WUMMM

WUMMM
47. Menyelamatkan Sekutu (2)



Setelah mencatat nomor tersebut, elte lalu berlari ke ruang tangga darurat di posisi yang tidak terjangkau oleh CCTV, elte lalu melemparkan bom asap sehingga tubuhnya ditutupi asap tebal. Di dalam asap tebal itu ia berteleportasi kembali ke kamarnya di rumah pak jaya.


Para tahanan yang tersisa hanya bisa terkejut kembali dengan aksi ninja biru berkacamata hitam itu. Setelah menyadari hilangnya ninja tersebut di dalam bom asapnya sendiri. Para tahanan hanya bisa berdecak kagum mengingat film narto saepuden dan film ninja hattari.


Elte yang sudah ada di kamarnya lalu menyusup ke wifi internet rumah pak jaya dan menyusup ke vendor perangkat telekomunikasi mencari lokasi handphone dari nomor tersebut.


Dengan kecanggihan komunikasi satelit saat ini, di dalam pesawat pun sekarang dapat memperbolehkan penggunaan perangkat komunikasi internet dan smartphone.


Setelah mendapatkan lokasi nomor tersebut, elte lalu menyusup ke satelit Doodle dan aplikasi Doodle map untuk melihat visualisasi pesawat tersebut.


Dari satelit doodle, elte merasa tidak bisa langsung melakukan teleportasi karena kecepatan pesawat diprediksi sebesar 0,85 Mach atau 909 kilometer per jam.


Elte lalu mencatat nomor seri pesawat dan mencari jalur penerbangan itu diinternet. Setelah mengetahui lokasi dan waktu pendaratan pesawat tersebut. Elte memutuskan untuk kembali ke lokasi yuda karena pesawat tersebut akan mendarat tiga jam lagi.


Sesampai di lokasi yuda, elte terkejut dengan kondisi para tahanan yang  sedang bertahan dari tembakan para penjahat. Beberapa tahanan telah tewas terkena senjata api, dan sisanya bersembunyi di bawa meja yang ada di minibar.


Para penjahat sedang tertawa lepas menikmati rasa takut dari para tahanan yang tersisa.


"Busyet.... tidak sampai sepuluh menit aku ke kamar untuk melacak posisi pesawat itu dan kini kondisi sudah separah ini." Elte sedikit menyesali keterlambatan dirinya sehingga delapan orang yang tersisa hanya bisa bersembunyi pasrah


Ia melihat enam belas orang tim khusus kepolisian indonesia termasuk pak yusuf, vijay, arif dan heru, sembilan belas orang agen intelijen kanada dan lima orang agen intelijen jepang telah tewas dengan darah yang masih mengalir dari dada dan perutnya yang terkena tembakan.


Sedangkan yuda, rian, dian, heri, seorang agen intelijen dari kanada dan seorang agen intelijen dari jepang sedang menangis ketakutan di bawah meja mengingat keluarganya masing-masing.


Elte lalu mengeluarkan bom gelombang elektromagnet dan melemparkannya ke arah para penjahat yang ada di dekat lift. Seketika semua barang elektronik meledak dan mati seperti handphone yang ada di saku celana para penjahat, semua CCTV yang ada di ruangan tersebut, papan sirkuit yang ada di lift tersebut dan perangkat elektronik lainnya.


Belum hilang rasa terkejut para penjahat atas ledakan smartphonenya yang ada di saku celana mereka. Kini muncul ledakan bom asap di dekat ruang tangga darurat dan dari asap pekat itu muncul seorang ninja biru berkacamata hitam dengan sebuah tombak sepanjang dua meter.


Ninja biru yang tampak norak itu kemudian berlari ke arah mereka.


"Klink... klink... klink... Klink... klink... " seperti itulah kira-kira suara tombak yang sedang beradu dengan puluhan peluru yang ditembakkan oleh para penjahat itu. Elte lalu mengalirkan elemen ledakan di ujung tombak dan menusuk kepala salah satu penjahat.


"Boommm...." terdengar suara ledakan dari kepala penjahat tersebut. Setelah kehilangan kepalanya, penjahat itupun jatuh ke lantai.


"Boomm...... boomm...... boommm...... boomm...... boomm...... boommm......" para penjahat itu, satu persatu dibantai oleh elte.


Setelah menghabisi para penjahat, elte berjalan menuju yuda. Baru beberapa langkah, ia mendengar kembali suara langkah kaki dari ruang tangga darurat karena lift yang ada sedang rusak.


Elte mengaktifkan zona persepsinya dan ia merasakan ada seratus orang lebih turun dari tangga darurat dengan berbagai jenis senjata api dan senjata tajam.


