WUMMM

WUMMM
10. Era Manusia Berkultivasi



Dengan datangnya para manusia, hewan dan tumbuhan, maka para naga dan alien akhirnya musnah dibantai habis akibat terluka dan kelelahan.


Selama seminggu, dengan menggunakan batu pengukur kekuatan kultivasi dan jenis elemen, para manusia melakukan razia dan sweeping mencari sisa-sisa para naga.


Setelah merasa yakin, para naga dan alien telah dibantai habis, para manusia mengumpulkan beast core dari hewan dan tumbuhan yang ikut terbunuh saat perang.


Beast core para naga tidak bisa diambil karena saat naga tersebut mati maka beast corenya akan segera hilang menguap.


Setelah seminggu dan segel pelindung para pimpinan menghilang, para manusia kembali melakukan sweeping dan mencari sisa-sisa para naga di seluruh pegunungan belahan timur daratan bumi.


Sebulan mencari sisa-sisa para naga yang mungkin bersembunyi, para manusia pun yakin bahwa seluruh kaum naga dan alien telah musnah.


Manusia yang sebelumnya menjadi ketua para alien tidak bisa menyembunyikan keberadaan batu teleportasi karena dengan terbunuhnya para pimpinan menyebabkan seluruh umat manusia tidak bisa kembali berkumpul.


Dengan bantuan dari batu teleportasi, para manusia yang habis berperang kemudian menjemput keluarga mereka yang ada di belahan utara daratan bumi.


Pertemuan mereka dipenuhi dengan suara tangis yang sangat keras. Ada yang menangis haru bahagia karena bertemu dengan keluarganya, ada yang menangis sedih karena keluarga yang dirindukan telah meninggal, bahkan ada juga yang menangis kecewa dan marah karena keluarga yang mereka rindukan telah menikah dengan lelaki lain akibat anggapan bahwa dirinya telah menjadi janda ditinggal mati.


Setelah menjemput umat manusia di belahan utara daratan bumi, mereka semuanya ke pegunungan belahan barat daratan bumi untuk bertemu dengan manusia yang sudah lama menjadi budak para naga dan telah mengungsi sebelum penyerangan kerajaan naga.


Para manusia juga kembali melakukan sweeping mencari sisa-sisa para alien di markas para alien.


Setahun telah berlalu, para manusia kini hidup bahagia karena telah bebas dari kaum naga dan kaum alien.


Umat manusia kemudian menyebar ke berbagai belahan daratan bumi  dengan membawa beberapa hewan dan tumbuhan yang mampu berkultivasi dan telah dijinakkan untuk dilepas ke hutan sekitar, agar dapat berkembang biak dan menjadi salah satu sumber kultivasi para manusia.


Mereka menyebar dengan tujuan menjaga alam dan memastikan sudah tidak ada lagi kaum naga dan alien yang kabur dan berisiko bangkit membalas dendam kepada manusia.


Ada yang menyebar ke belahan timur daratan bumi, ada yang ke belahan utara daratan bumi, ada yang ke belahan tengah daratan bumi, ada yang ke belahan utara daratan bumi, ada ke belahan selatan daratan bumi dan ada yang tetap di belahan barat daratan bumi.


Jutaan tahun pun telah berlalu, para manusia kini telah berkembang biak dan mewarisi kemampuan sihir pengendalian elemen berkat munculnya beast core yang mereka sebut dengan dantian.


Di era itu, manusia yang lahir tanpa dantian akan disebut dengan sebutan sampah atau manusia cacat. Karena manusia tersebut tidak akan memiliki kemampuan berkultivasi untuk mengumpulkan energi kehidupan.


Beberapa wilayah memiliki istilah yang berbeda untuk menyebut energi kehidupan. Ada yang menyebutnya dengan istilah chi, ada yang menyebutnya dengan istilah qi, ada juga yang menggunakan istilah chakra, ada yang menyebutnya dengan istilah mana, dan ada juga yang menyebutnya dengan sebutan tenaga dalam.


