
Setelah sebulan dari video skandal sang walikota telah berlangsung, sesuai dengan waktu pengunduran pelelangan yang telah dijadwalkan sebelumnya, museum milik pak sermani akan melaksanakan pelelangan dua hari kemudian dengan menyewa pengawalan polisi.
Sementara itu di negeri bambu kuning di markas organisasi bunga matahari atau SFO, terjadi percakapan antara patriach SFO dengan kesembilan penatuanya.
"Bagaimana dengan beberapa utusan yang kita kirimkan melalui PESAWAT, untuk memantau kondisi museum yang ada di indonesia" kata patriach sambil menekankan kata pesawat untuk menyindir para penatua karena organisasi mereka sekarang tidak bisa teleportasi.
"Menurut informasi dari utusan yang telah kita kirimkan sejak sebulan lalu, sempat terjadi beberapa kejadian di kota itu." Jawab penatua ketujuh pura-pura tidak mengerti dengan sindiran patriachnya.
"Yang pertama adalah kejadian sembuhnya semua pasien dari sebuah rumah sakit"
"Yang kedua adalah video skandal dan bukti kejahatan dari mantan walikota yang terupload di media sosialnya sendiri"
"Dan yang terakhir adalah ditundanya pelelangan selama sebulan"
Lanjut Penatua ketujuh menyampaikan informasi ke patriach.
"Apakah ada kecurigaan tentang keberadaan sang pewaris inti phoenix?" Tanya patriach yang kurang tertarik dengan tiga kejadian yang disampaikan oleh penatua ketujuh.
"Dari hasil investigasi kami dan informasi ciri-ciri sang pewaris yang disampaikan phoenix dalam mimpi, ada sekitar dua puluh lima anak yang kami curigai"
"Yang pertama adalah anak dari mantan walikota, yang kedua adalah sembilan belas anak panti dan yang terakhir adalah lima orang anak imigrasi dari taiwan"
jawab penatua ketujuh yang sedikit menarik perhatian patriach
"Bisa kau jelaskan alasan kecurigaan kalian terhadap ke dua puluh lima anak itu" tanya patriach
"Baiklah patriach...dari kedua puluh lima anak itu...ada tujuh anak yang terdeteksi ada di rumah sakit saat fenomena sembuhnya pasien secara serempak."
"Yang pertama adalah anak sang mantan walikota. Anak itu masuk rumah sakit bersamaan dengan hilangnya inti phoenix, dua hari kemudian sudah diperbolehkan keluar, karena dinyatakan sudah bisa rawat jalan, namun selama tiga minggu anak itu diantar ibunya ke rumah sakit dengan alasan check up. Namun setelah fenomena semua pasien sembuh, anak itu tidak pernah datang lagi. Saat walikota didemo dan diturunkan bertepatan dengan tuntutan cerak dari istrinya yang didukung penuh oleh anak itu. Saat ini, anak itu dibawa kabur ke ibu kota negara oleh ibunya."
"Yang kedua adalah sembilan belas anak panti dimana salah satu anak panti tersebut pernah masuk di rumah sakit yang sama dengan anak mantan walikota. Setiap beberapa hari ada yang datang menjenguk anak itu dari panti. Namun beberapa hari setelah hari itu, delapan belas anak panti diculik dan dijual oleh sebuah sindikat penjahat dari rusia yang ingin merekrut anggota baru sejak kecil. Satu orang anak panti yang tersisa secara mengejutkan diangkat menjadi anak asuh oleh seorang pegusaha."
"Dan yang ketiga adalah lima orang anak imigrasi dari taiwan. Kelima anak itu juga masuk rumah sakit yang sama karena kecelakaan saat sedang membantu ayahnya bekerja di sirkua akrobat seni bela diri cina. Kelima anak itu keluar dihari fenomena sembuhnya semua pasien"
Penatua ketujuh menyampaikan alasan kecurigaan para utusan.
