Why Can't I Hold You?

Why Can't I Hold You?
BAB 73



Anniversary Equador Broadcasting Service, EBS, salah satu stasiun televisi terbesar menjadi ajang kembalinya Jemima di atas panggung. Bramasta Wiyatno, sang CEO yang tak lain adalah ayah Louisa ternyata secara khusus meminta Mahen agar Jemima dapat menjadi bintang tamu di acara mereka. EBS ingin secara eksklusif menampilkan Jemima setelah sang diva vakum beberapa waktu. Tentu Mahen tak menolak, karena ia tau Jemima akan dengan senang hati menerimanya. Apalagi perayaan anniversary EBS selalu diadakan secara mewah, bahkan sesi red carpetnya menjadi ajang bagi para bintang memamerkan outfit terbaik mereka.


Tahun lalu Jemima juga tampil sebagai opening, dan kali ini Jemima akan menjadi bintang utama. Setting panggung dibuat sedemikian rupa mengikuti selera Jemima yang dipoles sempurna oleh art director terkemuka, hingga benar-benar terlihat megah dan mengundang decak kagum sesiapa. EBS tidak main-main dalam menampilkan Jemima sang diva yang sudah sangat dirindukan penampilannya.


Jemima tak akan segelisah ini jika ia hanya akan tampil di panggung. Namun ini juga menjadi kali pertama ia dan Alezo muncul di depan publik setelah hubungan mereka diketahui publik. Jemima berdebar membayangkan bagaimana reaksi penggemar, dan tentu saja rekan-rekan sesama artisnya di sana. Apa mereka akan mencibirnya karena baru pertama kali berpasangan dalam film namun langsung jatuh cinta. Jemima takut dianggap tak profesional dan berdampak pada Alezo.


Jemima baru saja selesai memoles wajahnya dengan make up artist saat ponselnya berbunyi. Ternyata Alezo. Kebetulan sekali Jemima memang akan menelepon kekasihnya itu.


"Alezo, kau dimana? Apa sudah jalan?" Sambar Jemima tanpa menyapa terlebih dahulu.


"Aku baru saja akan berangkat. Bagaimana denganmu?"


"Aku juga akan berangkat sebentar lagi," balas Jemima.


"Baiklah. Can't wait to see you and your performance,"


"Alezo...I'm little bit nervous..." tukas Jemima.


"Why?"


Jemima menarik nafas sebelum menjawab. "Apa kau tidak gugup? Ini pertama kali kita muncul ke publik setelah berkencan..."


"Ah...itu...hm...sedikit. Aku lebih khawatir denganmu," jawab Alezo.


"Apa semua akan baik-baik saja?" Tanya Jemima yang sebenarnya hanya ingin menenangkan diri.


"Sure. Tidak akan ada hal buruk kecuali....kita akan menjadi incaran para wartawan," ucap Alezo terkekeh.


Mendengar tawa renyah Alezo sedikit banyak membuat Jemima tenang. Ia justru semakin tak sabar untuk bertemu Alezo.


"Kalau begitu sampai bertemu di sana,"


"See you sweetheart,"


Jemima selalu tersipu tiap kali Alezo memanggilnya dengan sebutan sweetheart. Tanpa sadar ia tersenyum dan itu disadari oleh Tita sang manager.


"Ah baiklah. Kau sudah tersenyum. Artinya kita bisa berangkat sekarang," ujar Tita yang membuat Jemima menoleh.


"Apa hubungannya?"


"Dari tadi kau terlihat tegang dan aku tidak ada ide untuk menenangkanmu. Syukurlah aku melihatmu tersenyum," balas Tita.


***


Alezo tiba di studio EBS yang menjadi lokasi perayaan anniversary. Sorot kamera langsung mengarah padanya begitu ia turun dari mobil dan berjalan menuju red carpet. Seperti biasa aura Alezo selalu mempesona saat mengenakan tuxedo. Ia terlihat begitu mengintimidasi dengan tubuh kekar dan tatapan mata yang mampu menyihir siapapun terutama kaum hawa.


Alezo dengan ramah melempar senyum dan melambaikan tangan ke arah kamera. Ia pun kemudian berhenti sejenak di depan awak media yang siap mengambil gambarnya. Setelah merasa cukup ia pun melanjutkan langkahnya.


