
Sebulan telah berlalu, proses belajar mengajar sudah berjalan beberapa minggu. Dadang sudah pindah sekolah, dan tidak terlihat lagi di SMP itu, karena tidak tahan dengan tatapan jijik dari teman dan seniornya.
Bahkan rano dan kelompoknya memberikan tatapan kesal karena hampir terlibat dalam rencana dadang untuk membully elte.
Rano sendiri menyaksikan bagaimana saat para preman itu telah keluar dari penjara, mereka memutuskan untuk menyerang kembali elte dengan membawa senjata tajam, rano yang sudah ngompol ketakutan, melihat semua preman itu pingsan hanya dengan satu kali pukulan elte.
Setelah itu elte menelpon calon mertuanya dan beberapa menit kemudian para preman itu masuk penjara lagi dalam waktu yang cukup lama.
Rano mendengar dari elte saat diinterogasi oleh polisi bahwa ia pernah belajar tinju dan silat merpati putih dari seorang polisi militer yang juga suami dari calon kakak iparnya.
Kelompok ekskul karate mencoba mengajak elte bergabung tapi di tolak oleh elte dengan alasan ia sudah terlanjur memasuki dua kelompok ekskul basket dan futsal.
Elte kurang tertarik dengan karate yang ada di sekolahnya karena hanya mengajar gerakan KATA yang terkesan sebagai olahraga saja. Kelompok itu jarang melakukan pertandingan KUMITE.
Elte memasuki kegiatan basket dan futsal untuk melatih kemampuan tubuh kapasnya. Di setiap pertandingan basket dan futsal, elte bergerat sangat lincah dan tidak pernah kehabisan stamina.
Ia bisa bergerak lincah akibat elemen gravitasinya memanipulasi berat tubuhnya sendiri sehingga terasa ringan seperti kapas, ia juga menggunakan elemen cahaya untuk mengembalikan staminanya.
Yuni, sang calon istri, lebih memilih kegiatan ekskul PMR dan paskibra.
Selain dianggap berprestasi di bidang olahraga basket dan futsal, para guru dan kepala sekolah juga terkejut dengan kemampuan elte di bidang pelajaran matematika, bahasa dan ilmu pengetahuan alam seperti fisika, kimia, biologi dan geologi. Walaupun untuk mata pelajaran sejarah dan mata pelajaran lainnya tidak sehebat matematika, bahasa dan IPA, namun nilainya masih di atas nilai teman-teman sekolahnya. Jika saja kemampuan persepsi membacanya sudah kembali, kemungkinan besar elte dapat lebih baik lagi di mata pelajaran tersebut.
Saat di rumah setelah sepulang sekolah, elte akan menyempatkan dirinya untuk mengajari yuni tentang materi pelajaran di sekolah, mereka berdua berharap bisa kembali di kelas yang sama.
Setelah mengajari yuni sampai sore, elte akan pergi berolah raga di taman depan gedung apartemennya. Ia tidak sempat berolahraga pagi di taman, karena sehabis beribadah subuh, ia lebih memilih untuk melatih rotasi energi saat berkultivasi sambil berolahraga di kamar.
Saat di kamar ia lebih memilih push up, sit up dan back up. Sedangkan kalau di taman, ia lebih memilih lari mengelilingi taman dan berenang di kolam dekat taman. Ia akan berlatih berlari selama dua jam tanpa berkultivasi untuk melatih tubuhnya.
Dan saat berenang ia akan melatih pernapasannya tanpa napas angin selama setengah jam kemudian menggunakan melatih nafas angin selama setengah jam.
Tanpa elte sadari, aktifitas kesehariannya berolah raga, selalu diamati oleh seorang pria tua cebol, dari kejauhan. Saat elte telah latihan dan kembali ke rumah, pria tua cebol itu akan balik ke rumahnya dengan melompat diam-diam dari satu gedung ke gedung lain.
Esok harinya di SMP Neg.12345, kepala sekolah mendapatkan undangan untuk mengikuti seleksi olimpiade fisika-kimia tingkat smp yang akan dilaksanakan di singapura.
Untuk menghadapi lomba olimpiade tersebut menteri pendidikan melakukan seleksi internal terlebih dahulu melalui seleksi regional dan seleksi nasional.
Tiga siswa sma terbaik akan mengikuti olimpiade tingkat sma dan tiga murid smp terbaik akan mengikuti olimpiade tingkat smp di olimpiade fisika-kimia se asia tenggara di singapura.
Kepala sekolah dan para guru pun melakukan rapat internal membahas persiapan persiapan olimpiade.
