
"Lompo,... sejam lagi kita semuanya akan melakukan pertarungan ilegal sebelum menerima misi ke indonesia... aku tidak menyangka bahwa hal yang paling menakutkan akan segera terjadi. Dari delapan belas anak panti milik bu ani yang telah diculik dan dijadikan anggota tim khusus mafia rusia, kini hanya tersisa enam orang yakni kita berdua, songkolo, tompo, nompo, dan sompo. Dan sejam lagi kita akan diseleksi kembali untuk saling membunuh hingga tersisa tiga orang saja" sangkala merasa sangat tertekan dengan informasi yang ia dapatkan beberapa menit sebelumnya.
"Sangkala, diantara delapan belas saudara angkatku, cuman kau yang masih kuanggap sebagai kakakku, untuk songkolo, tompo, nompo, dan sompo, aku kurang simpatik lagi dengan mereka. Keempat orang itu kini tidak beda dengan orang asin lainnya. Apalagi si songkolo itu, ia sangat menikmati setiap nyawa yang ia ambil saat misi atau saat pertarungan ilegal sebelumnya." Kata lompo mencoba menyemangati saudara angkatnya yang masih dekat dengannya.
"Lompo.... apapun yang terjadi, baik aku maupun kau, kita tidak boleh memperlihatkan emosi saat membunuh saudara kita. Jika nanti ternyata hasil pengundian kita berdua harus saling membunuh, maka keluarkanlah seluruh kemampuanmu, karena aku tidak akan segan untuk membunuhmu jika kita harus bertarung nanti" kata sangkala berusaha tegar dan bersikap tabah. Namun lompo dapat menangkap sedikit nada sedih di kalimat tegasnya.
"Tit tit tit tit..." seperti itulah kira-kira bunyi notifikasi chat dari panitia pertarungan ilegal World Flower Organization atau WFO.
Sangkala dan lompo membaca pesan chat tersebut bersamaan. Kening mereka mengkerut dan mereka kompak menghembuskan nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Dari pesan chat tersebut mereka kini mengetahui siapa lawan mereka masing-masing. Sangkala melawan songkolo, lompo akan berhadapan dengan tompo, dan nompo akan bertarung dengan sompo.
"Lompo, jika nanti ternyata aku tidak bisa mengalahkan songkolo dan harus meregang nyawa ditangannya, jangan
pernah memperlihatkan emosi di wajahmu... jangan pernah untuk....." sangkala tidak dapat melanjutkan perkataannya. Ia seperti mendapatkan firasat bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Ini bukanlah spoiler tentang kematian sangkala yang akan dibantai oleh songkolo saat pertarungan ilegal sejam lagi, namun murni firasat yang lahir dari naluri atau insting seorang petarung.
Diantara delapan belas anak yatim tersebut, songkolo memang yang paling kuat, paling cepat dan paling akurat saat menyerang. Daya tahan dan staminanya pun cukup dikagumi oleh pimpinan organisasi JFO.
"Apakah kau memerlukan pelukan hangat untuk menenangkan rasa takutmu?" Kata lompo kepada sangkala.
"Hahahahah.... kau tahu aja kalau rasa takut kini menyerangku" sangkala mengakui rasa takut yang kini muncul di hatinya. Namun rasa takut itu bukan karena takut mati. Tetapi rasa takut meninggalkan satu-satunya saudara angkat yang masih mengenalinya. Rasa takut meninggalkan saudara angkatnya yang masih labil.
........ ......... .........
Sementara itu di ibu kota negara di indonesia, waktu telah menunjukkan pukul 20:00 WIB atau jam 04:00 PM di rusia. Sejam lagi pertarungan ilegal untuk terakhir kalinya akan dilaksanakan.
Pertarungan selanjutnya ditiadakan sesuai perintah dari organisasi SFO. Kabar tentang pertarungan terakhirpun disebarkan ke penonton VIP melalui email pribadi mereka yang telah tersinkronisasi secara realtime sehingga para penonton VIP pun segera mengetahui kabar tersebut.
Salah satu penonton VIP lalu mengirimkan pesan chat ke salah satu pimpinan kepolisian tertinggi di ibu kota negara di indonesia. Sang pimpinan lalu segera mengontak seluruh tim khusus kepolisian melalui dian askar. Yuda yang sudah bersiap menggoyang istrinya di dalam kamar mereka, hanya dapat mengutuk kesal atas panggilan mendadak tersebut. Ia pun meminta maaf kepada istrinya dan kembali mengenakan pakaiannya. Setelah berpakaian, yuda lalu menuju ke sudut kamar dan menggunakan smartphone dan earphonenya untuk bergabung ke room meeting sesuai link URL yang telah di share melalui grup chat.
