
Author POV
Saat ini sudah pukul 18.40 dan Cathlyne sudah berada di rumah Gabriel bersama Rey, Leo, Cia, mama papa LEO dan mama papa Gabriel sendiri. Ke 7 orang itu pun di buat bingung oleh Cia karna mereka bertamu ke rumah orang namun sampai sekarang belum ada tanda tanda sang tuan rumah datang.
"Cath, orang nya mana?" Tanya Alena, mama LEO
"Iya Cath, masa kita mau makan malam tanpa tuan rumah ya" Kata Ghina, mama Gabriel yang bahkan tidak tau bahwa ini rumah anak nya
"Sebentar lagi datang kok" Kata Cathlyne. Gabriel memang sudah memberitahu Cathlyne bahwa dia akan pulang sedikit telat karna masih banyak kerjaan kata nya dan menyuruh Cathlyne masuk duluan dengan kunci yang dia taruh di bawah keset depan
"Cath, sebenarnya ini rumah nya siapa sayang?" Tanya Arsenio, papa LEO
"Ada deh pa, pasti nanti kalian semua kaget" Kata Cathlyne yang membuat mereka semua penasaran
"Coba kamu chat Cath, dimana dia sekarang" Kata Garret, papa Gabriel
"Sudah om, kata nya dia sudah di jalan" Kata Cathlyne
"Sayang kamu beneran mau kita ngajak makan malam di sini?" Bisik Rey yang sedari tadi nyimak
"Iya, emang kenapa?" Tanya Cathlyne pada suami nya itu
"Makanan nya aja gak ada" Kata Rey
"Kalo ada makanan nanti takut nya ke buang" Balas Cathlyne yang membuat Rey menatap istri nya aneh
"Berarti sama aja kita gak makan malam dong?" Tanya Rey dengan dahi yang sudah berkerut
"Iya. Sebenarnya aku pake alasan makan malam untuk bikin kalian terkejut" Kata Cathlyne
"Aku gak ngerti" Kata Rey lalu bergerak bermain hp. Sedangkan Leo dan Cia sudah asik bermain dengan mama papa LEO, tentu saja mereka mengenal ke 2 orang tua itu karna Cathlyne dan Rey sendiri yang mengenalkan mereka pada anak anak nya. Kalo Leo dan Cia memanggil LEO dengan sebutan papa, seharusnya ke 2 anak itu harus memanggil ke 2 orang tua LEO dengan sebutan oma dan opa kan?
"Cathlyne, orang nya beneran akan datang kan?" Tanya Alena pada perempuan yang sudah dianggap anak kandung nya itu sendiri
"Iya ma" Jawab Cathlyne yang berusaha meyakinkan semua orang di situ
"Oh iya, Cathlyne mau tanya ke kalian boleh?" Tanya Cathlyne pada ke 4 orang tua itu
"Tanya aja sayang" Kata Alena yang di iyakan oleh yang lain nya
"Apa dulu di keluarga Anderson ada yang cinta sama Cathlyne selain LEO?" Tanya Cathlyne yang membuat ke 4 orang paruh baya itu membeku sedangkan Rey langsung menatap sang istri penuh
"Eng-Enggak ada, emang kenapa?" Tanya Arsenio. Cathlyne pun menghela nafas sambil menatap mantan calon mertua nya dan mama papa Gabriel itu
"Cathlyne hanya mau kalian jujur, because it distrubs my family now" Kata Cathlyne
"Apa yang terjadi nak?" Tanya Arsenio pada Cathlyne dan baru saja Cathlyne ingin menjawab suara mobil pun terdengar.
"Cathlyne diganggu oleh orang itu pa. Orang yang akan masuk dalam 3"
"2"
"1"
CEKLEKKKK
"Cath- Kal-kalian?!" Tanya Gabriel kaget saat melihat mama papa dan om tante nya berada di rumah nya lengkap dengan keluarga kecil Cathlyne
"LEO?!" Tanya mereka kaget bahkan Alena sudah berkaca kaca
Cathlyne pun berdiri lalu menghampiri Gabriel yang masih membeku dan menarik nya untuk mendekat pada ke 4 orang tua dan suami nya itu
"Dia bukan LEO tapi Gabriel" Kata Cathlyne yang membuat Gabriel menatap Cathlyne kaget sedangkan Alena, Arsenio, Ghina, Garret dan Rey terkejut dan tidak percaya secara bersamaan
"Ka-kamu sudah tau?!" Tanya Gabriel tak percaya
"Ya. Aku sudah tau kalo Gabriel orang yang mencintai aku sebelum LEO mencintai aku, aku tau kalo Gabriel dicampakan oelh keluarga Anderson karna dia ngaku kalo dia cinta sama aku, aku tau kalo Gabriel merubah wajah nya menjadi seperti LEO agar bisa dapatin perhatian yang aku kasih ke LEO dan aku juga tau kalo........."
"Kalo Gabriel yang selama ini menjadi penguntit sekali gus peneror untuk keluarga kecil aku" Lanjut Cathlyne yang membuat mereka sangat sangat terkejut sedangkan Gabriel hanya bisa terdiam dan tidak bisa berbuat apa pun terlebih di hadapan orang tua nya yang menatap nya penuh kecewa
"K-kamu yakin kalo dia Gabriel?" Tanya Ghina yang masih tidak percaya. Cathlyne pun mengeluarkan ponsel nya lalu memberikan ponsel nya yang memperlihatkan foto foto dan kertas yang berisi curhatan Gabriel.
"Itu semua Cathlyne temui di kamar Gabriel waktu Cathlyne ke rumah nya minggu lalu" Kata Cathlyne yang membuat Rey dan Gabriel menatap wanita itu dengan tatapan yang tidak dapat diartikan sedangkan ke 4 orang tua itu hanya fokus melihat dan membaca semua nya yang ada di hp Cathlyne
"Kamu ke rumah dia tanpa bilang aku?"
"Kamu ngegeledah rumah aku tanpa persetujuan aku?"
Tanya Rey dan Gabriel bersamaan pada wanita yang sama sama mereka cintai itu.
"Sorry karna aku bohong ke kamu mau pergi ke basecamp padahal aku ke rumah Gabriel, I'm so sorry Rey dan sorry karna gue geledah kamar lo tanpa permisi karna gue gak mau kekacauan ini terus terusan terjadi" Kata Cathlyne pada Rey dan Gabriel bersamaan. Jawaban Cia pun membuat Rey menghela nafas kasar sedangkan Gabriel menggaruk kepala nya frustasi
"Cath ini-"
"Kalo tante masih belum percaya, Tante bisa buktiin sendiri dengan liat tatto di leher nya" Kata Cathlyne. Ghina pun dengan kaku mulai berdiri lalu berjalan ke hadapan Gabriel dan setelah itu mendorong wajah cowo itu ke samping dan air mata nya menetes saat melihat tatto 'DER' yang membuktikan bahwa cowo itu benar anak nya.
