WUMMM

WUMMM
37. Teleportasi dan Segel Penanda



Dua tahun telah berlalu sejak elte diangkat menjadi seorang shinobi. Saat diangkat menjadi shinobi, sempat terjadi tawar menawar antara elte dengan gurunya soal persyaratan misi.


Elte menegaskan misi yang akan ia terima adalah misi yang tidak melanggar ajaran agama, tidak melanggar undang-undang negara, tidak mengganggu waktu sekolah, tidak pergi jauh dari kota dan bukan hari senin dan selasa. Pada hari senin dan selasa, elte masih harus ke kantor pak jaya untuk belajar dan bekerja.


Setelah tawar menawar yang cukup alot, akhirnya elte resmi menjadi murid tetsu dan diwajibkan untuk memanggil gurunya dengan panggilaan "Shifu Sensei".


Dalam dua tahun terakhir, elte menggunakan waktunya dari hari rabu sampai jumat untuk berlatih dan menjalankan misi dari gurunya seperti berburu kelinci dan ayam hutan, menempa sendiri beberapa senjata khususnya senjata lempar, berbelanja kebutuhan bulanan untuk gurunya dengan uang elte sendiri, mencari tumbuh-tumbuhan yang bisa menjadi senjata racun serta obat penawarnya, dan berbagai misi lainnya.


Ketika elte akan belajar tentang kungfu ninja, elte diperkenalkan dulu tentang konsep ninpo, yakni falsafah tertinggi dari ilmu beladiri ninjutsu yang menjadi dasar kehidupan seorang ninja. Filosofi ninja adalah meraih hasil maksimal dengan tenaga minimum. Muslihat dan taktik lebih sering dilakukan daripada konfrontasi langsung. Seorang ninja harus bisa mengetahui teknik spionase (pengintaian), sabotase, melumpuhkan lawan, meloloskan diri, menjatuhkan mental lawan serta berbagai alat lempar, lontar, tembak, bahan peledak dan penyamaran.


Setelah memahami ninjutsu atau seni bela diri pertahanan dan penyusupan, elte diperkenalkan dengan seni bela diri kungfu ninja. Pada dasarnya kungfu ninja adalah penyederhanaan dari gabungan berbagai kungfu aliran utara dan aliran selatan yang mengutamakan kekuatan, kecepatan, kepraktisan dan kesenyapan dengan menerapkan filosofi ninja.


Sebenarnya ada berbagai jenis senjata yang ada dalam kungfu ninja. Tapi elte fokus untuk menguasai penggunaan senjata tombak, kunai dan shuriken.


Untuk senjata tombak, elte menggunakan bambu atau rotan yang telah diruncingkan untuk latihan. Sedangkan untuk senjata lempar shuriken, ia menggunakan paku rumah ukuran lima sentimeter. Untuk senjata pisau kunai, ia tetap menggunakan bentuk kunai pada umumnya.


Tetsu cukup puas dengan perkembangan muridnya, ia tidak mengetahui bahwa, selama ia mengajar, elte selalu mengaktifkan kekuatan pembaca pikiran agar ia lebih memahami maksud dan tujuan gurunya. Elte juga sering berselancar kembali ke dunia internet dengan kemampuan persepsinya untuk mempelajari seni bela diri kungfu dan ninjutsu.


Hal yang kurang ia sukai dari kungfu adalah terlalu banyak gaya yang harus dihapal dan waktu belajar pondasi kuda-kudanya juga cukup lama.


Elte juga mencoba mempelajari teori seni bela diri gabungan lainnya yang dijadikan seni bela diri militer seperti Yong Moo Do dari korea selatan, Krav Maga dari israel, Arnis-Eskrima-Kal dari filipina, sanda dari cina, Systema dari rusia dan Muay Thai dari thailand.


Setelah melihat perkembangan elte dalam dua tahun ini yang setara dengan pelatihannya selama dua puluh tahun, tetsu menyampaikan keinginannya untuk kembali ke desa shinobi.


"Muridku elte.... aku cukup terkejut dengan perkembanganmu belajar kungfu ninja.... Walaupun masih ada beberapa teknik bertarung menggunakan senjata yang belum kamu kuasai,... namun kamu bisa fokus memilih, mengembangkan dan menyederhanakan gerakan-gerakan seni bela diri kungfu ninja" kata tetsu dalam bahasa jepang.