Ninja biru itu kemudian berlari ke pintu ruangan tangga darurat menunggu para penjahat itu datang. Elte akan menyerang dan meledakkan tubuh penjahat itu menggunakan tombak yang ia aliri dengan elemen ledakan.


Setelah para penjahat itu menyadari dirinya tidak bisa melewati pintu ruang gawat darurat. Mereka lantas menembakkan senjatanya ke arah elte dari pintu yang ada di lantai lobby.


Beberapa saat kemudian para penjahat itu kembali menyadari bahwa aksinya hanyalah buang-buang amunisi peluru. Mereka memutuskan mengunci pintu dari lantai lobby dan berlari ruangan front office memanggil bantuan.


Elte yakin bahwa para penjahat itu tidak akan berani masuk untuk beberapa saat, ia lalu memutuskan untuk pergi ke dekat yuda  dan membuat keenam orang yang masih hidup itu, tidak sadarkan diri.


Elte segera menggunakan persepsi internal dan elemen cahaya untuk menyembuhkan luka dari keenam orang itu lalu mengecek kondisi empat puluh orang yang sudah tewas apakah masih ada yang bisa diselamatkan.


Setelah mengecek keempat puluh orang itu, elte hanya bisa menyesali keterlambatannya dan kesalahan strateginya. Harusnya ia membereskan masalah yuda dan para tahanan lainnya sebelum mencari lokasi nomor penjahat yang akan membantai desa shinobi.


Elte lalu menggunakan kemampuan zona persepsi untuk mendeteksi apakah ada sinyal wifi internet di gedung ini.


Dari hasil zona persepsi atau persepsi lingkungan atau persepsi ekternal tentang keberadaan sinyal wifi internet di gedung ini, ia lalu menyusup ke doodle map dan satelit doodle untuk mencari lokasi rumah sakit terdekat.


Dari hasil visualisasi satelit, ia memutuskan untuk membuat portal teleportasi ke tempat sepi dan  tersembunyi, yang ada di atap rumah sakit.


Ia lalu membawa keenam orang tahanan yang masih hidup dan empat puluh orang tahanan yang sudah tewas ke atap rumah sakit tersebut. Setelah itu elte mengeluarkam bom petasan yang digunakan oleh para ninja untuk meminta bantuan.


Beberapa menit setelah bom itu diaktifkan, muncul sebuah kembang api yang  menarik rasa penasaran orang-orang sekitar.


Setelah yakin beberapa perawat sedang naik ke atas untuk memeriksa atap rumah sakit, elte memutuskan kembali berteleportasi ke gedung para penjahat.


Walaupun cincin giok yuda sudah tidak di gedung tersebut. Namun sebelum ke rumah sakit mengantar yuda dan lainnya, elte menyempatkan dirinya untuk meletakkan sebuah batu penanda yang ia buat sebelumnya dari ruang dimensi.


Sesampainya di gedung tersebut, elte meletakkan batu penandanya ke ruang dimensinya kembali. Ia lalu membuat dirinya transparan dan dapat menembus material padat. Kemudian ia naik ke lantai lobby dan melihat para penjahat tadi masih menunggu bala bantuan dari teman-temannya.


Kemampuan telepati diaktifkan untuk membaca pikiran dari salah satu penjahat. Ia mendapatkan informasi bahwa mereka sedang menunggu dua orang anggota SFO yang memiliki kemampuan aneh dan saat ini masih di pesawat khusus yang akan tiba sejam lagi. Penjahat itu sangat berlebihan melaporkan bahwa saat ini mereka sedang melawan seratus ninja shinobi yang memiliki sebuah tombak petir yang dapat meledakkan lawan.


"Wah.... gawat, sepertinya mereka memanggil dua orang kultivator dan membohongi mereka dengan melebih-lebihkan kondisi yang ada."


"Para kultivator itu pasti penasaran dengan tombak petir yang bisa meledak. Setidaknya para penjahat itu tidak mengatakan apapun tentang sihir pengendali elemen ledakan."


"Aku harus segera menghilangkan semua bukti dan saksi atas kejadian ini"


Elte berkata dalam hatinya dan mulai naik ke lantai paling atas menyisir dan membunuh para penjahat dengan menebas leher mereka diam-diam.


Ninja biru itu dengan menggunakan tubuh kapas, bergerak cepat dan lincah dalam kondisi tubuh tak kasat mata.


Saat tiba di ruangan CCTV, ia mematikan perangkat DVR dan mengambil Harddisk yang merekam seluruh aktifitas di dalam gedung lalu menyimpannya di ruang dimensi.


