
[FLASHBACK 12 JAM YANG LALU DI RUSIA...]
"Every night in my dreams
I see you, I feel you
That is how I know you go on
Far across the distance
And spaces between us
You have come to show you go on ... "
Near, far, wherever you are
I believe that the heart does go on
Once more, you open the door
And you're here in my heart
And my heart will go on and on
Terdengar lantunan lagu dinyanyikan oleh suara yang tidak ada bagus-bagusnya disertai iringan piano yang nadanya terdengar dark dan horor. Dari layar smartphone, terlihat seorang pemuda sangat menghayati dengan ekspresi yang tidak jelas. Ekspresi menangis, ekspresi mengejek, ekspresi sedih dan ekspresi kebelet bersatu menjadi sebuah ekspresi yang sangat memuakkan.
"Hahahaha..... sangkala, apakah kau sudah melihat video ini.... setahuku ini lagu slow romantis dan bernuansa melow. Kau tau melow kan, melow adalah perasaan atau suasana hati yang muram, murung, lamban, sayu, tidak bersemangat, sedih, pendiam dan lain sebagainya. Kata Melow ini bukan kata baku dalam Bahasa Indonesia dan mengakar pada kata MELODRAMATIS dan semakna dengan MELANKOLIS" kata seorang petarung yang bernama lompo.
"Kau ingin memperlihatkan video parodi itu atau sedang mengajar bahasa indonesia.... " kata sangkala menjawab ucapan saudara angkatnya sejak masih kecil di panti asuhan.
"Hheeeeehhhh.... kita sudah diculik dan dijual belasan tahun yang lalu. di rusia ini... jika kita tidak sering-sering menonton acara dari indonesia, aku takut jika kita berdua juga sudah tidak bisa bahasa indonesia lagi." Kata lompo sambil menatap bintang di langit.
"Hhussshhh..... jangan keras-keras... nanti para mafia itu mendengar dan mengetahui kalau kita berdua tidak mengkonsumsi pil pencuci otak itu belasan tahun yang lalu." Kata sangkala menutup mulut lompo sambil mengamati kondisi sekitar.
"Iya maaf-maaf.... kalau bukan karena peringatanmu mungkin aku juga sudah seperti saudara-saudara kita yang sudah seperti orang asing." Kata lompo sambil menundukkan kepalanya.
"Aku sebenarnya sangat menyesalkan kondisi saudara-saudara kita.... harusnya aku lebih cepat menyadari efek pil itu saat teman-teman yang lain sudah berubah karakter yang tadinya cengeng dan suka memberontak menjadi pendiam dan patuh" kata sangkala sambil menghembuskan nafasnya sambil menundukkan kepalanya menatap atap genteng sedang mereka berdua duduki.
Mereka menyukai tempat mereka karena tidak ada yang akan mendengar obrolan mereka di atap genteng.
"Kini banyak saudara kita sudah gugur dalam pertarungan WFO atau World Flower Organization... di sisi lain kita harus berpura-pura tidak memiliki ekspresi seakan-akan kita tidak saling mengenal" sangkala berkata sambil menengadahkan kepalanya ke atas menatap bintang dilangit.
"Kita memang sudah tidak dikenali lagi oleh saudara-saudara kita sejak kecil sejak mereka rutin mengkonsumsi pil pencuci otak itu. Untungnya kau adalah orang yang kurang suka makan obat pil atau kapsul". Kata lompo menatap saudara angkatnya yang sudah sering membantu dirinya
"Saat aku dipaksa memasukkan pil itu ke mulutku, aku menyembunyikannya di bawah lidah. Setelah itu aku akan pura-pura berteriak mengikuti tingkah laku yang lainnya yang sudah memakan pil itu. Saat mereka lengah, aku lalu mengeluarkan pil itu dari mulutku diam-diam dan menyembunyikannya di dalam celana dalamku. Saat aku ke toilet aku lalu membuangnya." Kata sangkala mengingat masa lalunya saat awal diculik dan dijual waktu masih kecil.
"Yaahhh... dan kau sudah mengajariku cara yang sama agar tidak perlu menelan pil itu.... terima kasih.... aku tidak akan bosan berterima kasih kepadamu." Kata lompo ikut mengenang masa lalunya yang kelam
"Aahhhh aku jadi ingat ibu panti... aku bahkan kini sudah lupa nama lengkapnya yang kuingat kita selalu memanggilnya ibu ani atau ibu panti.... melihat video konyol ini, aku jadi rindu dengan ibu pantai..." kata lompo melanjutkan ucapannya.
