
Cathlyne POV
Saat ini sudah jam 19.16 yang berarti saat nya untuk berkumpul di lapangan untuk acara api unggun. Gue dan Triple Na sudah selesai bersiap-siap, kali ini gue make baju turtle neck dan celana panjang serta rambut panjang gue yang gue urai.
Sekarang gue dan Triple Na sedang berjalan kearah lapangan untuk menghangatkan badan dan ikut acara api anggun.
Ternyata pas kita sampai dilapangan, acara api unggun sudah dimulai dan ini sudah saatnya sing a song. Gue dan Triple Na pun duduk disebelah Rey dan Triple curut, kita pun duduk diam mendengarkan anggota osis sedang bernanyi.
Setelah anggota osis bernyanyi, si ulet keket tiba-tiba maju yang bikin semua bingung. Gue ama Triple Na hanya duduk diam dengan wajah datar sambil natap dia.
"Tuh nene sihir ngapain maju kedepan?" Tanya Juna
"Mo caper kali" kata Kirana
"Diem aja, liatin aja tuh wewe gombel tampil" kata Fiona
"Halo semua nya, pasti kalian bingung kan kenapa gue berdiri disini sekarang" kata ulet yang bikin semua murid selain gue,Rey, Triple Na dan Triple curut jawab 'Iya'
"Okok, jadi disini gue bakalan kasih kalian sebuah pertunjukan yang sangat menyenangkan" kata ulet
"Gak usah banyak taik minyak lo, langsung to the point aja napa sih?!" Teriak Aldo
"Okay, jadi disini gue mau manggil bad girl kita Cathlyne" kata ulet yang mendapat tatapan aneh bukannya tepuk tangan atau sorakan.
"Tepuk tangan dong supaya Cathlyne nya mau maju" kata Bianca yang menyadari kalau suasananya akward.
"Prokk"
"Prokk"
Akhirnya suara tepukan tangan pun terdengar tapi tetep aja gue ogah buat maju. Kurang kerjaan banget.
"Yah, masa Cathlyne gak mau sih? Ayokkk" kata ulet yang langsung datengin gue dan narik tangan gue yang langsung gue hempas
"Don't touch me with you fucking hand satan" bentak gue terus langsung maju kedepan daripada tuh ulet megang-megang lagi.
"Yee, Cathlyne sudah maju sekarang gue mau Rey yang maju" kata ulet yang bikin gue cuma bersedekap dada dan naikin alis satu. Gue liat Rey hanya diem lalu maju dan berdiri disebelah gue.
"Sahabat lo kurang kerjaan banget sih!" Kata gue ngegas ke Rey yang bikin Rey genggam tangan gue
"Ikutin aja" kata Rey yang bikin gue mendengus kesal.
Kita pun pegangan tangan selagi menunggu aksi selanjutnya dari si manusia ulet keket.
"Itu tangannya gak bisa dikondisikan euu"teriak Juna yang membuat sejuanya heboh tapi tiba-tiba si anak dajjal muncul ditengah-tengah kita dan ngelepasin pegangan gue ama Rey dan langsung mengecup pipi Rey
Gue pun berdecak kesel, untung disini banyak orang kalo engga dah mati ditempat tu orang.
"Huuuuuuuuuuuuuuu"
"Gak maluuuu ih"
"Murahaannnnnn"
"Belum mukhrimmmmm"
"Uuuuuuu"
Seru semua siswa-siswa disitu yang bikin suasana jadi ricuh.
"Lo apa-apaan sih Bi?" Tanya Rey ke ulet keket
"Sorry reflek" kata ulet dengan cengiran menjijikan nya.
"Okok, sekarang kita mulai acaranya. Tapi sebelum itu, gue mau nagih omongan lo tadi sore buat nguncir rambut lo." kata Bianca
"Huh, ternyata ingatan lo kuat juga" kata gue yang lalu menguncir satu tinggi rambut gue, untung gue menggunakan baju turtle neck
"Puas?!" Tanya gue
"Forget it" kata Bianca
"Disini gue ada beberapa foto dan mereka berdua harus menjelasan isi foto itu" lanjut Bianca
Foto pertama
"Sekarang cobak Rey jelasin" kata Bianca
"Itu orang utan bergelantungan" kata Rey
"Udah itu aja?" Tanya Bianca yang jawab dengan anggukan dari Rey
Foto kedua:
"Sekarang Cathlyne yang jelasin tentang foto ini" kata Bianca yang membuat gue derdecak kesal
"Nene-nene juga tau klo itu orang lagi cat rambut" kata gue datar.