PLAKKKKK
"Gabriel" Gumam Ghina setelah menampar Gabriel dengan kepala menggeleng kecewa sambil mundur menatap sang putra tak percaya
BUGHHHHH
"Kamu keterlaluan Gabriel! Kamu dengan nekat kabur dari Amsterdam ke Indonesia lalu mengusik keluarga Cathlyne?! Bahkan apa ini? Mengubah wajah kamu persis dengan sepupu kamu hanya demi merebut Cathlyne dari suami nya?!" Bentak Garret pada sang putra itu, dia benar benar merasa bersalah pada Cathlyne dan keluarga kecil nya karna kelakuan putra tunggal nya itu. Gabriel pun mengelap sudut bibir nya yang berdarah karna pukulan dari sang papa itu yang membuat Leo menutup kedua mata Cia agar tidak melihat aksi kekerasan itu.
"Gab, kenapa kamu lakuin ini sayang? Kenapa?" Tanya Ghina lemas
"Kenapa?! Mama tanya kenapa?! INI SEMUA KARNA KALIAN GAK NGEBIARIN AKU PERJUANGIN CINTA AKU KE CATHLYNE SAAT LEO BELUM CINTA SAMA CATHLYNE! INI SEMUA SALAH KALIAN! SALAH KALIAN YANG DENGAN SEENAK NYA MENGASINGKANN AKU SENDIRI KE AMSTERDAM! INI SALAH KALIAN KARNA KALIAN NGEJODOHIN CATHLYNE SAMA LEO BUKAN SAMA AKU! AU CINTA SAMA DIA! AKU YANG PERTAMA KALI BERNIAT BUAT JADIIN DIA ISTRI AKU DAN BANGUN KELUARGA BARENG DIA DAN ANAK ANAK AKU KEDEPAN NYA! INI SALAH LO REY! SALAH LO KARNA LO NGEREBUT CATHLYNE SAAT GUE SUDAH SIAP BUAT NGEJADIIN DIA ISTRI GUE JADI JANGAN SALAHIN GUE KARNA GUE MAU NGEREBUT CATHLYNE, LEO DAN CIA DARI HIDUP L-"
BUGHHHHH
"Bullshit!" desis Rey yang sudah tidak tahan terlebih saat dia melihat semua bukti di hp sang istri.
"Dengan kelakuan lo ini membuktikan kalo lo idiot brengs*k dan selama nya lo gak akan bisa ngerebut istri dan anak anak gue dari hidup gue" Kata Rey tajam. Gabriel yang panas mendengar itu pun langsung bergerak ingin menghantam Rey namun hal itu terhenti saat Arsenio menahan dan memberikan pukulan di pipi nya.
"Anggap saja ini hukuman karna kamu mengganggu putri saya" Kata Arsenio dingin yang malah membuat Gabriel yang sudah tersungkur itu terkekeh lalu menatap Alena yang masih menatap nya dengan pandangan sulit diartikan
"Kenapa tan? Tante juga mau mukul Gabriel karna sudah pake wajah anak tante dan mau ngerebut Cathlyne? Pukul aja tan" Kata Gabriel pada Alena namun tidak ada balasan dari wanita itu
"Ck, PUKUL GUE SEPUAS KALIAN! TAPI JANGAN HARAP GUE BERHENTI BUAT MENDAPATKAN CATHLYNE LAGI!" Teriak Gabriel yang membuat Rey menggeram kesal, ingin sekali dia menghabisi Gabriel jika saja tidak ada ke 2 orang tua laki laki itu
"Dan kamu kira dengan mereka tau siapa aku, aku bakalan ninggalin kamu lagi hum? gak sayang enggak" Kata Gabriel pada Cathlyne
"Stop Gab" Kata Cathlyne yang sudah terlanjur jengah
"Gak! aku gak bakalan stop, bahkan aku akan nyingkirin Rey kalo itu yang bikin kamu gak mau sama aku"
"GABRIEL!"
"APA PA?! PAPA GAK PERNAH NGERTIIN GABRIEL! SETIDAKNYA KALI INI PAPA DUKUNG GABRIEL" Seru Gabriel
"Papa gak bakalan dukung kamu dalam hal ini GABRIEL NATHANAEL ANDERSON!" Kata Garret tajam
"Kalo gitu Gabriel terpaksa lakuin ini" Kata Gabriel lalu menarik tangan Cathlyne berlari keluar dari rumah
"CATHLYNE!" Seru mereka semua lalu bergerak untuk mengejar Gabriel yang mencoba membawa Cathlyne kabur terutama Rey yang tidak bisa lagi menahan kaki nya untuk mengejar sang istri
"Le?" Panggil Cia pada Leo yang juga menggerakan kaki nya menuju pintu rumah
"Apa?"
"Kita ikut gak?" Tanya Cia pada kakak nya itu
"Kamu mau sendirian disini ama setan penunggu rumah ini?" Tanya Leo sambil merotasikan mata nya
"OGAH YOK" Seru Cia lalu menarik tangan Leo berlari menyusul para orang tua itu
Sedangkan di sisi lain, Cathlyne sudah memberontak namun cekalan Gabriel pada tangan sangat erat dan sangat susah bagi Cathlyne untuk melepaskan diri bahkan untuk berhenti saja dia tidak bisa karna Gabriel berlari dengan cepat dan berhenti di pinggir jalan raya.
Dengan nada ngos ngosan dan perut yang sudah mulai keram, Cathlyne pun mengelus perut nya yang mulai terasa sakit karna kecapean itu lalu menoleh ke belakang yang sudah ada Rey dan yang lain nya menyusul nya lalu wanita itu pun menoleh ke arah Gabriel yang juga menatap ke arah Rey yang sedang berlari lalu beralih menatap nya juga
"Apa yang mau lo lakuin hah?" Tanya Cathlyne sambil berusaha melepas cekalan tangan nya dari Gabriel namun lagi lagi gagal
"Kalo kita gak bisa bersama di dunia jangan harap orang juga bisa bersama sama kamu" Kata Gabriel tegas yang membuat Cathlyne memelototkan mata nya
"Jangan gilak Gabriel!" Seru Cathlyne lalu menoleh lagi dan menoleh pada Rey yang dikit lagi sampai bersama yang lain nya
"REYYYY!" Teriak Cathlyne yang sudah merasa cenat cenut di kepala dan perut nya sekali gus
Namun belum sempat Rey datang, Gabriel pun langsung menarik Cathlyne ke tengah jalan raya yang membuat Alena dan Ghina syok bahkan tidak bisa bergerak lagi sebab perut mereka seketika mules karna ketakutan jika terjadi sesuatu pada mereka berdua
"ANJING! BALIK LO BANGS*T!" Teriak Rey yang sekarang sangat khawatir pada Cathlyne apalagi saat melihat Cathlyne sudah meringis sambil memegangi perut nya.
"GAK!" Seru Gabriel
"Please Gab" Lirih Cathlyne karna perut nya terasa sakit terlebih saat melihat ada mobil nya melaju kencang ke arah mereka
"God please" Gumam Cathlyne
BRUAKKKKKKKKK
"LEO!"