"Video itu memang konyol sekali.... sepertinya ia sedang diundang melawak diacara ulang tahun temannya.... video itu kini cukup viral di indonesia... selain video konyol itu juga masih ada satu video di tempat dan acara yang sama... bedanya video yang itu keren banget.... lagunya bagus, suaranya merdu dan musik pianonya pas banget, mendengar lagu ini, aku jadi ingat rekan-rekan kita yang sudah gugur mendahului kita" Kata sangkala ikut mengomentari kedua video yang sedang viral itu.
"Ingat lompo, kita sudah berpura-pura lupa ingatan selama belasan tahun. Akibat pelatihan dan pertarungan itu kini selain banyak dari kita yang sudah gugur. Saat ini aku hanya memiliki kau juga songkolo, tompo, nompo, dan sompo. Jika nanti aku atau saudara kita ada yang gugur lagi di pertarungan, tolong tetap jaga ekspresimu. Jangan sampai mereka curiga." Lanjut sangkala menasehati lompo yang hanya bisa terdiam menerima nasibnya.
"Sudah hampir sejam kita istirahat disini... yuk kita kembali ke bawah sambil memasang muka datar" lanjut sangkala mengajak lompo turun dan kembali ke kamar.
"Hhmmmmm..... malas.... tapi ayo"
Mereka berdua pun lalu turun dan kembali ke kamar bergabung dengan anggota tim khusus yang lain di organisasi JFO.
[FLASHBACK OFF...]
Waktu pulang sekolah telah tiba.... beberapa murid yang sudah kelelahan tiba-tiba mendapatkan semangat dan lelahnya menguap entah kemana. Setelah berdoa bersama, para murid keluar kelas dan pulang menuju rumah masing-masing. Elte menemani tunangannya menunggu pak jarwo yang akan datang menjemput. Setelah sang supir tiba dan yuni pulang ke rumah, elte melanjutkan perjalanannya ke kantor polisi untuk melanjutkan pelatihan kungfu ninja gabungan yang sebenarnya sang prontagonis lebih senang menyebutnya dengan GaSeBeDiKuNi DaSeBeDiMi SeTiDaSiMePu atau singkatan dari Gabungan Seni bela diri kungfu ninja dan seni bela diri militer serta tinju dan silat merpati putih.
"Baiklah karena lusa adalah hari minggu... maka besok sabtu, kakak-kakak silahkan beristirahat dan mempersiapkan bekal secukupnya. Minggu pagi pukul 05:30 WIB, kita akan bertemu di pinggir hutan dan memulai pelatihan. Harap mengenakan baju kaos warna hitam lengan panjang, celana training warna hitam, kaos kaki hitam, kaos tangan hitam, sepatu olahraga hitam dan masker bandana berwarna hitam polos." Kata elte saat sudah tiba di aula pelatihan.
"Wah.... asyik nih... main ninja-ninjaan... apakah kita akan belajar jutsu seperti di film Narto" kata rian askar dengan semangat.
"Kita akan belajar berlari dan melompat dari dahan pohon sambil melempar paku ke sasaran. Aku sudah memilih area di dalam hutan dengan jumlah pohon besar yang cukup berdekatan." Jawab elte.
"Bagaimana jika ada yang jatuh dari atas pohon, kan bisa cedera bahkan mati jika jatuh dengan kepala di bawah dan menghantam batu." Kata hera iskandar sedikit takut.
"Tidak usah takut kak.... paling mati" jawab elte singkat dan membuat para peserta terkejut.
"Kalian semua sudah mempelajari trik keseimbangan di jembatan tali... ingat saat jatuh.... tirulah kucing saat terjatuh... pastikan selalu posisi tubuh dengan kaki di bawah." Kata elte singkat.
"Tapi kan kaki masih bisa keseleo" jawab hera masih ketus.
"Ada aku yang akan mengurut dan menyembuhkan kaki yang keseleo... jika dalam latihan saja takut mati atai keseleo bagaimana nanti jika dalam medan perang yang sesungguhnya" kata elte membalas perkataan hera dengan ketus.
"Alah... gaya lo kayak pernah ikut perang aja" kata hera masih dengan ketus.
Elte mengkerutkan keningnya karena tidak biasanya ia melihat seniornya itu berkata ketus pada dirinya. Ia lalu mengaktifkan kemampuan persepsinya dan mencoba membaca pikiran hera.