"Apakah kau sudah mengukur tingkat kultivasi dari kedua puluh lima anak itu" tanya patriach mulai semangat kembali
"Kami baru berhasil mengukur tujuh anak secara sembunyi-sembunyi yakni anak mantan walikota, anak panti yang masuk rumah sakit dan lima anak imigran asal taiwan"
"Untuk kedelapan belas anak panti lainnya kami tidak sempat ukur karena diculik duluan"
"Dari hasil pengukuran, anak mantan walikota dan anak panti yang masuk rumah sakit, tidak memiliki tingkat kultivasi dan jenis elemen"
"Sedangkan lima anak dari taiwan itu, semuanya memiliki tingkat kultivasi dan jenis elemen masing-masing tiap anak terukur memiliki dua jenis elemen yang berbeda."
"Dari hasil investigasi para utusan, ternyata orang tua sekaligus pemimpin dari kelima anak itu adalah mantan anggota SFO yang telah berkhianat dan kabur beberapa tahun yang lalu."
Penatua ketujuh menutup penjelasannya dengan akhir yang sangat mengejutkan patriach
"Apakah kau sudah memerintahkan para utusan untuk menangkap penghianat itu beserta kelima anaknya ?" Tanya patriach
"Belum patriach... kami masih mengamati kondisi yang ada karena sekarang kita tidak bisa lagi teleportasi sehingga membawa penghianat dan kelima anak itu akan sulit melewati keamanan bandara"
"Kami juga mendapatkan informasi bahwa orang tua dari kelima anak itu berencana ikut pelelangan di museum untuk membeli kalung delapan mutiara yang pernah menyegel inti phoenix sebelumnya."
Penatua mengatakan informasi tersebut ke patriach dengan kepala menunduk hormat.
"Ha...ha...ha...ha..... kabar bagus.... akhirnya setelah sebulan lebih menunggu, akhirnya ada kabar baik aku dengar."
"Segera infokan ke para utusan untuk menculik kelima anak itu dan untuk orang tuanya, bunuh saja karena telah berkhianat kepada keluarga dan juga pasti sulit untuk di bawah ke sini diam-diam"
"Aku ingin ketika telah tiba di cina daratan, sewa organisasi untuk menyekap anak-anak itu selama lima hari, lalu kalian semua bersembilan datang untuk menyelamatkan kelima anak itu."
"Aku ingin merekrut anak-anak itu kembali menjadi anggota SFO, dan tentunya kita harus menarik simpatik mereka, jangan sampai mereka tahu bahwa kitalah yang membunuh orang tua mereka."
Patriach menyampaikan rencananya sambil tersenyum licik, dan memang senyumannya terlihat sangat licik.
......... ......... .........
Hari pelelangan pun tiba, museum sombagaligo milik pak sermani terlihat sangat ramai dipenuhi dengan penjual dadakan. Ada penjual makanan bagi yang kelaparan, ada penjual minuman bagi yang kehausan, ada penjual mainan bagi yang sayang anak, ada penjual pakaian bagi yang sayang istri atau pacar dan ada juga penjual oleh-oleh bagi yang sayang sahabat.
Di beberapa titik museum, terlihat beberapa polisi berseragam coklat dilengkapi dengan sebuah pistol dan borgol dipinggangnya. Terdapat juga Handy talky atau HT dipinggang sebelahnya.
Di aula utama museum, tempat pelelangan akan berlangsung, telah berjejer kursi-kursi yang cukup empuk, disusun rapi sebanyak empat grup.
Tiap grup kursi terdiri atas lima puluh kursi dengan sepuluh baris dan tiap baris ada lima kursi.
Pada celah antara keempat grup kursi, terdapat jarak yang cukup untuk tamu yang akan berjalan mencari kursi.
Di depan tiap grup juga terdapat sebuah sofa panjang dengan meja kaca di depannya yang dihiasi dengan berbagai kue tradisional.
Sofa panjang akan diisi oleh tamu penting seperti para pejabat dan tim arkeolog yang banyak berkontribusi.
Satu persatu, para tamu undangan yang ingin mengikuti acara lelang datang mencari kursi yang hendak diduduki.
Terlihat para tamu undangan yang duluan datang akan mencari kursi dengan posisi di tengah atau yang paling belakang.
Para panitia sudah meminta agar para tamu undangan agar mau duduk diposisi depan di belakang sofa panjang.
Namun tamu undangan terlihat cuek dan tetap melanjutkan aktifitasnya melihat smartphonenya masing-masing.