Ya, bukan Cathlyne maupun Gabriel yang tertabrak melainkan Leo yang dengan cepat langsung mendorong mama nya sehingga Cathlyne terdorong ke pinggir jalan bersama Gabriel sedangkan tubuh kecil nya malah terhempas ke jalan raya, beruntung mobil itu sempat mengerem jadi tabrakan itu tidak terlalu keras namun berhasil membuat kepala Leo mengucur darah.
"LEO?!" Seru Rey saat melihat putra nya terkapar. Dia pun langsung melangkahkan kaki nya untuk menggendong Leo
"R-rey" Lirih Cathlyne yang membuat Rey menolehkan kepala nya kepada istri nya yang sudah ada darah di kepala dan ************ nya. Rey menjadi labil sekarang
"Selamatin istri kamu, Leo biar papa yang ngurus" Kata Arsenio lalu menggendong Leo yang membuat Rey langsung berlalu berlari menuju Cathlyne
"Rey sakit" Lirih Cathlyne sambil memegangi perut nya
"Ayok kita ke rumah sakit" Kata Rey lalu menggendong Cathlyne ala bridal style
"PAA OM GABLIEL PELGI!" Teriak Cia yang membuat Rey berbalik dan menoleh pada Cia yang sedang melempari batu ke arah Gabriel yang sudah berjalan terseok seok sambil memegangi kepala nya
"Om Garret tol-"
BRUAKKKKKK
"Gabriel!" Teriak Ghina histeris saat melihat tubuh Gabriel terhempas karna lagi lagi ada mobil yang menabrak nya (drama banget xixixi)
"Kamu bawa Cathlyne ke rumah sakit sekarang, biarin om yang ngurusin Gabriel" Kata Garret pada Rey yang membuat Rey langsung membawa Cathlyne menuju rumah sakit dengan taksi
"Kenapa semua nya jadi runyam sih?!" batin Rey sambil terus menenangkan Cathlyne yang terus mengeluh sakit. Hal itu membuat hati Rey tersayat apalagi mengingat kondisi Leo yang dia belum ketahui juga.
"Sabar sayang" Gumam Rey sambil terus mengecupi kening Cathlyne
Setelah 15 menit perjalanan, Mereka pun sampai di rumah sakit terdekat. Rey pun dengan cepat langsung meminta dokter untuk menangani Cathlyne. Di depan UGD pun, Rey sudah melihat ada Alena dan Arsenio yang duduk di kursi tunggu dan Rey yakin mereka menunggu Leo yang juga ada di dalam UGD. Cathlyne pun langsung di bawa masuk ke ruang UGD sedangkan Rey hanya bisa menunggu dokter keluar dan memberi tau keadaan Cathlyne.
"Gimana keadaan Leo ma, pa?" Tanya Rey pada Alena dan Arsenio itu
"Kita belum tau Rey, Leo masih ditangani sama dokter di dalam" Jawab Arsenio pada laki laki yang sudah dia anggap sebagai menantu nya sendiri. Rey pun merasa gagal menjadi suami sekaligus papa karna tidak dapat melindungi istri dan anak nya
"Tenang Rey, kita harus terus berdoa untuk mereka" Kata Alena pada cowo itu
"Iya ma"
Rey pun terus saja melayangkan doa untuk Cathlyne dan Leo, jika saja Gabriel juga tidak kecelakaan sudah Rey pastikan cowo itu habis di tangan nya. Tak lama kemudian suara derap kaki pun terdengar mendekat, Rey pun mendongak dan terlihatlah Elizabeth, Isabelle, Edgar dan papa nya berlari ke arah nya.
"Gimana keadaan Cathlyne, Rey?"
"Menantu mama gimana?"
"Leo sama Cathlyne gak papa kan Rey?"
"Anak sama ke 2 cucu papa gak kan?"
Pertanyaan itu mengalir dari mulut orang tua dan mertua nya secara berurutan yang membuat Rey bingung harus menjawab yang mana dulu.
"Rey belum tau keadaan Cathlyne sama anak Rey gimana karna dari tadi mereka belum juga keluar. Kita berdoa aja buat mereka" Kata Rey
"Pasti" Kata mereka bersamaan
"Kalian tau dari mana kalo Cathlyne sama Leo kecelakaan?" Tanya Rey
"Tadi Alena kasih tau ke mommy, awal nya mommy kaget tapi pas denger cerita nya mommy langsung ngerti trus ke sini" Kata Elizabeth
"Iya, mereka harus keadaan Cathlyne dan Leo jadi mama langsung telfon Elizabeth" Jelas Alena yang membuat Rey menganggung paham
"Oh iya, Cia mana?" Tanya Isabelle yang belum melihat cucu nya itu di sekitar sini yang membuat Rey menepuk dahi nya. Kenapa dia bisa melupakan putri mucil nya itu?
"Rey lup-"
"PAPAAAAA!" Teriakan cempreng khas Cia menggema di lorong rumah sakit itu yang membuat mereka semua menoleh ke arah suara itu dan terlihat lah anak perempuan yang sedang berlari ke arah mereka itu dan
BUCKK
"AUUUUU CAKIT BANGET CIHHH" Seru Cia saat dia terjatuh dengan pose yang tidak enak dilihat karna terinjak tali sepatu nya sendiri
"CIAA" Seru Rey spontan ketika melihat sang putri terjatuh namun saat dia ingin menghampiri Cia, gadis itu malah berteriak melarang nya untuk mendekat
"NO! JANGAN DEKET DEKET! CIA MASIH MALAH SAMA PAPA HUH!" Teriak Cia sambil mengelus lutut nya yang terasa sakit itu lalu meringis saat dia menyadari semua orang menatap nya lalu berjalan berjalan cepat dia menghampiri sang papa.
"Papa nakal! maca Cia di tinggal cendiri di pinggil jalan?! Untung Cia pintel jadi Cia panggil opa Gallet tlus ikut cama opa, kalo enggak pasti Cia jadi gembel di jalan" Kata Cia garang yang malah terlihat menggemaskan menurut semua orang tua yang ada di situ termasuk Rey
"Ya maaf sayang. Papa panik pas liat mama sama Leo berdarah" Kata Rey penuh perhatian
"Oh iya Cia lupa, solly" Kata Cia sambil menggaruk rambut nya yang tak gatal itu.