Beberapa detik kemudian tiba-tiba terdengar suara riuh dan beberapa wartawan berpindah. Alezo pun menoleh dan mendapati Jemima turun dari mobil dengan gaun berwarna maroon. Mata Alezo tak berkedip memandang Jemima yang berjalan dan menyapa penggemar dan media. Sungguh Jemima benar-benar terlihat begitu cantik sempurna. Alezo tak sadar ia masih berdiri terpana sementara Jemima sudah hampir dekat.


"Silahkan, Tuan Alezo..."


Alezo seketika tersadar saat seorang staff mendekatinya. Ia pun cepat-cepat mengikuti langkah staff tersebut menuju tempat duduknya.


Alezo di sambut hangat oleh rekan-rekannya yang lebih dulu tiba. Setelah saling menyapa, Alezo duduk bersama dengan Jeff, aktor yang beberapa kali beradu akting dengannya.


"Congrats, Bro," ucap Jeff tiba-tiba.


"For what?"


"For your relationship with Jemima,"


"Ah...ya. Thanks, bro," jawab Alezo malu-malu.


"Kau membuat hari patah hati nasional,"


"Oh come on..." tukas Alezo terkekeh.


Tak lama kemudian semakin ramai selebriti yang datang dan seluruh meja hampir penuh. Alezo melirik arloji di tangan kanannya, sebentar lagi acara akan di mulai dan Jemima akan tampil sebagai pembuka. Alezo merasa berdebar karena ini kali pertama ia menyaksikan Jemima di atas panggung sebagai seorang kekasih.


Benar saja. Saat MC membuka acara jantung Alezo makin berdebar tak karuan. Apalagi orang-orang disekitarnya tak berhenti menggoda.


"Ah aku tidak bisa memuji Jemima karena ada Alezo di sini," goda Jeff.


"Sebagai fan boy Jemima sejak dulu aku merasa patah hati," timpal Dante yang duduk satu meja dengan mereka.


Alezo tak sanggup menanggapi kalimat yang meluncur dari rekan-rekannya. Ia hanya mampu tersenyum dan menggaruk telinga, gestur yang selalu ia tunjukkan saat sedang salah tingkah.


Dan ini dia. Jemima muncul di atas panggung bak dewi yang turun dari kayangan. Suara merdu bak buluh perindu begitu syahdu menyapa telinga sesiapa. Alezo seperti tersihir. Ia bahkan tak turut bertepuk tangan ketika semua orang berlomba memberi sambutan meriah pada sang diva karena terlarut dalam perasaannya sendiri.


Hingga Jemima selesai bernyanyi Alezo baru tersadar dan saat melihat sekitar ternyata orang-orang sedang memandang ke arahnya dengan tatapan penuh arti.


"Wow, bro. Kau beruntung sekali bisa menikmati suara Jemima setiap hari," ucap Jeff kembali mulai menggoda Alezo.


Lagi-lagi Alezo tak menjawab dan hanya menggaruk telinganya.


***


Jemima ingin memberitahu Alezo bahwa tadi adalah penampilan  paling menyenangkan selama karirnya karena untuk pertama kali Jemima memiliki seseorang yang spesial menonton penampilannya.


"Hey. Kenapa kau mematung?"


Jemima seketika tersentak saat Tita menepuk bahunya.


"Ah kau mengagetkanku!" Seru Jemima mengusap dadanya.


'Kau sedang melihat Alezo di sana, bukan?" tebak Tita.


Jemima tersenyum dan mengangguk malu karena ketahuan.


"Andai aku bisa dengan leluasa bersamanya,"


"Why not? Hubungan kalian sudah terekspos,"


Jemima menghela nafas lalu menggeleng dengan wajah sendu.


"Aku tidak ingin hubungan kami menjadi berita dimana-mana. Media akan terus-terusan mencoba mencari tau lebih dalam. Aku tidak nyaman dengan itu," jelas Jemima.


Tita mengangguk mendengar kalimat Jemima. Ia kemudian meminta Jemima bersiap untuk keluar dan menunggunya untuk mengambil mobil.


Kemunculan Jemima tentu saja menarik perhatian para wartawan. Mereka langsung menyerbu Jemima untuk mewawancarainya.


"Jemima bagaimana perasaanmu kembali tampil setelah vakum beberapa lama?"


"Apa kau akan segera meluncurkan single baru?"


"Apa ada persiapan khusus untuk penampilan hari ini?"


Pertanyaan-pertanyaan dari wartawan sebisa mungkin Jemima jawab dengan baik. Setelah beberapa lama, sesuai prediksi wartawan bertanya tentang hubungannya dengan Alezo.


"Apa kalian mulai jatuh cinta saat di lokasi syuting?"