"Shifu sensei.... terima kasih atas pujiannya... murid bisa berkembang seperti ini tidak lepas karena sosok shifu sensei..." puji elte dalam bahasa jepang


"Bagus....bagus... kamu adalah murid pertama yang aku terima.... setelah aku tiba di desa shinobi, aku akan membuka dojo dan menerima banyak murid agar warisan orang tua ku dapat terus berkembang" kata tetsu dalam bahasa jepang. Cara mengajar tetsu sebenarnya kurang bagus. Namun karena bantuan persepsi internal sehingga elte dapat menangkap maksud gurunya.


"Muridku... sudah empat tahun lebih aku meninggalkan desa shinobi untuk mencari pamanku dan mengajarimu kungfu ninja, aku berencana akan ke taiwan dulu bertemu bibiku untuk memberitahukannya soal paman dan anak-anak mereka."


"Aku berharap kelak... murid dapat ikut membantuku mencari sepupu-sepupuku yang seumuran dengan murid."


"Setelah memberitahu bibiku, aku akan kembali ke desa shinobi di jepang... sebelum kita berpisah.... bisakah murid menerima misi terakhir sebelum kita berpisah" kata tetsu dalam bahasa jepang


"Apakah itu shifu sensei.... selama itu tidak melanggar ajaran agama, tidak melanggar undang-undang negara, tidak mengganggu waktu sekolah, tidak pergi jauh dari kota dan bukan hari senin dan selasa, murid akan berusaha melaksanakannya... " kata elte dalam bahasa jepang.


"Aku menyuruhmu untuk menyiapkan tiket pesawat atas nama sushi tetsu teriyaki dengan tujuan indonesia - taiwan dan taiwan -jepang menggunakan jadwal waktu fleksible.


Selain itu juga murid dapat menyiapkan bekal makanan, bekal minuman, uang jajan dan uang transport lokal buat perjalananku nanti" kata tetsu dalam bahasa jepang


"Baiklah shifu sensei" kata elte dalam bahasa jepang sambil memikirkan tabungannya yang makin menipis.


Selama belajar kungfu ninja dan menerima misi khusus, ia membutuhkan banyak biaya untuk memenuhi kebutuhan gurunya. Elte lalu mulai bermain saham dan forex diam-diam sebagai sumber pemasukannya. Karena usia elte belum cukup umur untuk membuat KTP dan Rekening Bank, maka elte membuat identitas palsu dengan bantuan pak RT, pak RW dan pihak bank yang telah ia hipnotis.


Setelah mengantar gurunya ke bandara, elte kembali ke hutan untuk latihan. Ia mencoba mengembangkan teknik baru dengan menggabungkan teknik melempar senjata dengan elemen ledakan. Elte mencoba memasukkan elemen ledakan kedalam paku dan melemparkannya ke target yang inginkan.


Saat paku itu melesat dan menancap ke target, elte meledakkan paku itu dengan bantuan persepsi eksternal.


"Boooommmmm....." seperti itulah bunyi ledakan yang membuat pohon besar itu tumbang ke tanah.


Elte mengasah kemampuan melempar senjatanya sambil berlari dan melompat dengan variasi jarak dan posisi target yang berbeda-beda. Ia juga mencoba melempar beberapa paku bersamaan untuk masing-masing target yang berbeda.


Setelah latihan, elte akan kembali memunguti semua paku yang ia sudah lempar, dan juga membersihkan pohon-pohon yang sudah ia tumbangkan. Ia berusaha agar tetap menjaga kelestarian alam.


Elte juga mencoba menggabungkan dan menyederhanakan kungfu ninja dengan tinju dan silat merpati putih serta teori seni bela diri militer yang ia pelajari di internet. Hasil gabungan itu elte namakan "Gabungan Seni bela diri kungfu ninja dan seni bela diri militer serta tinju dan silat merpati putih" atau disingkat dengan nama GaSeBeDiKuNi DaSeBeDiMi SeTiDaSiMePu.


Selama dua tahun belajar menjadi shinobi, elte tidak pernah melupakan tugasnya di sekolah dan di rumah pak jaya. Selama di sekolah, elte tetap menjalankan tugasnya sebagai ketua kelas anggota ekskul basket dan futsal, ia juga tetap membantu yuni belajar di sekolah. Untuk menjaga staminanya, elte berusaha memaksimalkan kemampuan elemen cahaya dan persepsi internal.