Foto ketiga
"Sekarang Rey lagi. Klo ini apa?" Tanya Bianca
"Orang manjat tebing"Jawab Rey santai
"Permainan lo garing anj*r" teriak Juna
"Dasar cabe kurang kerjaan" Teriak Fiona
"Sabar gengs. Ini yang terakhir, pasti ini akan seru" kata Bianca
Foto keempat
...(Anggap aja itu Bara, tapi asal kalian tau sebenarnya Bara jauh lebih ganteng dari pada cowk yang difoto😂)...
"Sekarang Cathlyne yang jelasin!" Kata Bianca dengan senyum miring nya.
Gue yang melihat itupun terkaget hanya saja gue dengan cepat mengubah raut wajah terkejut menjadi datar.
"Bukannya itu kak Cathlyne ama Bara?"
"Gilak, main cium-cium aja"
"Bara anak DeadScorpio itu kan?"
"Jangan-jangan Cathlyne pacaran ama anak DeadScorpio lagi"
"Gans ama cans sih, jadi cocok-cocok aja"
begitulah ocehan-ocehan anak-anak yang melihat foto itu yang gue denger. Dan gue ngeliat Rey yang sudah mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya.
"Sekarang jelasin Cathlyne" kata Bianca tersenyum licik
"Maksud nya itu apa Cath?" Tanya Rey yang gue yakin pasti jealous nya ampe ke ubun-ubun
"Ck, mo jebak gue dengan foto ginian? murahan!" kata gue dengan senyum miring gue
"Ya itu gue dan Bara wakil ketua DeadScorpio.Dan gue yang nyium dia PUAS?!" kata gue
"Hahaha. Sekarang dah keliatan klo Cathlyne murahan" kata Bianca
"Trus apa bedanya sama lo yang nyium Rey didepan banyak orang tadi? sekarang gue tanya, lebih murahan siapa? Gue ato lo?" kata gue santai yang bikin semua murid disitu mengiyakan perkataan gue
"Kan Rey temen masa kecil gue" kata Bianca sewot
"Dan Bara juga sahabat gue dari kecil. Setidaknya gue nyium sahabat masa kecil gue dengan alasan buat ngucapin ulang tahun daripada lo yang nyium Rey tanpa alasaan ditempat umum lagi. Gak malu lo?!" Kata gue yang diakhiri dengan senyum miring.
SKAKMAT!
Kali ini Bianca sudah tidak tau mau nyolot kek apa. Dan Rey masih saja bergelut dengan pikirannya entah apa yang dia pikirkan.
"Lo mau tau alasan gue nyium Rey tadi?!" Tanya Bianca yang gue balas dengan alis yang terangkat satu
"Gue nyium Rey karna gue jealous! Gue sayang dan cinta sama Rey jauh sebelum ada lo, tapi dengan gampangnya lo deketin dia!" kata Bianca yang membuat semuanya heboh. Gue yang ngedenger itu langsung ngeliat kearah Rey dan gue liat Rey menggelengkan kepalanya ke gue.
"Lo cinta sama Rey atau sama uang nya?!"Teriak Nathan
"G-gue cinta sama Rey nya lah!" Kata Bianca ngegas
"Trus peduli gue apa?! Toh Rey gak sayang apalagi cinta sama lo" Kata gue kesel
"Tau dariamana lo klo Rey gak cinta sama gue?" Tanya Bianca yang bikin gue mau bakar tuh cewe idup-idup
"Tau lah. Emang ada cowo yang mau sama cewe munfik kek lo?!" Kata gue ngegas
"Ck, mendingan kita tanya langsung deh sama Rey. Rey kamu sayang gak sama aku" Kata Bianca
"Rey jawab tuh!" Kata gue ketus
"Huft, Gue emang sayang sama Bianca dari kecil ta-"
"Jun, temenin gue bentar" Kata gue yang langsug narik tangan Juna pergi dari situ untung Juna pengertian jadi dia ngikut sama gue.