Beberapa guru menyarankan agar cukup kelas tiga smp saja yang ikut olimpiade karena soal yang diangkat meliputi soal kelas satu smp sampai dengan kelas tiga smp.
Namun pak toni berpendapat lain, ia menyarankan agar syarat pendaftaran tidak dibatasi, agar tidak muncul kecemburuan antar angkatan, untuk masalah kesulitan soal olimpiade, pak toni menyarankan untuk melakukan seleksi internal di sekolah terlebih dahulu.
Pak toni menyarankan hal tersebut karena ia berencana untuk mendorong salah satu anak walinya di kelas. Ia yakin dengan kemampuan anak walinya itu karena selama proses belajar mengajar, ia menilai bahwa level anak itu sudah bukan level smp dan kemungkinan besar sudah menyamai level S1 atau bahkan S2.
Apa yang yang sudah direncanakan oleh pak toni tidak berjalan seperti harapannya, elte menolak ikut dengan alasan harus membantu orang tua angkatnya di perusahaan.
Tidak terima dengan penolakan elte untuk mendaftar ia segera menasehati elte di kelas.
" Kenapa kamu tidak bersedia nak.... apakah kamu takut mengembangkan sebuah amanah yang bisa jadi adalah sebuah batu loncatan buat kamu untuk....bla bla bla...." pak toni memberikan penjelasan yang sangat panjang dan bertele-tele, elte dan para murid merasa dejavu.
Para murid hanya bisa menatap elte dengan tatapan memelas dan memohon kerendahan hati elte untuk menyelamatkan mereka
"Baiklah pak... saya akan terima amanah dari pak toni untuk mencoba mendaftar di seleksi olimpiade tingkat sekolah" elte segera memotong penjelasan pak toni akibat tekanan dari pak toni dan tatapan memelas dari semua temannya.
"Baguslah nak.... ingatlah nasehatku ..... orang-orang yang berani mengambil resiko besar adalah orang-orang yang tidak takut mengambil resiko besar." Pak toni mencoba menyampaikan guyonannya namun tidak dibalas dengan tawa para murid karena terasa garing.
Tiga hari kemudian, waktu seleksi internal sekolah, mulai diadakan di aula sekolah dengan jumlah peserta sebanyak empat puluh satu orang.
Peserta terdiri atas empat puluh orang tingkat sembilan atau kelas tiga smp dan satu orang tingkat tujuh atau kelas satu smp.
Lembar soal dan lembar jawaban komputer pun mulai disebar dengan jumlah sebanyak seratus nomor berupa soal pilihan ganda dengan tingkat kesulitan dari tingkat tujuh hingga tingkat sembilan. Soal banyak berisi soal cerita dengan tema stuktur atom, listrik dan magnet.
Elte menyelesaikan semua soal dalam waktu singkat tidak sampai lima menit. Pak toni dan para guru terlihat kecewa karena mengira elte menyerah melihat soal yang kebanyakan materi pelajaran untuk kelas tiga smp.
Setelah sembilan puluh menit berlalu, selesai tidak selesai, lembar jawaban dikumpul oleh para guru. Terlihat wajah lelah dan pusing dari para peserta sehabis mengikuti ujian seleksi internal. Semua lembar jawaban itu disatukan dan di bawa ke ruang guru untuk diperiksa oleh tim.
Esoknya ruang guru gempar karena dari empat puluh satu lembar jawaban yang terkumpul, hanya satu lembar jawaban yang dapat menyelesaikan semua soal dengan benar dan sempurna.
Para guru lalu memutuskan untuk memanggil elte untuk melakukan tes lisan karena dicurigai melakukan kecurangan saat ujian seleksi kemarin.
Elte hanya bisa pasrah menuju ruang guru untuk mengikuti tes lisan. Ia menjawab semua soal yang ditanyakan oleh para guru dengan cepat dan tepat.
Setelah yakin dengan kemampuan elte, para guru lalu mempersilahkan elte untuk kembali ke kelas, para guru kembali melakukan rapat internal membahas hasil ujian seleksi.
Dari empat puluh satu peserta, para guru memutuskan sepuluh murid termasuk elte untuk lanjut ujian seleksi tingkat regional.
REGIONAL TENGAH yang terdiri dari Kalimantan utara, Kalimantan timur, Kalimantan selatan, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Serta REGIONAL TIMUR yang terdiri dari Kepulauan Maluku, Kepulauan Maluku utara, Papua dan kepulauan kecil disekitarnya.
Waktu masih SD, kota asal elte berada di regional tengah. Dan kini saat SMP, ibu kota negara berada di regional barat.