Saat ini elte, yuni dan murid-murid kelas tiga di SMP 12345, telah mengikuti ujian akhir nasional dan telah dinyatakan lulus.


Teman sekelas elte mengajak elte dan yuni untuk mengadakan acara perpisahan di vila puncak milik salah satu temannya selama tiga hari.


Elte mendapatkan ijin untuk ikut acara perpisahan, namun tidak dengan yuni. Pak jaya masih trauma dengan kejadian penculikan tiga tahun lalu.


"Huhuhuhu.... ayah pelit... masak yuni dilarang ikut acara perpisahan dengan teman-teman yuni.... yuni kan bukan anak kecil lagi" yuni menangis tersedu-sedu sambil memeluk boneka kodok kero-keropinya yang berwarna hijau, hadiah ulang tahun dari tunangannya.


Pak jaya, bu yuyun dan elte hanya bisa mengelus dadanya masing-masing. Mereka menyadari bahwa yuni menangis sedih bukan karena tidak diijinkan ikut acara perpisahan, tetapi karena takut elte digoda teman-teman  kelasnya yang fans dengan elte.


Yuni takut kalo elte diberikan obat perangsang oleh salah satu wanita itu dan merebut elte dengan cara meminta elte bertanggung jawab. Setidaknya itu yang ditakutkan yuni setelah menonton drama korea yang ada di youtube.


Selama menunggu waktu pendaftaran, elte melatih kekuatan imajinasinya untuk membuat portal dimensi untuk teleportasi dan segel penanda. Saat malam tiba, elte lebih cepat pergi tidur untuk berdiskusi dengan sang phoenix.


Setelah beberapa minggu berlatih di alam bawah sadarnya, elte berhasil menguasai segel penanda dan teleportasi. Kemampuan teleportasi elte masih terbatas dengan bantuan segel penanda, ia belum bisa melakukan teleportasi sesuka hatinya.


Elte lalu membuat beberapa batu penanda dan meletakkannya di beberapa lokasi yang ia sering datangi, seperti kamarnya, gubuk tetsu, kantor pak jaya, rumah sakit bu yeyen dan laboratorium pak karya.


Elte juga berhasil masuk ke portal dimensi buatan phoenix dan menjadikan tempat tersebut sebagai markasnya. Ia membeli beberapa perabotan rumah seperti lemari pakaian beserta pakaiannya, tempat tidur beserta kasur, sprei dan bantalnya. Treadmill untuk berolahraga dan beberapa tumpuk paku sebagai senjata rahasianya.


Untuk menjaga orang-orang yang ia sayangi, ia membeli beberapa cincin giok sederhana dan memberinya segel penanda, ia lalu memberikannya ke pak jaya, pak karya, bu yuyun, bu yeyen dan bu ani mirani.


Elte lalu mengajak yuni jalan-jalan  ke restauran jepang untuk memberikannya cincin giok sekalian menembak yuni karena selama ini mereka tunangan atas keinginan pak jaya dan bu yuyun.


"Yuni.... maaf sebelumnya atas semua kekurangan yang saya miliki.... namun  di dalam lubuk hati ini, telah lahir rasa kagum atas kesempurnaanmu, rasa nyaman atas perhatianmu, rasa rindu atas cemburu butamu, .... selama ini kita tunangan karena keinginan orang tuamu .... dan hari ini ijinkan saya memohon kepadamu.... jadilah pacarku.... jadilah tunanganku.... jadilah istriku kelak.... jadilah menantu dari almarhum ayah ibuku.... jadilah ibu dari anak-anak kita nantinya.. " elte menyampaikan isi hatinya kepada yuni, walaupun beberapa kalimatnya adalah hasil menyontek dari referensi di internet tentang cara merayu dan melamar.


"Iyaa.... maaf.... tadi kamu bilang apa.. " yuni memohon maaf karena tidak mendengar perkataan romantis elte karena asyik mendengarkan lagu korea menggunakan earphone sambil menunggu pesanannya.


"Eehhhh..... anu... ini....anu.... saya punya hadiah cincin buat yuni" elte tiba-tiba merasa panik menjawab yuni yang ternyata tidak mendengar kata-kata romantis yang ia sudah latih seminggu ini.


"Oh terima kasih ya... cincin gioknya bagus sekali" jawab yuni merasa bahagia karena menerima hadiah dari elte. Ia langsung memakai cincin itu di jari manis di tangan kirinya.