Dengan belajar dari budaya di kerajaan naga sebelumnya, para manusia juga di tiap belahan daratan bumi masing-masing membangun sebuah kerajaan yang di dukung dengan membangun beberapa sekte atau perguruan untuk tempat belajar para manusia memahami cara berkultivasi dan mengendalikan kemampuan sihir elemennya.


Setiap kerajaan juga memiliki beberapa desa dan satu kota sebagai pusat pemerintahan dari kerajaan tersebut.


Dengan meneruskan pengetahuan dari para alien, manusia mengajarkan ilmu pengetahuan alam kepada keturunannya di dalam perguruan sebagai kurikulum pembelajaran yang wajib ada.


Tiap kerajaan atau negara juga masing-masing menciptakan bahasa dan tulisan untuk memudahkan komunikasi mereka. Walaupun sebelumnya mereka sudah punya bahasa manusia untuk berkomunikasi, namun dengan perubahan jaman dan budaya sehingga bahasa mereka akan berevolusi sesuai kebutuhan mereka.


Mereka juga membuat tulisan untuk memudahkan perkembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan alam, ilmu sihir dan kultivasi serta ilmu sosial dan ketatanegaraan.


Setiap tahun tiap-tiap sekte dan perguruan akan melakukan  SPMB atau seleksi penerimaan murid baru. Seleksi yang digunakan terdiri atas seleksi ujian tulis teori, seleksi tingkat kekuatan kultivasi dan jenis elemen, seleksi bertahan hidup di hutan tempat tinggal para binatang dan tumbuhan yang bisa berkultivasi. Terakhir adalah seleksi pertarungan di atas arena.


Mereka yang lolos akan masuk ke perguruan dengan klasifikasi sebagai murid luar, murid dalam dan murid langsung.


Murid luar adalah murid yang tinggal di sekitar perguruan yang diberikan sumber daya berupa pil khusus yang dapat membantu proses kultivasi. Tiap minggu para murid luar akan menerima satu buah pil.


Sering terjadi pertarungan untuk saling merampas sumber daya tersebut.


Murid langsung adalah murid yang memilki kelebihan seperti murid dalam namun jumlah sumber daya dan tempat kultivasi lebih mendukung perkembangan. Murid langsung juga akan diajar langsung oleh tiap-tiap guru yang telah menjadi master dari murid tersebut.


Setiap dua bulan, akan dilakukan seleksi pertandingan bela diri untuk memacu ambisi para murid untuk menjadi lebih kuat. Para murid juga akan diberikan misi dengan bayaran yang sesuai dengan tingkat kesulitan misi.


Tiap lima tahun sekali akan diadakan pertandingan persahabatan antar kerajaan. Pertandingan tersebut menjadi ajang aktualisasi dan harga diri dari tiap-tiap kerajaaan.


Untuk menghadapi persiapan pertandingan itu, tiap-tiap kerajaan akan meminta para sekte dan perguruan untuk melakukan seleksi internal diantara murid-murid mereka. Setelah itu dilakukan seleksi antar perguruan. Murid-murid dari berbagai perguruan yang berhasil lolos akan dikirim untuk mengikuti pertandingan persahabatan antar kerajaan


Kerajaan yang berhasil mendapatkan juara pertama maka akan mendapatkan giliran untuk menyimpan dan menggunakan dua pusaka ajaib yakni helm yang mampu membuat pemakainya transparan, dan pusaka kedua adalah batu teleportasi.


Ketidakmampuan manusia yang pernah menjadi ketua pemimpin para alien dalam menyimpan rahasia batu teleportasi dan helm logam tersebut menyebabkan muncul kelompok-kelompok yang ingin merebut kedua benda yang dianggap pusaka itu.


Selama seribu tahun, perang antara kelompok merebut kedua pusaka itu menjadi semakin merugikan semua pihak yang terlibat.