Sekarang gue ama Juna sudah ada diparkiran bus and mobil para guru. Bukan tanpa alasan gue pergi dari situ dan ngajak Juna, gue cuma gak tahan ngedenger bacotan si nene lampir apalagi ngedenger omongan Rey,
"Cath, lo yakin gak mau denger omongan Rey ampe akhir?" Tanya Juna
"Gak penting buat gue, sekarang yang gue pikirin adalah gimana cara buat bikin tu ulet keket mampush" Kata gue
"Gimana yak?!" Monolog Juna yang bisa gue denger
"Gue tau! Tapi lo bisa dipercayakan?!" Tanya gue ke Juna
"Iya tenang aja." Kata Juna
"Ini rahasia gue, dan lo harus simpen rahasia ini baik-baik." kata gue
"Apa jaminan lo?!" Tanya gue
"Nyawa gue!" kata Juna
"Gue pegang omongan lo!" Kata gue.Gue pun langsung nurunin kain yang menutupi leher gue dan menujukan tatto DeadScorpio.
"What the f*ck?!" Umpat Juna. Ya gue udah yakin reaksinya akan kek gini
"Lo anggota DeadScorpio?!" Tanya Juna
"Lebih tepatnya gue KETUA nya" kata Cathlyne yang membuat Juna melotot
"Lo tenang aja, gue deket sama Rey bukan untuk keuntungan geng gue. Tapi tulus ama Rey." Kata gue yang mengerti raut muka nya
"Bagus deh, gue percaya sama lo. Gue masih gak percaya aja klo lo ketua DeadScorpio yang terkenal sadis" kata Juna
"YYY. Intinya, gue mau lo bantuin gue. Sekarang gue mau balik dan lo harus nganterin gue"Kata gue
"Pake apa anj*r?!" Tanya Juna
"Lo lupa siapa yang didepan lo?!" Tanya Cathlyne dengan smirknya.
"Gak usah gitu, ngeri gue" Kata Juna.
"Yaudah ayok, gercep" Kata gue
Cathlyne POV end
Author POV
Saat ini sudah pukul 3 pagi dan kali ini Cathlyne dan Juna sudah berada di apertement milik Cathlyne untuk berkumpul besama DeadScorpio, bukannya Cathlyne tidak mau Juna tau Basecamp DeadScorpio hanya saja sebagai ketua dia harus memikirkan kedepannya dan bukannya Cathlyne gak percaya sam Juna hanya saja dia mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan kedepannya
Sebelumnya Cathlyne sudah memberi tahu Triple Na kalau dia akan mencari cara untuk membalas Bianca dan juga dia sudah menelfon Bara dkk untuk berkumpul di apart Cathlyne.
kalau kalian tanya, Juna dan Cathlyne naik apa buat baik ke Jakarta jawabnya adalah mereka meminjam mobil milik Pak Budi dan mereka meminta Pak Budi untuk pulang naik bus sekolah.
Clekkkkk
pintu apartement Cathlyne pun terbuka menampilkan Anggota Inti DeadScorpio yang tak lain adalah Bara,Dylan,Darren,Rian dan Rico. Jan bingung klo mereka dengan gampangnya masuk ke apartement Cathlyne karna tempat ini bagaikan basecamp kedua mereka dan sudah pasti mereka tau password apart ini.
Mereka pun duduk disofa yang sudah ada Cathlyne dan Juna. Bara yang melihat kehadiran anggota DarkLion pun langsung menyalakan mode garang nya.