Menurut beberapa penelitian bahwa orang yang ngaret adalah orang on-time yang tersakiti.
Beberapa pejabat datang mengisi sofa-sofa yang telah disediakan dan disambut dengan senyuman dari panitia dan tim arkeolog yang sudah bosan menunggu.
Setelah kursi tamu undangan terlihat hampir penuh, acara pelelangan pun dimulai.
Di antara para tamu, terlihat seorang pria tua bermata sipit, berkulit putih dan berkepala botak, ditemani lima orang anak kecil yang berumur sekitar enam sampai delapan tahun.
Di dua baris paling belakang, terdapat sepuluh orang anggota SFO sedang mengintai pria tua botak tadi dan kelima anak yang bersamanya.
Pak jaya yang senang dengan barang antik pun ikut terlihat duduk di sofa panjang bersama istrinya, kedua putrinya dan calon menantu kebanggaannya.
Pak jaya terlihat asyik bercerita dengan sang walikota yang baru, bapak andi baso nangkabrani.
Sang walikota berharap agar perusahaan entertainment milik pak jaya dapat memajukan kota dan masyarakat melalui acara-acara TV yang mendidik.
Pak jaya memiliki beberapa perusahaan yang tersebar di beberapa ibu kota provinsi di seluruh indonesia bagian barat dan tengah. Termasuk juga ibu kota negara.
Pak jaya berencana jika perusahaan cabangnya di kota ini sudah dianggap besar dan mandiri seperti ibu kota lainnya, ia berencana akan memboyong kembali seluruh keluarganya termasuk calon mantunya ke perusahaan pusat di ibu kota negara.
Acara pun dimulai dengan beberapa kata sambutan dari pemilik museum dan dibuka oleh walikota. Setelah itu, satu per satu barang lelang akan diperlihatkan di muka para tamu untuk di lelang.
Acara berjalan tertib dan lancar hingga barang terakhir yang menjadi acara puncak dikeluarkan.
Di dalam kotak kaca di atas meja terlihat sebuah kotak peti kuno yang didalamnya terdapat sebuah kalung dengan delapan buah mutiara berbeda warna dengan kedipan cahaya terang yang sangat indah.
Suasana ruangan sempat hening karena semua orang sangat terpukau dengan keindahan mutiara-mutiara yang berkedip terang secara harmonik.
Tiba-tiba suasana terasa mencekam, semua tamu merasa sangat ketakutan dan merasakan gaya gravitasi menjadi berlipat-lipat.
Hanya beberapa detik kemudian, semua orang pingsan kecuali kesepuluh anggota SFO dan pria tua yang botak tadi.
Elte yang saat itu belum mengaktifkan kekuatan kultivasi ikut pingsan di atas sofa dan memasuki alam bawah sadar.
Di dalam alam bawah sadarnya, ia bingung kenapa bisa masuk ke alam bawah sadarnya tiba-tiba.
Sang phoenix kemudian berbicara menjelaskan tentang kejadian di luar tubuhnya. Bahwa kemungkinan ada beberapa pengguna kultivasi sedang bertarung menggunakan kemampuan sihir pengendali elemen.
Sang phoenix berkata bahwa kemungkinan elte dan orang-orang biasa jatuh pingsan karena serangan aura naga yang merupakan modifikasi dari gabungan elemen kegelapan dan elemen gravitasi.
Elte merasa khawatir dengan anggota keluarga barunya terutama calon tunangannya. Dalam pengaruh aura naga, ia tidak bisa kembali ke alam sadarnya.
Sementara itu, terjadi pertarungan antara si pria tua botak dengan lima orang anggota SFO di luar museum.
Para anggota SFO sengaja mendesak si pria tua botak itu ke luar museum agar terpisah dengan kelima anaknya yang ikut pingsan karena tingkat kultivasinya masih rendah.
Si pria tua botak memiliki tiga elemen dasar yakni elemen api, air dan angin, dengan tingkat kultivasinya yang cukup tinggi, sehingga ia bisa juga membuat elemen es gabungan air dan angin, elemen petir gabungan api dan angin, elemen lava gabungan api dan air serta elemen cahaya gabungan api, air dan angin.
