan meredakan tangis
"Maaf ya mas kalo aku suka bikin kamu pusing dengan tingkah aku akhir-akhir ini, aku juga tidak tahu kenapa akhir-akhir ini suka mau marah" kata yuna kepada suaminya.
"Iya sayang... nggak apa-apa, kamu harus selalu jaga kesehatan kamu dan anak kita sayang.... jangan terlalu banyak pikiran..." kata yuda sambil menghembuskan napas lega sambil mengelus perut istrinya.
"Syukurlah ada ibu mertua.... biasanya ngambeknya bertahan lama" kata yuda dalam hati sambil menghembuskan napas kembali.
Yuni hanya bisa menonton kisah kasih ala sinetron itu tanpa menyadari bahwa dialah pemicu kejadian yang membuat kakaknya ngambek.
"Eheemm" pak karya yang belum sukses menghamili istrinya hanya bisa berdehem mengembalikan kesadaran yuna dan yuda yang saat itu merasa dunia ini hanya milik mereka bertiga dengan si calon bayi.
"Oh iya... nak yuda... kapan rencana ke kanada, berangkat kesana dengan siapa saja ? " pak jaya yang menyadari perasaan adiknya segera mengalihkan pembicaraan.
"Rencana minggu depan yah, kami semuanya ada dua puluh orang termasuk pak yusuf abdi negara dan seluruh timnya. Cuman kami berangkat masing-masing nanti ketemuan di kanada" jawab yuda
"Lho terus gimana ketemunya kak yuda, emang kak yuda sudah pernah ke kanada" tanya yuni memotong karena penasaran
"Sampai di bandara di kanada, aku akan mengurus SIM Card baru agar bisa mengontak teman-teman yang sudah duluan. Nanti mereka akan share lokasi sehingga dengan bantuan Doodle Map aku bisa mengetahui lokasi mereka." Jawab yuda ke adik iparnya
"Wah jadi walaupun kak yuda belum pernah ke kanada, kak yuda tidak akan pernah tersesat ya berkat Doodle map" lanjut yuni yang membuat elte terkejut dan mendapatkan sebuah ide.
"Eh maaf semuanya.... Saya ijin sebentar ke kamar untuk buang air" kata elte sedikit berbohong
Sampai di kamar elte, ia mencoba menyusup ke wifi internet keluarga pak jaya menggunakan kemampuan persepsinya. Ia lalu mengakses Doodle map di dalam dunia maya.
"Hmmmmm.... mau kemana ya.... oh iya coba ke gunung merapi" kata elte dalam pikirannya
Visualisasi peta 3D terlihat dalam pikiran elte. Ia lalu mencari lokasi gunung merapi, setelah dapat, ia mencoba berkonsentrasi untuk membuat portal dimensi yang dapat mengantarnya ke lokasi tersebut.
"Waduh... kagak berhasil ya... sepertinya perlu ada ingatan visual supaya bisa berteleportasi" kata elte dalam pikirannya dengan kecewa
Ia lalu mencoba mencari data CCTV yang ada di sekitar gunung merapi.
"Wah... posisi CCTV terdekat ada sekitar lima puluh enam kilometer dari lokasi gubung merapi" kata elte dalam hati
Elte lalu mencoba membuat portal dimensi dengan visualisasi dari CCTV. Sebuah portal terbentuk, ia lalu mengaktifkan shield yang dimanipulasi agar elte tak kasat mata. Setelah itu ia masuk ke portal tersebut.
"Yess... berhasil... berhasil... berhasil... horeee" elte merasa senang dengan hasil percobaannya. Ia lalu kembali ke kamarnya.
Sebelum ia keluar kamar, matanya tanpa sengaja melihat smartphonenya yang ada di atas meja. Ia lalu ke meja tersebut dan membuka smartphone itu memeriksa pesan yang jarang di buka.
"Hanya sms dari iklan provider" kata elte sambil melihat smartphonenya. Matanya lalu melirik ke atas hapenya dan melihat sebuah simbol pin lokasi yang berfungsi untuk mengaktifkan GPS.
"GPS kan kepanjangan Global Positioning System yakni sistem navigasi berbasis satelit yang terdiri dari setidaknya 24 satelit." Kata elte lalu matanya membulat menatap ke layar hape tersebut.