"Maaf kak hera...Kalau tadi aku sempat menganggap kak hera terlalu lebay atau berlebihan. Aku baru menyadari jika kak hera sedang mengalami PMS atau premenstrual syndrome yakni sebuah sindrom ketika wanita merasakan rasa sakit secara fisik maupun emosi menjelang menstruasi. Kak hera bisa beristirahat karena dalam ninjutsu dibutuhkan ketenangan dalam mengambil tindakan. Aku takut dengan gejala PMS yang dialami kak hera menjelang menstruasi seperti pusing, sakit kepala, nyeri perut, sakit pinggang, mual, kelelahan, dan nyeri otot. termasuk gejala emosi seperti keinginan untuk marah-marah, menangis, dan sangat reaktif terhadap suatu kejadian dapat menghambat latihan kak hera di hutan nanti." Kata elte yang membuat wajah hera menjadi merah marena malu.
"Bodoh ah..." kata hera sambil menghentakkan kakinya di lantai lalu pergi ke kamar mandi untuk bertukar pakaian. Ia memutuskan untuk pulang cepat karena memang saat ini ia mengalami gejalan PMS yang baru saja disebutkan oleh sang prontagonis.
Para peserta pria hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar penjelasan dari elte yang terlalu blak-blakan. Sedangkan dian askar hanya dapat mengkerutkan keningnya karena ia salah menduga tentang elte yang dikira akan terus mencari tahu tentang pertarungan ilegalm sebenarnya ia tidak keberatan memberitahu elte karena ia sudah menganggapnya sebagai pelatih kepolisian tim khusus yang dapat dipercaya. Ia hanya kurang suka dengan sikap yuni yang terlalu protektif melindungi elte yang disukai oleh hera. Walaupu hera sangat pintar menyembunyikannya, namun sebagai sesama wanita ia bisa menebak melalui pandangan matanya.
Elte sebenarnya dapat menyembuhkan gejala PMS yang menimpa seniornya, hera, Namun ia merasa malu jika menyembuhkan gejala PMS di depan semua orang.
Setelah beberapa jam berlalu, sore pun tiba, elte lalu ijin pamit keluar aula kantor kepolisian dan menuju tempat parkir. Saat di atas motornya, ia menghubungi pak wira winata untuk melakukan share lokasi melalui chatnya secara live. Setelah mendapatkan share location tersebut, ia pun menuju lokasi tersebut menggunakan motornya.
Sementara itu di sebuah rumah sakit, Lam Xiao Mei dan penatua ke sembilan berjalan menuju kamar tempat sugeng wiranto sedang berbaring koma.
"Ceklek..." seperti itulah kira-kira bunyi suara gagang pintu dibuka dan dari balik pintu tersebut Lam Xiao Mei dan penatua kesembilan muncul dan menghampiri anti wiranti yang sudah menunggu mereka dengan cemas.
"Selamat datang nona Lam Xiao Mei.... terima kasih sudah menyempatkan nona mengunjungi kami bersama dokter rekomendasi nona... mohon sembuhkan putraku nona" kata anti wiranti memohon dalam bahasa inggris yang fasih.
"Hhmmm.... jangan khawatir nyonya anti, tuan sugeng adalah salah satu mitra kerja kami yang berharga, kami pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkannya. Apakah kita semua bisa keluar berdiskusi tentang hal lain dan membiarkan dokter ini untuk memeriksa anak ibu. Beliau adalah seorang dokter tradisional yang membutuhkan privasi saat menyembuhkan pasiennya." Kata Lam Xiao Mei membujuk anti wiranti.
Ibu sugeng hanya dapay melihat ke putranya dan menghembuskan nafasnya karena merasa berat meninggalkan putranya tanpa pengawasan dirinya. Namun ia juga harus menghormati privasi dokter yang ingin menyembuhkan pasiennya. Bisa jadi metode pengobatannya adalah rahasia keluarga. Ia lalu melihat Lam Xiao Mei dan mengajaknya ke kantin rumah sakit.
Setelal kepergian kedua wanita itu menuju kantin rumah sakit, penatua kesembilan berjalan menghampiri sang pasien. Dengan menggunakan sihir pengendali elemen kegelapan, ia menarik semua elemen kegelapan yang ada di dalam tubuh pasien. Keningnya sedikit mengkerut saat merasakan tingkat kultivasi dari elemen kegelapan tersebut.
Ia memprediksi jika pemilik elemen kegelapan tersebut lebih tinggi dari tingkat kultivasi dari anggota SFO yang diduga sedang menyerang desa shinobi. Untungnya masih jauh dibawah tingkat kultivasi miliknya.
Setelah yakin tubuh pasien itu sudah bebas dari elemen kegelapan. Penatua kesembilan lalu menghubungi putri bungsu patriach dan memberitahukan hasil tersebut. Penatua kesembilan mrlihat kondisi sugeng wiranto yang belum sadar karena tubuhnya masih terpengaruh oleh bahan racun lainnya. Pria tua yang sudah berhasil melepaskan rlemen kegelapan itu pun cukup kagum dengan kemajuan teknologi sekarang yang sudah bisa dikolaborasikan dengan sihir pengendali elemen. Sepengetahuannya sihir elemen kegelapan itu tidak akan berfungsi jika jauh dari pemilik elemen tersebut.
