WUMMM

WUMMM
56. Latihan Bersama



Elte lalu dipersilahkan untuk ke depan oleh yuda. Elte yang masih grogi pun mulai berbicara : "Eeee.... baiklah.... eeee.... hari ini.... eeee.... kita akan belajar tentang .... eeeee.... GaSeBeDiKuNi DaSeBeDiMi SeTiDaSiMePu singkatan dari Gabungan Seni bela diri kungfu ninja dan seni bela diri militer serta tinju dan silat merpati putih."


"Ehem...." yuda memberi kode untuk mengingatkan nama baru untuk seni bela diri tersebut.


"Oh iya.... eeee.... kita hari ini akan belajar tentang....eeeee.... Kungfu Ninja Gabungan..... dan jangan disingkat jadi Kuningan" kata elte sambil melihat yuda yang menepuk jidatnya sambil memggelengkan kepalanya.


Elte terdiam sejenak menenangkan dirinya. Ia lalu mengaktifkan nafas angin untuk menyejukkan pikirannya.


"Ehem.... baiklah... sebelum kita belajar tentang kungfu ninja gabungan, aku minta kalian semua menyerang dan berusaha memukul wajahku" kata elte menantang seluruh polisi muda yang ada di ruangan tersebut.


Rian yang merasa diremehkan lalu menuju ke depan. Ia lalu berkata : "tidak usah kami semua... cukup aku saja yang akan melawanmu"


Rian lalu menyerang elte menggunakan  seni bela diri tinju dan silat merpati putih. Elte hanya menghindar dan menangkis serangan rian. Dian dan heri terkejut melihat gaya bertarung elte yang mirip dengan para shinobi yang telah menyelamatkan mereka.


Hera juga cukup terpukau melihat elte yang dengan santai menghindar dan menangkis serangan rian, sesekali ia melihat elte melakukan salto ke depan lalu ke belakang menghindari rian. Saat rian mulai kelelahan menyerang elte sekuat tenaga. Tiba-tiba tempurung kaki elte telah berada dua centimeter di depan hidungnya.


Heri dan yuda saling melirik dan mereka berdua melompat ikut membantu rian untuk menyerang elte. Ketiga polisi muda itu sekuat tenaga memukul dan menendang ke arah elte. Bukannya menghindar, elte malah menangkis dengan gaya taichi dan mengembalikan serangan mereka ke temannya yang lain.


"Aduhh..." rian menahan sakit saat pukulan heri dialihkan ke arahnya oleh elte. Ia lalu melihat kaki elte ke belakang kaki heri dan mendorong dada heri hingga jatuh terjerembab ke lantai.


Elte lalu salto sambil memeluk lututnya ke belakang tiga kali secara berturut-turut lalu salto ke depan dengan meluruskan badannya ke tengah yuda, heri dan rian. Heri yang masih di lantai, melihat elte kembali meletakkan tempurung kakinya dua sentimeter di depan wajah rian.


Yuda melompat hendak menendang elte, namun tendangannya dialihkan ke perut rian.


"Aduhh" rian kembali menahan sakit akibat tendangan yuda dialihkan oleh elte.


"Brukk..." seperti itulah kira-kira bunyi dari tubuh yuda yang beradu dengan lantai akibat tersungkur setelah tendangannya dialihkan oleh elte.


Beberapa polisi laki-laki yang melihat pengeroyokan tersebut hanya diam terpukau.


"Cukup" dian berteriak menghentikan pertarungan tersebut karena melihat heri, rian dan yuda mulai jengkel dan kewalahan.


Mendengar perintah dian selaku pemimpin pengganti dari yusuf abdi negara,... elte, yuda, heri dan rian menghentikan pertarungan tersebut.


"Silahkan lanjutkan penjelasannya dek elte" kata dian kepada elte. Sedangkan yuda, heri dan rian kembali berkumpul ke para polisi muda. Dian melanjutkan ucapannya : "Teman-teman.... kita semua sudah melihat bukan kelebihan seni bela diri kungfu ninja gabungan seperti yang telah dibanggakan oleh yuda sebelumnya, aku harap kematian pak yusuf serta teman-teman kita di kanada dapat menjadi pemicu untuk semangat berlatih mengembangkan diri"


Dian lalu mempersilahkan elte untuk kembali mengambil alih. Elte yang sudah mulai bisa menenangkan dirinya dari rasa grogi mulai berbicara : "hhhnmm.... tes...tes... baiklah terima kasih kepada kak yuda, dan dua kakak polisi tadi yang sudah membantuku memperlihatkan kelebihan kungfu ninja gabungan. Namun perlu aku tekankan disini bahwa seni bela diri tinju dan silat merpati putih tidak lah kalah dengan kungfu ninja gabungan."


Elte terdiam sejenak menyimak wajah para polisi kemudian melanjutkan kalimatnya.


