
Author POV
Saat ini Cathlyne sudah berada didepan pintu rumahnya dengan baju basah kuyup dan air mata yang masih setia mengalir.
Cathlyne pun membuka pintu rumahnya dan terlihatlah orang tuanya yang sedang duduk di sofa.
"Loh Cathlyne, kamu kenapa?" Tanya Elizabeth
"Gakpapa mom" kata Cathlyne
"Sini duduk dan ceritain apa yang terjadi" kata Edgar yang membuat Elizabeth menarik putri nya untuk duduk ditengah tengah mereka.
"Sekarang ceritain" kata Edgar
"Setelah Leo pergi, Rey juga pergi" kata Cathlyne
"Maksudnya?"Tanya Elizabeth
"Rey juga mau pergi ninggalin Cathlyne ke USA" Kata Cathlyne
"USA?" Tanya Edgar yang diangguki oleh Cathlyne
"Buat apa Rey ke USA?" Tanya Edgar
"Belajar dan ngurusin perusahaan papa nya" kata Cathlyne
"Bagus dong" kata Edgar
"Tapi Rey udah janji hiks ke Leo buat jagain Cathlyne tapi hiks Rey pergi. Cathlyne takut Rey pergi dan dateng kayak Leo hiks" kata Cathlyne yang membuat Elizabeth menariknya kedalam pelukan.
"Huft, daddy baru sadar ternyata nasib kamu persis kayak daddy" kata Edgar
"Maksud daddy?" Tanya Cathlyne yang masih dipelukan Elizabeth. Edgar pun mengenggam tangan Cathlyne
"Nasib Cathlyne sama kayak daddy. Daddy ditinggal sama mama Elisa dan mama Elisa yang nyatuin daddy sama mommy kamu" kata Edgar yang membuat Cathlyne diam
"Daddy ngerti perasaan Cathlyne, daddy tau persis" kata Edgar
"Trus dulu daddy ngelakuin apa?" Tanya Cathlyne
"Iklas dan mulai yang baru dengan pasangan baru daddy" Kata Edgar
"Yang dikatakan daddy benar sayang, Cathlyne juga harus lakuin apa yang daddy lakuin" kata Elizabeth
"Cathlyne udah ikhlasin Leo tapi pas Cathlyne mau mulai sama Rey, Rey malah pergi hiks" kata Cathlyne
"Percaya gak kalau mommy pernah ngalamin hal kayak Cathlyne?" Tahya Elizabeth
"Mommy juga pernah ngalamin kayak Cathlyne?" Tanya Cathlyne
"Iya, mommy juga pernah ditinggal sama daddy keluar negeri bertahun-tahun buat kuliah padahal baru jadian" kata Elizabeth
"Really?"
"Yes. Tapi mommy gak kayak Cathlyne yang nangis dan gak bolehin Rey keluar negri, Mommy justru bolehin daddy karna Mommy yakin dan percaya kalau daddy juga pergi buat kebahagiaan mommy kedepannya. Rey pasti juga gak mau jauh dari Cathlyne,tapi Rey harus pergi buat siapin dirinya supaya bisa lebih serius sama kamu" kata Elizabeth
"Daddy juga gak mau punya menantu yang pengangguran dan gak punya tujuan hidup" kata Edgar
"Jadi, seharusnya Cathlyne dukung Rey gitu?" Tanya Cathlyne
"Iya sayang"
"Harus"
"Berarti Cathlyne salah dong marahin Rey?" Tanya Cathlyne
"Cathlyne gak salah, wajar Cathlyne marah karna Cathlyne sayang sama Rey tapi lebih bagus lagi kalau Cathlyne dukung Rey." Kata Elizabeth
"Cathlyne mau kan punya suami sukses?" Tanya Edgar
"Mau lah" kata Cathlyne.
"Yaudah, biarin Rey belajar buat bisa menjadi suami idaman kamu" kata Edgar
"Apaan sih dad" kata Cathlyne. Suami? Yang benar saja
"Haha, mending Cathlyne biarin Rey buat pergi ke USA toh dia kesana buat belajar kan?!" Tanya Edgar
"Tapi Cathlyne takut Rey kembali trus pergi lagi kayak Leo" kata Cathlyne
"Daddy juga gak mau itu terjadi, tapi kan kali ini Rey pergi dengan alasan dan daddy yakin itu buat kebaikan hubungan kalian kedepannya" kata Edgar
"Jadi Cathlyne sudah tau kan apa yang harus Cathlyne lakukan?" Tanya Elizabeth
"Sudah mom. Cathlyne sadar, Cathlyne seharusnya gak egois" kata Cathlyne
"Bagus kalo sudah tau. Sekarang mending kamu ganti baju trus istirahat" kata Elizabeth
"Iya mom. Makasih mom dad" kata Cathlyne lalu pergi ke kamarnya.
