WUMMM

WUMMM
40. Dantian Eksternal (2)



Elte lalu menggunakan persepsinya kembali berselancar ke dunia maya dengan wifi internet pak jaya, ia lalu mencoba menyusup ke satelit milik Doodle Map yang terkoneksi dengan komunikasi satelit.


"Hhmmmmm ..... betul juga ya... satelit Doodle map kan juga bisa dibilang CCTV yang bisa melihat seluruh dunia" kata elte dalam hati


Elte lalu mencoba mengakses doodle map untuk mencari lokasi gunung merapi lalu mengakses satelit doodle map untuk melihat kondisi gunung merapi.


"Wow.... saya bisa melihat gunung merapi dengan sangat jelas dari satelit" guman elte dengan senyum puas.


Ia lalu mencoba membuat portal dimensi dengan visualisasi dari satelit.


Sebuah portal terbentuk dan elte mencoba memasukinya.


 "Yess... berhasil... berhasil... berhasil... horeee" elte merasa senang dengan hasil percobaannya. Saat ini ia tepat di berada di atas gunung merapi. Udara terasa sangat panas sehingga elte segera melakukan nafas air untuk mendinginkan badannya dan nafas angin untuk menghindari bau belerang yang menusuk hidung.


Saat mau kembali, ia sadar bahwa di gunung berapi tidak ada akses internet, sehingga ia kembali dengan menggunakan bantuan batu penanda yang ia sudah letakkan di kamarnya.


Setelah tiba di kamarnya, ia lalu membuat portal kecil yang terhubung ke markasnya, dan dengan bantuan telekinesis, ia memunculkan dua buah cincin giok yang sudah diberi segel penanda.


Teknik mengambil atau menyimpan barang  menggunakan telekinesis dan portal dimensi kecil adalah teknik yang terinspirasi dari konsep "cincin ruang dan waktu" yang ada di komik manhua dari cina atau komik mahwah dari korea selatan yang pernah ia baca.


Setelah mengambil dua cincin giok dari ruang dimensinya, ia kembali ke meja makan.


"Kak yuda... kak yuna... ini saya punya sedikir hadiah buat kakak... semoga berkenan menerimanya" kata elte sambil memberikan cincin giok agar sewaktu-waktu ia bisa datangi segera jika dibutuhkan.


"Oh iya terima kasih dek elte" kata yuna dan yuda bersamaan.


"Eh besok gimana kalo kita latih tanding lagi..... sudah lama kamu tidak latihan tinju dan silat kan" kata yuda mengajak elte untuk latih tanding


"Ok kak siap... kebetulan saya sudah belajar seni bela diri baru... " kata elte dengan semangat.


"Oh ya... seni bela diri apa" tanya yuda penasaran dan dijawab oleh elte : "namanya GaSeBeDiKuNi DaSeBeDiMi SeTiDaSiMePu"


"Gasebe apa.... " tanya yuda pusing dan merasa baru mendengar nama seni bela diri itu


"GaSeBeDiKuNi DaSeBeDiMi SeTiDaSiMePu atau singkatan dari Gabungan Seni bela diri kungfu ninja dan seni bela diri militer serta tinju dan silat merpati putih" jawab elte mantap dan membuat seluruh orang yang ada di meja makan hanya tertegun menatap elte dengan bingung.


......... ......... .........


Saat siang setelah makan siang, elte pergi tidur siang. Di alam bawah sadarnya ia melaporkan progressnya ke sang phoenix


"Guru... guru.... aku sudah tau caranya bagaimana pergi ke gunung merapi dan kutub selatan menggunakan teleportasi" kata elte bersemangat


"Apakah guru melihatku tadi pagi dari alam bawah sadar" tanya elte kepada gurunya


"Aku tidak bisa melihat kondisi luar dari alam bawah sadarmu kecuali kamu berada disini." Kata sang phoenix


"Oh gitu ya... jadi saat aku diserang oleh shifu sensei, guru phoenix bisa mengetahui kondisi di luar karena saat itu aku tidak sadar diri ya, dan masuk ke alam bawah sadarku" tanya elte sambil mengangguk-angguk kepalanya.