Beberapa menit kemudian seluruh tim khusus kepolisian mulai membuka rapat onlinenya. Dian askar selaku pimpinan tim menjelaskan tentang kabar terbaru mengenai pertarungan ilegal yang terakhir dilakukan sejam lagi. Dari informasi tersebut, yuda cukup terkejut karena nama-nama calon petarung terdengar sangat familiar seperti nama-nama yang sering digunakan di kampung halamannya seperti sangkala, songkolo, nongko, tompo, sompo dan lompo.
Dian juga sempat membahas kembali tentang kiriman audio percakapan dengan bahasa cina dimana para pemilik suara tersebut membahas tentang kemungkinan keberadaan sang pewaris yang ada di indonesia atau di hutan aokigahara dijepang.
Rian askar memberikan pendapatnya jika kemungkinan para petarung ilegal itu adalah orang indonesia yang sedang melakukan proses seleksi untuk ikut serta mencari keberadaan sang pewaris.
Menurut adik laki-laki dari sang pimpinan tim khusus itu bahwa dari hasil eksplorasinya melakukan hacking di beberapa organisasi bawah tanah, ternyata organisasi SFO sudah mengambil alih organisasi bawah tanah lainnya sejak beberapa minggu yang lalu.
Polisi muda penggemar komik fantasi itupun lalu meminta ijin untuk melakukan share screen dan memutarkan video rekaman yang sudah berhasil ia copy dari database server saat melakukan hack ke organisasi SFO.
Dari hasil rekaman tersebut, para polisi dapat melihat sebuah video teleconference terenskripsi yang memperlihatkan kondisi pasca penyerangan di organisasi PPB, JFO, RFO, LFO dan OFO.
Di video tersebut nampak seorang pria tua berbadan kekar sedang membacakan sebuah pidato di atas kertas menggunakan bahasa cina.
Video yang sebelumnya sudah diterjemahkan dan dibuatkan teks subtitle menjelaskan bahwa pria tua berbadan kekar itu adalah pemimpin organisasi SFO dan mengancam para pimpinan organisasi bawah tanah lainnya untuk tidak mengganggu eksistensi organisasi SFO. Terlihat juga demonstrasi racun zombie yang membuat para pimpinan organisasi lainnya ketakutan. Adegan itu dipaparkan dengan jelas di episode empat puluh dua sebelumnya.
Rian askar sangat bersemangat memperlihatkan kerja kerasnya, ia sangat bangga karena telah berhasil menjebol keamanan jaringan server milik organisasi SFO, polisi muda tersebut menahan ketawanya saat ia iseng memasuki ke folder history dan menemukan beberapa file backup dengan ekstension file yang tidak dapat diputar dengan aplikasi multimedia secara langsung.
Rian askar yakin jika para anggota SFO tidak akan menyangka jika file-file video yang mereka anggap sudah musnah dihapus ternyata memiliki file backup jika dibutuhkan saat proses recovery.
Rian askar menerapkan sistem hack secara tidak langsung ke target dimana ia akan meretas komputer orang lain dan meremote komputer tersebut untuk meretas komputer lain. Komputer lain yang diretas oleh komputer yang sudah diretas oleh rian akan di remote juga untuk meretas komputer lain. Sistem hack ini biasa disebut juga metode mengupas kulit bawang. Jadi saat target menyadari dirinya di retas, maka ia tidak langsung menemukan pelaku hack, namun ia akan menemukan alamat IP komputer lainnya yang telah diremote dari jarak jauh oleh komputer lainnya.
Hacker andalan tim khusus kepolisian indonesia itu melakukan hack sebanyak sembilan lapis sebelum menyerang server database organisasi SFO. Setelah selesai menyalin semua file backup tersebut, ia tidak lupa untuk menghapus semua jejaknya file log history di semua komputer tersebut.
“Rian... bagaimana jika rapat online kita juga ada yang sniffing” kata salah satu anggota tim khusus yang juga paham tentang IT. Sniffing merupakan salah satu teknik hacking dengan melakukan proses penyadapan data informasi pada sistem jaringan komputer.
“Kalau ada yang menyadap percakapan kita maka sebaiknya kita tidak usah panik” kata rian askar membuat seluruh anggota tim menjadi panik dan terkejut.
“lho .... kok santai amat sih jawabnya.... nggak ada jawaban yang lebih menenangkan apa ? “ sontak dian askar
selaku pimpinan tim dan juga kakak kandung dari rian askar menjadi malu dengan jawaban adiknya.