Tidak seperti regional lainnya, ujian seleksi olimpiade tingkat regional untuk regional barat, banyak diikuti oleh sekolah-sekolah dari tingkat SMP hingga tingkat SMA.
Tiap sekolah mengirimkan muridnya sebanyak sepuluh orang murid untuk mengikuti tes seleksi tingkat regional. Dari hasil tes seleksi akan dipilih sepuluh peserta terbaik tingkat regional.
Jumlah dan tingkat kesulitan soal yang diujikan di tingkat regional lebih sulit dan bervariasi. Banyak jebakan yang disiapkan untuk membuat peserta cenderung memilih jawaban yang salah.
Untuk SMP Neg. 12345, hanya elte yang dinyatakan lulus ujian dengan waktu tidak sampai sepuluh menit. Melihat jawaban elte yang seratus persen benar semua, menyebabkan elte sempat dipanggil oleh pihak panitia karena diduga melakukan kecurangan.
Elte disidang dan diberikan tes lisan oleh tim pembuat soal. Setelah diuji kembali oleh para tim penilai, elte dinyatakan lulus. Hal itu membuat elte sedikit trauma dan bertekad tidak mau buru-buru menyelesaikan soal ujian nantinya.
Sebulan setelah ujian seleksi internal sekolah atau dua minggu setelah ujian seleksi tingkat regional, elte mengikuti ujian seleksi tingkat nasional.
Berbeda dengan ujian seleksi internal sekolah dan ujian seleksi regional yang terkesan sederhana dan hanya untuk kalangan tertutup. Ujian seleksi olimpiade tingkat nasional diadakan dengan sangat meriah di gedung pusat konvensi yang ada di ibu kota negara.
Dari dini hari di sekitar gedung tersebut, telah berjubel dengan rapi, para penjual dadakan yang menggelar dagangannya. Ada makanan, minuman, pakaian, oleh-oleh dan berbagai merchandise lainnya.
Baliho dan spanduk besar bertemakan Seleksi Olimpiade Fisika Kimia Tingkat Nasional, terpampang dan tergantung hampir di setiap penjuru gedung.
Dari tiga puluh peserta ujian yang terdiri atas sepuluh finalis untuk tiap regional, akan diseleksi enam belas peserta melalui babak penyisihan berupa ujian tulis dengan soal essay.
Keenam belas peserta yang lolos babak penyisihan, akan diseleksi tiga peserta melalui babak final berupa ujian lisan dengan soal rebutan.
Keenam belas peserta akan duduk di kursi khusus di atas panggung. Kursi itu memiliki meja kecil untuk mencatat dan sebuah tombol kecil yang jika ditekan maka akan menyalakan lampu alarm yang ada di kursi mereka dan membunyikan bel atau horn di meja juri.
Jika ada peserta yang telah menekan tombol tersebut, maka tombol lainnya tidak akan berfungsi akibat adanya interlock dari lampu alarm yang sudah menyala duluan.
Lampu alarm tersebut dan bel di meja juri, akan mati jika tombol reset yang ada di meja juri ditekan.
Pak jaya dan keluarganya datang untuk menonton elte di babak final. Sambil menunggu acaranya dimulai, mereka memutuskan untuk jalan-jalan, melihat suasana di sekitar gedung sambil mengamati barang dagangan yang diperjualbelikan oleh para penjual dadakan.
Pak jaya dan bu yuyun mengikuti yuni yang sedang asyik memilih merchandise yang ia sukai. Mereka sudah sangat lama tidak menikmati waktu mereka karena sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Setelah beberapa saat menunggu sambil berjalan-jalan di sekitar gedung, pak jaya dan keluarganya mendengar informasi dari speaker gedung bahwa acara sebentar lagi akan dimulai. Pak jaya lalu mengajak keluarganya untuk masuk ke dalam gedung dan mencari kursi VIP yang telah panitia siapkan sebelumnya.
Di atas sebuah panggung utama yang ada di gedung pusat konvension, peresmian acara diawali dengan sambutan oleh walikota setempat. Kemudian dilanjutkan dengan perwakilan dari menteri pendidikan sekaligus membuka acara.
Pukul 09:00 WIB, babak penyisihan pun dimulai, di sebuah ruangan khusus, para peserta melakukan ujian tulis dan diawasi oleh beberapa panitia dan delapan buah CCTV yang tersebar ke delapan arah penjuru angin menyorot para peserta yang sedang ujian. Tampilan CCTV itu akan ditampilkan pada beberapa layar monitor 50 inch di sekitar penonton.