"Jadi kamu sudah mengetahui cara teleportasi ke gunung berapi dan kutub selatan ya" tanya gurunya kembali fokus ke topik masalah


"Iya guru... dengan menggunakan bantuan internet, Doodle map dan satelit milik Doodle, saya bisa mendapatkan visual langsung tentang lokasi tersebut dan membantu saya membuat portal dimensi yang tepat." Elte menjelaskan cara dia berteleportasi dengan penjelasan yang kurang dimengerti oleh sang phoenix.


"Jadi intinya sekarang kamu sudah berhasil berteleportasi kan ke seluruh dunia" sang phoenix kembali menanyakan keberhasilan elte tanpa mau repot-repot menanyakan tentang prosesnya.


"Jadi kapan kamu akan meletakkan batu penanda untuk memulai proses pembuatan dantian eksternal." Sang phoenix menanyakan kesiapan elte.


"Sekarang juga bisa guru... kebetulan keluarga pak jaya mengira saya sedang tidur siang.


"Hhmmmm.... mungkin nanti malam saja kamu ke lokasi penempatan batu penanda. Sekarang kamu ke ruang dimensi buatan saya." Perintah phoenis ke muridnya


"Siap guru" jawab elte.


Elte lalu kembali ke alam sadarnya dan membuat portal teleportasi untuk ke markasnya.


"Hmmm.... bagus .... kamu sudah tiba di sini" sang phoenix mengagetkan elte mendengar suara phoenix di dalam pikirannya.


"Guru.... kok kamu bisa ngomong ke saya ketika berada di alam sadar " kata elte


"Kamu lihat peti batu berbentuk kotak di bagian barat ruangan ini" tanya sang phoenix mengacuhkan pertanyaan elte


"Iya guru" jawab elte


"Coba kamu ke sana dan gunakan telekinesis untuk membuka penutup peti itu." Perintah sang phoenix


Elte lalu mendekati peti tersebut dan membuka penutupnya dengan telekinesis. Setelah penutupnya terbuka, elte bisa melihat ada sebuah tungku setinggi setengah meter dan terbuat dari logam berwarna hitam.


Di dalam tungku tersebut, ia melihat dua jenglot berbentuk kadal dan kodok, sebuah helm logam dengan batu permata di helm tersebut, kalung tasbih dengan delapan mutiara yang berkedip indah, dan beberapa batu dengan ukuran dan warna yang beragam.


"Kamu lihat dua jenglot berbentuk kadal dan kodok di dalam tungku itu." Kata sang phoenix


"Iya guru... saya melihatnya" jawab elte


"Itu adalah jenglot dari tubuh asli raja naga dan ketua pimpinan alien. Tubuh mereka tidak hancur karena di dalam tubuh mereka terdapat intisari dari tubuh fisikku yang pernah mereka makan trilyunan tahun yang lalu."


"Tadi kamu bertanya kenapa aku bisa berkomunikasi denganmu di alam sadarmu, itu karena kesadaranku berada didekat intisari tubuh fisikku" kata sang phoenix kepada elte yang mengganggu mengerti.


"Kamu lihat helm dengan beberapa batu permata kecil dan sebuah permata besar di helm itu?" Kata sang phoenix


"Iya guru" jawab elte


"Itu adalah harta pusaka yang dijaga oleh para keluarga pusaka. Saat aku mengambil alih tubuhmu, aku merebutnya diam-diam bersama kalung tasbih yang dicuri saat penyerangan ke museum beberapa tahun yang lalu."


"Dan beberapa batu sisanya adalah batu pengukur dan batu komunikasi."


Sang phoniex terus menjelaskan tentang barang-barang yang ada di dalam tungku.