“yah terus kalau ada yang menyadap diskusi kita, terus kenapa ?.... emang kalau kita rapat secara offline dan ketemu langsung di ruangan, hasil diskusi kita terjamin tidak akan bocor keluar ? .... lagian, informasi yang kita diskusikan ini bukan lagi sesuatu yang sifatnya sangat rahasia.... informasi ini sudah diketahui oleh beberapa organisasi bawah tanah lainnya dan bahkan beberapa instansi militer dari angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara, sudah mengetahui informasi ini lebih dulu.” Jawaban rian askar terdengar masuk akal dan membuat beberapa anggota lainnya hanya menunduk diam. Mereka semua sudah sadar jika di dalam kepolisian tempat mereka bekerja, kemungkinan besar telah disusupi oleh intel dari negara lain. Bahkan tidak menutup kemungkinan diantara mereka saat ini ada agen ganda yang sedang menyamar.
“ehem... sudah-sudah... rian, jangan membuat suasana diskusi menjadi tidak nyaman dan membuat kita saling mencurigai.” Kata dian askar mencoba mengalihkan pikiran para anggota yang sedang hanyut dengan pikiran mereka masing-masing.
Sementara itu, elte yang mengingat hasil diskusinya dengan dian askar di episode tujuh puluh lima tentang pertarungan ilegal yang akan diadakan tiap malam minggu jam sepuluh malam, mulai mengaktifkan kemampuan persepsinya di dalam kamarnya dan menjelajah ke dunia maya dengan kata kunci ‘World Flower Organization Fight’.
Setelah hampir lima belas menit mencari website yang sesuai, elte kemudian menemukan sebuah tampilan situs yang memiliki sistem keamanan yang sangat sulit ditembus. Bagi elte, sistem keamanan itu sangat mudah dimasuki karena elte menggunakan kesadarannya melalui kemampuan persepsi.
Pemuda pewaris inti phoenix itu lalu mendeteksi keberadaan server database yang ternyata terletak di california, sebuah negara bagian yang terletak di pesisir barat Amerika Serikat.
Elte memutuskan untuk pergi ke ruang dimensinya menggunakan kostum yang sudah disiapkan oleh tunangannya diepisode lima puluh satu.
Ia juga menggunakan dantian eksternal untuk berjaga-jaga, jangan sampai ada kultivator yang ikut menjaga di data center.
Setelah merasa persiapannya telah siap, elte kembali ke kamarnya dan mengaktifkan kembali kemampuan persepsinya. Dengan bantuan satelit Doodle, ia berhasil mendapatkan tampilan visual dari lokasi data center di california.
Sang prontagonis itupun lalu berteleportasinke lokasi data center tersebut dalam kondisi tidak kasat mata.
Elte memutuskan untuk mengambil video rekaman seluruh pertarungan ilegal sejak dimulai hingga sekarang, hal itu ia lakukan karena ia yakin waktu untuk menontonnya satu-persatu tidak akan cukup. Walaupun bisa saja ia menggunakan kemampuan persepsinya, namun elte juga merasa perlu file backup jika sewaktu-waktu ia ingin kembali mempelajarinya.
Setelah tiba di lokasi data center, ia segera mengakses seluruh database yang ada di seluruh harddisc server
tersebut. Ada puluhan harddisc yang tertata rapi di beberapa rack server dengan ribuan kabel LAN jenis STP dan Fiber optik.
Setelah menelusuri seluruh database tersebut, ia lalu menemukan sepuluh buah hardisc yang berisi data rekaman video dari seluruh pertarungan ilegal yang sudah terjadi sebelumnya. Ia juga menemukan sebuah harddisc yang saat ini sedang merekam secara live tayangan pertarungan ilegal yang saat ini sedang terjadi di rusia.
Jantung elte tiba-tiba terasa berdetak kencang ketika melihat adegan pertarungan tersebut. Secara samar ia
mengingat wajah kedua petarung sebagai saudara angkatnya di panti asuhan beberapa tahun yang silam. Elte segera mematikan seluruh komputer di data center melalui pilihan shutdown agar data di dalam harddisc tidak mengalamai kerusakan. Setelah memastikan seluruh komputer tersebut telah shutdown secara sempurna, elte lalu mengambil kesebelas harddisc yang berisi seluruh rekaman video pertarungan ilegal lalu kembali ke ruang dimensinya.
Setelah menyimpan seluruh harddisc tersebut ke atas meja yang ada di ruang dimensinya, elte lalu ke kamarnya agar bisa menuju lokasi pertarungan di rusia melalui bantuan satelit Doodle.