"Sudah berapa lama hubungan kalian?"


"Apa kalian berencana akan menikah?"


"Usia kalian beda tujuh tahun apa itu tidak masalah untukmu?"


"Apa Magnolia mengizinkan para artisnya berkencan karena kau lebih dulu berkencan?"


Jemima yang memang tak berniat menjawab pertanyaan tentang hubungannya dengan Alezo semakin merasa terusik dengan pertanyaan terakhir. 'Tentu saja tidak. Mahen lebih dulu mengizinkannya!' pekik Jemima dalam hati.


"Sorry. I refuse to answer all questions about my relationship. Thankyou," ucap Jemima sopan.


Ia lalu melanjutkan langkah namun wartawan masih saja mengikutinya hingga Jemima kesusahan untuk berjalan. Sampai akhirnya Jemima terjatuh karena terdorong dan menginjak gaunnya sendiri.


"Ah...aw...aduh," seru Jemima yang terduduk di lantai.


Para wartawan bukannya segera menolong Jemima, malah hanya memperhatikan Jemima yang kesusahan untuk berdiri karena mengenakan sepatu hak tinggi.


Saat Jemima susah payah untuk berdiri tiba-tiba ia merasa tubuhnya dipapah dan dibantu berdiri. Ternyata Alezo. Sang kekasih membantunya berdiri lalu merapikan gaun bagian bawah Jemima yang tersingkap. Jemima menoleh ke pada Alezo yang memandangi para wartawan yang sudah pasti ia kesenangan mendapat momen mereka berdua.


"Aku yakin Jemima selalu menghargai kalian yang bekerja keras untuk meliput berita.  Namun sepertinya kali ini kalian keterluan," ucap Alezo dengan wajah tegas.


"Just stop when she's refuse to answer. Dia tidak harus terjatuh seperti ini dimana kalian bahkan tak membantunya berdiri," lanjutnya.


Seketika Jemima dan Alezo menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak. Di tengah kabar kencan mereka yang menghebohkan, kali ini mereka muncul berdua di hadapan media yang tentu saja akan menjadi santapan publik. Apalagi Alezo sebelumnya sudah hampir masuk ke mobil, namun kemudian berbalik menghampiri Jemima yang kesulitan menghadapi wartawan. Such a gentleman. Kini bahkan ia menggandeng erat tangan Jemima dan menuntun gadis itu berjalan menuju mobilnya. Tentu sebuah pemandangan langka ketika pasangan selebriti memamerkan kontak fisik di depan media.


Di perjalanan Jemima kebingungan karena Alezo diam seribu bahasa. Mereka duduk bersebelahan namun tanpa bercengkrama. Suasana semakin sepi karena driver Alezo tidak menyalakan musik. Jemima yang pasrah ketika Alezo mengajak ke mobilnya untung tak lupa mengabari Tita yang ia yakini pas terkejut mendengarnya.


"Alezo..." panggil Jemima pelan.


Alezo menoleh. Raut wajah gusar tergambar jelas di wajah tampannya.


"I'm sorry," tukas Alezo.


Jemima mengernyitkan dahi. "Untuk apa?"


Alezo menghela nafas lalu melonggarkan ikatan dasi dan melepaskan kancing teratas kemejanya.


"Aku harusnya bisa menahan diri. Kau mengatakan tak ingin memamerkan kebersamaan kita pada media untuk menjaga privacy. Namun tadi...aku malah menantang mereka," jelas Alezo.


Jemima terdiam mendengar penjelasan Alezo. Padahal Alezo melakukan hal yang mengesankan bagi Jemima. Namun ia justru merasa bersalah karena takut Jemima tak suka.


"Hey. You did a right thing. Kau membantuku. Masalah berita yang akan mereka tulis besok siapa peduli. I don't care," jawab Jemima tersenyum.


"Really? Kau tidak masalah dengan itu?"


Jemima menggeleng sambil tersenyum. "Aku justru bangga mengencani seorang gentleman sepertimu,"


Sungguh, Jemima memilih tak mengambil pusing dengan berita tentangnya dan Alezo yang akan muncul. Biarlah asal tak terlalu mengusik mereka berdua. Jemima saat ini hanya ingin memikirkan hal yang menyenangkan, karena muak dengan kegelisahan. Fakta ia dan Alezo berkencan nyatanya dianggap sebagai kabar bahagia bagi penggemar mereka. Sehingga tak ada yang perlu ia khawatirkan, bukan?


***