Dari monitor tersebut, pak jaya dan beberapa penonton, melihat elte sedang duduk tertidur di atas kursinya sedangkan dua puluh sembilan orang peserta lainnya sedang fokus mengerjakan soal. Melihat hal itu, banyak penonton yang tertawa mengejek, karena menganggap anak itu menyerah sebelum berjuang.
Seratus dua puluh menit kemudian, seorang panitia membangunkan elte karena waktu ujiannya sudah habis. Saat elte terbangun, ia sangat terkejut karena kursi peserta yang lain sudah kosong semua. Panitia lalu meminta lembar jawaban elte tanpa memberi lagi kesempatan untuk elte isi.
Penonton yang melihat kejadian itu tertawa senang karena mendapatkan hiburan tersendiri, ada satu sensasi bagi penonton, merasa senang lihat orang susah dan susah lihat orang senang.
Setelah babak penyisihan, para panitia menyiapkan acara hiburan berupa tari daerah, dance kreatif dan lagu-lagu yang dibawakan oleh artis ibu kota. sambil menunggu babak final, para penonton menikmati acara hiburan tersebut.
Pukuk 14:00 WIB, babak final pun dimulai. Para panitia telah mengganti perlengkapan acara hiburan yang ada di atas panggung dengan kursi-kursi khusus lomba dan meja juri.
Enam belas peserta yang dinyatakan lolos babak penyisihan terlihat menaiki panggung dan duduk di kursi masing-masing sesuai nama yang tertera.
Beberapa penonton sedikit terkejut karena melihat anak yang ketiduran tadi sedang duduk di salah satu kursi sambil terlihat memasang senyum cengengesan. Elte yang melihat tunangan dan orang tua angkatnya, tersenyum malu sambil menahan rasa groginya karena belum pernah tampil di depan umum.
Acara pun di mulai, juri mulai membacakan soal pertama dari dua puluh lima soal rebutan. Setelah juri membaca soalnya, para peserta mulai berlomba menekan tombol dan menjawab soal. Hanya elte yang terlihat pelangak pelongo karena demam panggung. Ia tidak pernah menyangka akan segrogi ini karena dilihat oleh banyak orang dari bawah panggung.
Juri terus membaca soalnya hingga tanpa terasa semua soal sudah ia bacakan. Dari dua puluh lima soal yang sudah dibacakan, tidak ada satupun kesempatan bagi elte untuk menekan tombol, sehingga ia tidak bisa menjawab langsung soal yang ditanyakan. Namun walaupun begitu, ada lima soal rebutan yang tidak bisa dijawab oleh semua peserta kecuali elte.
Setelah babak final selesai, acara hiburan pun kembali disuguhkan oleh panitia. Sementara itu, para tim juri penilai melakukan rapat pleno untuk menentukan juara lima besar.
Rapat penentuan tiga besar berjalan sangat alot karena adanya beberapa titipan kepentingan dari orang tua peserta ujian. Jika dilihat dari perolehan nilai, elte memiliki nilai yang paling tinggi sebesar lima poin. Sedangkan dua puluh soal lainnya diperebutkan oleh lima belas peserta selain elte.
Pukul 17:00 WIB, acara hiburan diakhiri dan dilanjutkan oleh laporan panitia tentang nama-nama peserta yang masuk lima besar. Dari nama-nama peserta tersebut nama elte tidak disebutkan. Beberapa penonton menduga poin yang telah didapatkan elte tidak sah karena tidak menekan tombol.
Pak toni yang mendengar keputusan tersebut merasa tidak terima dan berniat mengajukan protes ke tim penilai. Namun beberapa panitia menghalangi dan memberitahu ke pak toni kalo keputusan juri tidak bisa diganggu gugat.
Pak jaya yang juga merasa aneh dengan hasil keputusan tersebut, mengutus beberapa wartawan untuk mewawancarai para tim penilai.
Dari hasil wawancara tersebut, pak jaya mendapatkan informasi bahwa nilai yang didapatkan oleh elte dianggap tidak sah oleh tim juri, karena tidak melalui prosedur yakni dengan menekan tombol sebelum menjawab.
Selain itu juga pak jaya memperoleh informasi bahwa peserta yang lolos adalah anak-anak pejabat dan politikus terkenal. Karena tidak mendapatkan bukti kecurangan yang cukup, pak jaya memerintahkan wartawan tersebut untuk tidak mempublishnya karena bisa dituntut atas tuduhan pencemaran nama baik.
Jika cerita elte dipaksakan untuk bisa ikut olimpiade ke singapura, nanti kesannya cerita ini bukan lagi cerita action, fantasi dan petualangan.