Yuda prayudi nangkabrani, dian askar, rian askar, heri iskandar dan seluruh anggota tim khusus kepolisian
bersama-sama mengkerutkan keningnya karena tayangan video live streaming dari pertarungan ilegal yang sedang mereka tonton bersama, tiba-tiba putus koneksi dan tidak bisa dilanjutkan.
“Rian... ada apa.... kenapa koneksinya putus ? bukannya kita menontonnya menggunakan akun dan password yang terdaftar sebagai investor mereka ? tidak mungkin kan mereka memutuskan koneksi video secara sepihak” salah satu anggota senior di tim khusus itu menanyakan sebab terputusnya koneksi jaringan tersebut.
“Eh.... aku juga kurang tahu.... sepertinya memang dari servernya yang bermasalah” kata rian askar dengan jujur.
Bukan Cuma para anggota tim khusus kepolisian indonesia yang kecewa dengan putusnya koneksi tersebut. Semua penonton VIP dan juga investor mengalami hal yang sama. Tidak sedikit dari mereka untuk menelpon panitia penyelenggara pertandingan dan meminta konfirmasi tersebut.
Organisasi JFO yang mendapatkan pesan dari panitia pertarungan tentang putusnya koneksi jaringan, tidak ingin mengambil pusing karena selain ingin mempercepat proses seleksi terakhir terhadap para anggota khsususnya dari indonesia, aslan juga tidak mengerti dengan urusan IT dan tidak mau repot-repot menunggu pihak IT di california yang sedang bingung dengan hilangnya sebelas buah harddisc yang berada di dalam ruangan server yang sangat tinggi keamanannya.
Sementara itu di ruang istrirahat di dekat panggung tempat terjadinya pertarungan ilegal terakhir sedang
berlangsung. Lompo menahan emosi sekuat-kuatnya. Wajahnya tetap terlihat datar namun di hati dan pikirannya sedang terbentuk rasa sedih, rasa marah, rasa kecewa dan rasa muak setelah melihat songkolo sedang mematahkan leher sangkala setelah bertukar kurang lebih seratus serangan.
Saat ini, nompo sedang bertarung melawan sompo, setelah menghabiskan waktu sekitar lima belas menit lebih, nompo akhirnya dapat membunuh sompo dengan melakukan tendangan sabit dari samping ke telinga kiri sompo. Sompo yang menerima tendangan sabit nompo, terlempar ke kanan dan kepalanya membentur lantai dengan keras. Saat sompo dalam kondisi tidak sadar, nompo melompat dan menyerang leher sompo dengan tumpuan tumit hingga leher sompo patah dan menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Melihat adegan saling membunuh antara saudara mereka, lompo akhirnya tidak tahan dan menutup wajahnya, ia terisak menangis meratapi nasibnya dan nasib saudara-saudara angkatnya.
“Yoo.... ternyata dugaanku benar.... sepertinya kau memang tidak terpengaruh dengan obat pencuci otak,... atau kau mungkin sejak kecil tidak pernah meminumnya ya.....” terdengar suara seorang pria dengan bahasa rusia mengagetkan lompo. Perasaannya makin kacau karena ia tidak bisa melaksanakan pesan sangkala.
Lompo lalu berdiri dan mengambil kuda-kuda siap bertarung menggunakan seni bela diri Systema. Pria rusia yang tadi menegurnya lalu memanggil songkolo dan tompo untuk mengeroyok lompo.
Pertarungan pun terjadi, Lompo dikeroyok oleh tiga orang yakni sangkala, tompo dan pria rusia tadi. Lompo semakin kesulitan saat nompo datang ke ruangan tersebut dan diperintahkan untuk menyerang lompo.
Lompo mendapatkan tendangan lurus dari depan dan membuatnya terlempar ke belakang dan menghancurkan meja sebagai tempatnya mendarat dengan kondisi terlentang dan punggung ke bawah.
Pemuda malang yang kini dikeroyok oleh empat orang itu pun tidak bisa bergerak lagi karena menyadari tulang belakangnya sedikit bergeser saat menimpa meja kayu di belakangnya.
Saat ia sudah pasrah dengan kematiannya, tiba-tiba terdengar sebuah ledakan kecil dan seketika asap tebal memenuhi ruangan. Lompo dapat merasakan sebuah aura menakutkan menyerangnya dan membuatnya tidak sadarkan diri.
Setelah beberapa menit kemudian, asap tebal itupun perlahan menghilang dan menyisakan pria rusia yang sedang terkapar pingsan di lantai. Lompo, tompo, nompo dan songkolo ikut menghilang bersama asap tebal tersebut.