"Kenapa tinju dan silat merpati putih kalian bisa dikalahkan oleh jurus shinobi tadi,


Karena tinju, silat, karate, kungfu dan sejenisnya merupakan seni bela diri yang mengutamakan sikap ksatria yang mengedepankan cara bertarung yang bersih dan konfrontasi langsung. Apalagi banyak dojo dan tempat latihan yang lebih mengutamakan formalitas dan gaya dalam bertarung."


"Berbeda halnya dengan ninjutusu, krav maga, systema, kajukenbo dan sejenisnya yang merupakan seni bela diri kotor dan kebanyakan lahir dari jalanan. seni beladiri tersebut brutal, mematikan, mengesahkan berbagai macam cara, namun efektif dalam pertarungan."


"Terutama ninjutsu yang merupakan salah satu komponen seni bela diri yang membentuk kungfu ninja gabungan. Ninjutsu merupakan seni bela diri yang bertujuan meraih hasil maksimal dengan tenaga minimum. Muslihat dan taktik lebih sering dilakukan daripada konfrontasi langsung. Seorang ninja harus bisa mengetahui teknik spionase (pengintaian), sabotase, melumpuhkan lawan, meloloskan diri, menjatuhkan mental lawan serta berbagai alat lempar, lontar, tembak, bahan peledak dan penyamaran."


"Selain ninjutsu, kungfu ninja gabungan juga banyak dipengaruhi oleh beberapa seni bela diri kungfu dari Kung Fu aliran Utara seperti Chang Chuan, Cang Chorang (jurus belalang sembah), Hao Kun, Jurus Rajawali, Hsing I, Pa Kwa (ba gua), dan Tai Chi Chuan. Serta kung fu aliran selatan seperti Hung Gar, Lau Gar, Choy Gar, Li gar, Mok Gar, Wing Chun, Choy Li Fut, bangau putih dan alis mata putih."


"Komponen lain dari kungfu ninja gabungam adalah seni bela diri militer seperti Yong Moo Do dari korea selatan, Krav Maga dari israel, Arnis-Eskrima-Kal dari filipina, sanda dari cina, Systema dari rusia dan Muay Thai dari thailand serta silat merpati putih dari indonesia."


"Dari banyak jenis seni bela diri tersebut, ada dua prinsip yang menjadi pegangannya yakni prinsip efisiensi dari ninjutsu dan prinsip kebebasan dari jet kune doo. Untuk melatih kungfu ninja gabungan, kita harus melatih ketahanan tubuh, kecepatan mata dan gerak tubuh serta insting atau naluri."


"Jadi apakah maksudmu kita tidak perlu menghapal bentuk gaya bertarung seperti kuda-kuda, gaya memukul, menendang atau mengunci" tanya dian sedikit mengkerutkan keningnya.


"Oh tentunya itu sangat penting.... Dengan menguasai banyak gaya dalam bertarung maka ketika kita dalam kondisi pertarungan yang sebenarnya, gaya tersebut biasanya akan refleks dilakukan oleh tubuh kita. Namun semua gaya tersebut tidak akan optimal jika tidak dibarengi dengan ketahanan, kelincahan dan naluri dalam pertarungan tersebut." Jawab elte


"Saat kakak-kakak sekalian ingin belajar naik motor, kakak-kakak sekalian lebih suka belajar trik dan tips untuk naik motor ataukah langsung praktek mengendarai motor tersebut" lanjut elte sambil menanyakan sebuah pertanyaan retorika.


"Aku yakin kakak-kakak sekalian pasti akan lebih paham jika prakte langsung kan. Seperti begitulah kira-kira dalam bertarung. Kalian bisa kalah saat bertarung melawan shinobi dengan menggunakan silat merpati putih, bukan karena silat merpati putih lebih lemah dari ninjutsu, tetapi karena penguasaan shinobi tersebut terhadap gaya bertarungnya lebih lincah dan berpengalaman dari pada kalian."


"Terus bagaimana meningkatkan pengalaman bertarung agar kami bisa menang ?... apakah kami harus selalu pergi berperang dan bertarung ?" Tanya rian kurang puas dengan penjelasan elte.


"Tepat sekali.... ingat... dalam dunia seni bela diri, ada kalimat mutiara yang harus menjadi pegangan kita.... di atas langit, masih ada langit" jawab elte


"Percaya diri itu sangat bagus, tapi kita juga harus selalu tahu diri agar tidak lupa diri.... jika kalian memang merasa tidak mampu menghadapi lawan yang berpengalaman.... jangan ragu untuk kabur.... itulah kelemahan terbesar para petarung silat dan seni bela diri lainnya yang mengedepankan sikap ksatria tapi konyol." Jawab elte dan diangguki oleh beberapa polisi muda lainnya.


"Untuk bisa menyerang kita harus tahu cara bertahan yakni dengan menangkis dan menghindar jika perlu bersembunyi atau kabur. Jika kita sudah tidak bisa lagi untuk lari atau bersembunyi, maka kita dapat menggunakan apa saja untuk dapat bertahan hidup, seperti memukul, menendang, menjambak, mencakar, menggigit maupun cara kotor lainnya." Lanjut elte menjelaskan.