"Kamu lihat batu logam berwarna hitam yang ada di bagian selatan ruangan ini." Kata sang phoenix


"Iya guru... saya melihat beberapa batu logam berwarna hitam." Jawab elte


"Itu adalah batu meteor yang pernah jatuh menghantam permukaan bumi. Batu itu terbuat dari material logam yang sangat keras dan sangat cocok dijadikan batu penanda yang akan di buang ke perut gunung merapi dan ke dasar laut di kutub selatan.


"Api lahar gunung merapi sangat cocok untuk meramu material-material yang ada di dalam tungku menjadi dantian eksternal."


"Kamu lihat sekumpulan batu mutiara yang ada di bagian utara ruangan ini " kata sang phoenix


"Iya guru" jawab elte


"Itu adalah sekumpulan beast core dari beberapa hewan yang sudah berkultivasi selama ratusan ribu tahun" kata sang phoenix


"Iya guru" jawab elte


"Itu adalah batu-batu mineral khusus berwarna batu darah, jaman dulu kaum naga selalu menggunakannya untu berkultivasi sebelum manusia, hewan dan tumbuhan bisa berkultivasi." Kata sang phoenix


"Untuk membuat dantian eksternal kamu perlu memasukkan beberapa beast core dan batu darah ke dalam tungku beserta beberapa tetes darahmu"


"Terus kamu meletakkan beberapa batu logam berwarna hitam yang ada di bagian selatan ruangan ini dengan segel penanda yang telah di program khusus dengan langkah-langkah meramu dantian. Batu-batu logam hitam tersebut kamu sebar saja di dalam tungku dan di sekitar tungku di dalam peti."


"Setelah kamu tutup kembali peti tersebut, kamu bisa mengaktifkan batu-batu logam hitam tersebut yang telah di program dengan langkah-langkah meramu dantian yakni proses melebur material di dalam tungku menggunakan api lahar yang dikirim oleh batu hitam tersebut, proses memurnikan material, proses menyaring dan memisahkan inti sari tiap mineral dari kotoran atau ampas material. Lalu proses membentuk material menjadi bola dantian. Kemudian yang terakhir proses pendinginan dantian."


"Proses pendinginan terdiri atas proses pembekuan dantian dengan uap es dari  kutub selatan dan proses pemanasan dantian dengan api lahar secara bergantian sambil menggetarkan tungku selama satu bulan penuh"


"Semua proses peleburan, pemurnian, penyaringan dan pemisahan serta pendinginan ini akan berjalan otomatis berkat bantuan batu-batu logam hitam yang sebelumya telah diprogram khusus dengan segel penanda."


Sang phoenix menjelaskan proses membuat dantian eksternal kepada elte.


"Sekarang kamu bisa kembali pulang beristirahat dan nanti malam kita pergi membawa dua buah batu logam hitam untuk diberikan segel penanda dan meletakkannya di perut gunung merapi dan di dasar laut kutub selatan."


"Setelah meletakkan batu penanda tersebut sesuai lokasinya masing-masing, kamu perlu berlatih metode untuk membuat program pada sebuah objek dengan segel penanda."


"Metode ini disebut juga dengan istilah "menempa" objek dengan elemen eather menggunakan rune atau pola enskripsi bahasa alam." Sang phoenix menutup penjelasannya.


Pada malam harinya, elte pergi meletakkan batu logam hitam yang telah ia berikan segel penanda dengan berteleportasi ke gunung merapi dan kutub selatan menggunakan bantuan wifi internet, Doodle Map dan Satelit.


Untuk membuang tanda lokasi di perut gunung merapi, elte tidak menemukan masalah karena sebelumnya sudah menggunakan nafas air dan nafas angin. Namun saat ke kutub selatan, elte harus kembali lagi ke kamar karena nafas apinya tidak cukup kuat menghalau dinginnya suasana di kutub selatan. Ia harus menggunakan beberapa lapis jaket tebal sambil mengaktifkan nafas api, shield pelindung dengan mabipulasi anti diingin dan elemen cahaya penyembuh.


