WUMMM

WUMMM
52. Kejadian yang Terungkap



Mentari kini mulai kembali menampakkan dirinya di ufuk timur menggantikan sang rembulan dan sejuta bintang yang ingin kembali ke peraduannya. Burung-burung pun mulai berkicau menyambut sang fajar  membangunkan beberapa mahluk lainnya agar mulai bersiap menghadapi aktifitas hariannya. Suasana taman mulai ramai dengan aktifitas beberapa orang yang sedang ingin berolahraga menyambut hari dengan ceria.


Elte yang mulai kembali melakukan olahraga rutin berlari pagi di taman ikut serta menikmati pemandangan mentari, suara kicauan burung dan hembusan udara pagi di taman.


Setelah beberapa tetes keringat membanjiri baju kaosnya, elte memutuskan untuk kembali ke kamarnya bersiap-siap berangkat ke sekolah.


Saat tiba di gedung apartemen pribadi milik keluarga wijaya, elte memasuki pintu gerbang dan naik ke kamarnya.


Elte mandi membersihkan dirinya dan setelah itu ia mengenakan seragam sekolah putih abu-abu.


Elte sedikit terkejut karena perubahan tubuhnya yang lebih berotot menyebabkan seragam sekolahnya menjadi lebih ketat dan beberapa kancing bajunya sudah tidak muat lagi untuk dikancing. Celananya pun terlihat menggantung di atas mata kakinya. Bahkan sepatunya sudah tidak bisa ia gunakan lagi.


"Hhmmmmm.... sepertinya aku harus singgah ke toko pakaian sebelum berangkat ke sekolah." Kata elte sedikit murung.


"Tok... tok... tok..." seperti itulah kira-kira bunyi ketukan pintu dari luar pintu kamar elte.


Elte sedikit mengkerutkan keningnya karena mendengar suara ketukan pintu di pagi hari yang sudah jarang terjadi.


"Apakah aku sudah terlambat ? ... bukannya waktu sarapan beberapa menit lagi ?" Kata elte bergumam dalam hatinya. Ia lalu menuju pintu dan memegang handle pintu lalu membukanya.


"Eh ibu ani.... ada apa bu" kata elte tersenyum melihat ibu pantinya yang kini ikut mengabdi di rumah pak jaya dan saat ini ada di pintu kamarnya.


"Ini nak.... ada titipan pak jaya.... seragam sekolahmu yang baru" kata sang ibu tersebut.


"Eh... kebetulan sekali bu.... pakaian sekolahku memamg sudah tidak muat" kata elte dengan sumringah.


"Iya nak.... sebenarnya dari kemarin pak jaya dan bu yuyun membelikannya untukmu saat pulang dari menjemput nak yuda, mereka teringat dengan perubahan tubuhmu yabg sedikit lebih tinggi" ibu ani mirani menjelaskan tentang alasan pak jaya membelikannya seragam sekolah.


"Baik bu... terima kasih banyak." Elte mengambil seragam tersebut dan menutup pintu kamarnya setelah ibu pantinya sudah turun ke bawah.


Elte mencoba seragam barunya dan ukurannya sangat pas dengan kondisi tubuhnya. Elte lalu mengenakan jaket biru dan topi biru serta mengambil tas sekolahnya. Setelah mengantongi kunci motor barunya, ia pun bergegas ke bawah untuk bergabung ke meja makan untuk sarapan.


"Nanti pulang sekolah aku jemput ya elte" kata pak karya mengingatkan hasil pembicaraan mereka.


"Tidak usah paman, aku kan sekarang ada motor baru.... aku langsung ke kampus paman saja sekalian" jawab elte menolak tawaran pamannya.


"Aduh.. yang punya motor baru" goda yuda kepada tunangannya adiknya istrinya tersebut.


"Hehehehe..." elte hanya bisa tertawa cengengesan  menanggapi godaan dari suaminya kakaknya tunangannya tersebut.


"Jangan lupa juga ya minggu depan kita ke markas untuk berkenalan dengan teman-temanku yang ingin belajar kungfu ninja gabungan" kata yuda mengingatkan hasil pembicaraan mereka.


"Siap bosku" jawab elte menanggapi.


"Dan jangan juga lupa kalau bulan depan temani ayah ke jepang ya untuk membantu sebagai penerjemah bahasa korea dan penerjemah bahasa jepang" kata pak jaya mengingatkan hasil pembicaraan mereka.


"Siap ayah" jawab elte menanggapi.


"Yuni sayang.... kamu mau ikut dengan elte naik motor atau diantar naik mobil oleh pak jarwo" tanya bu yuyun ke putri bungsunya.