Setelah menunggu sekitar tiga puluh menit, Lam Xiao Mei kembali ke ruangan perawatan pasiennya dan meminta ibu anti wiranti agar tetap menunggu di luar.
"Bagaimana penatua kesembilan ?..." tanya Lam Xiao Mei.
"Sekarang tinggal bagian tuan putri" jawab penatua kesembilan.
Gadis cantik bermata sipit itu pun lalu mengambil obat penawar racun koma dari dalam tasnya dan menghancurkan obat tersebut dengan meremasnya menggunakan tangan kanannya. Setelah hancur menjadi bubuk, ia lalu menggunakan elemen cahaya untuk memasukkan bubuk obat itu melalui hidung pasien. Dengan bantuan elemen cahaya, ia memeriksa kondisi pasien dan menyembuhkan sugeng wiranto.
Lam Xiao Mei lalu mengubah posisi sugeng dan mendudukkannya di atas ranjangnya. Ia kembali menggunakan elemen cahaya untuk mengeluarkan semua sisa racun koma dan beberapa saat kemudian sugeng tersadar lalu memuntahkan darah hitam yang kental ke lantai.
Ibu sugeng yang mendengar suara anaknya sedang muntah dengan keras segera berdiri dan menghampiri pintu kamar. Ia sangat ingin segera masuk namun ia segera urungkan atau batalkan karena mengingat pesan Lam Xiao Mei untk menunggu di luar.
Beberapa saat kemudian sugeng sudah pulih dan sadar seratus persen. Ia terkejut mendapatkan dirinya berada dirumah sakit, seingatnya terakhir ia sedang berada di atas pusar salah satu purel di sebuah kafe malam.
"Eh nona Xiao Mei, ... apa yang terjadi... mengapa aku bisa berada di rumah sakit." Tanya sugeng kepada mitra kerjanya dengan menggunakan bahasa inggris.
"Hhmmmm.... aku akan memanggil ibumu untuk menjelaskannya" kata Lam Xiao Mei lalu menuju pintu dan membukanya. Ia lalu mempersilahkan anti wiranti yang sudah berada tepat di depan pintu untuk memasuki ruangan.
Setelah berada di dalam ruangan, anti wiranti lalu memeluk anaknya yang telah sadar. Ia lalu menceritakan kejadian yang telah menimpa anaknya sehingga kini berada di rumah sakit.
Ibu kandung dari sugeng dan dadang itupun lalu meminta agar putra sulungnya keluar negeri untuk menghindari media yang masih ingin mengeksplorasi kasus skandal enam orang pengusaha yang terkena serangan jantung saat sedang wik wik kikuk kikuk dengan wanita berstatus purel di kafe malam. Apalagi dengan kondisi saham dan bisnis sugeng yang kini sudah gulung tikar atau sudah bangkrut karena harga saham yang terus merosot tajam.
Sugeng hanya dapat menghembuskan nafasnya dengan kesal, ia tidak menyangka jika dirinya harus sesial ini. Sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah bangkrut, kini nama baiknya juga sudah hancur dan sulit berbisnis kembali karena para investor pasti sudah memblokirnya dari daftar tempat investasi mereka.
ibunya walau ikut kesal dengan kondisi ekonomi mereka yang makin merosot tapi ia masih bisa bahagia karena anaknya si sugeng kini sudah sembuh dan selamat dari racun koma.
Lam Xiao Mei lalu berkata kepada sugeng dalam bahasa inggris dengan aksen cina, "apakah pak sugeng masih mengingat penyebab anda dapat terkena efek racun koma ?".
Sugeng hanya dapat menggelengkan kepalanya. ia sendiri juga masih bingung dengan kondisi dan ingatannya. Ia yakin bahwa saat itu ia tidak membawa racun koma, jadi sudah bisa dipastikan tidak mungkin ia salah makan obat seperti yang diviralkan oleh media.
"kalau boleh tahu,... sudah berapa banyak racun koma yang sudah anda gunakan ? ". Lam Xiao Mei masih mencoba mengorek informasi dari mitra kerja.
Sugeng hanya terdiam sesaat mengingat pengalamannya. Ia lalu menjawab, "baru dua kali.... pertama untuk uji coba ke orang tua dari seorang dokter magang.... dan yang kedua.... untuk keluarga pak walikota dengan tujuan untuk menjatuhkan nama baik rumah sakit saingan kami."