Setelah berhasil melaksanakan tugasnya. Ia menyempatkan dirinya untuk membersihkan diri dan beribadah lima waktu sebelum beristirahat tidur malam di atas ranjangnya.


Sementara itu di kamar pak jaya dan bu yuyun terdengar suara ketukan pintu.


"Tok tok tok ... " seperti itulah kira-kira bunyi pintu kamara yang sedang diketuk.


Pak jaya yang saat itu sedang berada di atas pusar istrinya, terkejut.


"Ia siapa.... tunggu sebentar.... " teriak pak jaya sambil terbangun dan buru-buru mengenakan pakaiannya. Bu yuyun pun sedikit panik mengenakan dasternya tanpa sempat menggunakan dalamannya.


Saat pintu kamarnya terbuka, pak jaya melihat putri bungsunya sedang menunggu dan hendak mengetuk pintunya kembali.


"Lho yuni.... ada apa sayang.... ini sudah mau jam sepuluh malam ... kok belum tidur... kamu mimpi buruk ya, mau tidur sama ayah dan ibu nak?" Kata pak jaya berubah lembut


"Ayah... ibu... boleh yuni masuk sebentar, ada hal yang ingin yuni diskusikan bersama ayah dan ibu." Kata yuni


"Oh tentu sayang.... ayo masuk nak" pak jaya membuka pintunya lebih lebar dan yuni melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.


Yuni melihat ibunya sedang duduk di kursi depan meja riasnya sambil tersenyum lalu memeluk anak bungsunya.


"Ada apa nak... tidak biasanya yuni pengen ngomong malan-malam begini" bu yuyun berkata lembut ke anak bungsunya sambil memangku dan membelai anak tersebut.


Pak jaya lalu duduk di pinggir tempat tidurnya menghadap ke istri dan anaknya.


"Ayah ibu... yuni ingin segera menikah sama elte" kata yuni mengagetkan kedua orang tuanya.


"Waduh nih anak habis nonton apa jadi kebelet nikah... apakah karena tadi pagi melihat kakaknya bersikap manja sama suaminya" kata pak jaya dalan hati


"Iya nak sabar ya... nanti kalo kamu dan elte sudah lulus kuliah dan mulai kerja di perusahaan ayah" kata pak jaya membujuk putrinya.


"Yaaaahh ... itu masih sangat lama ayah... harus tunggu lulus sma tiga tahun dan kuliah s1 empat tahun" kata yuni kecewa


"Bukan lulus kuliah s1 nak.... tapi s2 sekitar dua tahun... jadi kalo bisa yuni tunggu yang sembilan tahun lagi" kata pak jaya menggoda anaknya.


"Tapi ayah ibu.... aku tidak bisa menunggu selama itu.... aku takut... aku.... " jawab yuni dengan jawaban yang membuat ayah ibunya mulai berpikir yang tidak-tidak.


"Takut kenapa yuni..... kamu takut apa.... kamu tidak macam-macam kan sama anak itu.... elte tidak apa-apain kamu kan .... " bu yuyun memotong kalimat yuni dengan panik karena mulai berpikir negatif dengan calon menantunya


"Kalo dia berani macam-macam sama kamu.... akan ayah beri dia pelajaran" pak jaya berkata sambil menahan amarahnya karena ikut berpikir negatif.


"Tidak ayah... tidak ibu.... yuni dan elte tidak ngapa-ngapain yuni...cuman....." kata yuni berkata lalu berhenti ragu-ragu untuk bercerita.


"Cuman kenapa nak.... cuma kenapa.... jangan bikin ibu khawatir" kata bu yuyun yang tidak sabar menunggu kalimat yuni yang terpotong.


Sesaat yuni ragu-ragu, namun setelah diam sejenak... yuni mulai menceritakan peristiwa penyekapan dan pelecehan yang dilakukan oleh para preman yang pernah dilaporkan ke polisi oleh ayahnya sendiri. Untungnya tunangannya datang menolong dirinya tepat waktu.