"Gak papa sayang" Kata Rey sambil tersenyum lalu mengelus kepala sang putri itu
"Ah papa baru ingat, dimana oma Ghina sama opa Garret?" Tanya Rey pada Cia
"Tadi antal om Gablil ke luang oplaci. Oh iya Cia jadi melaca belcala kalna ngelempalin om Gabliel batu" Kata Cia dengan raut menyesal
"It's not your fault Ci" Kata Alena menenangkan
"Benelan?" Tanya Cia pada oma Alena nya itu
"Iya sayang" Jawab Alena dengan suara lembut khas nya yang membuat Cia tersenyum
"Cia sini sama oma" Panggil Elizabeth yang membuat Cia berjalan ke arah sang om lalu duduk sambil mengobrol dengan ke 3 oma nya itu yang tak lain adalah Elizabeth, Isabelle dan Alena
"Kayak nya Ghina lagi sedih banget sekarang, aku sama mas Arsen nyusulin dia dulu ya? Kalian kabarin ke kita kalo Leo atau Cathlyne sudah keluar dari UGD ya?" Kata Alena pada Elizabeth dan yang lain nya
"Bener kata Alena, gimana pun juga Gabriel itu keponakan kita dan Ghina itu adik aku jadi kita jjuga harus ada disana" Kata Arsenio
"Iya, kalian susulin Ghina aja nanti kita kabarin keadaan Cathlyne dan Leo" Kata Edgar pada mantan calon besan nya itu
"Yaudah, kita pamit dulu ya" Kata Alena sebelum pergi dengan sang suami menuju ruang oprasi di mana sudah ada Ghina dan Garret
Rey pun duduk di kursi tunggu di depan UGD untuk menunggu Cathlyne dan Leo yang sedang dalam penanganan dokter, dia mengusar rambut nya frustasi. Rey takut jika dia kehilangan mereka, dia takut sangat takut.
"Tenang son, they will be fine" Kata sang papa pada Rey itu
"Iya pa" Balas Rey
Mereka pun terus berdoa untuk Leo dan Cathlyne hingg 10 menit kemudian, dokter yang menangani Leo pun keluar.
"Dengan keluarga saudara Leonardo?"
"Iya kami keluarga dok" Kata Edgar pada sang dokter
"Keadaan Leonardo tidak terlalu parah, dia tidak sadarkan diri karna syok terhadap tabrakan yang terjadi pada diri nya dan luka di pelipis nya juga tidak mengeluarkan banyak darah yang akan membahayakan tubuh nya dan luka itu juga sudah kami jahit sebanyak 3 jahitan saja. Mungkin saudara Leonardo sebentar lagi sadar dari pengarus obat bius nya dan kami akan memindahkan nya ke ruangan" Jelas dokter yang membuat mereka sedikit merasa lega karna tidak ada yang serius terjadi pada Leo
"Terima kasih dok" Kata mereka sebelum dokter itu meninggalkan mereka
Baru saja mereka ingin duduk lagi, dokter yang menangani Cathlyne keluar dari ruang UGD yang membuat mereka kembali berdiri lalu mulai mendekati sang dokter itu.
"Dengan keluarga nyonya Cathlyne?" Tanya sang dokter untuk memastikan yang membuat mereka semua mengangguk
"Dengan berat hati saya kata kan bahwa nyonya Cathlyne keguguran" Kata dokter itu yaang membuat mereka semua lemas bahkan Elizabeth dan juga Isabelle sudah menangis dipelukan sang suami masing masing sedangkan Rey menatap dokter itu sayu karna mata nya yang sudah berkaca kaca
"Ke-keguguran?" Tanya Rey
"Iya pak, nyonya Cathlyne keguguran akibat kelelahan dan juga benturan keras pada perut nya terlebih usia kandungan nyonya Cathlyne masih sangt muda dan belum kuat sedangkan kondisi nyonya Cathlyne sendiri tadi sempat kritis karna kehilangan lumayan banyak darah akibat pendarahan namun bisa kami tangani karna kami masih ada stok darah yang sama dengan golongan darah nyonya Cathlyne. Saya saran kan nyonya Cathlyne jangan terlalu banyak fikiran dulu karna itu bisa mempengaruhi kesehatan nya. Saya permisi" Kata sang dokter lalu pergi meninggalkan Rey dan keluarga nya yang sangat syok mendengar itu.
"Pa, Rey gagal jagain anak Rey pa" Lirih Rey
"No son, kita semua yang gagal" Kata sang papa yang berusaha menenangkan sang anak dan juga istri nya yang sangat syok itu sedangkan Edgar menenangkan Elizabeth dan mengelus kepala Cia tanpa ekspresi namun di dalam hati nya dia sangat terpukul.
Hospital bed Leo pun keluar dari ruang UGD dan akan di bawa ke ruangan VVIP yang sudah mereka pilih dan begitu juga dengan hospital bed Cathlyne yang di bawa ke ruangan yang sama dengan Leo agar mereka tidak perlu menjaga mereka secara terpisah.
Mereka pun ikut berjalan mengikuti sang perawat yang mendorong hospital bed Leo dan Cathlyne menuju ruangan mereka. Setelah masuk ke ruangan, mereka pun menatap 2 orang itu dengan tatapan sendu.
"Rey bingung harus bilang kayak mana ke Cathlyne kalo- k-kalo anak kita udah gak ada" Kata Rey memecah keheningan
"Daddy tau Cathlyne kuat dan dia pasti bisa perlahan lahan menerima nya asal kan kamu juga mengiklaskan anak kalian dan juga mendukung Cathlyne untuk melupakan tentang ini" Kata Edgar pada sang menantu
"Edgar benar, kita harus iklas dan bantu Cathlyne buat bangkit bukan malah bikin dia down dengan ngeliat kita sedih kayak gini" Kata Papa Rey membenarkan ucapan sang besan
"Akan Rey usaha in pa, dad" Kata Rey lalu bergerak untuk mencium kening Cathlyne dan Leo yang masih setia memejamkan mata nya.
"Pa" Panggil Cia yang sedari tadi hanya diam. Rey pun menoleh ke arah sang putri yang sudah berkaca kaca
"Apa arti nya Cia gak jadi punya adek?" Tanya Cia dengan nada sumbang nya. Suara Rey pun tertahan di tenggorokan saat melihat bulir air mata Cia akan terjatuh. Semua nya pun menatap anak kecil itu dengan tatapan kasihan karna mereka tau hancur nya saat mendengar hal ini.
"Ci, kit-"
"No oma. Cia mau dengel jawaban dari papa dulu" Kata Cia memotong ucapan sang oma lalu menatap Rey
"Maafin papa Ci, papa gagal jagain adek Cia jadi dia pergi" Hanya itu yang bisa keluar dari mulut Rey, tentu saja membuat bulir air mata Cia terjatuh
"Apa ini salah Leo?"
Suara anak laki laki pun terdengar yang membuat mereka seketika menoleh pada Leo yang sudah terduduk sambil menatap mereka dengan tatapan yang sulit untuk di artikan bahkan Rey pun tidak tau harus ngomong apa pada anak nya itu.
"Apa ini karna Leo dorong mama trus akhirnya mama jatuh dan bikin adek Leo pergi?" Tanya Leo pada kumpulan orang yang jauh lebih tua dari nya itu.
"JAWAB PA!" Bentak Leo karna tidak mendapatkan jawaban apa apa dari sang papa. Rey tidak mempersalahkan Leo yang membentaknya karna pasti ini juga sulit bagi Leo.