"Naik mobil saja bu" jawab yuni singkat.


Setelah sarapan pagi, mereka pun bubar ke tempat tujuan mereka masing-masing. Elte dan yuni ke sekolah dengan kendaraan masing-masing. Pak karya dan bu yeyen ke kampus. Pak jaya ke kantor, bu yuyun ke dapur membantu bu ani mirani, yuda dan yuna kembali ke kamar untuk wik wik kikuk kikuk melepas rindu yang belum kelar dari semalam.


Setibanya di sekolah, beberapa mata para murid perempuan melirik kedatangan seorang pemuda berjaket biru mengendarai motor bebek bergigi keluaran terbaru. Walaupun motor tersebut tidak sekeren motor sport, namun bentuk fisik pengendaranya membuat penasaran para wanita itu.


Para murid perempuan itu sangat terkejut ketika pemuda tersebut membuka helm dan maskernya.


"Lho itu kan si murid mesum" celetuk seorang murid perempuan setelah mengenali pemiliki tubuh yang membuat mereka penasaran.


Elte yang tidak menyadari tatapan para murid perempuan bergegas masuk ke kelas dan kembali membuat teman kelasnya terkejut dengan perubahannya.


Beberapa menit kemudian, yuni masuk ke kelas yang sama dan duduk disamping teman dekatnya yakni ruri masruri.


Dudung raksadinata yang dari awal sudah fans berat dengan yuni dan ruri masruri serta semua murid perempuan dikelasnya bahkan di sekolahnya, datang menghampiri elte.


"Bro... tubuh lo kok bisa berotot begitu.... bagi rahasianya dong" kata dudung penuh harap.


Elte dari awal kurang menyukai dudung karena dialah pelaku pelemparan novel porno sehingga citra elte rusak berat. Setelah berpikir sejenak ia pun berkata kepada dudung : " Lakukan setiap pagi latihan harian yang terdiri dari seratus push-up, seratus sit-up, seratus back-up dan seratus squat jump serta berlari sepuluh kilometer setiap hari. Jangan lupa makan tiga kali sehari, tapi hanya pisang sebagai sarapan dan juga tidak menggunakan AC saat tidur."


"Glek..." terdengar suara tegukan ludah dudung setelah mendapatkan jawaban elte yang membuat semangat dudung meredup seketika. Tanpa berkata apa-apa ia kembali ke kursinya mengambil sebuah buku tebal dengan judul matematika. Dudung lalu membaca novel porno yang telah tersembunyi rapi di balik buku tebal tersebut.


Beberapa menit kemudian diah sinta risanti datang mengetuk pintu kelas dan masuk ke ruangan adik kelasnya. Ia lalu menghampir ruri masruri selaku ketua kelas dan memberikan beberapa undangan sejumlah siswa yang ada di kelas. Ia meminta tolong untuk membagikan undangan pesta ulang tahunnya beserta ucapan maaf karena tidak sempat mengisi nama para siswa. Setelah itu ia kembali ke luar kelas untuk menuju kelas lainnya dengan tujuan yang sama.


"Kak santi kok tumben sendirian ya.... biasanya kan ia bersama kak hera" tanya ruri masruri ke teman sebangkunya.


"Aku dengan dari kakak iparku kalau kak hera saat ini masih ijin karena sedang berduka akibat kakak kandung dan ayah angkatnya meninggal saat bertugas di kanada." Kata yuni menjawab pertanyaan ketua kelasnya.


"Ohhh.... benarkah ? Bagaimana kakak iparmu bisa tahu" tanya ruri ke yuni.


"Kakak iparku kebetulan sama-sama diutus bersama ayah angkat dan kedua kakak kandung kak hera. Kalo tidak salah ayah angkatnya bernama pak yusuf abdi negara sedangkan kedua kakak kandung kak hera adalah pak heru iskandar dan pak heri iskandar." Jawab yuni sambil mengingat cerita kakak iparnya saat ikut menjemputnya di bandara.


"Kasihan ya kak hera.... padahal saat MOS, cuman dia pendamping kita yang tidak pernah jahilin adik kelasnya" kata sang ketua kelas mengingat momen MOS mereka.


Ia lalu menghampiri dudung dan meminjam buku tersebut untuk ia fotocopy. Dudung yang mendengar permintaan sang guru hanya bisa meneguk ludahnya dan mengeluarkan keringat dingin di keningnya.


Melihat dudung hanya terdiam, sang guru mencoba mengambil buku tersebut dan saat buku itu terlepas dari tangan dudung. Sebuah novel porno terjatuh ke kaki sang guru.