"Apaa...." pak jaya teriak kaget bercampur marah. "Lalu kemana semua para preman itu sekarang... aku akan memberinya pelajaran" kata pak jaya hendak keluar rumah, lalu kembali karena hari sudah larut malam.


"Para preman itu sudah dibunuh oleh elte, seperti kelima belas para penculik yang pernah menculik kami.... Ayah... ibu... janji ya akan menjaga rahasia ini... yuni nggak mau elte masuk penjara" ratap yuni memohon kepada kedua orang tuanya. Dia sedikit menyesali keceplosannya menceritakan tentang elte yang telah membunuh para preman itu.


"Haa.... jadi benar elte yang membunuh kelima belas penculik itu tiga tahun yang lalu" kaget bu yuyun, sedangkan pak jaya hanya mengangguk-angguk puas dengan kecurigaannya tiga tahun yang lalu.


"Anakku yuni.... mana mungkin kami akan melaporkan tunanganmu yang telah menyelamatkanmu nak, justru kami ingin berterima kasih kepadanya karena selalu melindungimu." Kata Pak jaya.


"Kalo begitu bagaimana kalo minggu depan kami segera menikah ayah" kata yuni berharap.


"Ngeehhh.... kalo itu sih kecepatan nak, bagaimana kalo lulus sma saja,.... aturan sekolah jaman sekarang, anak sekolah belum boleh menikah karena masih di bawah umur. Kamu tidak inginkan elte putus sekolah" bujuk bu yuyun.


"Nanti kalo sudah lulus sma, kalian berdua bisa bersama-sama kuliah di fakultas kedokteran biar bisa jadi dokter yang hebat" lanjut bu yuyun


"Lho nggak bisa ma,... elte itu nanti harus kuliah di fakultas ekonomi dan bisnis, melanjutkan usaha rumah sakit dan usaha bisnis di bidang kesehatan." Potong pak jaya yang sudah jauh hari mempersiapkan masa depan keluarganya mencapai puncak kejayaan.


"Jangan pa.... elte itu kan punya kemampuan menyembuhkan orang... sayang kan kalo tidak digunakan untuk membantu umat manusia" protes istrinya


"Jadi memang ayah dan ibu juga sudah tahu kemampuan elte ya, kalo ia bisa menyembuhkan luka dan segala penyakit" tanya yuni mengagetkan kedua orang tuanya"


"Kamu juga sudah tahu nak" tanya pak jaya


"Ia yah... waktu aku disekap para preman itu, aku dikasih obat perangsang dan obat kuat."


"Waktu para preman itu telah dihabisi oleh elte, aku sempat menggoda elte agar mau menuntaskan keinginan aneh akibat obat itu"


"Untungnya elte tidak mengambil kesempatan malah menyembuhkan dan menghilangkan efek obat perangsang itu" kata yuni menceritakan aksi elte membantu dirinya.


"Ia juga bercerita bahwa ia pernah menyembuhkan ayah yang pernah sekarat karena ditembak oleh orang jahat. Bahkan, ternyata fenomena sembuhnya semua pasien di rumah sakit, delapan tahun yang lalu, adalah ulah tunanganku yah" yuni kembali keceplosan menceritakan kehebatan calon suaminya.


Pak jaya dan bu yuyun hanya tertegun diam karena kecurigaan mereka tentang fenomena sembuhnya para pasien kini telah terbukti.


Tanpa sadar, pembicaraan ketiga orang yang sedang berdiskusi di kamar itu, terdengar oleh bu yeyen yang kebetulan keluar kamar mau mengambil air minum lalu penasaran mendengar teriakan pak jaya yang tadi mau ke kantor polisi


"Pantas saja selama ini kak yuyun ngotot memaksaku melatih elte menjadi dokter yang hebat...." kata bu yeyen dalam hati sambil menutup mulutnya yang masih terbuka karena kaget.