"Leo ini bukan salah Leo sayang, malahan Leo yang udah nyalamatin mama" Kata Elizabeth halus
"Leo nyelamatin mama, tapi Leo gak bisa nyelamatin adek" Lirih Leo lalu bergerak untuk melepas infus nya dan bergerak naik menuju ranjang sang mama yang membuat Rey ingin menghentikan nya namun di tahan oleh Edgar
"Ma, maafin Leo" Kata Leo dengan nada bergetar. Cia pun juga ikut naik ke ranjang Cathlyne lalu memeluk badan Cathlyne
"Maafin Cia juga karna gak bisa bantuin mama hiks" Kata Cia yang sudah mengeluarkan isakan nya.
"Ma, Leo salah maaf" Kata Leo.
Cowo itu pun terus menggumamkan kata maaf untuk sang mama yang membuat Rey menitikan air mata nya lalu berjalan mendekati Leo setelah itu mengusap kepala Leo, tak lama kemudia mata Cathlyne perlahan terbuka dan melihat Cia, Leo dan Rey yang duduk di ranjang nya dengan air mata di mata mereka
"Mamaa"
"Cathlyne"
Ucap Leo dan Rey bersamaan saat melihat Cathlyne membuka mata nya. Elizabeth, Isabelle, Edgar dan Papa nya Rey pun langsung menghampiri Cathlyne.
"Ma, maafin Leo hiks maaf" Tangis Leo pun pecah saat Cathlyne menatap nya. Tentu saja Cathlyne di buat bingung oleh Leo apalagi Cia yang juga sudah menangis sedari tadi dan Rey yang menatap nya sendu
"Hey, what happen?" Tanya Cathlyne
"Maafin Leo kar-"
"LE! NO"
"I DON'T CARE PA!" Seru Leo
"Ada apa sih?!" Tanya Cathlyne yang melihat Leo membentak sang papa. Anak laki laki itu tidak akan membentak siapa pun kalau tidak ada sebab nya, Cathlyne dan Rey pun tau tentang hal itu.
"Bukan waktu nya son" Lirih Rey
"Apa nanti mama gak akan marah kalo papa ngelahasiain ini dari mama berhali hali hah?" Tanya Leo sinis. Hal itu semua orang tua disitu membenarkan omongan bocah laki laki itu di dalam hati
"Le, tell me what happen" Kata Cathlyne
"I'm sorry ma, Leo gak bisa jagain adek" Kata Leo yang membuat Cathlyne teringat akan bayi nya
"Bilang ke mama kalo adek baik baik aja Le" Kata Cathlyne dengan suara bergetar sambil menyetuh perut rata nya
"BILANG LEONARDO!" Bentak Cathlyne. Leo pun menatap sang mama lalu dengan cepat memeluk sang mama dan menangis di leher Cathlyne yang membuat wanita itu ikut menangis karna dia paham arti dari aksi Leo dan juga ekspresi semua orang di ruangan itu
"Maaf ma, Leo payah. Leo bukan kaka yang hebat bahkan Leo yang udah bikin kita kehilangan adek" Kata Leo dalam tangis nya
"Ma. Cia minta maaf karna gak bisa jagain mama dan adek" Kata Cia lalu ikut juga memeluk leher sang mama yang masih menangis.
Elizabeth yang tidak kuat melihat itu pun langsung keluar dari ruangan dengan tangis nya yang diikuti oleh Isabelle. Edgar dan papa nya Rey pun ikut keluar untuk menyusul istri mereka sekaligus memberikan ruang untuk keluarga kecil putra putri nya itu.
"Sayang maafin aku karna aku gagal jadi papa, aku gak bisa bikin dia tetap hidup. Maaf honey maaf" Lirih Rey yang juga sudah mengeluarkan air mata nya. Sungguh ini pukulan terbesar untuk keluarga mereka.
"Kenapa hiks? Kenapa Tuhan harus ambil dia dari aku hah? Kenapa Rey?! Kenapa Dia gak biarin kita hidup bahagia dengan anak baru kita?! Kenapa Dia ngasih trus seenak nya dia ambil lagi hah?! Kenapa Dia ambil anak aku?!" Seru Cathlyne dengan tangis nya yang sudah pecah
"Cath-" Kata Rey yang juga sudah tidak bisa berkata kata lagi.
Mereka pun terus menangis bersama, menyalahkan diri sendiri atas kepergian calon anggota keluarga baru mereka. ruangan itu bagaikan saksi bisu kehancuran keluarga mereka untuk pertama kali.
"Maafin Leo ma" Hanya itu yang bisa Leo ucap kan terus menerus
"Cia juga minta maaf ma hiks"
"Ini bukan salah kalian kids, stop crying okay?" Kata Cathlyne sambil menghapus air mata kedua anak nya itu. Dia bisa melihat rasa bersalah di mata Leo, Cia dan juga sang suami.
"Ini juga bukan salah kamu Rey" Kata Cathlyne pada Rey lalu tersenyum manis
"Jangan tunjukin senyuman itu Cath, it's make me more hurt" Kata Rey saat melihat senyuman itu
"Bukan nya seneng liat istri senyum juga" Kata Cathlyne lalu terkekeh pelan. Rey tau Cathlyne sedang berusaha menutupi kesedihan nya itu
"Mama sudah gak sedih?" Tanya Cia dengan mata sembab nya itu
"Mama gak sedih kalo kalian juga gak sedih" Kata Cathlyne pada kedua anak nya itu
"Leo sudah gak sedih lagi kok, mama jangan nangis lagi" Kata Leo sambil mengusap sisa sisa air mata di pipi Cathlyne
"Iya Le, mama gak nangis lagi kok" Kata Cathlyne lalu tersenyum
"Leo jangan merasa bersalah lagi karna harus nya mama yang berterima kasih karna Leo sudah mau nolongin mama waktu mau ke tabrak tadi" Kata Cathlyne ketika mengingat pengorbanan Leo tadi
"Iya ma" Jawab Leo
"Gimana keadaan Leo hum? Badan nya sakit ya?" Tanya Cathlyne lembut
"Gak kok, gak sakit" Kata Leo bohong padahal tubuh nya sangat lemas dan kepala nya juga masih pusing namun dia tidak ingin mama nya merasa sedih lagi karna keadaan nya, dia tau mama nya itu masih sedih.
"Bagus deh" Kata Cathlyne pada Leo lalu beralih pada Cia yang menatap nya
"Cia juga jangan minta maaf terus ya? Cia gak salah apa apa disini" Kata Cathlyne pada anak perempuan nya itu
"Benelan?" Tanya Cia pada sang mama
"Iya sayang" Kata Cathlyne lalu mengecup dahi Cia singkat yang membuat sang empunya tersenyum
"Rey, jangan terus merasa bersalah ok? you're the best dad ever, don't cry" Kata Cathlyne pada suami nya yang masih terlihat sedih itu.
"And you're the the mom ever" Kata Rey lalu membawa Cathlyne, Leo dan Cia ke dalam pelukan nya.