Cathlyne pun bergegas untuk mandi dan mengganti bajunya. Setelah selesai mandi Cathlyne langsung berebah di kasurnya sambil menatap langit-langit kamarnya.
Kejadian didepan rumah Rey tadi sangat membuatnya bingung plus merasa bersalah
Kenapa? Kenapa selalu aja ada masalah didalam hubungan nya?
Pertama saat dia pacaran sama Axel , dia harus berpisah karna perjodohan.
Kedua saat dia tunangan sama Leo, dia malah pergi tanpa kabar bahkan meninggalkan nya untuk selamanya sekarang.
Apa dia memang tak pantas untuk berhubung? Mana cinta sejatinya? Jan jangan ilang di segitiga Bermuda. Entahlah, Cathlyne tidak mengerti.
KnokKnokKnok
Ketukan pintu itu membubarkan lamunannya. Cathlyne pun berdiri untuk membukakan pintu dan ternyata yang mengetuk adalah Elizabeth, mommynya.
"Eh mom, kenapa?" Tanya Cathlyne
"Gini, mommy mau kasih tau kalo besok mommy mau ke rumah temen lama mommy jadi Cathlyne ikut ya temanin mommy" kata Elizabeth
"Loh, emang daddy gak ikut mom?" Tanya Cathlyne.
"Enggaklah, kan daddy kerja" kata Elizabeth.
"Umm, emang temennya mommy punya anak berapa?" Tanya Cathlyne
"Kenapa nanya kek gitu?" Tanya Elizabeth
"Jawab aja kali mom"
"Dia punya 2 anak, yang pertama cewe sudah nikah trus yang kedua cowo dan kayaknya seumuran sama kamu"
"Wahh, kalo gitu boleh deh Cathlyne ikut. Sapa tau kecantol ama anak temen mommy" Kata Cathlyne
"Haduh kamu ini. Inget-inget sama Rey" kata Elizabeth
"Gakpapa lah mom, Cathlyne mo cari cowo baru buat jadi simpenan pas Rey ke USA"
"Huss, jan jadi playgirl dong"
"Hehe, canda mom. Cathlyne mah orangnya setia, apalagi klo cowoknya tajir"kata Cathlyne dengan alis yang diturun naikan
"Serah kamu lah. Yaudah pokoknya besok kamu ikut ya" kata Elizabeth
"Sihappp"
"Gud girl. Kalo gitu mommy ko istirahat dulu, kamu juga istirahat ya"
"Ok mommy" kata Cathlyne yabg membuat Elizabeth kembali kekamarnya begitu juga Cathlyne yang kembali berebah dikasur nya.
"Ngapain yak?" Monolog Cathlyne
"Telfon Vino aja deh" gumam Cathlyne lalu mengambil ponselnya dan menelfon Vino.
TiittttttTittttttttTittttttttttt
"Halo paan?"
"Ish lo mah ketus banget"
"Lagian lo pagi- pagi nelfon"
"Gak kok, di sini dah sore"
"Ck, yaiyalah paok. Oh iya, gue turut berduka cita ya atas kematian Leo sumpah gue juga sedih"
"Thanks, gue juga sedih tapi gue harus move on supaya Leo bisa tenang disana"
"Tumben lo bijak"
"Masa? Padahal gue cuma ngejiplak kata-katanya Rey"
"Pantes. Modal jiplak aja bangga"
"Hehe, gakpapa kali"
"Yayaya, btw kenapa lo nelfon?"
"Gakpapa, gue gabut aja hehe"
"Yaelah, yaudah gue tutup dul-"
"E-eh tunggu. Gue mo minta saran sama lo"
"Paan, cepetan gue mo kuliah"
"Iyaiya. Menurut lo, gue egois gak sih kalo gak bolehin Rey kuliah USA?"
"Hm gimana ya?! Menurut gue Lo emang egois karna lo ngelarang Rey sukses demi lo doang yang belum tentu jadi istrinya"
"Nyusuk kata-kata lo"
"Lah emang kenyataan kok"
"Yain. Thanks ya, dah mending lo kuliah sana supaya kita cepet ketemu lagian kasian tuh si Fiona lo tinggal"
"Yayaya. Jagain ayang bebeb gue ya"
"Alay. Yaudah bai"
"Bai"
TutttTutttTuttt
"Keknya gue emang harus biarin Rey kuliah, lagian yang dibilang Vino juga ada benernya. Belum tentu gue jadi istrinya. Sedih tapi emang kenyataan" gumam Cathlyne lalu memutuskan untuk tidur.