Namun setelah seribu tahun pertama dari kejadian pemusnahan naga dan alien, pemilik batu teleportasi mendapatkan mimpi tentang phoenix yang mengingatkan tentang kondisi manusia saat menjadi budak para naga. Mimpi itu terus berulang selama sebulan hingga sang phoenix kembali tertidur


Untuk menghindari perang memperebutkan kedua benda tersebut maka dibuatlah sistem pertandingan untuk menggilir kepemilikan dari kedua pusaka tersebut.


Era manusia berkultivasi merupakan era dimana hukum alam kembali berlaku, hanya orang terkuatlah yang akan diikuti oleh yang lemah. Para manusia berlomba-lomba menjadi kuat agar bisa berdiri atas puncak kejayaan.


Jika sang phoenix telah kembali tertidur panjang maka keadaan umat manusia kembali damai. Namun puluhan tahun kemudian, akan muncul kembali kelompok-kelompok yang ingin menguasainya.


Hal itu selalu kembali terulang setiap seribu tahun selama jutaan tahun lamanya, hingga pada suatu waktu sebuah kelompok yang diyakini sebagai keturunan dari manusia yang pernah jadi ketua alien, mendapatkan mimpi didatangi oleh leluhurnya yakni oleh manusia yang pertama kali mendapatkan batu teleportasi.


Dalam mimpinya kelompok tersebut diberi amanah untuk merebut batu dan helm tersebut dan menyembunyikannya sebagai pusaka keluarga.


Setelah bertahun-tahun mencoba merebut kedua pusaka itu, akhir kelompok tersebut berhasil diam-diam mencurinya.


Hilangnya kedua pusaka tersebut mengakibatkan lahirnya kecurigaan antar kerajaan dan setiap tahun suasananya semakin tegang dan mencekam hingga perang besar antara lima kerajaan terjadi.


Terjadinya perang besar antara kelima kerajaan terjadi selama ribuan tahun hingga kelima negara tersebut sama-sama mengalami kerugian yang sangat besar.


Kelima kerajaan tersebut kehilangan banyak kultivator baik itu dari manusia supernya maupun dari hewan dan tumbuhan yang dapat berkultivasi.


Banyaknya hewan dan tumbuhan ikut menjadi korban karena demi menghadapi perang besar, tiap manusia berlomba-lomba membunuh hewan-hewan dan tumbuhan tersebut sehingga tidak terasa para hewan dan tumbuhan yang mampu berkultivasi ikut punah dan hanya menyisakan hewan dan tumbuhan biasa.


Keberadaan manusia-manusia super yang dapat berkultivasi di setiap kerajaan akhirnya semakin langkah.


Kelompok yang selama ini menyembunyikan kedua pusaka itu akhirnya membantai semua manusia yang memiliki dantian, beserta membakar buku-buku dan sumber daya yang berhubungan dengan kultivasi.


Dengan menggunakan batu pengukur kekuatan kultivasi dan jenis elemen, kelompok tersebut terus mencari dan membunuh setiap manusia, hewan dan tumbuhan yang dianggap bisa berkultivasi.


Manusia-manusia biasa yang tidak mampu berkultivasi karena tidak memiliki dantian merasa sangat kehilangan dengan gugurnya sahabat dan kerabat mereka yang memiliki dantian.


Mereka tidak ada yang tahu bahwa ada kelompok secara turun temurun, yang telah berhasil menghasut dan membantai mereka.


Mereka berusaha bangkit kembali dengan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui buku-buku ilmu pengetahuan alam yang tidak dimusnahkan oleh kelompok yang menyembunyikan kedua pusakan itu.


Ribuan tahun kembali berlalu dan manusia makin maju dengan teknologinya. Mulai dari teknologi mekanik, mesin uap, listrik hingga lahirlah teknologi-teknologi modern berbasis internet.