Mereka pun terus berpelukan untuk menenangkan hati mereka masing masing walaupun dalam hati Rey dan Cathlyne masih sangat sakit saat mengingat kenyataa n bahwa mereka baru saja kehilangan bayi mereka
"Cathlyne, i love you. Stay strong for me and our children please" Bisik Rey pada Cathlyne
"I will. I love you too"
*****************************
Sudah 2 minggu Cathlyne di rawat di rumah sakit sudah 2 minggu juga mereka berusaha menyembuhkan luka mereka sebenarnya Cathlyne sudah bisa pulang dari beberapa hari yang lalu namun Edgar dan Rey bersikuat untuk menyuruh Cathlyne tetap stay di rumah sakit agar bisa istirahat total. Perlahan lahan Cathlyne pun sudah mulai bisa mengiklaskan kepergian calon anak mereka itu, dia sadar bahwa Tuhan berhak ngambil anak nya kembali.
Begitu juga dengan seluruh keluarga nya, mereka juga perlahan lahan mulai merelakan kepergian calon anak Cathlyne itu. Edgar pun menegaskan bahwa tidak ada yang boleh mengungkit kejadian itu lagi, hal itu bertujuan agar Cathlyne bisa bebas dari rasa sedih nya dan bisa melanjutkan hidup nya tanpa rasa sedih yang terus menghantui putri nya itu.
Kakak kakak nya dan juga teman teman dari DeadScorpio serta DarkLion juga sering sekali mengacau ke ruangan Cathlyne kata nya sih mau ngejengukin Cathlyne padahal mereka hanya datang untuk memakan makanan yang di bawa oleh Elizabeth. Alena dan Arsenio pun juga ikut berkumpul dengan 2 anggota geng itu karna sudah lama tidak bertemu dan sekali nya bertemu langsung bertemu dengan mereka yang sudah menikah dan punya anak semua.
Saat ini Cathlyne pun sedang duduk di ranjang rumah sakit nya sambil menyenderkan kepala nya di bahu Rey yang sedang menyuapi nya buah pear yang sudah dia cuci tadi. Mereka sedang berduaan menonton drama korea sambil makan buah sebenarnya Rey sempat menolak ajakan Cathlyne pun menonton drakor namun dengan segala rayuan nya, Cathlyne pun berhasil membuat Rey pasrah lalu ikut menonton drama korea itu bersama sama.
Sedangkan Leo dan Cia, mereka sedang berjalan jalan dengan oma opa nya karna Leo sudah beberapa hari yang lalu membaik dan sebenarnya sudah bisa pulang namun dia keukeh masih ingin di rumah sakit untuk menemani Cathlyne tentu nya tanpa jarum infus di tangan nya.
"Rey"
"Hum?"
"Gabriel gimana?" Tanya Cathlyne. Dia memang sudah beberapa kali mengunjungi Gabriel, dia ingin berusaha memaafkan cowo yang sudah terbaring lemah itu. Ya, Gabriel koma sudah 2 minggu lebih ini.
"Kondisi nya masih gitu gitu aja sayang, mau jengukin lagi?" Tanya Rey pada sang istri
"Emang boleh?" Tanya Cathlyne sambil menatap Rey
"Ya boleh dong, asalkan tetap sama aku kayak kemarin kemarin" Kata Rey lalu tersenyum
"Yaudah ayok" Ajak Cathlyne yang membuat Rey bergerak untuk berdiri dari duduk nya lalu membantu Cathlyne untuk turun dari ranjang rumah sakit nya.
Mereka pun perlahan berjalan menuju ruangan Gabriel yang tidak jauh dari ruangan Cathlyne karna Garret memilihkan ruangan VVIP juga untuk Gabriel. Setelah sampai, Cathlyne dan Rey pun masuk ke dalam ruangan itu yang sudah ada Alena, Arsenio, Ghina dan Garret. Mereka pun sudah tau tentang berita pahit itu dan mereka juga membantu Cathlyne untuk bangkit kembali.
"Cathlyne, sudah enakan sayang?" Tanya Alena pada Cathlyne itu
"Udah kok ma" Jawab Cathlyne lalu tersenyum
"Oh iya, kamu mau susu strawberry gak? Tadi papa beli cuma gak ada yang mau, kebetulan ada kamu" Kata Arsenio pada Cathlyne yang sudah duduk di sofa di tengah tenagh Alena dan Ghina dengan Rey yang yang sudah mulai ngobrol dengan Garret yang tidak jauh dari topik bola atau pun perusahaan.
"Mauuu, Cathlyne udah lama banget gak minum susu strawberry" Kata Cathlyne yang membuat Arsenio tersenyum lalu menyerahkan 1 kotak susu strawberry pada wanita itu
"Udah gede masih aja suka minum susu strawberry" Cibir Ghina berniat bercanda
"Biarin aja, mama sama papa aja biasa aja wle" Kata Cathlyne lalu menjulurkan lidah nya pada Ghina yang membuat mereka tertawa
"Oh iya, anak anak pada kemana?" Tanya Alena pada Cathlyne
"Lagi sama mommy jalan jalan" Jawab Cathlyne yang membuat Alena ber oh ria
"Gabriel belum ada perkembangan tan?" Tanya Cathlyne, Ghina pun tersenyum kecil lalu menggeleng
"Belum Cath, tante kasian sama dia. Tante sekarang sadar kalo gak seharusnya tante biarin dia hidup sendiri, apalagi pas ngebaca curhatan dia waktu itu. Andai aja tante gak mengasingkan dia dan bisa bantu dia move on dari kamu, pasti kejadian kejadian ini gak terjadi dan dia juga mungkin sekarang sudah menikah dan hidup bahagia bukan terbaring koma seperti ini. Maafin Gabriel ya Cath" Kata Ghina yang sudah meneteskan air mata nya
"Udah tan, itu semua sudah berlalu. Cathlyne dan Rey juga lagi berusaha buat maafin Gabriel, Cathlyne tau Gabriel itu baik banget orang nya, Cathlyne bisa rasain pas waktu itu di rumah nya. Dia perhatian banget sama Cathlyne. Jadi kita sekarang berdoa aja untuk kesembuhan Gabriel" Kata Cathlyne sambil mengusap bahu Ghina yang membuat sang empunya mengangguk lalu tersenyum kecil
"Iya, makasi ya sayang" Kata Ghina
"Sama sama" Kata Cathlyne
"Udah gak usah sedih sedih lagi, mending kita cerita cerita yang lain aja" Kata Alena mengalihkan topik
Mereka pun terus mengobrol ria. Hingga tak terasa sudah hampir 3 jam Cathlyne dan Rey disini dan sekarang mereka bergerak untuk kembali ke ruangan Cathlyne karna wanita itu sudah mengeluh mengantuk pada sang suami nya.
"Ma, pa, tan, om, Cathlyne balik ke ruangan dulu ya?" Pamit Cathlyne pada semua orang di ruangan itu
"Iya sayang, Rey jagain Cathlyne" Kata Alena
"Iya ma" Jawab pasangan suami istri itu bebarengan yang membuat 4 orang tua di situ tersenyum manis ke arah ke 2 nya.