"Ngapain lo disini?" Tanya Bara datar dengan tatapan menusuk
"Gue yang bawa dia kesini" Kata Cathlyne
"Buat?" Tanya Dylan
"Bantuin kita." Kata Cathlyne
"Apa rencana lo?"Tanya Rian yang saat ini dalam judes mode on
"Gue mau kalian selidiki semua tentang Bianca Neldes. Setelah mengetahui semua tentang dia, gue mau kalian bagi tim buat bikin dia gak nyaman. Terserah kalian mau ngapain kalo perlu kalian terror." Kata Catlyne serius
"Bianca Neldes? Anak narapidana Joseph Neldes itu kan?" Tanya Darren yang saat ini juga dalam mode serius
"Hah? narapidana?" Tanya Juna
"Iya. Joshep Neldes mantan presdir Nugroho copertation, dia dipenjara karna kasus korupsi yang melibatkan lebih dari 500 M dan setelah diselidiki ternyata uang itu digunakan untuk bermain judi dan nyewa B*tch" Jelas Darren. Kalian baru tau kan kalo Darren bisa seserius ini?! Dan asal kalian tau Darren memliki banyak chanel yang membuatnya tau akan semua berita yang di publish mau pun yang ditutupi.
"Bagus, itu bisa kita jadiin sejata buat ngehancurin Bianca" Kata Caathlyne serius. Juna pun yang sedari tadi diam merasa merinding karna merasakan ketegasan dan kesadisan DeadScorpio dalam menyusun strategi.
"Sebelum itu gue pingin tau apa aja yang dia lakuin ke lo sampe lo mau bikin pembalasan dendam ini. Pembalasan demdan DeadScorpio ini bukan main-main loh" Kata Dylan
Cathlyne dan Juna pun menceritakan semua kebusukan Bianca dari awal mereka bertemu sampai sifat matre Bianca yang membuat Rey terjebak.
"Ck,sampah kayak dia mau sok-sokan pake main fisik lagi" Kata Rian
"Sebelumnya gue mau tau semua info tentang cewe itu." Kata Bara
"Dar? Ada yang lo tau" Tanya Cathlyne
"Cuma sedikit yang gue tau karna tu cewe gak penting. Tapi yang gue tau, dia cuma tinggal ama bokapnya karna nyokapnya udah meninggal. Dia dan bokapnya tinggal disalah satu rumah dikawasan elit tapi semenjak kasus korupsi bokapnya, rumah nya dijual dan dia pindah ke apart. Di apart dia tidak sendiri tanpa pembantu ataupun supir. Gue tau itu karna waktu itu gue ada kenalan sama sepupu jauhnya." Jelas Darren
"Lumayan tuh infonya" kata Rian
"Gue udah dapet rencana."Kata Rico. FYI, Rico adalah pengatur strategi terbaik di DeadScorpio
"Apa?" Tanya Cathlyne
"Hubungan Rey dan Bianca bisa dibilang deket bahkan Rey bisa diatur oleh Bianca, jadi gue mau lo bawa Rey keluar negri untuk beberapa hari dan gue dkk akan coba bikin dia merasa ada yang memperhatikan dia secara terang-terangan. Gue juga bakalan terror dia lewat sms dengan fake number kayak yang biasa kita lakuin dan gue mau anggota DeadScorpio yang lainnya buat ngeberantakin apartementnya dengan tulisan bahwa dia bakalan menyesal kalau berbuat lebih lagi. Gue rasa dengan begitu aja dia udah takut setengah mati" Jelas Rico
"Apa itu gak terlalu berlebihan?" Tanya Juna yang merinding sendiri mendengar rencana Rico
"Malah menurut gue itu kurang. Tapi kita bakalan ikutin cara itu."Kata Cathlyne
"Gue bakalan mimpi DeadScorpio buat mulai penerrroran" Kata Dylan. FYI, Dylan adalah panglima perang di DeadScorpio dan latar belakangnya bukan kaleng-keleng.
"Okay. Dan lo Bar, gue mau lo ngurusin semua ini supaya gak ketauan dari siapapun dan lo harus ngehandel kantor polisi" Kata Cathlyne.FYI, Bara adalah anak Perwira Tinggi seingga DeadScorpio tidak pernah berurusan dengan sel malah DeadScorpio lah yang memainkan polisi contohnya mengerahkan polisi untuk memata-matai, melacak sesuatu, menakut-takuti orang dll.