Saat tiba di lobby. Ia melihat para penjahat itu masih waspada menjaga pintu ruangan tangga darurat. Elte lalu diam-diam mengunci pintu luar gedung agar tidak ada yang bisa masuk dan mendengar apa yang terjadi di dalam.


Dengan menggunakan kemampuan gravitasi, ia membuat para penjahat itu terjatuh dan tidak bisa bergerak, kemudian ia mengeluarkan tombak yang disebut tombak petir oleh para penjahat itu.


Elte menghabisnya para penjahat itu dalam waktu singkat. Ia kemudian membakar semua lantai di gedung itu dengan bantuan api yang ia teleportasi dari gunung merapi.


Setelah yakin tidak ada saksi dan bukti atas kejadian tersebut. Ia kembali ke kamarnya untuk beristirahat sambil menunggu pesawat yang menuju desa shinobi tiba setengah jam lagi.


Memasuki alam bawah sadarnya, elte menceritakan secara singkat tentang pengalamannya dan keterlibatan kultivator dari organisasi SFO.


Sang phoenix menyarankan untuk membawa batu pengukur yang sebelumnya sudah dimodifikasi oleh elte menjadi perhiasan sebuah gelang.


Kesadaran dari burung api keabadian itu menyarankan untuk berhati-hati untuk mengawasi kekuatan lawan terlebih dahulu dan menyergap para kultivator satu persatu mulai dari yang terlemah.


Sepuluh menit sebelum jadwal pendaratan pesawat, ia bangun dari alam bawah sadarnya dan membuat portal teleportasi menuju ruang dimensinya.


Di ruang dimensinya ia mengeluarkan dantian eksternal dari peti batu dan meletakkannya di atas peti agar siap dipakai kapan saja saat dibutuhkan. Ia juga mengenakan gelang batu pengukur kemudian kembali ke kamarnya.


Dari kamarnya, ia kembali menyusup ke wifi internet dan mencari visualisasi lokasi pendaratan pesawat menggunakan bantuan satelit doodle dan apikasi doodle map.


Setelah tiba di lokasi pendaratan, ia melihat sekitar seratus dua puluh orang turun dari pesawat menggiring empat orang berpakaian shinobi tanpa penutup kepala dengan beberapa luka bekas sayatan di sekujur tubuhnya.


Dari seratus dua puluh penjahat itu ia mengukur ada empat orang kultivator yang terdiri dari dua orang pengguna elemen cahaya dan elemen angin, seorang pengendali elemen es dan dan elemen petir serta satu orang pengendali elemen kegelapan dan elemen gravitasi. Keempat kultivator tersebut merupakan pengendali elemen gabungan tidak murni sehingga tidak bisa menggunakan elemen dasarnya.


Dari keempat kultivator itu, ia mengukur hanya ada satu orang yang tingkat kultivasinya melebihi tingkat kultivasi dari dantian eksternalnya. Walaupun demikian elte memastikan bahwa kultivator tersebut belum mampu melihat tingkat kultivasi lawannya sehingga ia memutuskan untuk mengambil dantian eksternal dari ruang dimensinya dan memasukkan dantian tersebut ke dalam tubuhnya menggunakan kultivasi pelahap kilat .


Untuk ketiga kultivator lainnya, elte yakin bisa menang jika melalui pertarungan satu lawan satu.


Sang phoenix kini dapat berkomunikasi di alam sadar elte akibat penggunaan dantian eksternal. Ia memberikan saran  ke elte tentang strategi bertarung.


"Elte kamu lihat kedua kultivator dengan elemen cahaya dan elemen angin itu." Kata sang phoenix melalui pikiran elte.


"Iya guru... aku bisa melihatnya" jawab elte dalam pikirannya.


"Diantara semua kultivator itu, kamu harus membunuh kedua kultivator itu terlebih dahulu."


"Elemen cahaya dari kedua kultivator itu sangat merepotkan karena bisa menyembuhkan teman-temannya yang akan kamu lukai."


"Selain itu juga, elemen anginnya, dapat digunakan sebagai media komunikasi dan koordinasi diantara mereka."


"Kamu harus menyerang mereka bersamaan dalam satu kali serangan mematikan. Jika tidak, selanjutnya kau akan sangat sulit mengimbangi kecepatan dan kelincahan gerak tubuh mereka."


Sang phoenix memberikan saran ke elte tentang strategi penyerangan. Dengan tubuh tak kasat matanya, ia memantau pergerakan para kultivator itu dan menunggu mereka berpisah.