"Hheeee.... dikasih cincin saja kamu senang sekali... bagaimana jika tadi kamu mendengar kata-kata romantis yang telah aku explorasi dan analisa selama seminggu ini" ratap elte dalam hati


Saat pulang dari makan bersama, mereka memutuskan untuk berjalan kaki menuju gedung apartemen mereka. Saat melewati lorong, beberapa pasang mata menatap elte dengan benci.


"Bos... liat ceweknya tuh... lagi mekar-mekarnya...." kata salah satu pemilik sepasang mata yang ikut menatap benci ke arah elte.


"Anjim... kita susah-susah dipenjara.... eh si brengsek itu enak-enakan pacaran" kata bos preman yang bernama warjono juki. Preman yang pernah masuk penjara bersama anggotanya gara-gara mengeroyok elte tiga tahun yang lalu.


"Jadi bagaimana bos.... kita keroyok aja anak itu" kata angotanya yang lain


"Lo semuanya kagak ingat apa kalo tuh anak jago berantem" warjono masih mengingat sakitnya pukulan elte saat itu.


"Jadi gimana bos.... diikhlasin aja gitu" tanya anggotanya kurang ikhlas melepaskan elte begitu saja.


"Nggak usah cari masalah sama tuh anak.... apalagi bapaknya orang gede... bisa bawa polisi dan wartawan. Kita tuh harus pake taktik gerilya...." si warjono berkata sambil mulai memperhatikan body yuni dari kejauhan, tanpa sadar ia meneguk liurnya


"Weits... taktik gerilya.... kayak perang aja nih bos..." balas anggotanya


"Kalo lo mau hancurin orang, hancurin dulu hatinya.... Kita sekap aja tuh ceweknya.... trus kita garap rame-rame.... jangan lupa rekam sambil pake topeng... trus kirimin tuh video ke hapenya anak itu pake hp pacarnya yang sudah kita garap... pasti seru tuh... asyik tuh" warjono menjelaskan rencana liciknya ke para anggotanya.


"Wahh... mantul bos....mantap betul.. hehehehe" kata anggotanya merasa senang dengan ide bosnya.


"Trus bagaimana caranya kita sekap tuh cewek bos.... nanti kita di gebukin lagi sama pacarnya" kata anggotanya


"Kamu awasin aje diam-diam bagaimana kesehariannya... kapan tuh cewek jalan sendirian... nanti kita sekap pake obat tidur... trus kita bawa ke markas.... kalo ada obat peransang sama obat kuat makin mantap tuh"  warjono menjelaskan rencananya dengan semangat


"Eh lo sama lo nanti yang awasi tuh cewek ya... trus lo ke toko obat cina di lorong sono beli obat tidur, obat peransang sama obat kuat... trus lo siapkan kamera ya, jaga-jaga kalo tuh anak kagak mau kasih password hpnya" warjono lalu mengatur job description masing-masing anak buahnya.


Sementara itu elte dan yuni berjalan pulang sambil asik ketawa ketiwi bercanda di jalan tanpa menyadari nasib sial yang akan mereka dapatkan.


Beberapa hari pun berlalu....


"Bos, tuh cewek selalu diantar jemput bos....kayak putri raja gitu" lapor anggota warjono yang ditugaskan mengawasi yuni.


"Wah ... gitu ya....hhmmmmm...... begini aja, cari aja nomor hp tuh cewek trus kita bohongi aja untuk ketemuan ....." kata wajono


."trus gimana bisa dapat nomornya bos... emang dia mau kasih kalo diminta ?" Tanya anggotanya bingung


"Ya ampun... nih orang P.A. amat sih" kata warjono mulai kesal.


(P.A. \= Pendek Akal atau goblok)


"Kalo dia singgah isi pulsa di counter, pura-pura sono beli pulsa trus catet nomornya... kalo sudah dapat... nggak usah lanjut beli pulsa... kamu kan nggak punya hp" ejek warjono ke anak buahnya


Beberapa hari pun berlalu....


"Bos tuh cewek nggak pernah isi pulsa ke counter bos.... kayaknya transfer pake internet banking bos" lapor anggota warjono yang ditugaskan mengawasi yuni.


"Waduh.. kok gitu ya... nggak kepikiran gue kalow sekarang jamannya serba internet.... susah amat jadi orang jahat" kata warjono kesal.