"Aku ambil contoh salah satu bentuk seni bela diri kotor dan brutal yang cukup terkenal adalah Krav Maga dimana tidak ada peraturan baku sebagai teknik membela diri dalam pertarungannya, namun Krav Maga pada dasarnya menekankan keselamatan diri penggunanya sambil berusaha melumpuhkan lawannya dengan cara apapun yang bisa dilakukan."


"Beberapa prinsip umum dalam Krav Maga adalah jangan terluka, menetralkan penyerang secepat mungkin, melakukan transisi dari teknik bertahan ke teknik menyerang secepat mungkin, eksploitasi semua reflek alami dalam tubuh, eksploitasi semua bagian tubuh yang mudah diserang (termasuk mata, tenggorokan, ************, dan lain-lain) dan penggunaan semua benda yang ada sebagai bantuan."


Elte terdiam sejenak memperhatikan para polisi muda yang berusaha mencerna penjelasan elte. Elte mengaktifkan kemampuan persepsinya untuk membaca pikiran para polisi tersebut agar dapat membimbing beberapa polisi yang masih kebingungan namun malu untuk bertanya.


Kemampuan elte yang terkesan dapat menebak pertanyaan para polisi muda, membuat para polisi cepat memahami prinsip dasar kungfu ninja gabungan atau GaSeBeDiKuNi DaSeBeDiMi SeTiDaSiMePu.


Setelah menganggap para polisi paham. Ia lalu meminta ke yuda untuk menyiapkan sekumpulan paku yang ia sudah pesan sebelumnya serta delapan buah papan target yang memiliki beberapa gambar lingkaran dengan radius yang berbeda.


Setelah memasang ke delapan papan target tersebut. Elte lalu membuat garis sejauh sepuluh meter dari papan tersebut.


"Baiklah... untuk minggu ini aku meminta kalian berlari mengelilingi gedung ini sebanyak sepuluh putaran setiap sore setelah itu latihan berenang selama setengah jam. Siang ini kita latihan melempar paku selama sejam." Elte meminta agar semua para polisi untuk latihan.


Elte lalu diminta memperlihatkan kemampuan melemparkan senjata paku. Ia mengambil enam buah paku, tiga buah paku di sela-sela jari tangan kanannya dan tiga buah paku lagi di sela-sela jari tangan kirinya. Dari luar garis pembatas sejauh sepuluh meter dari papan target, sang prontagonis kita lalu mengayunkan kedua tangannya melempar keenam paku bersamaan dan keenam paku itu menancap ke enam papan target yang berbeda tepat di lingkaran terdalam di papan tersebut.


Semua polisi muda yang ada di ruangan tersebut terperanjat kaget melihat demonstrasi tersebut. Sebelumnya mereka mengira elte hanya akan melempari papan target satu persatu.


"Wah jadi ingat si saskeh di filmnya narto" kata salah satu polisi muda yang masa kecilnya sangat berbahagia itu.


"Namanya aja kungfu ninja gabungan, pasti ada unsur ninjanya bro" balas temannya menimpali ucapan polisi muda tadi.


"Baiklah.... silahkan kakak-kakak laitihan dulu mencari pola lemparan sendiri... hari minggu pagi nanti kita belajar berlari dan melompat di dalam hutan." Kata elte mempersilahkan para polisi untuk mulai latihan melempar. Sementara elte ijin mohon pamit pulang duluan karena ingin singgah ke bengkel mengambil motornya.


Elte menolak tawaran dari beberapa polisi muda untuk mengantarnya pulang. Ia meminta agar para polisi fokus latihan saja di ruangan.


Elte lalu melakukan satu demonstrasi lagi dengan melempar bom asap di kakinya dan kabur berlari ke pintu ruangan dengan menggunakan tubuh kapasnya. Pergerakannya sangat senyap sehingga para polisi mengira elte menghilang dalam asap. Elte memang mampu menghilang dalam asap menggunakan teleportasi namun sengaja ia tidak lakukan karena ekor matanya sempat menangkap adanya CCTV di ruangan tersebut. Elte lalu ke depan gerbang dan memesan gojek online menuju bengkel untuk mengambil motornya.


Setelah tiba di bengkel, ia melihat motornya sudah dalam kondisi baik. Elte tidak sempat membawa motornya ke service center karena saat kejadian lokasinya kejauhan dan elte buru-buru ketemu pamannya. Elte lalu membayar biaya servis motornya dan berkendara pulang ke rumah.


Saat tiba di rumah, elte terkejut melihat beberapa polisi keluar dari rumah sambil membawa bu yeyen dan pak karya.


"Loh ada apa ini pak..." kata elte ke polisi tersebut. Polisi itu terdiam sejenak melihat elte dan berkata dengan sopan : "maaf dek... bu yeyen kami akan bawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan atas tuntutan dugaan malpraktek, pak karya ikut menemani istrinya karena bu yeyen sedang hamil muda."


Setelah mengucapkan alasannya membawa bu yeyen dan pak karya, para polisi itu lalu ijin pamit ke pak jaya dan keluarganya.