Guru tersebut menunduk dan mengambil novel tersebut dan membacanya dengan suara yang agak nyaring : "Godaan Gadis Semok di tengah Malam"


Para siswa yang mendengar suara sang guru terkejut dan merasa dejavu. Sesaat kemudian mereka mulai menyadari kejadian sebenarnya saat MOS di kelas mereka.


Si dudung lalu di bawa ke ruang BK untuk diinterogasi. Dan tidak butuh waktu lama kisah sang dudung pun mulai berhembus dari telinga ke telinga. Para murid perempuan yang sudah dari awal tidak percaya dengan julukan mesum ke sang prontagonis, ikut membumbui kisah tersebut dengan cerita yang lebih menghebohkan. Beberapa wanita yang pernah jadi korban dudung saat mereka diintip ganti baju olahraga di kamar mandi juga ikut menceritakan kisah tersebut dengan versi yang lebih menyeramkan.


Kisah sang dudung pun akhirnya tiba ke telinga diah, ia sangat terkejut dengan kebenaran kisah tersebut. Tanpa ia sadari, muncul rasa bersalah atas sikapnya ke elte. Ia lalu teringat dengan kalimat ibunya tentang si pembunuh karakter.


"Mungkin nanti siang saat pulang, aku harus meminta maaf atas sikapku selama ini" kata diah dalam hati.


Tanpa terasa jam pulang sekolah pun tiba. Para siswa mulai beranjak dari kursi mereka dan pulang ke rumah masing-masing. Elte menemani yuni menunggu jemputan pak jarwo. Beberapa saat kemudian mobil jemputan pun tiba dan yuni pulang duluan ke rumah.


Saat tiba di parkiran, elte sangat terkejut melihat kedua ban motornya kempes dan kedua spionnya pecah bahkan sadel motornya di gores dengan benda tajam. Elte mengepalkan tangannya menahan marah sambil menelusuri kondisi tempat parkir.


Elte lalu melihat CCTV yang harusnya merekam aksi perusakan motor barunya. Ia lalu mengaktifkan kemampuan persepsinya dan menyusup ke dalam wifi milik sekolah kemudian menjebol harddisk DVR tempat CCTV itu di rekam.


Dari hasil pantauan CCTV tersebut, ia melihat ke delapan senior yang pernah menghadangnya berusaha merusak motor barunya. Setelah berpikir sejenak ia lalu menyalin rekaman tersebut dan mengirimkannya ke seluruh media sosial para siswa, guru dan kepala sekolah termasuk ke delapan senior tersebut. Setelah itu, ia pun mendorong motornya ke bengkel terdekat.


Diah yang sedang berada di atas mobil bersama ibunya melihat elte dari kejauhan sedang mendorong motornya. Saat akan memberitahu ibunya, sebuah pesan notifikasi masuk di social medianya. Ia lalu membuka smartphonenya dan mengkerutkan keningnya melihat sebuah video di bagikan ke social medianya. Ia lalu menonton video tersebut lalu terkejut menutup mulutnya.


"Apakah mungkin motor anak itu rusak karena aksi jahil teman kelasku sesuai dengan adegan dalam video ini" kata diah dalam hatinya.


Setelah diam sejenak, diah lalu memberitahu ibunya tentang keberadaan anak yang pernah menolong mereka saat mobil mereka mogok.


"Ibu.... bukan kah itu adik kelasku yang pernah memperbaiki mobil kita yang mogok" kata diah kepada ibunya.


"Mana..... oh iya benar... mari kita menghampirinya" kata ibunya diah.


Saat akan menghampiri elte yang sedang mendorong motornya, tiba-tiba sepuluh motor sport datang mengelilingi elte.


"Lho .... itukan elte, adik angkatan kita dulu saat di SMP Neg. 12345." Kata salah pengendara motor ke temannya yang sedang dibonceng.


Rano prasetyo seorang senior yang pernah mencoba membully elte dikantin saat di SMP, terkejut melihat junior yang sangat ia hindari.


"Gimana nih.... kita kabur aja deh.... gue kok masih gemetaran ingat tuh anak saat membantai warjono si preman sekolah beserta seluruh anak buahnya" kata rano mulai bimbang.


"Wah jangan bos.... dulu kan kita masih anak-anak... sekarang ini kan kita sudah jago karate, sabuk hitam lagi. Trus kita sekarang ada dua puluh orang.


Rano terdiam sejenak mencerna kata-kata temannya. Ia lalu teringat cerita adiknya si rino prasetyo yang dibantai habis bersama tujuh temannya. Saat ini ia telah memanggil sebelas temannya sesama pemegang sabuk hitam karate dan dengan adik serta temannya, mereka semuanya ada dua puluh orang.