Rey pun bergerak untuk membuka pintu ruangan itu untuk sang istri nya itu namun saat Cathlyne ingin keluar dari ruangan itu, langkah nya terhenti karna suara seseorang menghentikan nya
"Cath" Lirih Gabriel
Ya, Gabriel! Entah kekuatan dari mana ia dia membuka mata nya lalu memanggil Cathlyne namun hal itu sudah pasti membuat mereka terkejut bukan main. Ghina pun langsung saja menghampiri putra nya itu dan mengelus kepala Gabriel dengan senyum di wajah nya sedangkan Garret sudah memencet nurse call agar dokter cepat datang ke ruangan Gabriel
"Cath" Lirih Gabriel lagi yang membuat Ghina menatap Cathlyne penuh harap. Cathlyne pun menatap Rey yang ternyata mengangguk. Dengan perlahan Cathlyne pun berjalan menuju hospital bed Gabriel yang sudah menatap nya dengan mata sayu nya.
"H-hai. Are you okay?" Tanya Cathlyne kaku
"No, i'm not." Jawab Gabriel sambil menggelengkan kepala nya samar
"Jad-"
"Tuhan kasih aku kesempatan buat minta maaf ke kamu Cath" Sela Gabriel yang membuat Cathlyne berhenti berbicara dan semua nya menatap Gabriel dengan tatapan yang tidak bisa diartikan
"Forgive me Cath. Semua yang aku lakuin adalah wujud cinta aku ke kamu tapi cara aku salah dan malah bikin kamu terusik, aku minta maaf. Aku minta maaf kalau karna aku kamu kehilangan sesuatu yang berharga, aku gak tau itu benar atau enggak tapi tadi di dalam mimpi aku denger kamu nangis kejer karna aku. Aku juga denger LEO yang minta aku buat minta maaf ke kamu, dia bilang ke aku kalau kamu sedih karna aku dan aku gak suka hal itu Cath. LEO sudah nyadari aku kalo apa yang aku lakuin selama ini salah, aku minta maaf." Kata Gabriel dengan nada lirih nya yang berhasil membuat Cathlyne menitikan air mata nya begitu juga Alena dan Ghina
"Aku tau mungkin aku udah gak bisa di maafkan tapi setidaknya aku sudah minta maaf dengan tulus ke kamu. Aku mau kamu bisa hidup bahagia dengan Rey, Leo dan Cia dan ngebangun keluarga bahagia yang selam ini aku idamkan" Lanjut Gabriel dengan senyum nya
"Aku juga mau minta maaf ke tante Alena dan om Arsenio karna ku dengan seenak nya niruin wajah LEO dan nyakitin hati kalian. Oh iya, LEO tadi bilang kalo dia sayang banget sama kalian kata nya dia seneng tante Alena tambah chubby" Kata Gabriel lalu terkekeh pelan
"Dia juga nyuruh aku bilang ke om Arsenio buat jangan lupa olahraga supaya perut nya gak buncit apalagi selama gak ada LEO yang nyuruh om buat olahraga" Lanjut Gabriel pada om nya itu. Alena sudah tidak bisa menahan tangis nya lagi
"Aku juga mau minta maaf sama mama papa, maaf karna aku belum bisa banggain mama sama papa. Maaf karna aku belum bisa jadi anak yang baik buat kalian" Kata Gabriel sambil menatap mama dan papa nya.
"Enggak sayang, ini salah mama" Kata Ghina dengan isakan nya sedangkan Garret hanya diam dengan setitik air mata nya yang sudah meluruh
"No, mama gak salah. Makasih karna sudah jadi mama yang baik untuk Gabriel ma" Kata Gabriel sambil menatap sang mama
"Makasih sudah jadi papa hebat buat Gabriel pa, maaf karna kelakuan Gabriel keterlauan selama ini" Kata Gabriel menatap sang papa
"Forget it son" Kata Garret yang juga sangat sedih itu
"Dan terakhir, aku mau minta maaf sama lo Rey" Kata Gabriel yang sudah mengalihkan pandanga nya pada Rey yang berdiri di belakang Cathlyne.
"Maaf karna gue udah berusaha ngacauin keluarga lo, maaf karna gue udah mau ngerebut Cathlyne dan anak anak dari lo buat kesenangan pribadi gue sendiri. Maaf karna gue udah nerror lo dan segala macam nya. LEO bilang ke gua kalo lo orang yang tepat untuk Cathlyne, dia senang ternyata lo nurutin keinginan terakhir nya dulu. Dia juga makasih karna lo udah ngenalin dia ke Cia dan Leo, di senang karna mereka manggil dia papa. LEO bilang dia gak nyesel ninggalin Cathlyne ke lo." Kata Gabriel pada Rey
"Itu kewajiban gue" Jawab Rey yang ada sedikit rasa sedih di hati nya sama seperti saat LEO meninggalkan mereka
"Cath, kamu harus selalu bahagia. Jangan sedih karna aku dan LEO gak akan pernah suka itu, jaga diri kamu baik baik dan jangan sakit. Jaga anak anak dengan baik, aku tau kamu mama yang keren dan kuat untuk Leo dan Cia. Jangan lupain aku dan LEO ya?" Kata Gabriel pada Cathlyne yang hanya bisa diangguki oleh Cathlyne yang sudah menangis itu
"Jangan nangis, it's hurt me so much" Kata Gabriel lalu bergerak mengusap air mata Cathlyne yang justru membuat air mata Cathlyne semakin mengalir deras. Gabriel pun tersenyum kecil melihat nya.
"LEO bilang kalo pinter nyanyi, boleh aku denger kamu nyanyi sambil ngusap rambut aku?" Tanya Gabriel pada Cathlyne yang langsung diangguki oleh Cathlyne.
Cathlyne pun bergerak untuk duduk di hospital bed lalu membawa kepala Gabriel ke paha nya lalu mulai mengusap kepala cowo itu dengan lembut lalu mulai menyanyi.
"Don't stay away for too long, don't go to bed" Cathlyne pun mulai bernyanyi sambil meresapi lirik nya, bisa kan sekarang dia egois dan berharap agar Gabriel tetap hidup?
"I'll make a cup of coffee for you head, It'll get you up and out of bed"
Nyanyian Cathlyne tersendat sendat karna tangis nya tak ingin berhenti apalagi saat Gabriel menutup mata nya.
"Don't stay away for too long, don't go to bed, I'll make a cup of coffee for you head, It'll get you up and out of bed"
TITTTTT TITTTTT TITTTTTTT
Tangis Cathlyne pun pecah saat suara Elektrokardiograf (perekam detak jantung) pun berbunyi dan menampilkan garis lurus namun Cathlyne belum juga menghentikan nyanyian nya dan elusan di kepala Gabriel. Bahkan Garret menghentikan dokter saat ingin menangani Gabriel dan membiarkan Cathlyne terus bernyanyi dan mengelus kepala putra nya
"Don't hiks stay away hiks for too long hik hiks don't go to bed, i'll make a cup of coffe for hiks your head hiks it'll get you up and hiks out of bed" Suara nyanyian dan tangisan Cathlyne yang bercampur menjadi satu itu terdengar sangat menyayat hati bahkan Rey sudah berkaca kaca melihatnya sedangkan yang lain nya sudah nangis kejar termasuk Cathlyne yang masih mengelus kepala Gabriel dengan air mata yang terus mengalir dengan deras membasahi wajah dan rambut Gabriel itu.