"Itu sudah menjadi keahlian gue" Kata Bara yang membuat Juna semakin ciut
"Dan lo Rian. Gue mau lo mempublikasikan semua berita tentang Joshep Neldes di terserah dimana kalo perlu di channel tv bokap lo" Kata Cathlyne. FYI, Rian adalah anak dari salah stau pengusaha besar di Indonesia yang memilki stasiun televisi sendiri sehingga apapun bisa dia siarkan di stasiun televisi bokapnya.
"Aman klo sama gue" Kata Rian
"Lo Juna, Gue mau lo yang ngehandel sekolah jangan sampe ada siswa bahkan guru yang bantuin dia dan gue mau semua murid tau semua kebusukan dia." kata Cahlyne
"Gue usahain" kata Juna
"Ada usul lagi gak lo Jun?" Tanya Cathlyne pada Juna
"Gak ada. Gue rasa ini udah kelewatan sadis" Kata Juna, Segeri-ngerinya DarkLion nyerang gak sengeri DeadScorpio nyerang.
"Beruntung dia cewe kalo cowo bakalan lebih parah dari ini" Kata Bara.
"Okay, gue bakalan bawa Rey ke Italy selama 3 hari. Gue mau dalam 3 hari BIANCA NELDES itu kapok." Kata gue
"SIAP!!!" Tegas mereka kompak yang membuat Juna semakin kendor disitu
"Okay gue tau kalian bisa. DEADSCORPIO?!!!"
"YOU FIGHT, YOU'LL DEAD" Tegas merekan bersama-sama lagi. Kalian tanya gimana kabar Juna? Jawabnya ciut dengan jantung yang berdengub kencang.
"Kiata balik dulu ini sudah jam 4."Kata Bara
"Okay thanks." Kata Cathlyne
"WAIT!" teriak Juna yang membuat semunya memusatkan perhatianya pada Juna
"Apa?!"Tanya Bara
"Kapan kita mulai ini?" Tanya Juna
"Oiyah,Kapan Cath?" Tanya Darren
"Huft. Kayaknya tunggu sebentar lagi deh. Gue mau liat apa yang bisa dibikin tuh ulet sebelum kita bikin kapok" kata Cathlyne
"Aishh. Lama lagi dong!" Kata Darren tak terima
"Sabar keles"Kata Rico
"Lelah jasmani,rohani,raga,jiwa dan batin hamba" kata Darren yang mendapat jitakan dari Bara
"Alay lo jangan dipeliharan Paok" Kata Bara yang membuat semua tertawa termasuk Juna, mungkin dia pikir DeadScorpio tidak seburuk yanag dia kira
"Liat ajalah nanti. Yaudah mending lo seua balik" Kata Cathlyne
"Bye Cathlyne"
"Bye kucing"
"See you"
"Balik dulu ya"
"Bye. Nanti ngomong aja kapan harus mulai misi. Take care" Kata Bar lalu mencium kening Cathlyne
"Iyaiya, Bye" Kata Cathlyne lalu menutup pintu apart milik Cathlyne. Caathlyne pun kembali duduk disofa yang masih tersisa Juna. Cathlyne pun menatap Juna yang sedang menatapnya dengan tatapan bingung
"Gue ama Bara udah kayak kaka adek, jan mikir aneh-aneh" Kata Cathlyne seolah mengerti pikiran Juna
"Owh. Gilak ya, kalian ngeri banget gue aja ampe ciut ngedenger strategi kalian" kata Juna
"Itu belum seberapa. Untung musuh kita sekarang cewe kalo cowo mungkin bisa kita bunuh. Makanya lo gak usah macem-macem" Kata Cathlyne yang membuat Juna bergidik ngeri
"Mikir 2 kali gue klo mo macem-macem"
TRINGG TRINGG TRINGG
"Sapa nelfon?" Tanya Juna
"Rey"
"Gak diangkat?"
"Biar aja. palingan entar dia nelfon lo" kata Cathlyne, belum semenit Cathlyne berbicara seperti itu ponsel Juna sudah berbunyi
"Cenayang ya lo Cath?"
"Mata kao" Kata Cathlyne
"Angkat gak?" Tanya Juna
"Angkat aja"Kata Cathlyne
Juna pun mengangkat panggilan dari Rey setelah tersambung Juna pun ngomong.
"Halo"
"Brengsek!!