Beberapa mobil datang menjemput mereka menuju desa shinobi. Elte memutuskan untuk bersembunyi di bawah mobil namun badannya tidak muat karena selain badannya yang kini sudah lebih tinggi dan besar, mobil-mobil tersebut juga lebih pendek.


Elte akhirnya hanya bisa kembali ke kamarnya dan memonitoring lokasi nomor penjahat yang sebelumnya ia catat melalui Doodle map dan satelit Doodle. Sebenarnya ia sangat ingin mendahului mereka dan menunggu kedatangan para penjahat itu dengan beberapa jebakan. Namun sayangnya lokasi desa  shinobi tidak ada dalam Doodle Map.


Dari satelit doodle, ia melihat mobil-mobil tersebut bergerak menuju hutan, mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra.


Setelah dua jam memantau pergerakan mobil. Para penjahat itu berhenti karena kondisi hutan yang makin lebat sehingga mobil tidak bisa masuk ke dalam.


Elte lalu segera berteleportasi dengan kondisi tak kasat mata. Setiba di lokasi, ia melihat  seratus dua puluh orang itu berjalan dengan mendorong keempat shinobi itu agar menunjukkan jalan ke desa shinobi.


"Hhmmmm... sepertinya keempat shinobi itu pasrah mengikuti perintah para penjahat itu akibat rasa takut berlebihan dari kekuatan elemen kegelapan." Kata sang phoenix yang menyaksikan kejadian di penglihatan elte dari alam bawah sadarnya..


"Ingat... kamu tidak boleh mendekati kedua kultivator dalam radius tiga ratus kilometer karena saat ini ia sedang mengaktifkan elemen angin sebagai radar. Lanjut sang phoenix.


Setelah beberapa menit berjalan, dari kejauhan mereka dapat melihat sebuah perkampungan yang diapit oleh hutan, sungai, gunung dan lembah.


"Sepertinya mereka sudah tidak berguna lagi" kata seorang penjahat sambil menembak kepala dari keempat shinobi itu.


"Doorr... doorr... doorr... doorr..." kira-kira seperti itulah suara tembakan yang membunuh keempat shinobi itu.


"Bodoh...." teriak kultivator kegelapan dengan marah karena telah membuat suara ribut dan membuat para shinobi dalam desa menjadi siaga.


Para kultivator cahaya dan angin itu ikut memarahi penjahat yang telah membuat keributan, sehingga tidak fokus dan menonaktifkan elemen anginnya .


"Hhmmmm ini kesempatanku" kata elte sambil mengambil dua kunai yang dialiri elemen ather dan elemen ledakan serta dilapisi shield tak kasat mata. Ia lalu mengontrol kedua kunai tersebut menuju ke belakang kepala kedua kultivator cahaya dan angin.


"Boom.... boomm... " kepala kedua kultivator itu tiba-tiba meledak dari arah depan karena kunai tersebut dikendalikan oleh elte dengan jurus peluru kendali.


Melihat kedua temannya mati mendadak, para penjahat mengira ada serangan dari desa shinobi.


Kultivator kegelapan, sangat geram, karena dua anggotanya yang bertugas menyembuhkan mereka yang terluka, dan bertugas untuk mengatur komunikasi dan koordinasi tim, kini telah tewas. Ia lalu melempar bola kegelapan ke tubuh penjahat yang membunuh keempat shinobi. Penjahat yang terkena bola kegelapan itu, lalu berteriak kesakitan dan perlahan tubuhnya berubah menjadi kurus kering dan kulitnya sedikit menghitam penuh lebam. Ia lalu menendang kepala penjahat itu hingga hancur menjadi debu.


Para penjahat yang melihat kejadian itu gemetar ketakutan. Kultivator itu lalu berkata : "Jika ada lagi yang bertindak bodoh tanpa ijinku, maka aku akan membunuh kalian semuanya."


Mendengar ancaman itu, para penjahat hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali dengan tubuh gemetaran.


Kultivator itu lalu memerintahkan mereka untuk menyerang desa shinobi dimana dari desa itu sudah muncul beberapa shinobi yang siap bertarung.


Kultivator dengan elemen es dan petir mengangkat tangan kanan ke atas dan mengayunkannya ke depan. Dari ujung jari-jarinya keluar  sambaran petir menuju gerbang desa.


"Cetaaarrr.... duaaaaarrrrr" seperti itulah kira-kira suara sambaran petir menghancurkan gerbang desa. Beberapa shinobi terlempar dan dan mati seketika dengan tubuh gosong.


Para penjahat yang tersisa mulai ikut menyerang desa tersebut dengan menggunakan senjata mesin FN FAL yang mampu melesakkan 700 butir peluru dalam waktu 1 menit.