Elte yang tidak bisa mendorong motornya akibat ditutupi oleh ke dua puluh motor itu, mulai kesal.


Ia lalu memarkir motornya dengan menurunkan standar samping ke aspal. Setelah itu ia mengaktifkan kemampuan telepatinya untuk membaca pikiran mereka.


"Para senior yang sudah merusak motor baruku akhirnya datang juga"  kata elte mulai tersenyum licik.


Rano yang melihat senyuman elte, tiba-tiba merasa bulu kuduknya berdiri dan merasa mulai tidak tenang kembali. Tiba-tiba ia merasakan tubuhnya bergerak sendiri melompati motor temannya kemudian menyerang semua teman-temannya sendiri termasuk adik kandungnya.


Saat ke sepuluh motor tersebut telah terjatuh, ia merasa dapat kembali menguasai tubuhnya. Belum hilang rasa terkejutnya, sebuah tendangan mengenai tengkuknya dan membuatnya kehilangan kesadaran.


Elte yang telah membuat pingsan dengan menendang tengkuk rano, lalu menyerang ke sembilan belas seniornya yang tersisa. Elte bukanlah orang sabar yang tabah melihat motor kesayangannya di rusak. Pengalaman traumatis masa kecilnya yang sering di bully karena statusnya sebagai anak panti dan pemulung sampah membuatnya sangat antipati dengan kasus pembullyan.


Tidak sampai sepuluh menit, kedua puluh seniornya telah pingsan di pinggir jalan. Bisa saja elte meninggalkan mereka dalam kondisi pingsan seperti sebelumnya, namun elte yakin kalo mereka tidak akan jera dan kembali membalas elte.


Elte lalu menelpon pak jaya dan menceritakan kasus perusakan motornya dan percobaan pengeroyokan di tengah jalan. Setelah itu ia juga menelpon yuda dan menceritakan hal yang sama. Kemudian ia menelpon pak karya menceritakan hal yang sama juga dan meminta maaf agak terlambat ke kampus.


Sepuluh menit kemudian empat buah mobil polisi dan beberapa mobil media datang menghampiri kejadian tersebut. Berdasarkan cerita para saksi dan rekaman CCTV di jalan, kedua puluh siswa yang masih pingsan kemudian di bawa ke kantor polisi. Adapun sepuluh motornya di titip di salah satu rumah warga dan akan dijemput oleh truk milik polisi.


Diah dan ibunya hanya terpelongok melihat kejadian itu tanpa bisa mengambil sikap. Setelah suasana kembali hening, ibunya diah lalu menelpon suaminya untuk mengantarnya ke kantor polisi karena ingin mencoba membalas kebaikan elte yang sebelumnya.


Tiga puluh menit kemudian, diah beserta ibunya tiba di kantor polisi, di depan gerbang kantor polisi, nampak ayahnya diah sedang menunggu anak istrinya. Setelah bertemu, mereka kemudian masuk ke dalam kantor polisi.


Saat tiba di kantor polisi, diah melihat delapan teman kelasnya beserta dua belas siswa dari sekolah lain sedang dikurung di dalam sel. Ia mengkerutkan keningnya karena tidak melihat batang hidung elte di kantor polisi.


Di dalam sel, Rano menangis terisak-isak menyesali keputusannya membantu adiknya. Ia takut citranya sebagai juara karate dan juara kelas akan rusak karena kejadian tersebut.


Beberapa menit kemudian, beberapa orang tua dan wali dari siswa yang dikurung di dalam sel, mulai berdatangan. Mereka melobi para polisi agar atur damai dengan mereka. Namun para polisi tidak berani karena saat ini para media telah menggodok berita ini ke media dan berdasarkan prediksi mereka bahwa sebentar lagi berita itu akan muncul di TV.


Dan benar saja.... salah seorang polisi mengeraskan volume suara TV dan terlihat rekaman beberapa siswa merusak sebuah motor dan kasus pengeroyokan namun diakhiri dengan pembantaian terhadap para pengeroyok tersebut.


Orang tua dan wali siswa hanya bisa mengepalkan tangannya menahan marah melihat kelakuan anaknya yang seperti begal.


Diah dan kedua orang tuanya juga terkejut dengan perkembangan kasus tersebut. Mereka lalu mendatangi seorang polisi dan menanyakan keberadaan elte. Dari jawaban polisi tersebut ia mendengar bahwa saat ini anak tersebut diantar oleh kakak iparnya menuju ke kampus untuk mengajar. Diah dan kedua orang tuanya lagi-lagi terkejut mendengar penjelasan polisi tersebut.


Setelah terdiam sejenak, mereka pun lalu memutuskan untuk pulang kembali ke rumah mereka.