"Please, don't stay away hiks hikss Gab hikss" Kata Cathlyne. Entah kenapa rasa ini sangat sakit sama seperti saat dia kehilangan LEO.
"GABRIEL!" Seru Ghina histeris saat anak nya itu sudah tiada.
"Gab, bangun kan gue udah nyanyiin lo lagu. Segitu bagus nya suara gue sampe bisa bikin lo tidur hah? Hikss hikss" Tanya Cathlyne dengan tangisan nya.
"Cathlyne, turun yuk. Biarin dokter yang nanganin" Ajak Alena sambil mengusap air mata yang ada di pipi.
"Kenapa Gabriel tidur padahal Cathlyne sudah capek capek nyanyi ma?" Tanya Cathlyne sedih.
"Gabriel sudah tenang karna kamu Cath, iklasin ya?" Kata Alena yang membuat Cathlyne mengangguk lalu dengan berat memindahkan kepala Gabriel ke bantal lalu turun dari hospital bed Gabriel dan langsung menumpahkan air mata nya di bahu Alena dan membiarkan dokter datang menghampiri Gabriel
"Ma, kenapa ini sakit? Kenapa Cathlyne sedih hikss?"Tanya Cathlyne di tengah tengah tangis nya
"Itu arti nya kamu sayang sama dia seperti saudara" Jawab Alena menenangkan
"Catat waktu kematiaan pasien, pukul 20 lewat 8 menit 24 detik" Kata dokter pada suster. Mereka pun yang mendengar itu semakin mengeluarkan air mata nya bahkan Rey dan Arsenio saja sudah mengeluarkan air mata nya.
Cathlyne pun menguarikan pelukan nya pada Alena lalu beralih memeluk Rey erat yang tentu nya di balas oleh Rey.
"Rey hiks, aku sedih hiks, hati aku sakit hiks hiks" Kata Cathlyne pada sang suami
"Iya aku ngerti, keluarin semua nya Cath" Suruh Rey yang membuat tangis Cathlyne semakin pecah.
"Gabriel sekarang sudah sama LEO disana, kamu iklas ya?" Kata Arsenio pada Cathlyne
"Cathlyne lagi berusaha pa, Cathlyne sudah iklas dengan kepergian LEO dan sekarang Cathlyne berusaha bukan nge iklasin Gabriel. Tadi dia juga bilang kan kalo dia sama LEO gak suka ngeliat aku sedih, jadi aku berusaha untuk gak sedih tapi gak bisa. Cathlyne sekarang lagi sedih pa, ngeliat Gabriel sekarang sama aja ngingetin aku sama kematian LEO. Cathlyne berasa lagi kehilangan 2 orang secara bersamaan pa, Cathlyne sedih. Cathlyne kehilangan Gabriel dan LEO secara bersamaan, sakit rasa nya" Kata Cathlyne dengan tangisan pecah nya yang membuat semua nya ikut menangis.
"Sekarang Cathlyne sudah kehilangan 3 orang yang Cathlyne sayang dari LEO, anak Cathlyne dan sekarang Gabriel. Cathlyne gak kuat pa" Kata Cathlyne lalu mengeratkan pelukan nya pada Rey yang saat ini juga sedang menahan tangis nya.
"Tante mohon iklasin Gabriel ya Cath, demi dia" Kata Ghina dengan tangis nya
"Cathlyne coba tan" Kata Cathlyne
"Biar om yang ngurus pemakaman Gabriel" Kata Garret
"Om" Panggil Cathlyne yang membuat pria paruh baya itu menatap Cathlyne
"Bisa gak makam Gabriel di bikin di sebelah LEO?" Tanya Cathlyne pada pria itu
"Bisa sayang, kan LEO di makamkan di makan khusus keluarga Anderso jadi pasti masih ada space di sebelah nya" Kata Garret dengan senyum kecil nya yang membuat Cathlyne mengangguk.
"Ayok kita antar Gabriel ke tempat peristirahatan terakhir nya" Ajak Arsenio pada putri nya itu.
"Ayok"
**********************
Di sini lah mereka, makam keluarga Anderson. Proses pemakaman sudah berakhir sedari tadi namun Cathlyne, Ghina, Alena, Elizabeth, Isabelle, Rahel, Elia dan para suami mereka masih di sini tak lupa dengan 2 bocah yang ikut nyempil di sana.
"2 makam, 2 orang berbeda, tapi 1 wajah yang sama" Kata Cathlyne sambil menatap ke 2 makam yang bersebelahan itu.
"Iklasin ya sayang" Kata Elizabeth pada Cathlyne
"Iya ma, Cathlyne udah berusaha buat iklasin mereka kok." Jawab Cathlyne dengan senyum kecil.
"Mama jangan cedih! ental papa LEO cama om Gabliel marah trul ental mama di gentayangin balu tau lasa" Kata Cia sok nakut nakutin
"Ngomong masih cadel aja sok sok an nakut nakutin orang" Cibir Bryan pada ponakan nya itu. Cia pun langsung memukul bahu om rese nya itu
"Jadi olang jangan nyebelin ental nyusul papa LEO ama om Gabliel balu tau" Kata Cia songong
"Astafirullah, nih bocah doain gue mati? Gilak"
"Om yang gilak! brisik" Kata Leo tajam yang membuat Bryan mingkem
"Dih, di gertak ama ponakan sendiri langsung ciut" ejek Brandon pada adik nya itu
"Buah naga buah kedondong, bacot anjing!" Kata Bryan sok pantun
"Gak nyambung tol*l"
"HEH! ini kuburan, gak boleh ngomong kasar" Tegur Elizabeth pada anak anak nya itu
"Ampun kanjeng mami" Kata mereka berdua lalu nyengir
"Mereka pasti di sana kesel sama Cathlyne karna Cathlyne bandel gak mau dengerin omongan mereka buat gak sedih" Kata Cathlyne sambil tersenyum kecut.
"Udah deh Cath, gak usah sedih mulu. Kasian ama mereka entar nyangkut kalo lo tangisin mulu" Kata Brandon
"Nah bener tuh" Kata Bryan setuju
"Iya, Cath kamu jangan sedih terus. Kita sama sama iklasin Gabriel ya?" Kata Ghina yang berusaha tenang walaupun di dalam hati nya masih sedih karna kepergian putra satu satu ya itu.
"Mending kita pulang yuk" Ajak Ghina pada Cathlyne yang langsung di angguki oleh Cathlyne namun sebelum itu, Cathlyne mencium batu nisan yang bertuliskan nama AXELIO ALEXANDER LEONARDO ANDERSON dan GABRIEL NATHANAEL ANDERSON lalu pulang bersama yang lain.
"Yang tenang ya kalian, i love you both" Batin Cathlyne
Author note:
Kalian mewek gak sih di part ini? Jujur gue mewek banget apalagi pas Gabriel is dead. Stay tune ya