Lima orang anggota SFO, yang tingkat kutivasinya, tidak setinggi si pria tua botak tadi. Namun mereka memiliki dua elemen tingkat lanjut. Tiga orang diantara mereka memiliki elemen kegelapan dan elemen gravitasi sedangkan dua sisanya memiliki elemen cahaya dan elemen tanah.
Lima orang anggota SFO yang masih di dalam museum, masing-masing memiliki elemen kegelapan dan gravitasi. Mereka berlima mengaktfkan aura naga dan mengambil kalung mutiara dan kelima anak itu menuju mobil yang mereka sudah siapkan di belakang museum.
Dua orang anggota SFO yang ikut keluar museum dengan elemen cahaya dan tanah, bertugas membuat benteng tanah besar untuk mengisolasi pertarungan mereka.
Mereka berdua juga akan menyembuhkan ketiga temannya yang mengeroyok si pria tua botak.
Para penjual dadakan dan beberapa masyarakat sekitar museum, terlempar keluar benteng tanah akibat gempa dan gerakan tanah yang mereka pijak.
Ketiga anggota SFO menggunakan aura naga untuk menekan si pria botak yang beberapa kali serangan es dan petir bergantian. Setiap ia terluka, ia akan menggunakan elemen cahaya untuk menyembuhkan dirinya.
Dari kejauhan, masyarakat melihat suasana museum sangat mencekam tanpa mengetahui adanya pertarungan, beberapa sambaran petir dan suara ledakan terdengar dari benteng tanah di sekeliling museum.
Walaupun di luar museum pertarungan yang terjadi sangat menakutkan, namun berkat benteng tanah yang mengisolasi pertempuran, sehingga museum tidak mengalami kehancuran, kecuali sebuah lubang besar akibat anggota SFO yang mendesak si pria tua botak ke luar museum. Tidak mungkin mereka sempat keluar baik-baik lewat pintu museum.
Para polisi yang sedang bertugas disekitar museum ikut pingsan akibat aura naga sehingga tidak sempat memanggil bantuan.
Setelah mengikat dan menyumpal mulut dari kelima anak itu, serta membawanya ke mobil belakang. Satu orang anggota SFO membawa mobil tersebut menjauh untuk bersembunyi.
Empat orang lainnya kembali ke museum mencari ruang kendali untuk membawa kabur harddisc DVR yang berisi rekaman semua CCTV beberapa hari ini.
Setelah itu, dengan memadukan kekuatan pengendali elemen, dan senjata api modern yang mereka ambil dari bagasi mobil mereka, keempat orang itu keluar museum untuk membantu teman-temannya mengeroyok si pria tua botak.
Dengan kekuatan kultivasi yang terus terkuras, disertai dengan serangan keroyokan aura naga dari tujuh anggota SFO, dan serangan senjata api modern, si pria tua botak itu pun jatuh terkulai lemas dengan kondisi dadanya tertembak belasan peluru.
Saat si pria tua botak itu sedang sekarat, dua orang anggota SFO pengendali elemen cahaya dan tanah? Segera mengunci tangan dan kaki pria itu sehingga tidak bisa berkutik.
Salah satu utusan SFO segera menghampiri pria itu lalu tersenyum mengejek keadaan pria itu
"Dasar pengkhianat keluarga..." kata utusan tadi sambil membuat sebuah pisau dari cahaya di tangannya.
Diiringi tetesan air mata di pipi pria tua itu karena mengingat kelima anak kembarnya, kepalanya terlepas meninggalkan tubuhnya akibat tebasan sebuah pisau cahaya.
Setelah membunuh pria tua itu, salah satu utusan SFO, menelpon temannya yang tadi menjauh bersembunyi, agar datang menjemput mereka.
Para pengendali tanah kemudian mengembalikan benteng tanah dan mengubur mayat pria tua botak itu dengan kedalaman dua ratus meter agar tidak dapat ditemukan oleh polisi.
Setelah mobil jemputan mereka tiba, kesepuluh anggota SFO meninggalkan lokasi museum ke tempat persembunyian mereka dengan membawa lima orang anak, sebuah kotak peti berisi kalung mutiara dan sebuah harddisc DVR.